Lintang Arum gadis berusia 20 tahun putri dari Dio Fandi Prdika dan Hanifah Azzahra.
Lintang Arum bukan gadis remaja biasa, ia lahir dengan kemampuan khusus, kemampuan yang tidak di miliki oleh manusia pada umumnya.
Lintang bisa melihat dan berinteraksi dengan makhluk astral, bahkan bisa memusnahkan Meraka menjadi abu.
Bersama Arin sahabatnya putri dari Reyhan, keduanya menjelajahi dunia lain, dan membasmi hantu - hantu yang jahat yang ingin mencelekai manusia yang tak bersalah.
Rayyandra Manggala seorang Casanova yang memiliki banyak kekasih, yang tak pernah percaya dengan dunia mistis atau dunia perhantuan dan selalu berfikir realistis.
Setelah pertemuannya dengan Lintang dunianya langsung jungkir balik, apalagi setelah nyawanya hampir melayang akibat dari makhluk yang tak kasat mata.
Selanjutnya saksi kan kisah keduanya ya.....dukung selalu karya author ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon S. Mia. t, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MEMULAI MISI
Dio menatap ke arah putrinya yang berdiri di Depannya.
" Kamu tahu kenapa papa panggil kamu ke sini " ucap Dio.
Lintang mengangguk pelan.
" Kali ini alasan apa lagi yang akan kamu buat agar kamu tidak ikut ke praktik di rumah sakit " ucap Dio.
" Lintang akan ikut pa " ucap Lintang.
" Baguslah, apa kamu sudah memilih di mana rumah sakit yang akan kamu gunakan untuk praktik?" tanya Dio.
" Aku ikut kebijakan kampus saja pa " ucap Lintang.
" Terserah kamu, oh iya bulan depan kamu juga sudah akan menjalani KKN kan, apa sudah ada tempat yang kamu ajukan " tanya Dio kembali.
" Sudah pa, kami sudah menentukan tempatnya dan sudah kami ajukan ke kampus, tinggal tunggu persetujuan mereka "
" Kota mana yang akan kamu buat KKN "
" Kampungnya mama " ucap Lintang.
" Apa ..." seru Dio.
" itu jauh sekali Lintang dan di sana masih sangat bahaya " ucap Dio.
" Maka dari itu pa, di sana masih belum tersentuh dengan dunia kedokteran dan kemajuan teknologi, tujuan kami ke sana adalah untuk mengenalkan era digital di sana Pa, dan aku rasa keberadaan Dokter di sana pasti sangat di perlukan, aku ingat waktu kita pulang ke sana beberapa tahun yang lalu, aku ingin membuat puskesmas di sana pa, untuk membantu orang-orang yang sakit di sana, biar tidak jauh-jauh melewati hutan dulu kalau mau ke dokter " ucap Lintang,
" Apa mamamu sudah tahu?" tanya Dio.
" belum pa, aku yakin mama akan menolaknya, tapi papa bisa kan membantu Lintang untuk meyakinkan mama " ucap Lintang.
Dio menghela nafasnya dan kemudian menyandarkan tubuhnya di kursi kebesarannya.
" Kita lihat nanti " ucap Dio.
Lintang tersenyum dan mendekati papanya dan kemudian mencium pipi papanya.
" Terimakasih kasih pa, papa yang terbaik " ucap Lintang dan kemudian berlari kecil meninggalkan ruang kerja papanya.
******
Lintang dan Anin menghentikan mobilnya di depan sebuah bangunan yang baru di bangun.
" Apa benar mereka bekerja di sini ?" tanya Lintang.
" Benar Lin, mereka adalah pekerja bangunan di sini" ucap Arin.
" salah satu dari pembunuh Misya adalah mandor di sini, pria yang pertama kali di temui oleh Misya " ucap Arin.
Lintang memperhatikan bangunan itu dan berfikir bagaimana caranya agar orang-orang yang membunuh Misya bisa mengaku dan bertanggung jawab atas perbuatannya, tanpa harus melibatkan mereka nantinya.
" Kamu sudah tahu cara bagaimana agar mereka bertanggungjawab atas perbuatan mereka pada Misya?" tanya Arin.
" ini baru di pikirkan " ucap Lintang pelan sambil matanya terus menatap ke arah bangunan itu.
" Apa kamu perlu bantuan bapak anak cantik " ucap suara dari kursi belakang.
Mendengar itu sontak Lintang langsung menoleh ke arah belakang dan tersenyum lebar saat tahu siapa yang duduk di kursi belakang.
" Bapak ..." ucap Lintang dengan wajah yang senang.
Arin yang melihat itu langsung ikut melihat ke belakang, tapi Arin tak bisa melihat ada orang di kursi belakang, Arin menatap ke arah Lintang.
" Apa bapak hafid di sini ?" tanya Arin dan di jawab Lintang dengan anggukan kepala.
" Akhirnya akan ada yang membantu kita " ucap Arin.
" Kalian pergilah dari sini, biar bapak yang mengurus mereka" kata hafid.
" Tapi mereka menggunakan jasa paranormal untuk menyingkirkan roh halus pak " ucap Lintang.
" Tenang saja, bapak bisa mengatasinya, sekarang kalian pergilah " ucap Hafid yang kemudian langsung menghilang dari pandangan Lintang.
( Readers Yang belum tahu siapa hafid baca karya Author yang berjudul TERDAMPAR DI PONDOK JANDA PERAWAN ya ).
Hafid menembus tembok dan mencari keberadaan mandor dan orang-orang yang telah membunuh Misya.
