NovelToon NovelToon
Bukan Mesin Atm Keluarga Mu

Bukan Mesin Atm Keluarga Mu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami
Popularitas:17.3k
Nilai: 5
Nama Author: Leni Anita

Maira, seorang istri yang harus membagi penghasilan nya untuk istri dari kakak ipar nya yang sudah meninggal dunia.

Sang suami dan mertua hanya memanfaatkan uang nya, demi kepentingan mereka semua.

Tidak hanya itu, Suami nya, Azam malah menjalin hubungan dengan kakak ipar nya dengan alasan mau membantu janda kakak nya tersebut.

Mereka semua kelimpungan saat Maira memutuskan untuk tidak mau membantu lagi, dan menyerahkan semua nya pada Azam, suami nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

06

Sehabis melaksanakan sholat magrib, Maira tidak langsung bangun, dia membaca Alqur'an sebanyak beberapa halaman agar hati nya bisa lebih tenang.

Selama ini Maira tidak punya waktu sekedar membaca satu lembar ayat suci ini, karena kesibukan nya dalam melayani suami serta mertua nya. Tapi mulai sekarang, logika nya sudah berjalan dan dia tidak mau lagi terjebak di dalam kondisi yang sama secara berulang.

"Mai, kok kami belum masak? Kasihan Ayu, dia udah laper!" Tanpa mengetuk pintu, apalagi mengucapkan salam Azam langsung masuk ke dalam kamar dan bicara sama Maira.

Maira menghentikan bacaan nya, dia langsung menutup Alqur'an nya dan melepas mukena nya dengan santai. Setelah itu dia baru menjawab pertanyaan suami nya tadi.

"Mas, aku memang tidak masak malam ini. Dan mengenai Ayu yang kelaparan, kan ada ibu nya. Harus nya mbak Nia yang siapin makanan untuk anak nya, bukan malah meminta orang lain melakukan nya!" Jawab Maira dengan tenang.

"Mai, apa salah nya kamu berbaik hati dengan Ayu, dia ana yatim Mai. Kasihan dia!" Azam kembali berkata.

"Ayu memang anak yatim mas, tapi ingat dia masih punya ibu. Dan yang berkewajiban mengurus nya adalah ibu nya, bukan aku!" Jawab Maira lagi.

"Kamu keterlaluan Mai!" Azam kesal sendiri karena tidak bisa memanfaat kan Maira lagi.

"Oh ya, ingat satu hal ini mas. Kau kepala keluarga, jadi sudah kewajiban mu untuk memenuhi semua kebutuhan di rumah ini. Jadi jika mas kau aku memasak untuk keluarga bu, mulai selarang berikan uang belanja pada ku. Jika tidak, maka jangan harap kalian bisa makan dengan uang ku!" Maira berkata dengan nada tegas.

"Mai, jangan begitu Mai! Mereka semua adalah keluarga ku, jadi mereka juga keluarga mu. Itu arti nya kau punya kewajiban pada mereka!" Azam tidak mau kelimpungan sendiri.

"Mas, semua bahan makanan sudah habis, jika mas mau aku memasak untuk keluarga mu, maka mas harus berbelanja. Atau jika mas memberikan aku uang belanja, maka aku akan membeli semua nya. Tapi jika tidak, maka siap - siap saja keluarga mu akan kelaparan!" Maira berkata santai nya.

Seketika Azam menjadi lemas mendengar ucapan Maira, uang gaji nya tinggal sedikit, padahal baru kemarin dia gajian. Yang tersisa tinggal pegangan untuk membeli makan siang nya saja, kemarin malam mereka makan di sebuah restoran mewah dan itu menghabiskan hampir separuh gaji nya Azam.

"Mai, tolong pesan makanan dari luar, kasihan Ayu!" Lagi dan lagi Ayu yang menjadi alasan Azam.

"Mana uang nya mas? Biar aku pesan kan!" Maira menodongkan tangan nya pada Azam.

"Pake uang kamu lah Mai, aku gak punya uang!" Azam menolak memberikan uang pada Maira.

"Aku juga tidak punya uang!" Balas Maira dengan ketus.

Akhir nya Azam terpaksa keluar menemui Mama Wina dan Nia, wajah nya di tekuk menandakan dia tidak berhasil membujuk Maira.

"Mana uang nya Zam, biar mbak yang pesan kan makanan nya!" Nia langsung menodongkan tangan nya pada Azam.

"Iya Zam, buruan. Perut itu udah laper banget ni!" Mama Wina mengelus perut nya yang terasa perih karena lapar.

"Gak ada Ma, Maira tidak mau memberikan uang nya!" Jawab Azam demgan suara lirih.

"Ya Ampun Zam, istri kamu itu jahat banget. Ya udah buruan kamu pesan makanan untuk kita, kasihan Ayu udah kelaparan sejak tadi!" Mama Wina memberi perintah pada Azam.

"Tapi Ma, uang Azam tinggal sedikit!" Azam ingin menolak keinginan Mama Wina.

"Besok setekah Maira gajian, kamu tinggal minta aja sama Maira. Uang Maira ya uang kamu juga, uang kita semua!" Mama Wina berkata dengan tidak tahu diri.

Entah dari mana Mama Wina bisa mendapat kan pemikiran seperti itu, uang istri juga milik suami beserta keluarga nya. Benar - benar manusia sesat, tidak tahu aturan agama.

"Udah Zam, buruan. Kamu mau lihat kita semua mati kelaparan malam ini!" Bentak Mama Wina dengan geram.

Akhir nya dengan sangat terpaksa Azam langsung memesan makanan dari luar, agar mereka tidak kelaparan malam ini.

