NovelToon NovelToon
Suami Untuk Kirana

Suami Untuk Kirana

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Tamat
Popularitas:7.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Red Lily

Kirana, dalam hembusan terakhir sang Kakek dia menikah dengan sosok pria yang diyakini Kakeknya akan menjaganya dan membahagiakannya. Namun, siapa sangka kalau Arjuna adalah sosok suami yang menganggap Kirana sebagai musuh, bukan istri.

"Aku akan terus melafalkan namamu dalam doaku, karena aku mencintaimu." -Kirana Anindy.

"Menghilanglah dan pergi. Jika harta yang kamu inginkan, bawa itu bersamamu." -Arjuna Braja Satya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Red Lily, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dunia Sebatas Mata

🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK, EMAK SAYANG BANGET SAMA KALIAN.🌹

🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123.🌹

🌹SELAMAT MEMBACA, EMAK SAYANG KALIAN.🌹

🌹CAST ARJUNA EMAK GANTI DI BAWAH.🌹

"Cantik anjiir, Ar. Mulus gitu mukanya," ucap Alex.

Dua teman pria lainnya mengangguk setuju sembari mengingat kembali wajah Kirana sebelumnya. "Indonesia banget mukanya, idungnya mancung mungil. Lu gimana bisa tahan dah cewek modal begituan?"

"Tau nih heran sama lu, Ar. Masa dianggurin? Cobain kali. Bening gitu. Itu di luar ya, kita liat mukanya doang udah putih banget. Coba dalemnya, Ar. Kiceup kagak lu."

"Bisa diem gak lu?"

Mila yang mendengar suara tajam Arjuna itu hanya tertawa. "Tapi serius deh, Ar. Wajahnya indo banget, ayu gitu serius. Merlinda kan blasteran kek kita. Bosen gak lu liat yang sejenis? Bening anjiir."

"Gue gak suka," ucapnya meneguk bir kaleng.

"Gak suka apa belum? Kalo lo gak mau gue ambil aja." Alex yang berucap.

"Merlinda mah jauh dong, Ar. Dia mah cantik juga karena blasteran. Lah inimah ayu banget asli."

"Hooh, adem. Nyicip boleh lah."

Sampai suara ketukan dari pintu depan membuat mereka berhenti bicara. "DO kali," ucap Mila segera melangkah menuju pintu dan mengambilkan pesanan. "Woooyyy! Makan nih! Ar, bini lu suruh turun napa. Belum makan pasti, neneknya ninggal kan?"

Arjuna masih terdiam dan sibuk meneguk bir nya. "Lu gak akan bilang sama Merlinda 'kan?"

"Kagak tenang aja," ucap temannya yang lain yang dibalas anggukan.

"Serius, Ar. Nyicip sebelum dibuang coba."

"Gak nafsu," ucap Arjuna memilih untuk mulai mencicipi makanan di sana.

"Suruh turun napa, gak bakalan gue apa apain juga," ucap Mila.

"Biarin aja."

"Tega lu, awas karma loh," ucap Mila memperingati.

Alex menggeleng. "Takut karma gak usah hidup lan anjiing. Ar, gue mau rokok."

"Di kamer gue."

"Gue yang ambil?" Tanya Alex. "Tar gue malah salah kamar ke kamar bini lu."

Seketika sumpit kayu yang ada di tangan Arjuna langsung patah. "Gak usah bahas dia," ucapnya penuh dengan penekanan.

"Woy woy santai, Ar. Iya enggak. Gue yang ambil atau elu yang ambil?"

"Diem," ucap Arjuna yang berdiri dan melangkah menaiki tangga dan memasuki kamarnya.

Arjuna hanya mengambil rokoknya saja, tapi tidak ada di sana. Sampai dia keluar kamar dan mendapati ada di ruangan santai yang menjadi pemisah antara kamarnya dan kamar Kirana. 

Arjuna mengambilnya. Tapi gerakannya terhenti sesaat tatkala mendengar lantunan al-Quran di  sana. Lamunannya hanya hitungan detik, sampai dia kembali mengeraskan rahangnya dan segera turun kembali.

"Lama anjir ih! Abis ngapain bini lu?"

Tatapan tajam Arjuna membuat Alex memukul bibirnya sendiri. "Sorry, Ar."

Mereka berlima makan sambil bercerita dengan begitu berisik selama beberapa menit. Sampai terdengar  seseorang menuruni tangga.

Semuanya beralih pandang, kecuali Arjuna.

"Aku mau ke rumah Nenek lagi, Kak."

Arjuna tidak menjawab, yang mana membuat Mila menjawab, "Udah pergi aja, laki lu gak peduli."

Kirana menunduk dan segera berlalu dari sana; keluar dari rumah.

Mila berdecak melihat Arjuna yang sibuk dengan birnya. "Kasian tuh anterin dulu, Ar. Tar dia kehujanan masuk angin lagi."

"Dia udah biasa."

🌹🌹🌹🌹

Kirana menatap saldo ATM nya yang begitu banyak di sana. Namun, yang dia ambil hanya lima puluh ribu untuk membeli nasi padang. 

