NovelToon NovelToon
SERIBU JARUM EMAS

SERIBU JARUM EMAS

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: putra ilham

Di dunia persilatan yang luas, pedang dan tombak dianggap sebagai raja senjata.

Namun, bagi Mo Fei, benda terkecillah yang paling mematikan.

Tidak menggunakan golok raksasa, tidak mengandalkan kekuatan otot. Senjatanya hanyalah jarum-jarum emas seukuran biji padi.

Siapa pun yang ditandanya... pasti mati sebelum sempat berkedip.

Dikenal sebagai Pengamat Malam, ia datang tanpa suara, pergi tanpa jejak, hanya meninggalkan kilatan cahaya emas dan mayat yang tertancap jarum di titik vital.

"Pedang hanya bisa memotong daging. Tapi jarumku... bisa menusuk jiwa."

Ketika ia ditugaskan melindungi putri cantik yang keras kepala dan terjerat dalam intrik istana, Mo Fei harus menghadapi sekte jahat dan pendekar-pendekar legendaris.

Bisakah seribu jarum emas ini mengubah takdir dunia?

Siap-siap terpukau dengan aksi bela diri tercepat dan paling elegan yang pernah ada! .

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putra ilham, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 23: PERTARUNGAN HIDUP DAN MATI

SYUUUUUUUUUUUTTTTT!!!

Cahaya keemasan yang menyala terang dan sucinya memancar dari seluruh tubuh Mo Fei, menerangi seluruh kawasan puncak gunung yang sejak tadi diselimuti kabut tebal dan suasana kelabu. Sinar itu begitu menyilaukan hingga membuat mata Raksasa Iblis itu harus terpejam rapat dan memalingkan wajahnya sejenak karena tak sanggup menatapnya secara langsung. Tenaga yang terpancar dari sinar itu terasa begitu hangat namun juga sangat berat dan menekan, seolah seluruh kekuatan alam semesta berkumpul dan dipusatkan sepenuhnya di dalam tubuh pemuda itu saat ini. Ribuan jarum emas berputar mengelilingi dirinya dengan kecepatan yang semakin lama semakin cepat, menciptakan suara gemuruh yang nyaring dan mendalam, persis seperti suara petir yang bergemuruh di angkasa.

Di bawah sana, Bai Yue yang masih berbaring di tanah menatap sosok Mo Fei yang melayang tinggi di udara dengan mata berlinang air mata yang bercampur rasa bahagia dan rasa takut yang mendalam. Ia bisa merasakan betapa besarnya tenaga yang kini mengalir di dalam tubuh pemuda itu, namun di saat yang sama ia juga sadar betul bahwa mengeluarkan tenaga sebesar itu pasti membebani tubuh dan nyawanya sendiri.

"Mo Fei..." bisiknya perlahan dengan suara yang lemah namun penuh harapan. "Kau pasti bisa... Aku percaya padamu. Hancurkanlah segala kejahatan dan akhiri penderitaan kita semua hari ini juga."

"APA YANG KAU LAKUKAN, MO FEI?!" seru Raksasa Iblis itu dengan suara yang mulai terdengar tidak tenang dan sedikit gugup. Ia bisa merasakan dengan jelas bahwa tenaga yang kini dimiliki lawannya itu jauh berbeda, jauh lebih murni dan jauh lebih kuat dibandingkan dengan segala tenaga yang pernah ia temui atau pelajari sepanjang hidupnya. "Jangan kira dengan tenaga sebesar itu kau sudah sanggup mengalahkanku! Aku adalah penguasa mutlak di atas segala kekuatan yang ada di dunia ini! Tidak ada yang sanggup menandingiku, apalagi mengalahkanku!"

WUUUSSSHHH!!!

Makhluk raksasa itu kembali mengumpulkan seluruh energi gelap yang tersisa di dalam tubuhnya, asap hitam pekat melingkupi sekujur tubuhnya, menambah ukuran dan kekuatannya berkali-kali lipat lebih besar dari sebelumnya. Mata merah menyala itu menatap tajam ke arah Mo Fei di atas langit, niat membunuhnya memuncak hingga ke tingkat tertinggi yang tak terbayangkan.

"Kau ingin bertarung sampai mati? Baiklah, aku akan memenuhi keinginanmu itu! Kita lihat siapa yang akan hancur menjadi debu hari ini! JURUS AGUNG: GELAPNYA KEKEKALAN YANG MENIMPA SEGALANYA!!"

Segera setelah namanya diucapkan, seluruh langit yang tadinya diterangi cahaya emas perlahan berubah kembali menjadi gelap gulita, bahkan jauh lebih gelap daripada malam yang paling kelam sekalipun. Tidak ada sedikitpun cahaya yang bisa menembus kegelapan yang diciptakan oleh serangan dahsyat ini. Di dalam kegelapan itu, ribuan bayangan tangan raksasa bermunculan dari segala penjuru, semuanya bergerak cepat menuju ke arah Mo Fei dengan tujuan tunggal: merobek tubuhnya dan memusnahkan nyawanya seketika. Tekanan udara di sana menjadi begitu berat dan sesak hingga rasanya seakan dada seseorang akan remuk hanya dengan bernapas saja di tempat itu.

