NovelToon NovelToon
Sistem Kenaikan Surgawi; Jalan Kultivasi Melintasi Multiverse

Sistem Kenaikan Surgawi; Jalan Kultivasi Melintasi Multiverse

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Fantasi Timur / Kultivasi
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nameless Monarch

ig: @namemonarch

Di sebuah multiverse di mana para penguasa mengandalkan insting dan amarah, Ye Chen mendominasi dengan kalkulasi dingin. Ia adalah sosok yang memanipulasi keadaan dari balik layar, memandang konflik dunia layaknya bidak catur di papan raksasa.

​"Kultivasi hanyalah proses penyempurnaan sirkulasi energi. Dan takdir? Itu hanyalah sekumpulan data yang belum dikendalikan oleh tangan yang tepat."

​Inilah awal dari perjalanan lintas jagat raya. Sebuah jalan di mana hukum langit akan tunduk di bawah kendali seorang analis sistem yang memulai langkahnya dari titik terendah untuk mencapai puncak tertinggi multiverse.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nameless Monarch, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 30 — Simulasi

Setelah insiden peledakan kotak cendana yang melibatkan Penatua Feng Bo, status Paviliun Hening di peta geopolitik Kota Daun Gugur berubah secara drastis. Toko kecil yang dulunya hanya dianggap sebagai tempat rongsokan bagi para tentara bayaran kelas bawah itu, kini tidak lagi dipandang sebelah mata oleh faksi mana pun.

Meskipun suasana di depan jalanan paviliun tampak tenang dan sepi di bawah rintik hujan malam, Ye Chen yang berdiri di balik jendela lantai dua bisa merasakan puluhan mata-mata mulai mengawasi dari kejauhan. Menggunakan Pupil Penembus Ilusi dalam mode pasif, pandangan Ye Chen menangkap berbagai pendaran aura di atap-atap gedung seberang. Ada warna kuning yang menandakan kecemasan dari mata-mata serikat dagang kecil, ada warna biru stabil dari pengintai netral, dan sesekali kilatan merah redup yang memancarkan niat membunuh dari pembunuh bayaran yang disewa oleh musuh yang belum diketahui.

Namun, bagi seorang mantan analis sistem tingkat atas seperti Ye Chen, perhatian masif ini hanyalah sekumpulan variabel baru yang harus dikalkulasi dan dikelola, bukan ancaman yang harus ditakuti. Di dunianya, musuh yang terlihat jauh lebih mudah diprediksi daripada musuh yang bersembunyi.

Malam itu, Ye Chen turun ke ruang bawah tanah paviliun yang telah ia renovasi secara mandiri. Ia telah membersihkan ruangan itu dari debu dan sisa-sisa residu racun dari pemilik sebelumnya. Di lantai dasar yang terbuat dari batu granit dingin itu, Ye Chen duduk bersila tepat di tengah sebuah formasi geometris yang baru saja ia beli dan ia ukir sendiri: Formasi Peredam Suara Absolut.

Ia meregangkan tubuhnya perlahan. Lengan kirinya, yang sempat mengalami sedikit robekan mikro pada meridian akibat memaksakan kompresi energi di makam kuno sebelumnya, kini sudah bisa digerakkan hampir normal. Hanya tersisa sedikit rasa kaku di titik-titik sambungan saraf, sebuah inefisiensi yang harus segera ia selesaikan sebelum ia mengeksekusi langkah ekspansi berikutnya.

"Sistem," suara Ye Chen bergema dingin di dalam ruang kesadarannya. "Inisiasi Ruang Simulasi Mental. Alokasikan 10.000 Poin Kenaikan sebagai bahan bakar komputasi untuk sesi latihan intensitas tinggi. Atur rasio waktu agar setara dengan delapan jam waktu internal."

Seketika, suara mekanis tanpa emosi merespons di dalam kepalanya.

[Perintah diterima. Memulai inisiasi Ruang Simulasi Mental...]

[Mengonsumsi 10.000 Poin Kenaikan. Saldo Sisa diperbarui: 71.700 Poin.]

[Kalibrasi gelombang otak Tuan Rumah... Sinkronisasi selesai.]

[Lingkungan simulasi: Kosong (White Void). Mode: Uji Coba Teknik Pertempuran Presisi.]

