NovelToon NovelToon
Ayah Tiriku, Sugar Daddy-ku

Ayah Tiriku, Sugar Daddy-ku

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Mafia / Cinta Terlarang
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Wandhansari

Veliora tidak pernah menyangka hidupnya akan berubah setelah ibunya menikah dengan pria paling berbahaya di dunia elite Jakarta.
Kaelric Vorn.
Pria dingin yang dikenal sebagai penguasa bisnis internasional itu memiliki segalanya, kekuasaan, uang, dan dunia gelap yang tidak tersentuh orang biasa.
Namun di balik mansion mewah, tatapan tajam, dan nama besarnya…
Kaelric menyimpan sesuatu yang jauh lebih menakutkan.
Seekor black panther betina bernama Nyx.
Dan anehnya, binatang liar itu memilih Veliora.
Awalnya Veliora hanya ingin bertahan hidup di dunia baru yang terasa asing baginya.
Namun semakin lama dia berada di sisi Kaelric…
semakin dia menyadari bahwa pria itu bukan sekadar ayah tirinya.
Kaelric terlalu protektif.
Terlalu dominan.
Dan perlahan mulai memperlakukannya seperti sesuatu yang tidak ingin dia lepaskan.
Di tengah dunia elite penuh rahasia, pengkhianatan, dan kekuasaan…
Veliora terjebak di antara rasa cinta terhadap Ayah Tirinya....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wandhansari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6 : Bukan Hanya Sekedar Tempat Untuk Singgah

Pagi itu, suasana di Mansion Kaelric terlihat hening. Karena, hari itu adalah hari minggu. Kaelric sengaja memberi waktu libur untuk semua asisten rumah tangganya. Kecuali, bagian security. Mereka berjaga di Mansion secara bergiliran.

Security di Mansion Kaelric diambil dari Vorn Aegis Consortium, perusahaan security miliknya sendiri.

Pagi itu Kaelric duduk sendirian di tepi kolam. Dia mengenakan pakaian yang tidak formal hari itu. Dengan kemeja tipis sedikit terbuka,  celana santai warna gelap. Tanpa jas, tanpa formalitas. Hari itu ia ingin benar-benar relaks tanpa gangguan pekerjaan.

Disampingnya, secangkir kopi hitam tanpa gula bertengger di atas meja. Di tangannya terlihat sebuah tablet berisi dokumen penting di perusahaannya. Dia sebenarnya ingin mengecek semua berkas. Tapi, yang terlihat dia tengah memikirkan sesuatu.

Dengan iseng, dia akhirnya membuka Ig milik Veliora. Gadis manis, yang sekarang tinggal di Mansion miliknya.

Kaelric tampak tersenyum melihat postingan instagram milik Veliora. Tapi, ada postingan yang membuat dirinya merasa janggal. Tampak foto dirinya sedang berdiri menghadap jendela. Menatap langit malam yang gelap. Dia berdiri di kamarnya. Punggungnya yang tegap, postur tubuh proporsional., serta nuansa kamar yang ada di postingan itu. Membuat Kaelric menyadari apa yang telah dirasakan gadis itu. Apalagi dengan caption : some people feel like home.  Tercubitlah hati Kaelric.

Ternyata, Diam-diam gadis itu memperhatikan dirinya. Dan, mungkin telah menaruh hati padanya.

Kaelric menoleh ke arah  jendela kamar Veliora.

"Ckckck.. Gadis perawan. Jam segini belum bangun juga."

"Kalau nungguin dia bangun, bisa lapar nih perut."

Kaelric beranjak dari duduknya. Lalu masuk ke dalam rumah. Dia langsung menuju dapur. Karena asisten rumahnya libur.

Dia siapkan bahan-bahan sederhana. Dia ingin membuat omelette yang sederhana dan roti panggang. Plus kopi hitam tanpa gula satu cangkir. Tentunya untuk dirinya sendiri. Sedangkan Veliora dia buatkan segelas susu hangat.

Veliora, yang berdiri di ambang pintu kamar pun mencium aroma harum masakan Kaelric.

"Nah, siapa yang masak pagi ini?. Bukannya, Bik Isa gak kesini pagi ini? ".

Dia penasaran, lalu turun ke bawah. Hmmm....

" Kok aneh, itu bukannya Daddy?. Jadi, yang masak tadi Daddy? "

"Waah, seneng juga ya, punya suami seperti itu? "

"Pinter masak, tampan, bodi six-pack, mobilnya bagus, pelindung wanita plus tajir melintir. "

"Tapiii... Uupsss!!!. "

Veliora menutup mulutnya dengan kedua tangannya.