Keluar dari ATM, Kirana berlari kecil menembus rintikan hujan. Dia pergi ke sebuah rumah makan padang. Membeli dua bungkus nasi untuknya dan juga Bibi yang ada di rumah neneknya.

Ini sudah jam lima, tapi langitnya sudah begitu hitam. Apalagi ditambah hujan semakin deras.

"Apa lagi, Neng?"

"Udah itu aja, Buk."

"Semuanya 40 ribu."

Kirana segera memberikan uangnya dan menunggu kembalian di sana. "Buk, angkot masih lewat sampai jam 6 kan?"

"Iya, Neng. Tapi kalau misalnya hujan suka agak telat. Neng mau naik angkot?"

"Iya, Buk."

"Tunggu aja di sini, biasanya suka berhenti depan kok," ucap sang pemilik warung sambil memberikan kembalian pada Kirana. 

"Ikut nunggu ya, Buk."

"Santai saja, Neng." Bahkan si pemilik warung memberikan air hangat untuk Kirana. "Diminum, Neng sambil nunggu."

"Makasih, Buk."

"Sama sama, Neng."

Kirana menunggu di sana, dia memandang hujan deras diluar. Sampai pandangannya terhalang oleh sebuah mobil yang terparkir di sana. Yang mana membuat Kirana memilih mengalihkan fokus karena kesal.

Dia meminum air hangat itu.

"Oy!"

"Uhuk! Uhuk!"

"Ups sorry! Gue gak tau lu lagi minum," ucap sebuah suara yang tidak asing.

Yang mana membuat Kirana mendongkak. "Kak Mario?"

"Hallo, gue pikir lu amnesia. Kenapa gak nelpon gue hah?"

Kirana kelalapan, dia memang tidak berniat menelpon Mario. Dia bingung untuk apa. "Maaf, Kak. Bingung mau ngapain," ucapnya dengan wajah khawatir.

Membuat Mario segera menarik kursi dan duduk dalam meja yang sama dengan Kirana. "Santuy napa. Nunggu pesanan?"

"Aku dibawa pulang, nunggu hujan reda."

"Kayanya lu ada masalah mulu deh sama hujan. Mau gue panggilin grab lagi?"

"Gak usah, Kak. Makasih," ucap Kirana yang tidak nyaman dengan pria di depannya.

"Lu sendirian?"

"Iya, Kak."

"Kalau gue sama adek. Mana ya tuh anak? Lu pasti kenal deh. Bentar," ucapnya mengedarkan pandang. "Woy, Merlinda Cinta Satu Malam! Sibuk chatting mulu lu!"

Kirana kaget. Dunia benar benar sempit. Merlinda adiknya Mario adalah kekasih dari Arjuna.

"Sini lu, Dek!"

🌹🌹🌹

MARIO

VS

ARJUNA

GANTENGAN MANA? SAMA SAMA 24 CUMA BEDA VIBES.

1
dwie 2025
kutunggu cerita selanjutnya keluarga ArjunaKirana Emak cantik sukses sehat dg karya yg semakin TOP....
/Kiss//Kiss//Kiss//Heart//Heart//Heart/
dwie 2025
suka bgt karakter bunda Eliza...apalgi klo sdh berdebat dg Arjuna bener2 terhibur dan sedikit melupakan kisah pilu Kirana 🤭
dwie 2025
visual kirana di bab brp Mak....
dwie 2025
ko ak nangis😭
dwie 2025
Kan ..
kan...
kan...
cerita semakin bikin gedeg...
dwie 2025
sdhlah terserah Emak ak sdh kecewa...knp hamil to Mak 🤣🤣🤣kpn it Arjuna tersiksa krn tllu cinta....puyeeengg ga sesuai ekspektasi 🤣
dwie 2025
jln ceritany sulit diprediksi bmkg🤣
dwie 2025
ak pilih Mario mak tolong kawinkan ak sama dia Mak 🤣🤣🤣
dwie 2025
Emak berikan hukuman yg selayaknya untuk Arjuna...pisahin ja Mak kan Kirana msh prawan...
dwie 2025
Emak ak mohon lindungi Kirana🤭
dwie 2025
Kirana jgn dibuat kecintaan dehh mak ak ga ridho/NosePick/
dwie 2025
Emak knp tega membuat anak gadis menangis dg status istri tak di anggap mana lihat lg ciuman sama gadis lain😭😭😭
Rika
bagus
Novita Sari
Luar biasa
Siti Sopiah
ya Allah begitu ceritanya.dan kau Arjuna mata yg kau untuk melotot itu bukan matamu..tp cornea yg kau dpt dr ayannya kirana.yaitu mertua mu sendiri bodoh
Carlina Carlina
eeee eyaang tar lu duluan yg mati dr pd kirana tauuuu
orang dah ma tanah bukan nya berbuat baik😏😏😏
iya usir aja juna eyang mu ,trus jngn boleh dteng" lg 😏😏😏😡😡😡
Carlina Carlina
si gobloggg😡😡😡😡
Carlina Carlina
eeyaaaaaangg lu dah tuaaa jahat bngeett😡😡😡😡😡
Carlina Carlina
iiihhh si eyang bner" otak nya nya dan g punya prasaan😡😡😡😡
Carlina Carlina
aaaahhhh air mata ini g bisa berhenti thorrr😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!