NovelToon NovelToon
Dinikahi Jenderal PTSD

Dinikahi Jenderal PTSD

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Romansa Fantasi / Balas Dendam
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Syfaanca

Su Wanqing selalu hidup sebagai orang asing di rumahnya sendiri. Namun, di tengah hujan deras yang mengguyur sore itu, ia dikejutkan oleh satu kenyataan pahit—tanpa sepengetahuannya, keluarganya telah menjodohkannya dengan seorang pria yang paling ditakuti di seluruh negeri, Jenderal Lu Jingyuan.

Dikenal sebagai pahlawan revolusi sekaligus monster di medan perang, Lu Jingyuan adalah sosok dingin yang namanya mampu membuat musuh gemetar. Di balik reputasinya yang kejam, tersembunyi luka masa lalu dan trauma perang yang mengubahnya menjadi pria yang sulit didekati dan tak pernah mengenal kebahagiaan.

Terjebak dalam pernikahan yang tidak pernah ia pilih, Su Wanqing hanya bisa pasrah menghadapi takdirnya. Namun, ketika dua jiwa yang sama-sama terluka dipersatukan oleh keadaan, akankah mereka saling menyembuhkan... atau justru semakin menghancurkan satu sama lain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syfaanca, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6 - Ketegangan yang Aneh

"Nyonya Lu.."

Wanqing membuka kedua matanya perlahan, di hadapannya seorang pria yang ia kenali tengah menatapnya hangat. "Bagaimana kondisi Anda?" Cufan yang merupakan ajudan pribadi Tuan Lu menuangkan secangkir air hangat dan menyerahkannya pada Wanqing.

Mata Wanqing tidak bisa mengenali sekitar ruangan itu. Ia berada di atas sofa lembut di dalam sebuah ruangan besar berisikan meja kerja dan beberapa rak-rak buku serta file dan beberapa pajangan senapan yang tampaknya sudah terbongkar dan tidak utuh.

"Dimana Aku?" Tanyanya bingung.

Cufan membantu Wanqing duduk perlahan dan menyerahkan satu mangkuk nasi berisikan ikan, telur, dan sayur hangat yang sudah diaduk rata sampai lembut seperti bubur.

"Di sini hanya ada lauk sederhana dan nasi yang tidak begitu lembut, jadi Saya hanya bisa menjamu Nyonya Lu dengan ini sambil menunggu kembalinya Jenderal Lu dari ruang rapat."

Wanqing menerima mangkuk itu perlahan. "Nyonya Lu pasti punya flu perut yang parah ya? Ini Saya sudah siapkan rempah yang sesuai dan merebuskannya sesuai resep tabib untuk diminum sebelum dan sesudah makan. Ini silahkan diminum dulu Nyonya."

Cufan menyerahkan satu mangkuk kecil ramuan herbal yang sudah direbus dengan kehangatan yang pas. "Terima kasih." Wanqing segera menenggaknya habis. Tanpa banyak bertanya ia segera memakan nasi, atau bubur yang sudah disiapkan Cufan.

"Pelan-pelan Nyonya.. Flu perut yang kambuh tidak bisa mencerna makanan kasar apalagi dalam porsi besar." Ujar Cufan lagi.

Wanqing mengangguk, ia memperlambat ritme makannya sembari menatap dalam-dalam pria di hadapannya. Wanqing baru sadar bahwa Cufan memiliki luka sayatan di alis sampai kening kirinya, tapi wajah tampannya dan kulit putih pucatnya sangat sesuai dengan hidung mancung dan tubuh kekarnya.

"Apa Kau pernah flu perut juga Cufan?" Tanyanya penuh penasaran.

Cufan mengangguk pelan. "Itulah kenapa tadi begitu Saya melihat Nyonya muntah dan pingsan langsung Saya simpulkan bahwa Nyonya pasti sedang mengalami gangguan atau masalah di perut. Namun sayangnya Jenderal tidak bisa dihubungi untuk menanyakan kondisi dan penanganan Nyonya, makanya Saya beranikan mengurus Nyonya di kantor pribadi Jenderal langsung, khawatir banyak salah paham."

