Berlatar di Seoul, Seo Yerin adalah wanita karier sempurna yang hidupnya hancur setelah diracuni oleh suaminya sendiri dan dikhianati sahabat dekatnya. Namun setelah kematiannya, ia secara misterius kembali ke masa lalu tepat di hari saat dirinya dilamar.
Apa yang akan dia lakukan selanjutnya? Pertama, dia menghajar orang yang melamarnya tepat di hadapan semua orang dan merencanakan balas dendam kepada sahabat dan semua orang yang membuatnya menderita.
Namun di tengah usahanya mengubah takdir, ia tanpa sadar terlibat dengan seorang pria berbahaya dari dunia bawah tanah—seorang mafia dingin yang juga sedang menyiapkan balas dendamnya sendiri.
Apakah pembalasan dendamnya dapat membawanya menuju kebahagiaan? Atau malah membuatnya semakin terseret ke dalam jurang neraka? Saksikan perjalanan Yerin hanya di novel ini ☺️☺️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SuciptaYasha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
6 Keluarga Seo
Keluarga Seo.
Salah satu keluarga paling berpengaruh. Nama mereka berdiri tinggi di dunia bisnis seperti gunung yang sulit ditembus.
Seorin Group menguasai berbagai sektor besar seperti perhotelan mewah, maskapai penerbangan, hingga rumah mode kelas atas yang dikenal di seluruh Asia.
Hotel-hotel mereka berdiri di kota-kota besar dunia. Logo Seorin Air melintas di langit internasional setiap hari. Sementara merek busana mereka menjadi simbol status bagi kalangan elit.
Dan di puncak semua itu berdiri seorang pria bernama Seo Kangwoo, Ayah Yerin. Pria dingin dan ambisius yang membangun kerajaannya dengan tangan besi.
Yerin adalah anak kedua dari tiga bersaudara. Putra sulung keluarga, Seo Jihoon, sudah menikah dengan seorang dokter terkenal bernama Han Miraa, pewaris keluarga direktur rumah sakit besar di Seoul.
Sementara adik bungsunya, Seo Yunjin masih duduk di bangku SMA elit.
Keluarga mereka sempurna. Kaya. Terhormat. Berpengaruh. Setidaknya begitulah yang terlihat dari luar.
....
Pagi itu, mansion keluarga Seo dipenuhi aroma makanan hangat. Meja makan panjang dari kayu mahoni dipenuhi hidangan mewah yang disiapkan langsung oleh chef pribadi keluarga.
Suasana awalnya cukup hangat.
Seo Kangwoo sebagai kepala keluarga duduk di ujung meja sambil membaca koran bisnis pagi. Di sampingnya, terdapat Han Miraa yang sedang menuangkan kopi untuk suaminya.
“Bagaimana keadaan ayahmu akhir-akhir ini, Miraa?” tanya Kangwoo tanpa mengalihkan pandangan dari korannya.
Han Miraa tersenyum sopan. “Beliau baik-baik saja, Ayah.”
“Rumah sakitnya?”
“Masih sibuk seperti biasa. Mereka sedang memperluas pusat penelitian kanker baru.”
“Direktur Han memang selalu agresif dalam berbisnis,” ucap sang Ayah mertua dengan nada memuji.
Jihoon tersenyum tipis. “Kalau tidak begitu, rumah sakit mereka tidak akan sebesar sekarang.”
Suasana meja makan terasa tenang dan elegan khas keluarga kelas atas, sampai suara langkah kaki terdengar dari tangga.
Yerin turun perlahan mengenakan pakaian santai berwarna putih. Dan seketika, suasana meja makan berubah sunyi.
Tidak ada yang menyapa.
Tidak ada yang tersenyum.
Jihoon menyesap kopinya diam-diam. Miraa menunduk canggung. Bahkan Sang Ayah kembali membaca korannya seolah tidak melihat putrinya.
Hanya satu orang yang bereaksi. “Yerin, sini duduk.”
Ibunya, Lee Sunhwa, langsung menarik kursi di sebelahnya.
“Kau belum makan kan?”
Wanita itu bahkan mengambilkan sup dan lauk untuk putrinya seperti saat Yerin masih kecil.
Tatapan Yerin sedikit melembut. “Terima kasih, bu.”