"Aku selama ini, menganggap Daddy Kaelric sebagai Ayah. Pengganti Papi. Tapi,... "

"Aku gak bisa membohongi diriku sendiri. "

"Ah, sudahlah. Turun aja ke bawah. Dah laper banget aku!"

Begitu turun, sampai ke anak tangga paling bawah, Veliora tersentak melihat pemandangan di depannya.

Veliora tidak berniat berhenti di ambang dapur.

Tapi kakinya… seolah menolak untuk bergerak.

Di sana, Kaelric berdiri membelakanginya.

Kemeja putih yang ia kenakan tidak lagi serapi biasanya.

Lengan bajunya tergulung sampai siku, memperlihatkan garis otot yang tegas—bukan berlebihan, tapi cukup untuk menunjukkan kekuatan yang terbiasa tersembunyi di balik jas mahalnya.

Punggungnya lurus.

Terlalu tegap untuk seseorang yang sedang memasak.

Gerakannya tenang. Terukur.

Pisau di tangannya bergerak pelan, presisi—tanpa ragu sedikit pun, seolah setiap potongan sudah ia pikirkan sebelumnya.

Veliora menelan ludahnya pelan.

Entah kenapa…

melihatnya seperti itu terasa berbeda.

Bukan seperti pria yang biasa ia lihat di ruang kerja.

Bukan juga pria dingin yang selalu menjaga jarak.

Tapi seseorang yang… nyata.

Kaelric sedikit menoleh ke samping, dia tidak sepenuhnya menghadap, hanya cukup untuk memperlihatkan garis rahangnya yang tegas, diterpa cahaya pagi dari jendela dapur.

Cahaya itu jatuh tepat di bahunya.

Membuat siluet tubuhnya terlihat semakin jelas.

Veliora tidak sadar sejak kapan napasnya melambat.

Ada sesuatu dalam cara pria itu berdiri. Begitu tenang… tapi tetap mengintimidasi.

Bahkan tanpa menatapnya sekalipun,

Kaelric tetap terasa… menguasai ruangan itu.

Veliora mengerjapkan matanya.

"Dad....! "

Panggil Veliora perlahan. Kaelric tidak bergeming. Dia pun memanggil Kaelric sekali lagi. Tapi, tetap saja Kaelric tak bergeming dari pekerjaannya.

Akhirnya, Veliora menghampiri Kaelric. Lalu, memeluknya dari belakang.

Kaelric pun terperanjat. Kemudian, menoleh ke arah  Veliora.

'Kamu?. Bikin kaget saja. Ih, anak gadis cantik juga. Bangun siang! "

"Ih, Daddy. Gak asyik ah!. Lalu, Veli harus ngelakuin apa?. Harus bagaimana, Dad?"

"Jawab  dong!"

Tiba-tiba, Veliora melingkarkan tangannya ke pinggang Kaelric. Kepalanya, dia sandarkan di punggung Kaelric.

"Hmmm... Daddy wangi banget! "

"Mandi, babe! "

"You should take a shower earlier, my baby. "

Kata Kaelric.

Kemudian, setelah acara memasak selesai. Dia menyiapkan hasil masakannya ke meja makan.

"Ayo, bantu Daddy. Kamu siapkan, sarapan kita di meja. "

Akhirnya, Veliora bergerak membantu Kaelric menyiapkan sarapan.

Tak lupa, kecupan manis ia berikan pada Kaelric. Hingga membuat jantung pria itu kembali berdentum.

"Hey... Apa sarapan kita nanti berubah menjadi acara saling makan-memakan, ha? "

"Daddy makan aku, terus aku makan Daddy, gitu maksudnya? "

Kaelric tertawa mendengar ucapan polos Veliora.

"Kenapa ketawa?. Emang ada yang lucu? "

"Iya."

"Kamu sangat lucu, nakal dan bikin Daddy jadi sakit kepala. Hampir setiap hari. "

Cecar Kaelric. Veliora cemberut. Bibirnya manyun. Melihat Veliora bersikap seperti itu. Kaelric tak menunggu lama. Dia mendaratkan ciuman seper sekian detik ke bibir gadis itu.

"Satu-satu, baby! "

Kaelric mengerlingkan sebelah matanya.