"Jangan lupa makanan untuk Lara juga, dia pasti lapar saat pulang nanti. Untuk Maira gak usah, biarin aja di kelaparan sendiri!" Mama Wina berkata dengan ketus.

Mereka menunggu makanan pesanan mereka di antar oleh kurir nya, tidak lama kemudian kurir datang dan mereka semua langsung makan tanpa mengajak Maira sama sekali.

Pada saat mereka sedang makan, Maira keluar dari dalam kamar nya. Dan dia hanya bisa menggeleng kan kepala melihat kelakuan suami dan keluarga nya.

"Ngapain kamu lihat - lihat, syukurin kamu kelaparan. Itu akibat nya kalau pelit!" Ejek Mama Wina sambil tersenyum sinis.

Maira langsung pergi ke dapur, dia meneguk air di dalam gelas nya hingga habis. Kini semakin terlihat sifat asli keluarga ini, mereka semua hanya menjadikan diri nya mesin Atm saja. Saat diri nya mulai tidak lagi berguna, mereka pasti akan membuang nya.

Setelah itu Maira pun memesan makanan untuk diri nya sendiri sendiri, jika mereka bisa kenapa diri nya tidak bisa. Maira bahkan memesan menu yang lebih mewah dari milik mereka. Tidak berselang lama, makanan yang di pesan oleh Maira sudah datang.

Maira berjalan melintasi mereka yang saat ini masih berada di ruang tamu setelah acara makan malam tadi. Dia menenteng makanan nya ke meja makan, tanpa bicara pada mereka.

Maira makan sendiri di meja makan, mulai malam ini mungkin dia harus terbiasa dengan semua ini. Malam ini Maira sengaja tidak membereskan rumah, dia membiarkan rumah dalam keadaan kotor. Semua piring yang ada di dapur sudah menggunung di wastafel, Maira pun membiarkan semua itu tanpa berniat menyentuh nya.

"Mulai besok, aku akan pakai jasa pembantu untuk membereskan rumah ini. Aku tidak tahan melihat rumah dalam keadaan berantakan seperti ini!" Gumam Maira sambil mengedarkan pandangan nya ke seluruh sudut rumah nya.

Biar lah dia membayar gaji pembantu nya, tapi untuk urusan perut semua orang Maira tidak perduli lagi.

"Aku sudah tidak perduli mas, mulai malam ini aku tidak akan mengeluarkan uang ku lagi. Aku lepas tangan dari semua kebutuhan keluarga mu, tidak ada lagi uang bulanan untuk Mama, Lara dan juga Mbak Nia. Silahkan kau urus semua nya tanpa bantuan dari ku lagi!" Maira bermonolog pada diri nya sendiri.

Setelah itu, Maira langsung pergi ke kamar nya. Dia ingin tidur, penting bagi nya menjaga kesehatan tubuh nya agar bisa membalas semua perbuatan mereka pada diri nya.

"Selamat menikmati peran mu sebagai anak dan juga ipar mas!" Bisik Maira sambil menarik selimut hingga menutupi dada nya.

1
Siti Zaid
Author lanjut dan beri mereka pembalasan yg setimpal utk rasa sakit hati nya maira...😠
Thewie
buat aja Thor siazam tuh cepat ceraikan maira.. muak aku lihat omaknya sama iparnya itu. rasanya Indak kuputokkan kepalanyo
Hary Nengsih
maira dh lah kluar dr rumah
Anonim
MANA ADEGAN BUNUH BUNUH NYA? ADEGAN PEMBANTAIAN NYA MANA??? SEPERTI AINZ MEMBANTAI 70000 KSATRIA KERAJAAN RE-ESTIZE
Siti Zaid
Author lanjut..senangnya bila hati melihat maira yg tetap dengan pendiriannya utk tidak membantu suami dan keluarganya..👍👍👍
Zhafran Althaf
bagusss maiiii baguss kalau bisa gugat cerai diam2 biar melotot semuanya🤣🤣🤣
Hary Nengsih
udh lah kluar aja dr rumah gak d anggap istri jg
Siti Zaid
Arini..bantu maira buat kasi pelajaran utk keluarga toxic..harusnya Azam dipukul biar patah semua tulang belulang nya😄biar tahu rasa..dasar laki mokondo😠
Thewie
lawan maira lembek kalipun kau 💪
Zhafran Althaf
thorrrr entong nasi dari kayu mau aku pukulin ke kepala Azam dan keluarganya ngjk kesel berjamaah ya thor🤣🤣🤣
Thewie
thor kayaknya kamu ngajak kami emosi berjamaah ya
Zhafran Althaf: lha iya bener kak😄😄😄
total 1 replies
Hary Nengsih
lanjut ,,gedeg m azam
Siti Zaid
Author lanjut..hati makin panasss🤭
Siti Zaid
Maira jangan mengalah dan lemah didepan semua keluarga toxic itu..kuatkan hatimu..buat mereka menyesal kerana telah menghianati kamu...😠
Anonim
betul.. seperti itu..
rasa sakit itu akan menjadi dasar balas dendam mu, kau harus bangkit berdiri dan lawan semua musuh mu.. TATAKAE TATAKAE
Hary Nengsih
lanjut
Thewie
thor cepatkan laku mobil itu. biar tau rasa mereka
Zhafran Althaf
huuuuuu orang kayaaaa katanyaaaa🤣🤣🤣🤣
Anonim
HALAL DARAH MEREKA AZZAM ,IBUNYA AZZAM, NIA..
LAKNATULLAH... AYO SEMUA NYA TERIAK LAKNATULLAH
Siti Zaid
Terima kasih sudah update lagi...author lanjut..geram dengan Azam dan Nia..azam mau menikah lagi..satu isteri saja tidak mampu menafkahi...inikan nikah lagi😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!