Dalam sekejap mata, kesadaran Ye Chen ditarik paksa keluar dari tubuh fisiknya dan masuk ke dalam dimensi putih yang tak berujung. Di ruang hampa tanpa batas ini, ia tidak lagi terikat oleh keterbatasan hukum fisika, gravitasi, maupun kelelahan otot dunia nyata. Tubuh virtualnya terasa luar biasa ringan, namun mereplikasi setiap detail kekuatan dari Alam Kondensasi Qi Tahap Akhir miliknya dengan tingkat akurasi seratus persen.

"Munculkan proyeksi musuh," perintah Ye Chen pada udara kosong. "Penilaian: Tiga kultivator manusia di Alam Kondensasi Qi Tahap Akhir. Pola pergerakan: Agresif, serangan jarak dekat tersinkronisasi, menggunakan senjata berat jenis golok."

Ruang putih di depannya berkedip seperti layar yang mengalami distorsi sinyal. Tiga bayangan humanoid berwarna hitam pekat materialisasi dari ketiadaan, masing-masing memegang golok panjang yang memancarkan aura membunuh buatan. Tanpa aba-aba, formasi sistem, atau teriakan perang, ketiga bayangan hitam itu langsung melesat maju, mengunci Ye Chen dari tiga sudut yang mematikan.

Ye Chen tidak menghunuskan pedang atau menggunakan kekuatan brutal untuk menangkis. Sebaliknya, ia membuka antarmuka inventaris simulasinya dan mengeluarkan **Set Jarum Penembus Jiwa**. Senjata tingkat Bumi itu wujudnya berupa selusin jarum hitam legam yang setipis rambut, dirancang khusus untuk memutus aliran sirkuit Qi lawan alih-alih merobek daging.

Ia bergerak. Bukan dengan kemarahan atau insting hewan peliharaan, melainkan dengan presisi komputasi matematis. Ia mengaktifkan modul Optimalisasi Jalur. Di matanya, lintasan golok musuh tidak terlihat sebagai ancaman, melainkan sekumpulan garis merah holografik yang menampilkan vektor kecepatan dan prediksi titik potong.

Setiap langkah yang diambil Ye Chen adalah hasil kalkulasi untuk menghindari lintasan golok tersebut dengan jarak margin seminimal mungkin—hanya menyisakan jarak tiga milimeter dari ujung bilah ke permukaan kulitnya. Ia meluncur halus di antara dua bayangan hitam yang mengayunkan senjata mereka secara bersamaan.

*Wush! Wush! Wush!*

Kedua tangannya berkedip menembus udara, menciptakan bayangan buram. Jarum-jarum hitam itu melesat meninggalkan sisa pendaran energi. Target Ye Chen bukanlah organ vital klasik seperti jantung, tenggorokan, atau otak. Dalam pertempuran melawan kultivator yang bisa melindungi organ vital mereka dengan lapisan Qi tebal, hal itu adalah tindakan inefisien. Jarum-jarumnya menyasar langsung ke titik-titik nodal (persimpangan meridian) yang paling rapuh di area persendian musuh.

[Analisis Dampak Real-Time: Titik akupuntur 'Jianjing' di bahu kanan target pertama berhasil ditembus. Aliran Qi musuh terputus sebesar 60%. Otot deltoid kehilangan suplai energi.]

[Titik akupuntur 'Zusanli' di lutut target kedua lumpuh. Keseimbangan kinetik hancur.]

Dalam waktu kurang dari sepuluh detik sejak bentrokan pertama, ketiga proyeksi musuh itu kehilangan momentum mereka sepenuhnya. Mereka jatuh berlutut di atas lantai putih yang kosong, sama sekali tidak mampu menopang berat senjata mereka sendiri. Jalur energi motorik mereka telah dikunci secara paksa layaknya kabel robot yang dipotong dari sumber dayanya.

Namun, Ye Chen tidak tersenyum melihat kemenangan instan tersebut. Matanya justru menyipit kritis.

"Waktu eksekusi 9.8 detik. Efisiensinya memang meningkat dari sebelumnya, tapi konsumsi energi mental dan Qi untuk melapisi jarum sekecil itu terlalu besar untuk pertarungan durasi lama menghadapi musuh berkelompok," evaluasi Ye Chen dengan nada sedingin es. "Ini belum cukup sempurna. Sistem, hapus proyeksi saat ini. Simulasikan variasi serangan baru jika ketiga musuh menggunakan pelindung Qi tipe elemen api dengan tingkat ketahanan tinggi. Ulangi skenario."