Wanqing mengangguk. Makanannya yang tak begitu banyak itu akhirnya habis. Cufan bergegas menyerahkan mangkuk berisi herbal untuk Wanqing konsumsi segera setelah makan.

"Nyonya harus lebih sering makan walau sedikit, jangan sampai telat dan jangan sampai stress, khawatirnya semua bisa memperparah kondisi Nyonya nanti."

Wanqing mengangguk mengerti dan menengguk ramuan itu dengan cepat. "Aku tidak mengerti kenapa kondisi telat makan sedikit saja seperti ini bisa langsung menimbulkan masalah sampai pingsan, sebelumnya.."

Wanqing baru akan melanjutkan kata-katanya ketika pintu kantor Jenderal Lu Jingyuan terbuka lebar. Lu Jingyuan menatap Wanqing yang duduk pucat dengan Cufan yang berdiri di sampingnya memegang satu mangkuk dengan tatapan aneh.

Cufan dengan cepat memberi hormat, "Tuan, Nyonya Lu Muda pingsan di samping mobil tadi, tampaknya flu perutnya kambuh, jadi Saya bawakan sedikit makanan dan herbal flu perut yang memang selalu Saya bawa kemana-mana karena sakit Saya."

Lu Jingyuan menatap Cufan dalam-dalam. Ia berjalan mendekat dan hanya menatap Wanqing sebelah mata sebelum akhirnya duduk di atas meja itu dan kembali sibuk dengan berkasnya. Cufan hanya menggeleng perlahan dan menatap Lu Jingyuan dengan tatapan yang aneh.

Wanqing masih belum terbiasa dan belum paham dengan kondisi atau situasi di rumah itu, apalagi kondisi dan situasi antara Cufan dan Lu Jingyuan, namun dalam pandangan Wanqing, Cufan terlihat sangat menghormati Lu Jingyuan di depan, namun terlihat sinis dan kesal di belakangnya. Sementara...

Lu Jingyuan masih sibuk membaca berkasnya tanpa menghiraukan pengamatan Wanqing dan Cufan yang pergi keluar ruangan setelah memberikan hormat.

Wanqing yang tak mengerti harus melakukan apa akhirnya berkeliling mengamati beberapa buku yang ada di rak. Buku-buku itu kebanyakan berisi buku strategi perang, bisnis, ekonomi, politik, semuanya adalah buku-buku yang sangat membosankan bagi Wanqing.

Menghembuskan napas bosannya, Wanqing meraih salah satu buku biografi hidup Jenderal militer Rusia dan memutuskan untuk membacanya.

Lu Jingyuan dari balik tumpukan berkas tiba-tiba terlihat sangat tertarik dengan pergerakan Wanqing bersama buku itu. Ia terus menerus gagal fokus karena melihat Wanqing yang sibuk dengan buku biografi itu di tangan mungilnya.

Wanqing tak sadar dirinya sudah hampir selesai membaca buku dengan tebal 200 halaman itu, ia meregangkan sedikit tubuhnya sebelum akhirnya menangkap pandangan Jingyuan yang terlihat penasaran menatapnya. Berusaha mengabaikan pandangan itu, Wanqing melanjutkan kegiatan bacanya.

Entah kenapa Wanqing terus menerus melihat Lu Jingyuan yang terpergoki tengah menatapi dirinya yang membaca buku di tangannya. Menutup buku itu, Wanqing menatap tajam Jingyuan.

"Ada yang ingin Kau tanyakan Jenderal?" Tanyanya penuh penasaran.

Jingyuan mengangkat alisnya dan segera memalingkan pandangannya pada beberapa file di tangannya.

...

Mobil itu masih menderu santai di tengah hiruk pikuk malam itu. Wanqing yang masih asyik melihat pemandangan di kaca mobil tiba-tiba merasakan pergerakan mobil yang melambat. Wanqing menoleh menatap Jenderal Lu Jingyuan. "Ada apa?" Tanyanya.

