Di sebuah kabupaten kecil di provinsi Jawa Barat, di Negara Nusantara, Arkan Wijaya baru saja lulus SMA, namun saat pulang dia mendapati rumahnya kosong, kedua orang tuanya tidak ada, dia mencari kesana kemari namun tidak ada kabar tentang mereka, hanya menemukan secarik kertas bertuliskan "Arkan kamu sudah dewasa, carilah jalanmu sendiri, kami tidak bisa terus menjagamu, dan ada kewajiban yang harus kami lakukan, suatu saat nanti mungkin kamu akan mengerti, maafkan kami Arkan." Dan di samping kertas itu ada cincin emas berbentuk kepala dan permata kecil berkilau di kedua matanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon suryadharma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29: Badai Pertama di Dunia Tengah
Markas Kota Naga Emas mulai terbentuk dengan cepat di tepi Padang Emas. Dalam waktu satu bulan, tembok tinggi dari batu spiritual hitam-emas sudah berdiri kokoh, formasi pertahanan tingkat Nascent Soul melindungi seluruh area, dan menara kultivasi utama menjulang tinggi ke langit keunguan. Arkan Wijaya berdiri di puncak menara tersebut, angin kaya Qi menerpa wajah tampannya yang semakin dewasa dan dominan.
Nascent Soul Tingkat 3 pertengahan-nya membuat aura Raja Naga semakin menekan. Di belakangnya, Sela Juanda memeluk pinggangnya dari belakang, dagunya bertumpu di bahu Arkan. Tubuh seksi dan cantiknya terbalut gaun ratu tipis berwarna emas yang hampir tembus pandang di bawah cahaya dua matahari sore.
“Zhao Tian dari Klan Langit Biru mengirim undangan lagi,” kata Sela pelan. “Mereka ingin kita ikut Turnamen Seribu Sekte yang diadakan di Kota Langit enam minggu lagi.”
Arkan tersenyum dingin. “Mereka ingin menguji kita. Sekte Iblis Darah dan Kekaisaran Naga Hitam Abadi juga pasti akan ikut. Ini kesempatan sekaligus jebakan.”
Sela mengangguk, tangannya menyusuri dada kekar Arkan. “Kita ikut. Tapi kita harus lebih kuat sebelum itu.”
Malam itu, di kamar kultivasi pribadi mereka yang luas, Arkan dan Sela kultivasi bersama. Mereka duduk bersila berhadapan, telapak tangan saling menempel. Naga Qi Arkan mengalir deras ke tubuh Sela, sementara Sela mengembalikan Qi murni yang telah disaring. Proses Jiwa Naga Bersatu ini membuat keduanya semakin selaras.
Setelah tiga jam, Arkan breakthrough ke Nascent Soul Tingkat 4 awal. Sela naik ke Tingkat 3 awal. Keringat membasahi tubuh mereka berdua. Arkan membuka mata, langsung menarik Sela ke pelukannya dan menciumnya ganas.
“Kamu semakin kuat… dan semakin menggoda,” bisik Arkan serak sambil merobek gaun Sela.
Sela mendesah, membalas ciuman dengan sama liarnya. “Ambil aku, Raja-ku.”
Mereka menyatu di lantai kultivasi yang dingin. Gerakan Arkan kuat dan dominan, sementara Sela balas dengan ketegasan dan penurutannya yang memabukkan. Naga Qi mereka meledak, menciptakan pusaran emas kecil di dalam ruangan. Sesi itu berlangsung hampir dua jam penuh gairah dan cinta.
Keesokan harinya, masalah datang lebih cepat dari dugaan.
Sebuah utusan dari Sekte Iblis Darah datang dengan sikap sombong. Kali ini dipimpin langsung oleh Xue Mei, wanita berpakaian merah darah yang pernah ditolak Arkan. Di belakangnya berdiri 50 kultivator dengan aura gelap.
“Raja Naga Arkan,” kata Xue Mei dengan senyum menggoda. “Klan Langit Biru hanyalah kucing tua. Bergabunglah dengan Sekte Iblis Darah. Aku bisa memberimu posisi sebagai Wakil Pemimpin… dan aku bisa menjadi permaisurimu yang kedua.”
Sela yang berdiri di samping Arkan langsung mengeluarkan aura dingin. “Dia sudah punya ratu. Kalau kau ingin mati, silakan mendekat lebih jauh.”
Xue Mei tertawa renyah. “Ratu dari Dunia Bawah? Lucu sekali.”
Arkan melangkah maju. Aura Nascent Soul Tingkat 4-nya meledak. Seluruh utusan Iblis Darah mundur ketakutan.