Latihan neraka itu pun terus berlanjut tanpa jeda.

Ye Chen mengulang adegan pertarungan yang sama hingga ribuan kali di dalam simulasi tersebut. Terkadang jarumnya gagal menembus pelindung dan ia "terbunuh" oleh tebasan golok virtual. Setiap kali ia mati, rasa sakit disimulasikan secara nyata di sarafnya, namun ia akan langsung bangkit dan memperbaiki setiap gerakan mikro yang tidak perlu. Ia mengkalibrasi sudut lemparan, mengubah ritme pernapasan, dan mengefisienkan penyaluran energi hingga setiap serangannya menyentuh tingkat keberhasilan 99,9%.

Di dunia nyata, waktu hanya bergerak pelan selama satu jam di tengah malam yang sunyi. Namun di dalam kepala dan memori ototnya, Ye Chen telah mengalami pertempuran berdarah dan kelelahan layaknya bertarung tanpa henti selama berbulan-bulan.

Tepat pukul tiga dini hari, Ye Chen keluar dari mode simulasi. Kesadarannya kembali menghantam tubuh fisiknya. Keringat dingin membasahi seluruh jubah abunya, dadanya naik turun dengan ritme cepat untuk mencari oksigen, namun sepasang matanya memancarkan ketenangan yang sangat mengerikan dan mematikan.

Ia menghapus keringatnya dengan handuk, menetralkan sirkulasi pernapasannya, dan melangkah naik menaiki tangga kayu menuju lantai atas paviliun.

"Su Wenzhou," panggil Ye Chen melalui transmisi suara internal saat ia mendorong pintu ruang belakang.

Su Wenzhou, yang kantung matanya tampak menghitam namun masih sibuk merapikan pembukuan koin perak di bawah penerangan lampu minyak, segera bangkit dan menghampiri. Ia membungkuk hormat. "Ya, Tuan Ye? Apakah ada instruksi baru untuk besok pagi?"

"Segera setelah fajar menyingsing, kirimkan surat undangan formal kepada Tabib Hua Jue di Distrik Barat," ucap Ye Chen. Sambil berbicara, ia membalikkan telapak tangannya dan meletakkan sepotong akar tanaman di atas meja kayu. Akar itu berwarna legam pekat, memancarkan pendaran Qi elemen tanah yang sangat kental dan murni. Itu adalah Akar Teratai Hitam Tingkat Bumi, material obat langka yang baru saja ia beli dari Toko Sistem seharga 5.000 poin. "Katakan padanya, Paviliun Hening memiliki material langka yang mungkin sangat ia butuhkan untuk menyelesaikan eksperimen medisnya."

Mata Su Wenzhou terbelalak lebar melihat material legendaris itu tergeletak begitu saja. Napasnya tertahan. "Akar Teratai Hitam?! Tuan Ye... benda ini sangat mahal dan nyaris mustahil ditemukan di pasar fana. Mengapa Anda berniat memberikannya padanya secara cuma-cuma?"

"Ini bukan hadiah amal, Su. Ini adalah sebuah umpan yang presisi," jawab Ye Chen datar, matanya menatap lekat akar tersebut. "Hua Jue adalah seorang jenius medis penyendiri dengan obsesi yang tidak wajar terhadap ilmu medis. Jika aku ingin membangun jaringan intelijen dan menguasai Distrik Timur, aku membutuhkan sepasang 'tangan' yang tidak hanya bisa menyembuhkan, tetapi juga bisa meracuni musuh tanpa meninggalkan satu pun jejak spiritual yang bisa dilacak oleh faksi lain. Hua Jue adalah variabel yang terlalu berharga untuk dibiarkan bergerak bebas tanpa ikatan kontrak denganku."

Ye Chen kemudian berjalan pelan menuju jendela, menatap ke arah pusat Kota Daun Gugur yang masih terlelap dalam kegelapan sisa hujan.

"Selain itu, ada satu tugas lagi," lanjut Ye Chen tanpa menoleh. "Perintahkan tentara bayaran elit yang sudah kita suap dan sering menjual barang kemari untuk mulai menyebarkan sebuah desas-desus di kedai-kedai minuman bawah tanah. Katakan bahwa Paviliun Hening sedang mencari informasi valid tentang pengiriman kargo 'Batu Spiritual Merah' bernilai tinggi milik Keluarga Lin, yang kabarnya akan lewat melalui jalur rahasia di hutan selatan pada minggu depan."