Hafid tersenyum saat melihat empat orang yang sedang duduk bersantai di bawah sebuah bangunan yang belum jadi.
Hafid melempar sebuah batu ke arah mereka.
Ke empat orang itu terkejut dan langsung melihat ke arah batu itu berasal.
" Bang Harjo siapa yang melempar batu pada kita " ucap Ari salah satu anak buahnya.
" Jangan-jangan arwah gadis itu kembali bang " sahut Adi.
" Kalian jangan mengada-ada, masak ada hantu di siang hari, ini pasti pekerjaan orang-orang yang iseng" sahut Harjo.
" Tapi bang, beberapa hari ini aku mimpi tidak enak, aku merasa terus di datangi gadis itu " ucap Timan yang nampak ketakutan.
" Apa jimat kamu masih kamu pakai?" tanya Harjo.
Timan memperlihatkan gelang tali yang di pakai nya.
" Tak pernah aku lepas bang, tapi aku tetap saja selalu mimpi buruk" ucap Timan.
" Benar bang, aku juga begitu beberapa kali aku selalu melihat dia dalam mimpiku bang, dia terus menangis bang tapi air matanya airmata darah, apa kekuatan jimat ini sudah melemah ya " ucap Ari.
Harjo menatap ke arah gelang tali yang di pakainya.
" Nanti sore, pulang kerja kita ke sana lagi " ucap Harjo yang ternyata juga sering mengalami mimpi buruk tentang gadis yang di bunuhnya.
" Dit, kamu kenapa " ucap Ari yang melihat wajah adit terlihat pucat dan tatapan matanya melotot ke arah pojok bangunan yang belum jadi.
" Dit !!! " seru Harjo sambil memukul bahu Adit.
Adit masih terpaku di tempatnya dan tatapannya juga masih mengarah ke arah pojok, perlahan tangannya terangkat dan menunjuk ke arah itu.
" pop..pop...pop...pocong bang ..." ucap Adit tergagap.
semua orang yang berada di situ langsung melihat kearah di mana tangan adit menunjuk.
Aaahhhh.....teriak ke empat orang itu dan langsung lari berhamburan meninggalkan Adit yang masih terpaku di tempatnya, wajahnya semakin pucat dan tubuhnya bergetar hebat, mulutnya terkunci rapat ia ingin berteriak tapi tak bisa.
Sosok yang di tunjuk adit itu perlahan mendekati adit dan tak terasa gelang yang di pakai adit terlepas dari tangannya.
Adit perlahan melangkah mundur kebelakang.
Sosok itu Menyeringai ngeri, giginya terlihat tajam.
" Sakitt...sakit...tolong aku...tolong aku...gelap...dingin...tolong aku...." ucap sosok itu dan terus mendekat ke arah Adit sedangkan Adit terus berjalan mundur.
" Matii...mati...mati..." ucap sosok yang terbungkus kain putih itu melayang perlahan ke arah Adit.
Aaaaa...teriak adit saat pijakan kakinya sudah tidak berpijak di lantai dan tubuhnya melayang dan langsung terjun ke bawah.
Adit saat itu sedang beristirahat di lantai tiga yang masih belum selesai, tak sadar jika ia berjalan mundur mendekati tembok yang tak berpenghalang yang masih belum jadi, sehingga ia langsung terjatuh dari lantai itu .
Tubuh Adit langsung terhempas ke tanah yang terdapat banyak material yang berserakan di situ.
Seketika orang-orang yang ada di situ langsung terkejut saat mendengar suara seperti barang yang jatuh.
Semua orang nampak terkejut saat melihat seseorang tergeletak di tanah dengan keadaan tubuh yang bersimbah darah dan tubuh yang mengejang-ngejang.
" Ini adit, cepat panggil ambulan, ia masih hidup " ucap seseorang yang memeriksa keadaan Adit.
Dari atas sosok yang berbentuk pocong tadi langsung berubah menjadi sosok Hafid yang tersenyum lebar.
" Belum saatnya kamu mati, kamu dan teman-teman mu harus membayar semua berbuatan keji kalian " .
######
Assalamualaikum readers HAPPY READING salam sehat selalu jangan lupa like dan komentarnya
sukses kak Mia
cuma update nya jgn lama" dong biar ngga penasaran
Semoga Darren baik2 saja dan bisa sembuh..., Halalkan segera Lintang & Rain agar biasa sepenuhnya membantu keluarga besar Papa Ken... 💙💛💙💛😘😘😘😘
tebakan ku benar Rain jumpa dg Dio ,, mu kira stlh jumpa dg Dio , Rain bisa dpt izin , tp ttp saja TDK bisa ,,,, Dio terlalu posesif bgt 🤣🤣
apa indukan dari wolfin dan belang msh hidup , kak Mia ❓🤔
secara kn indukan nya dari zaman papa Dio msh muda 🤣
untung Rain gak sampai terkencing di celana Krn sangkin ketakutannya 🤣🤣🤣🤣
semoga Rain bertemu dengan Dion ,, psti mereka saling kenal 🤣
kini Ken dan Keyla yg TDK paham akan perkataan Lintang 🤣🤣
beruntung lintang datang tepat waktu ,,, JK Rain terlambat sampai di rumah mgk Daren sdh metong.
Alhamdulillah kakek Aswin dan pak Hafid datang membantu Lintang.
kmna yaaa kakek buyut Lintang ( kakek nya Hanifah ,,, aku lupa nama nya ) ❓🤔