NovelToon NovelToon
Sekretaris Kesayangan Bos

Sekretaris Kesayangan Bos

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Perjodohan / CEO
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Vedyta Hyuk

Jalur mature book, yang masih piyik jangan masuk 📌🙏🏻

Kenzo yang di khianati kekasih di masa lalu membuat dia tak mau dekat dengan wanita manapun. mantan kekasihnya adalah ibu tirinya saat ini.
Bagi Kenzo cinta adalah omong kosong, cinta cuma bisa di buktikan di atas ranjang, setelah itu tak ada ikatan apapun.

Kenzo Eko Armanta saat ini adalah sosok dingin, arogan, cuek, semaunya dan kejam.
Tiba-tiba saat seorang gadis bernama Vinda yang menjadi sekretaris baru masuk ke lingkungan hidupnya, gadis itu bisa memporak-porandakan kebekuan Hati Kenzo, saat itu lah dia baru sadar jika cinta itu masih ada.
Kenzo bisa kembali bersikap manusiawi dan mempercayai cinta lagi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vedyta Hyuk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

13. sebab patah hati Kenzo selama ini, karena Larasati.

Gadis itu masih takjub menggeleng di depan kaca ruang ganti, dan tak sadar ada seseorang tengah menatapnya dengan mata tajam yang mengintimidasi. "Sampai kapan kamu berkaca seperti itu? Gara‑gara kamu aku jadi hampir terlambat?" Kenzo mengetuk‑ngetuk jam tangan mewahnya, berusaha menyembunyikan rasa takjub yang tiba‑tiba muncul. Dia pun tak menyangka, ternyata Vinda ini benar‑benar cantik. Sebenarnya alasan dia menjerat gadis itu menjadi sekretarisnya memang karena hal ini, meskipun berkelit di depan orang lain, dalam hati dia harus mengakui Vinda cantik, dan sekarang dia tersenyum‑senyum sendiri tak jelas seperti itu.

"Memangnya mau ke mana sih pak? Siang begini kok aku harus pakai gaun segala?" Vinda merengut sebal. Dandanannya? Astaga, dia persis seperti mau pergi ke pesta besar dengan gaun panjang berwarna cokelat kemerahan itu.

Mana bagian atasnya terbuka, hanya dilapisi kain tipis, sehingga tak bisa menyembunyikan lekuk dadanya yang terlihat besar dan menggoda. "Jangan banyak protes, ini bagian dari tugasmu! Ayo berangkat, tenang saja aku takkan menculikmu kok."

Gadis itu memutar bola matanya malas lalu berjalan mengikuti Kenzo. Pria itu kini mengenakan setelan jas hitam berkelas yang membuat ketampanannya makin terlihat. Di depan kasir toko, Vinda ternganga lagi, astaga, gaun saja yang dia pakai seharga lima juta, Jumlah itu sebesar gajinya sebulan, apalagi setelah dipotong cicilan utang, dia hanya menerima sekitar satu tiga setengah juta rupiah saja, untungnya masih ada uang insentif, lembur dan bonus.

Namun sekarang pria itu dengan santai membayarnya pakai kartu istimewa miliknya.

"Terima kasih, Tuan Kenzo. Semoga Anda puas dengan pelayanan kami." Kenzo hanya berdehem, mengambil kantong belanjaan itu, lalu menarik lengan Vinda yang masih terpaku bengong.

"Ayo jalan, kita tak punya banyak waktu!"

Vinda pun menurut dan masuk ke dalam mobil. Saat sudah duduk di kursi penumpang, dia mendelik kaget, karena Kenzo menyodorkan sepasang sepatu bertumit tinggi berwarna putih gading.

"Ganti sepatu jelekmu dengan ini. Aku tak mau malu nanti saat membawamu ke sana."

Dengan bibir mecebik kesal, Vinda mengganti alas kakinya. Ke mana sebenarnya mereka akan pergi. Sejak tadi dia serasa orang bodoh, diam saja didandani tadi hingga cantik dan dipakaikan pakaian mahal begini.

*****

TLJ World Hotel, Sudirman Jakarta 

Vinda hanya pernah melihat hotel mewah itu di majalah dan koran. Sesampainya di lobi, dia tak sanggup menahan kekaguman saat melihat tiang‑tiang besar berjejer rapi di atas lantai marmer putih, lengkap dengan arsitektur gaya Eropa dan Mediterania yang sangat megah.