"Tunggu, jalur selatan?" Su Wenzhou semakin bingung, dahinya berkerut dalam. "Tapi Tuan, bukankah kargo Keluarga Lin selalu menggunakan jalur utama utara yang dijaga ketat oleh prajurit kekaisaran?"

"Mereka memang awalnya berencana menggunakan jalur utara. Tapi mereka akan mengubah rutenya dan memilih jalur selatan segera setelah mereka mendengar rumor balasan bahwa jalur utama utara sedang diintai oleh kelompok bandit bayaran bersenjata lengkap," Ye Chen menyeringai tipis, sebuah senyuman tanpa kehangatan yang memperlihatkan dominasi psikologisnya. "Dan rumor tentang bandit di utara itu... adalah rumor yang akan kita buat sendiri malam ini melalui jaringan pelanggan fana kita."

Pola pikir Ye Chen tergambar dengan sangat jelas dan menakutkan: ia tidak sedang bertarung, ia sedang menenun sebuah jaring laba-laba raksasa. Satu informasi palsu diumpankan ke musuh untuk menciptakan kepanikan, satu material langka diberikan sebagai umpan manipulatif kepada sekutu potensial, dan latihan simulasi tanpa henti untuk memastikan eksekusi fisik dari semua rencananya berjalan sempurna tanpa cacat.

Keluarga Lin saat ini mengira mereka sedang bersembunyi dari nasib buruk atau monster yang menghisap tambang mereka, namun para tetua klan itu sama sekali tidak sadar bahwa tepat di tengah hiruk-pikuk Kota Daun Gugur, Ye Chen sedang memegang kuat setiap ujung benang konspirasi yang akan menjerat leher mereka satu per satu ke tiang gantungan.

"Su, pastikan undangan dan benda itu sampai di tangan Hua Jue sebelum matahari terbit," instruksi Ye Chen sebagai kalimat penutup sebelum ia berbalik dan kembali masuk ke kamarnya yang gelap. "Semua variabel ini harus mulai bergerak secara sinkron di atas papan caturku besok pagi. Tidak boleh ada margin kesalahan."

Malam itu, di saat seluruh penduduk kota sedang terlelap, Ye Chen kembali bersila untuk bermeditasi. Tidak ada julukan megah pahlawan yang ia sandang, ia hanyalah seorang pemuda yang duduk diam di dalam kegelapan. Ia mengawasi dan menghitung setiap pergerakan probabilitas data di kota itu dengan sepasang mata yang tidak pernah tertidur. Di dalam dunianya yang digerakkan oleh komputasi sistem, segala bentuk emosi adalah gangguan, dan kemenangan hanyalah hasil matematis yang tak terhindarkan dari kalkulasi yang tepat.

1
Adrian Ahmad
monoton kurang menarik
ada usul tidak jelas
Harman Loke
lanjuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuutt teruuuuuuuuuuuuuuuuuuuuusssssss author
Naevys
Wow, penulisan, dan pemilihan kata kata nya...
Nameless Monarch: Masih pemula bang, sama sekali gak ada wow nya:)
total 1 replies
Manusia Ikan 🫪
punya penulisan yang bagus, dan cerita yang mudah di ikuti. enak untuk di baca /CoolGuy/
Manusia Ikan 🫪: 😋hump
total 2 replies
Manusia Ikan 🫪
hmmmm masih tidak terbiasa dengan fantasi timur😅
Manusia Ikan 🫪
bagus nih, ruang simulasi mental
Manusia Ikan 🫪
sebagai mahasiswa arsitektur, aku pengen punya skill yang berhubungan dengan membangun ini😹
Manusia Ikan 🫪
hemmmm
Manusia Ikan 🫪
wah jarang jarang tuh ada sistem toko
Manusia Ikan 🫪
kenapa cerita fantasi timur, sangat mudah untuk mendapatkan kekuatan😅
Manusia Ikan 🫪: kwkawkoa masuk akal😹
total 2 replies
Manusia Ikan 🫪
bukan bumi kan!
Manusia Ikan 🫪
apakah ini urutan kekuatannya?
Manusia Ikan 🫪
😅mmmmm bro langsung tahu cara makenya?
Manusia Ikan 🫪: wkaowkaokwoa tapi lebih bagus kayak gini, dari pada gk tahu apa apa😹
total 2 replies
Manusia Ikan 🫪
yeeeeeey aku yang like pertama😹
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!