Di sisi lain meja, Yunjin buru-buru menghabiskan sarapannya sebelum bangkit dan berkata: “Aku berangkat sekolah dulu!”
Ia berdiri cepat seperti sedang kabur dari medan perang.
“Belajar yang benar,” ujar Sang Ayah singkat.
Anak bungsu itu hanya mengangguk untuk menanggapi. Ia langsung pergi tanpa berani melihat situasi meja makan lebih lama.
Setelah itu, suasana kembali sunyi. Yerin tidak merasa aneh sama sekali karena memang seperti inilah keluarganya.
Ayahnya menganut sistem patriarki, ia sangat menyayangi dan memperhatikan anak laki-laki ketimbang perempuan yang suatu hari akan menikah dan membawa keuntungan politik baginya.
Beberapa menit kemudian, Sang kepala keluarga itu akhirnya melipat korannya dan menatap putrinya.
“Aku sudah dengar kejadian kemarin.” Nada suaranya datar namun cukup membuat seluruh meja tegang. “Walikota Cha sangat marah atas tindakanmu.”
Mata Yerin sedikit menyipit.
Walikota Cha, Ayah Cha Minhyuk. Ingatan masa depan langsung muncul di kepalanya.
Dua tahun dari sekarang karir politik pria itu akan jatuh karena kasus korupsi besar. Setelah kehancurannya, keluarga Cha berubah menjadi parasit yang hidup dari uangnya.
Sang ayah melanjutkan: “Mempertimbangkan hubungan kedua keluarga, syukurlah beliau tidak menuntutmu.”
Yerin terdiam sesaat, lalu perlahan meletakkan sendoknya.
“Aku tidak ingin melanjutkan pertunangan ini.”
CLINK.
Jihoon hampir menjatuhkan cangkir kopinya, Miraa membelalak, bahkan Ayahnya langsung mengangkat kepala tajam. Hanya Ibunya yang tetap diam seolah sudah menduga ini akan terjadi.
“Apa katamu?” suara ayahnya berubah berat.
“Aku ingin membatalkan pertunangan dengan Cha Minhyuk,” ucap Yerin mengulang perkataannya.
Lalu tiba-tiba—
BRAK!
Tangan kekar Seo Kangwoo menghantam meja makan.
“Jangan bicara omong kosong! Keluarga kita memiliki segalanya. Hotel. Maskapai. Industri fashion. Pernikahan kakakmu membawa kita lebih dekat dengan sektor kesehatan.”
Tatapan tajam pria itu menusuk Seo Yerin. “Kau tahu satu-satunya hal yang tidak dimiliki keluarga Seo? Kekuatan politik! Dan sekarang kau ingin menghancurkan jalan masuk itu?”
Jihoon akhirnya mencoba bicara dengan hati-hati. “Yerin… mungkin kau hanya sedang emosional karena kejadian semalam—”
“Aku serius," jawab Yerin.
Suasana kembali membeku. Tatapan gadis itu perlahan berubah dingin. Ia sudah menduga ayahnya akan bereaksi seperti itu.
Bagaimanapun juga, Seo Kangwoo adalah pria yang menempatkan bisnis di atas segalanya. Dan di matanya, pertunangan putrinya bukan sekadar hubungan cinta, melainkan investasi politik.
Namun di dalam hati, Yerin hanya bisa tertawa pahit.
'Kalau saja ayah tahu bahwa dua tahun lagi Walikota Cha akan jatuh karena kasus korupsi besar-besaran. Bahwa keluarga Cha nantinya akan kehilangan segalanya dalam semalam. Mungkin dia sendiri yang akan menendang Minhyuk keluar dari rumah kami...' pikir Yerin.
Kehancuran Walikota Cha bagaikan tumpukan kartu domino yang merembet ke segala arah hingga menghancurkan Keluarga Seo.
Seorin Grup juga ikut di audit karena hubungannya dengan Walikota Cha yang sangat dekat. Dan hasilnya, ditemukan uang penggelapan pajak dalam jumlah yang sangat besar.
Tindakan itu tidak dilakukan oleh Ayahnya seorang, melainkan juga oleh kakak dan kakak iparnya.
Yerin menatap Han Miraa dalam diam. Diluar sikap cantik dan elegannya, Yerin tahu betapa busuknya hati wanita itu.