"Wah, indah sekali, pantas saja disebut hotel bintang lima..." Gumamnya tak sadar.

Kenzo berdecak kesal. Memalukan sekali sekretarisnya ini, apa dia belum pernah masuk hotel semewah ini. Suaranya terdengar begitu keras, sampai empat petugas keamanan yang menyambut mereka tadi tersenyum geli.

"Hei, sampai kapan kau mau melamun begitu? Ayo ikut aku!" Baru sadar, Vinda mengusap tengkuknya berdecak karena malu, lalu mempercepat langkah di belakang bosnya yang langsung menuju lift.

"Anda sudah ditunggu di restoran Green place lantai sepuluh, silakan Tuan Muda," Ujar petugas resepsionis.

Di dalam lift, Vinda kembali terkejut saat tahu bangunan di kawasan pusat kota ini memiliki lebih dari 50 lantai. Astaga, betapa tingginya hotel mewah ini.

Sesampainya di lantai sepuluh, Kenzo masuk ke restoran yang siang itu tampak ramai dan meriah. Dia langsung menarik lengan Vinda yang terkejut saat baru melangkah masuk.

"Nanti di dalam panggil aku 'Mas Kenzo', paham?" 

"Hah? Kenapa harus ' Mas Kenzo', kan seharusnya pak~..."

"Haish, kamu gak usah protes, Panggil 'mas' saja! Kamu mengerti atau tidak?"

"Ba‑baiklah... Pak~ eh maksudku mas, hehehe."

"Ingat baik‑baik, jangan sampai lupa." Dengan santai Kenzo merangkul pinggang ramping gadis itu, dan berjalan menuju sekelompok orang yang sedang duduk melingkar menikmati makan siang.

"Halo semuanya, maaf saya terlambat." Pak Hardi Armanta langsung berdiri dan terlihat sangat senang melihat putra keduanya datang. "Apa kabar, Nak? Daddy senang sekali kamu bisa hadir hari ini."

"Baik, terima kasih Daddy" Jawab Kenzo sopan.

Di meja itu duduk orang‑orang terpandang dengan penampilan serba mewah.

"Apa kabar, Kakak Larasati?" Sapa Kenzo pada wanita cantik bergaun hijau lumut yang duduk di samping pria tua, yang dipanggilnya Daddy tadi. Wanita itu mengangguk pelan.

"Wah, mari kita mulai pertemuannya Pak Hardi. Sepertinya tamu yang anda tunggu sudah datang ya?" sela seorang pria beruban yang tampak akrab dengan Hardi, lalu menatap heran ke arah Vinda.

"Maaf saya hampir lupa memperkenalkan," Kenzo berdehem pelan, "perkenalkan dia ini Vinda, kekasihku."

Deg...

Wajah Vinda seketika memerah padam karena kaget. Dia tersentak saat Pak Hardi tertawa puas. "Hahaha sepertinya aku akan segera punya menantu baru. Pilihan yang sangat bagus, Nak! Silakan duduk nona Vinda, kamu cantik sekali, selera anak ku rupanya hebat....."

Pria itu menepuk bahu putranya, sementara Vinda melirik Kenzo dengan wajah pucat dan tangan gemetar menahan rasa malu. Apa‑apaan ini, Kekasih? Sejak kapan dia tertarik pada bos yang aneh dan sedikit mesum begini? Astaga... 

"Tuhan, lebih baik ambil saja nyawaku supaya aku bangun dari mimpi buruk ini," batin Vinda frustasi. Vinda duduk di kursi yang ditarik oleh Kenzo. Saat pelayan menawarkan  whiskey, dia buru‑buru menggeleng takut.

"Maaf, berikan kekasihku segelas teh lemon saja," Perintah Kenzo.

"Baik, Tuan Muda." Saat tatapan mereka bertemu, Vinda melihat wanita bernama Larasati itu menatapnya dengan sorot mata tajam, seolah ingin melahapnya hidup‑hidup. Siapa wanita itu sebenarnya.

 "Sepertinya sebentar lagi kamu akan melangsungkan pernikahan ya? Jangan lupa paman kamu ini menanti undangannya," canda salah satu tamu, Adik dari Pak Hardi Armanta.