Pertanyaan Wanqing tak dibalas, pria itu hanya turun begitu saja dan meninggalkan Wanqing yang pintunya tak lama dibukakan oleh sang supir.

"Jenderal bilang untuk makan malam di tempat ini dulu sebelum pulang, Nyonya Lu Muda silahkan masuk."

Wanqing yang tak tau harus apa akhirnya melangkah memasuki restoran yang terlihat sangat megah dan indah dipenuhi dengan ornamen naga-naga kertas dan lampion merah serta keemasan yang mengikuti langkahnya. Beberapa meja sudah penuh berisikan makanan dan orang-orang yang sibuk menatap kedatangannya.

Dua Ajudan Jenderal Lu Jingyuan menginstruksikan Wanqing untuk mengikuti mereka menuju salah satu ruangan tertutup yang terlihat sangat eksklusif dan unik.

Wanqing baru saja melihat pemandangan unik di hadapannya. Meja pendek dan karpet di gelar di atas papan kayu yang menjadi pijakan sekaligus tempat duduk dirinya. Jenderal Lu berdiri dari duduknya.

"Aku sudah pesankan beberapa makanan, habiskan lalu Kita pulang."

Jenderal Lu baru saja melangkah keluar ketika Wanqing berkata, "Kau tidak makan bersama?" Tanya Wanqing.

Jenderal Lu menggeleng, "Aku masih ada urusan, Kau pulang dengan supir saja, biar Aku bersama dua ajudanku melanjutkan urusanku. Jangan khawatir, semuanya sudah dibayar."

Jenderal Lu Jingyuan pergi diikuti kedua ajudannya. "Pria itu kenapa tidak pernah mau ikut makan bersama sih?" Gumam Wanqing.

Tak lama kemudian beberapa makanan telah dihidangkan. Ada ikan asam manis, beberapa sup dan makanan khas yang unik-unik bahkan Wanqing sendiri belum pernah makan sebanyak ini. "Bagaimana caranya Aku menghabiskan ini semua?"

Wanqing akhirnya bisa makan setelah sang Supir masuk dan dipaksa Wanqing untuk ikut makan bersamanya. Suasananya agak canggung, tapi Wanqing lebih senang makan bersama daripada sendiri.

"Bungkuskan lah sisanya untuk istri dan anakmu Pak, pasti mereka akan senang." Ujar Wanqing sembari tersenyum hangat.

Supir itu menatapnya tak percaya, "Tapi Nyonya.."

"Sudahlah.."

Supir itu tersenyum bahagia, "Terima kasih Nyonya.. Nyonya perhatian dan baik hati."

*BERSAMBUNG*

Hi teman teman pembaca sekalian, mohon dukungannya dengan Like, Subscribe, Vote dan Komen yah!! Trimaaciii luv

1
arya
modus
Lamycut
Suka geremm banget baca si Bai Bai itu ish sebalnya, buang ajah dia 🤭
Syfaansa: harusss🤣🤣🤣
total 1 replies
Lamycut
keren kakak, itu si dingin jendral malu-malu yah, lanjut dan semangat ya kak
arya
ini terbaik sih, author bisa buat karya se megah ini, mau dong tips nya.. hehe
Syfaansa: menghayal dan menonton drachin lah tipsnya KWKWKW
total 1 replies
Syfaook
Lanjut Thor!! jangan lupa update banyak banyak yan
Xxzyeyi
WOII KEREN BANGET MBA AKUNTAN HAHAHA, diem diem idenya nulis beginian, bagus lanjutkan saudarakuh!! semangatt /Curse/
Eat Reactwithmee
Slow burn ya ini Thor hahaha, temen kerjaku karyanya bagus banget, bikin greget banget sama perilaku saling malunya mereka berdua, si Jingyuan juga sok bener nahan nahan padahal mah udh demen kan, ngaku hayu /Scream/
Fei Lord
Ceritanya sangat unik dan menarik sekali yaa, jadi penasaran kelanjutan hubungan kaku bgtu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!