Ia yang merencanakan untuk kabur bersama kakaknya sambil membawa semua kekayaan keluarganya yang tersisa. Meninggalkan ayahnya yang dipenjara dan ibunya yang sakit hingga meninggal dunia.
Yerin menenangkan dirinya dalam hati. 'Tenanglah... Untuk sekarang aku harus membatalkan pertunangan agar tidak terseret bersama kehancuran yang dibuat Keluarga Cha..."
Meski begitu, selama Walikota Cha masih memiliki kekuasaan, posisinya terlalu kuat untuk dijatuhkan. Bahkan ayahnya-pun harus berhati-hati di hadapannya.
Di tengah suasana tegang itu, Han Miraa akhirnya bicara pelan. “Tapi… bukankah Yerin sendiri yang setuju dengan pertunangan ini?”
Yerin sedikit mengangkat kepala seolah baru mengingat sesuatu.
“Kau juga pernah bilang, ingat? kalau kau sudah menyukai Minhyuk diam-diam sejak SMA. Dan setelah Ayah mengatur pertunangan kalian, kau juga terlihat sangat senang..." lanjut Han Miraa.
Yerin memejamkan mata perlahan.
Bodoh.
Naif.
Kalau mengingat dirinya di masa lalu, ia bahkan ingin menampar dirinya sendiri.
Dulu ia benar-benar percaya Minhyuk mencintainya. Bahwa semua sikap manis pria itu tulus. Padahal sejak awal dirinya hanyalah target empuk yang bisa dimanfaatkan.
“Ayah tidak peduli soal perasaanmu.” Suara Ayahnya kembali terdengar dengan dingin. “Yang penting adalah hasil akhirnya. Kau tidak bisa semena-mena membatalkan pertunangan hanya karena berubah pikiran.”
"Sayang..." ibunya ingin bicara, namun ayahnya memotong.
“Kalau kau bersikeras ingin membatalkannya. Maka kau harus memiliki kemampuan untuk membayar seluruh kompensasi kerugian yang ditimbulkan oleh pembatalan pertunanganmu,” ucap sang ayah penuh tantangan.
“I-itu…” Tubuh Yerin sedikit menegang.
Ia ingin membantah tapi tidak bisa karena ia tahu jika ayahnya benar.
Pertunangan ini bukan hubungan biasa. Berkat hubungan dengan keluarga Walikota Cha, Seorin Group mendapatkan banyak izin dan kemudahan politik untuk ekspansi bisnis.
Cabang hotel baru. Jalur penerbangan. Hak pembangunan distrik bisnis. Semua itu bisa dilalui dengan mudah dan tanpa segala birokrasi yang menguras waktu, uang, dan tenaga.
Jika pertunangan dibatalkan sekarang, Keluarga Seo akan mengalami kerugian finansial dengan nominal yang bahkan sangat sulit untuk Yerin bayar sebagai Presdir Queen Beauty di kehidupan sebelumnya.
Seo Kangwoo melihat keraguan di wajah putrinya. Pria itu tersenyum dan menekannya lebih jauh lagi.
“Kalau kau belum mampu menutupi kerugian itu… Maka kau tidak punya pilihan lain selain melanjutkan pertunangan ini sampai kau benar-benar menikah.”
Hati Yerin terasa berat. Untuk sesaat, ia merasa seperti kembali terjebak dalam skenario kehidupan lamanya.
Putus asa, tidak punya pilihan, tidak punya jalan keluar.
Namun tiba-tiba, sebuah tangan menggenggam jemarinya dengan hangat. Yerin menoleh dan melihat ibunya yang menatapnya dengan senyum keibuan yang seolah mengatakan jika semuanya akan baik-baik saja.
Dan anehnya, hanya dengan genggaman kecil itu, dada Yerin terasa sedikit lebih ringan.
biasa'a akan mengulangkan kejadian" sblm'a
keren crita'a
bagus alur'a... jgn smp gk lanjut ya thor
oowh... ternyata anak pungut yg menguasai dunia bawah calon'a yerin, gpp yg penting kuat smua
😂🤭
betul g yaa🤔
lanjuuut thor💪
aah inilah org yg akan menolong yerin, seorang dr dunia bawah