Kenzo hanya tersipu malu. Sementara Vinda, rasanya ingin sekali mencekik bosnya itu sekarang juga. "Kenapa tak ada kabar sedikit pun kalau kamu sudah punya kekasih?" Tanya wanita yang ternyata adalah bibi Kenzo, ibunya Kenan, namanya Annastasia. Dia sedikit kesal karena tak diberitahu lebih dulu.

"Kami baru berpacaran dua bulan ini, rasanya kurang pantas kalau semua orang langsung tahu," Jawab Kenzo santai.

"Benar juga. Semoga hubungan kalian langgeng ya." Doa perempuan paruh baya itu.

'Langgeng kepalamu!' gerutu dalam hati Vinda.

Setelah jamuan makan siang yang ternyata sekaligus acara pertemuan para pemegang saham perusahaan LG indah group di hotel itu selesai, Kenzo segera pamit pulang dan membawa Vinda pergi bersamanya. Begitu keluar, gadis itu langsung menghela napas lega, akhirnya bebas dari rasa canggung dan ketakutan yang menyiksa.

Saat menunggu di lobi karena Vinda ingin ke toilet sebentar, Larasati menghampiri Kenzo. Wanita itu bergaun hijau lumut dan usianya setahun lebih tua dari pria itu.

"Itu cuma alasanmu untuk menjauhkan diri dariku, kan?" Tanyanya pelan.

 "Terserah kamu mau berpikir apa. Aku tak punya banyak waktu, apalagi untuk mengobrol hal tak penting, Kakak. Maaf ya," Jawab Kenzo dingin.

 

Wanita itu menatapnya tak percaya. 

"Aku cukup terkejut. Selama ini aku tahu kamu hanya suka bermain‑main dengan wanita, tapi ternyata kamu berani membawa kekasih ke sini. Sungguh lucu, bukan?" Kenzo mengepalkan tangan, matanya memanas namun dia berusaha tetap tenang.

"Setiap orang pasti pernah jatuh cinta, kan? Bukankah kamu juga mencintai Ayahku? Jagalah dia dengan baik, dan ubahlah sikapmu menjadi lebih baik demi dia." Wajah Larasati memerah, hampir menangis, tapi dia hanya bisa tersenyum getir.

"Kalau aku bilang aku masih mencintaimu, apa yang akan kamu lakukan, Kenzo?"

"Tidak ada. Aku takkan peduli, Itu urusanmu dan sepertinya semuanya sudah terlambat. Tolong ucapkan namaku dengan sopan."

Kenzo hendak berbalik pergi, tapi Larasati menahan lengannya yang kekar.

"Kamu tetap pria pertama dalam hidupku. Meski kini aku istri Pak Hardi Armanta, di dalam hatiku hanya kamu yang berkuasa, di darahku pun mengalir cinta untuk kamu..."

"Maaf, aku harus pergi kak....." Tanpa menanggapi kata‑kata itu selesai, Kenzo melepaskan genggaman tangan wanita itu dan merapikan jasnya.

"Jangan lupa posisimu sekarang adalah ibu tiriku, Kak Laras. Jangan mempermalukan diri sendiri dengan ucapan semacam itu."

Dia berdehem, berusaha menenangkan diri, lalu membungkuk sopan.

"Saya permisi, sampai jumpa lagi."

Begitu Kenzo pergi, air mata yang tertahan di pelupuk mata Larasati akhirnya jatuh membasahi pipi. Dia memejamkan mata, berusaha menangkap aroma tubuh pria yang sangat dikenalnya itu dan masih sangat dia cintai.

 

1
Ananda Boy
next ka🤭
Ananda Boy
benci aku sama mantan nya Kenzo
Ananda Boy
vjnda km beruntung
Ananda Boy
next ka😍😍
Ananda Boy
wahh makin seru 😍
Ananda Boy
huhhh😭😭
Ananda Boy
lucu 🤣🤣
Ananda Boy
sabar pak Ken 🤣
Ananda Boy
beneran bikin ngakak, Vina itu lucu banget 😄🤣
Ananda Boy
🤣🤣🤣🤣🤣
Ananda Boy
lucu banget buku ini Kenzo yang nakal dan Vina yang lugu
Ananda Boy
maaf kak, aku bengek 🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!