Namun di tengah kegelapan yang pekat dan menakutkan itu, sosok Mo Fei tetap bersinar terang bagaikan matahari yang tak pernah padam. Ia tidak sedikitpun terlihat goyah atau takut menghadapi serangan mematikan yang datang dari segala penjuru itu. Wajahnya tampak sangat tenang, matanya menatap tajam dan jernih, seolah ia sudah melihat dan mengetahui segala sesuatu yang akan terjadi selanjutnya.

"Kau bilang kegelapan adalah hal yang terkuat dan tak terkalahkan?" seru Mo Fei dengan suara yang bergema dan terdengar jelas di sepanjang tempat itu, menembus kegelapan yang tebal dan berat. "Kau salah lagi! Selama masih ada cahaya di dalam hati seseorang, kegelapan yang sebesar dan sekuat apa pun takkan pernah sanggup menutupinya atau memadamkannya. Cahaya akan selalu menang atas kegelapan, kebaikan akan selalu menang atas kejahatan, dan kehidupan akan selalu menang atas kematian! Inilah hukum mutlak yang takkan pernah bisa kau ubah dengan ambisi gilamu!"

Ia mengangkat kedua tangannya perlahan ke depan dadanya, posisinya tegak dan gagah, ribuan jarum emas yang berputar di sekelilingnya perlahan menyatu menjadi satu berkas cahaya panjang yang besar dan kokoh. Cahaya itu berdenyut kuat, setiap kali berdenyut, getaran yang terasa begitu dahsyat menyebar ke seluruh penjuru tempat itu, membuat tanah berguncang dan udara bergetar hebat.

"Terima kasih atas segalanya, Guru. Atas ilmu, pengajaran, dan juga rasa sakit yang kau berikan padaku. Semuanya telah membentukku menjadi diriku yang sekarang ini. Tapi inilah batasnya. Perjalananmu berhenti di sini, dan kejahatanmu akan dihapuskan dari muka bumi selamanya!"

"TERIMA DAN RASAKANLAH KEKUATAN CAHAYA YANG MURNI DAN ABADI! SERIBU JARUM KEHIDUPAN YANG MEMBASMI KEMATIAN!!"

DUARRRRRRRRRR!!!!!!!!

Sebuah sinar cahaya raksasa melesat keluar dari telapak tangan Mo Fei, menembus udara dengan kecepatan yang melebihi kilat itu sendiri. Cahayanya begitu terang dan panas, membuat seluruh kegelapan yang tadinya menutupi segalanya luntur dan lenyap seketika seolah tidak pernah ada sebelumnya. Di sepanjang jalur perjalanannya, udara terbakar dan tanah retak panjang dalam ukuran yang tak terukur. Di belakang sinar itu, ribuan jarum emas mengikutinya membentuk ekor cahaya yang panjang dan indah, siap untuk menghancurkan apa saja yang menghalangi jalannya.

Di sisi lain, serangan dari Raksasa Iblis itu juga sudah tiba tepat di hadapannya. Ribuan tangan bayangan menghantam dengan kekuatan yang mampu meratakan gunung besar dalam sekejap mata.

BRAKKKKKKKKK!!!!!!!! DORRRRRRRRRR!!!!!!!!

Dua kekuatan terbesar dan berlawanan itu akhirnya bertemu dan saling menekan satu sama lain di tengah udara. Suara benturannya terdengar begitu dahsyat hingga membuat seluruh bangunan di Istana Kematian runtuh dan hancur berantakan, bahkan puncak gunung tempat mereka bertarung pun perlahan mulai retak dan hancur karena tekanan yang tak sanggup ditahan lagi oleh tanah di bawahnya. Gelombang ledakan yang sangat besar menyebar ke segala penjuru, melemparkan batu besar dan benda berat jauh ke bawah lembah yang dalam dan gelap.

Kedua kekuatan itu saling mendesak, saling mendorong, dan saling mencoba menekan kekuatan pihak lain agar mundur atau hancur sepenuhnya. Satu saat tampak seolah kekuatan gelap mulai mendesak masuk dan hampir menelan cahaya emas, namun sesaat kemudian cahaya emas itu kembali melesat maju dan mendesak kekuatan gelap mundur jauh ke belakang. Perang tenaga itu berlangsung sangat lama dan menegangkan, membuat jantung siapa saja yang melihatnya rasanya mau copot karena tegang dan khawatir.

"TERHENTI SAJA KAU!" teriak Raksasa Iblis itu dengan sisa tenaga terakhirnya. Tubuhnya gemetar hebat, keringat hitam mengalir deras dari sekujur tubuhnya. Ia merasakan bahwa tenaganya perlahan mulai menipis dan semakin lemah, sedangkan tenaga lawannya justru semakin lama semakin kuat dan tak terbatas, seolah ia mengambil tenaga dari sumber yang takkan pernah habis dan kering. "Aku tidak mungkin kalah... Aku tidak boleh kalah... Aku adalah yang terkuat! AKU ADALAH DEWA!"