“Katakan pada pemimpinmu,” ujar Arkan dingin, “Paviliun Naga Emas bukan milik siapa pun. Kalau berani mengganggu, aku akan datang sendiri ke istana darah kalian.”
Xue Mei tersenyum sinis sebelum pergi. “Kau akan menyesal, Arkan Wijaya.”
Tiga hari kemudian, serangan malam terjadi.
Ratusan pembunuh bayangan dari Sekte Iblis Darah menyusup ke markas. Pertempuran sengit pecah di tengah malam. Arkan keluar dari kamar hanya memakai celana hitam, tubuh kekarnya telanjang dada. Pedang Raja Naga di tangannya menebas pembunuh satu per satu.
Sela bertarung di sisinya, gaun tidurnya robek di beberapa bagian, memperlihatkan kulit mulus yang penuh keringat. Kombinasi mereka mematikan. Dalam waktu satu jam, semua penyusup tewas atau ditangkap.
Arkan berdiri di tengah halaman yang penuh darah, mata merah keemasannya menyala. “Ini baru permulaan.”
Ia memerintahkan pasukan untuk melakukan serangan balasan kecil ke salah satu cabang Sekte Iblis Darah di dekat Padang Emas. Arkan sendiri memimpin. Dengan Nascent Soul Tingkat 4, ia seperti dewa perang. Markas cabang itu hancur dalam satu malam. Xue Mei yang kebetulan berada di sana berhasil melarikan diri, tapi meninggalkan lengan kanannya yang terpotong.
Berita kemenangan ini menyebar cepat di Dunia Tengah. Banyak sekte kecil mulai mendekati Paviliun Naga Emas untuk bersekutu.
Suatu sore, Patriarch Zhao Tian datang secara pribadi ke markas.
“Raja Arkan, Turnamen Seribu Sekte akan diadakan dalam empat minggu. Hadiah utamanya adalah Batu Dewa dan kesempatan masuk ke Alam Rahasia Langit Tinggi. Tapi Kekaisaran Naga Hitam Abadi akan mengirim putra mahkota mereka — Xiao Han, yang sudah Nascent Soul Tingkat 7.”
Arkan tersenyum. “Bagus. Aku butuh lawan yang layak.”
Malam harinya, Arkan dan Sela kembali menghabiskan waktu berdua di kamar. Kali ini lebih lembut, penuh kasih sayang setelah banyak pertempuran.
“Kamu semakin kuat,” bisik Sela di dada Arkan. “Tapi aku takut dunia ini akan merenggutmu dariku.”
Arkan mengangkat dagu Sela. “Tidak ada yang bisa merenggutmu dariku. Bahkan langit sekalipun.”
Mereka berciuman lembut, lalu semakin dalam. Naga Qi mereka bercampur pelan, memperkuat ikatan jiwa. Arkan naik ke Nascent Soul Tingkat 4 pertengahan, Sela ke Tingkat 3 awal.
Dua minggu kemudian, rombongan Paviliun Naga Emas berangkat ke Kota Langit untuk mengikuti Turnamen Seribu Sekte. Di sepanjang perjalanan, mereka dihadang beberapa kali oleh pasukan Sekte Iblis Darah dan antek-antek Kekaisaran Naga Hitam Abadi.
Setiap serangan berhasil dipatahkan Arkan dengan dominasi mutlak.
Sesampainya di Kota Langit yang megah, jutaan kultivator dari seluruh Dunia Tengah sudah berkumpul. Turnamen ini adalah ajang paling bergengsi untuk menentukan kekuatan generasi muda.
Di hari pembukaan, Arkan berjalan memasuki arena utama bersama Sela. Kehadiran mereka langsung menjadi pusat perhatian. Aura Nascent Soul Tingkat 4-nya membuat banyak peserta mundur secara naluri.
Di tribun VIP, Putra Mahkota Xiao Han dari Kekaisaran Naga Hitam Abadi menatap Arkan dengan mata penuh amarah dan tantangan.
“Pewaris dari Dunia Bawah,” gumam Xiao Han. “Aku akan hancurkan kau di atas panggung.”
Arkan balas menatapnya dengan senyum dingin dan dominan.
“Silakan coba.”
Turnamen Seribu Sekte dimulai dengan atmosfer yang tegang dan penuh darah. Arkan Wijaya, Raja Naga dari Dunia Bawah, siap menunjukkan kepada seluruh Dunia Tengah siapa yang sebenarnya layak menjadi penguasa.
Dan Sela Juanda, Ratu Naga yang cantik dan mematikan, siap bertarung di sisinya.
Dunia Tengah belum tahu apa yang akan mereka hadapi.