"Ih, Daddy bikin kaget aja! "

Veliora memukuli punggung Kaelric dengan manja.

"Enak, Vel. Rasanya kayak dipijit gitu. Oh ya. Kamu mau pijit Daddy lagi gak nanti malam? "

"Ogah, Veli capek Dad. Banyak tugas dari kampus. "

"Oh begitu?. Atau Daddy gantian yang kasih pijit kamu. Mau gak? "

"Nggak ah!. Aku capek, Dad! "

"Lha kan Daddy yang pijit. Ayolah, mau ya? "

Veliora menggelengkan kepala perlahan.

"Nggak, Veli nggak mau. Nanti malam mau ngerjain tugas dari kampus, Dad. Ntar, gak jadi mijit malah mijit yang lain kayak kemarin malam. "

Kata Veliora. Kaelric tertawa kecil mendengarnya.

"Udah ah. Ayo sarapan dulu. Entar, Mamimu marah sama Daddy kalau tahu kamu gak mau makan. "

Kata Kaelric kemudian.

Akhirnya, pagi itu mereka berdua sarapan bersama.

Pagi itu adalah pagi yang indah bagi Veliora. Meski disitu tak ada Maminya di antara mereka. Tapi, terlihat binar bahagia terpancar di wajah Veliora.

Melihat itu, Kaelric merasa ringan. Dia jadi teringat kembali dengan  Valerius Kaeden.

"Jangan khawatir, bro. Anakmu bahagia denganku. Aku senang sekali melihat sinar matanya yang indah. Juga wajahnya yang selalu berseri jika tersenyum. "

"Lalu, nikmat apalagi yang aku dustakan?? "

"Aku janji... Akan menjaga putri semata wayangmu ini sebaik-baiknya. "

"Atau kalau boleh aku kawinin dia? "

Kata Kaelric dalam hati.

Sarapan pagi itu mereka lakukan dengan diam. Hanya terdengar denting suara sendok yang beradu dengan piring.

Terasa sepi. Tidak seperti biasanya.

Mungkin, karena hanya mereka berdua yang ada di dalam Mansion itu.

Sementara, Veliora di sela-sela sarapan. Nampak memperhatikan pria di depannya. Berulang kali dia menatap pria itu. Pria tampan, seksi dan sudah tiga kali Veliora merasakan hentakan kuat pria kekar di depannya itu.

Sebenarnya Kaelric merasa diperhatiin Veliora. Tapi, dia pura-pura tidak melihatnya. Dia asyik menikmati sarapan bikinannya sendiri.

Kemudian meraih cangkir kopi. Lalu menyesapnya perlahan.

Terasa nikmat sekali.

"Kopi Daddy enak? "

Tanya Veliora.

"Hmm nikmat sekali, Vel. Bagi pecinta kopi,  saat pagi seperti ini adalah momen yang tepat. Apalagi, didampingi gadis manis seperti kamu."

"Iih, Daddy bisa juga ya ternyata. Lebai kayak cowok yang lagi ngegombal gitu. Padahal, spek nya dingin, macho, dan cool gitu apalagi sikapnya galak ke bawahan. Eeh, Sekarang....? "

Veliora menggelengkan kepala sambil meminum susu hangatnya.

"Yakin, nih gak suka susu kayak gini? "

Veliora mengacungkan gelas ke arah Kaelric.

Kaelric menggeleng.  Sambil menggoyangkan jari telunjuk, dia berkata :

"No no no. .. Bukan susu itu yang Daddy mau. Susu yang lain Daddy suka."

"Iih.. Udah ah!. Makin ngeri aja Daddy. "

"Tapi, kamu suka kan? "

Veliora tak menyahut. Dia hanya diam untuk menetralisir detak jantungnya yang tidak teratur. Napasnya hampir tersengal.

Dimana Mansion sedang sepi hari itu. Beberapa kemungkinan pasti bisa terjadi tanpa diminta.

Namun, Veliora lebih nyaman tinggal di Mansion Kaelric. Lebih hidup, lebih diperhatikan, lebih diutamakan juga lebih disayang.

Kaelric sangat memanjakan dirinya bak Putri Raja. Mansion Kaelric bukan hanya sekedar tempat untuk dirinya singgah, tapi sebuah tempat yang menerima kehadirannya disetiap waktu. Bahkan di setiap momen yang ada

Kaelric pun tak merasa keberatan dengan kehadiran Veliora, putri semata wayang sahabatnya. Dia jadi tak merasa kesepian.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!