"Kau bukan dewa," balas Mo Fei dengan tenang namun tegas. "Kau hanyalah manusia yang tersesat, yang mengira kekuatan bisa menjawab segalanya dan membuatmu menjadi segalanya. Tapi kenyataannya, semakin kuat kekuatanmu, semakin dalam jurang tempatmu jatuh."

WIBBBBBBBBB!!!

Dengan satu dorongan terakhir dan sisa seluruh tenaga serta tekad yang ia miliki, Mo Fei memusatkan seluruh kekuatannya ke satu titik. Cahaya emas itu meledak berkali lipat lebih kuat dari sebelumnya, menembus segala pertahanan dan kekuatan gelap yang menghalangi jalannya seolah mereka hanyalah kabut tipis yang mudah hilang tertiup angin.

"TIDAAAAAKKKKKKKKK!!!!!!!!!"

Terakhir kali terdengar suara jeritan panjang dan mengerikan dari mulut makhluk raksasa itu saat sinar emas yang panas dan tajam menembus tepat ke bagian tengah dadanya, menembus jantung dan sumber seluruh tenaga jahatnya. Tubuhnya yang besar dan kokoh perlahan mulai meleleh dan terurai menjadi butiran debu hitam yang terbawa angin, lenyap perlahan seolah tidak pernah ada sama sekali di dunia ini. Semua energi gelap yang tersisa di seluruh tempat itu perlahan menghilang, kabut tebal menipis, dan langit perlahan kembali cerah serta bersih. Makhluk raksasa yang dulunya adalah Kakek Tian Lao kini sudah tiada dan hancur sepenuhnya, tidak meninggalkan sedikitpun jejak atau bekas.

Segera setelah musuh utamanya musnah sepenuhnya, cahaya di sekujur tubuh Mo Fei perlahan mulai meredup dan kembali masuk ke dalam tubuhnya secara perlahan namun pasti. Tenaga yang menopang tubuhnya melayang di udara pun hilang, membuat tubuhnya jatuh perlahan turun ke bawah tanah yang keras.

"AKH!"

Tubuhnya jatuh terguling dan langsung merasakan rasa nyeri yang luar biasa menyengat seluruh tulang dan sarafnya. Mulutnya mengeluarkan darah merah yang mengalir deras membasahi tanah di sampingnya. Tubuhnya terasa sangat lemah, kosong, dan rasanya takkan sanggup digerakkan lagi selamanya. Ia menoleh perlahan ke samping dan melihat sosok Bai Yue yang merangkak dengan susah payah mendekati dirinya, wajahnya penuh cemas dan khawatir.

"Mo Fei!" seru Bai Yue dengan suara terisak tangis. Ia segera merangkul tubuh pemuda itu dan menopang kepalanya di pangkuannya. "Kau baik-baik saja kan? Jawablah aku, Mo Fei! Jangan membuatku takut seperti ini..."

Mo Fei mengangkat tangannya yang gemetar dan penuh luka perlahan menyentuh pipi gadis itu, tersenyum lemah namun bahagia melihat wajah di hadapannya.

"Tenanglah, Bai Yue..." bisiknya pelan dengan napas yang tersengal-sengal. "Semuanya sudah berakhir... Dia sudah tiada... Dunia sudah aman kembali sekarang."

"Ya... Ya, aku tahu!" jawab Bai Yue dengan air mata yang mengalir deras di pipinya, jatuh menetes tepat di wajah dan dada Mo Fei. "Tapi apa jadinya aku kalau terjadi sesuatu padamu?! Aku tidak sanggup kehilanganmu juga! Kau adalah segalanya bagiku, Mo Fei..."

Mendengar ucapan yang menyentuh hati itu, mata Mo Fei perlahan terpejam rapat karena rasa lelah yang luar biasa beratnya menyerang seluruh tubuh dan kesadarannya. Namun sebelum ia benar-benar kehilangan kesadaran dan jatuh dalam kegelapan, ia sempat membisikkan kata terakhirnya yang begitu lembut dan tulus di telinga gadis yang dicintainya itu.

"Terima kasih... Karena telah bersamaku sampai akhir. Dan percayalah... Aku juga sama persis sepertimu. Bagiku, kau adalah hal yang paling berharga di seluruh dunia ini..."

Dan sesaat setelah kata itu selesai diucapkan, kesadarannya hilang sepenuhnya dan tubuhnya terkulai lemas di pangkuan Bai Yue.

1
anggita
Mo Fei...👌 ikut ng👍like aja, ☝iklan. moga novelnya lancar.
putra ilham: ​"Amin! Terima kasih banyak atas dukungannya dan sudah kasih 'like'. Doa seperti ini sangat berarti buat saya sebagai penulis. Stay tuned terus ya!"
total 1 replies
Fwyz
ih apalah nih judul ngerii amatt, btw ceritanya epick sih, thc thor
putra ilham: ​"Hehe, judulnya memang sengaja dibuat bikin penasaran. Makasih ya sudah bilang epik! Tunggu saja bab-bab selanjutnya, bakal lebih seru lagi!"
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!