NovelToon NovelToon
Benih Cinta Sang Dokter

Benih Cinta Sang Dokter

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Romansa Fantasi
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: @Caramel_Machiato

Raisa dan Adit keduanya sudah menikah selama 2 tahun, namun sampai saat ini keduanya belum dikaruniai seorang anak.

Hingga Raisa pun mendatangi seorang dokter untuk program kehamilan, namun tanpa disangka dokter itu adalah mantan kekasihnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Caramel_Machiato, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 6 ( Pertemuan Kembali )

Hari ini Raisa dan Adit akan datang bersama untuk pemeriksaan, Raisa berharap jika hasilnya baik hingga mereka bisa segera memiliki anak.

Setelah mendaftar Raisa dan Adit pun duduk diantara para pasien lainnya.

" Masih lama banget ya, aku masih ada urusan soalnya Sa "

" Sabar Mas Adit "

Setelah menunggu cukup lama, akhirnya masuklah giliran Raisa dan Adit.

" Siang Dokter Rangga " ucap Raisa

" Siang, silahkan masuk " ucap Rangga

Raisa dan Aditpun duduk, Adit sedikit gelisah bertemu dengan Rangga

" Perkenalkan Pak Adit saya Rangga " ucap sang dokter

" Iyah " Adit mengangguk

" Oke hari ini saya akan melakukan pemeriksaan Pak Adit dan Ibu Raisa, nanti Pak Adit akan ditemani oleh perawat saya " ucap Rangga

" Baik dok " Adit mengangguk

Rangga memanggil salah satu perawat nya, perawat pun masuk dan membawa Adit.

Kini hanya Rangga dan Raisa yang ada diruangan, Raisa nampak merasa gugup kali ini.

" Ini cuma Mas Adit yang di periksa ? "

" Kamu juga, sabar ya "

" Hmm "

Untuk menghilangkan rasa canggung, Raisa membuka ponselnya.

Rangga diam diam mengambil foto Raisa, Raisa pun tak sadar jika Rangga mengambil foto dirinya.

" Hasilnya berapa lama Dok ? " tanya Raisa tiba tiba membuat Rangga terkejut

" Hasilnya, nanti aku langsung kabari kalau sudah keluar ya "

" Ga lama kan dok ? "

" Engga seharusnya "

Tak lama pintu terbuka, Adit pun kembali masuk kedalam ruangan.

" Berapa lama hasilnya dokter Rangga ? " tanya Adit

" Segera, kalau sudah keluar saya akan kabari "

" Ohh oke, lalu apa ada yang harus saya lakukan agar saya dan Raisa segera punya anak ? "

" Olahraga teratur, makan yang sehat, istirahat yang cukup, tidak stres. Pak Adit ngerokok ? "

" Iyah dok saya meroko "

" Minum minuman ? "

" Ya sesekali Dok "

" Kalau bisa dikurangi atau lebih bagus di hentikan, karena hal itu bisa membuat kualitas sperma yang kurang baik "

" Tapi ya dok jangan saya aja dong, ini Raisa. Dia itu juga sama, dia cape kerja itu ngaruh kan dok "

" Selagi tidak membuat stres tidak masalah ko Pak, maaf kalau boleh tau kapan terakhir kalian berhubungan ? "

" Udah lama banget dok, setiap saya ajak nolak terus. Cape lah, ada telpon dari atasannya lah. Padahal saya juga butuh dok "

" Tapi untuk sekarang saran saya bapa dan ibu tidak berhubungan dulu sampai hasilnya keluar ya "

" Sudah biasa juga sih dok saya, ini saya masih dibutuhkan ga ya ? karena saya masih ada urusan dok "

" Sudah selesai, tinggal Ibu Raisa saja "

" Yaudah, kamu nanti pulang sendiri ya naik ojek online " ucap Adit kepada Raisa

Rangga merasa kesal dengan sikap Adit yang seperti itu.

" Sa.. "

" Aku kapan diperiksa? "

" Kalau mau nangis, nangis aja Sa "

" Engga apa apa ko "

" Sa.. "

Tubuh Raisa mulai bergetar, sekian detik ia pun langsung menangis.

Rangga langsung menghampiri Raisa, dengan ragu ragu Rangga memeluk Raisa untuk menenangkannya.

" Keluarin aja ga apa apa "

Raisa menangis dalam pelukan Rangga, hatinya merasa sakit sekali beberapa hari ini.

" Maaf dok " ucap Raisa sambil melepaskan pelukannya

" Kamu minum dulu "

Rangga memberikan sebotol air mineral kepada Raisa, Raisa mencoba mengatur nafasnya agar lebih baik.

" Gimana ? Lebih baik sekarang ? "

" Hmm " Raisa mengangguk

" Bisa kita lakukan tes sekarang ? "

" Hmm " Raisa mengangguk

Rangga kembali memanggil perawat, dan Raisa pun dibaw oleh perawat untuk tes kesehatan.

Entah kenapa kali ini Rangga berdoa yang tak baik, Rangga tak terima melihat Raisa yang diperlukan seperti itu.

Apalagi Rangga tau jika Adit berselingkuh, Rangga akan berusaha merebut Raisa dari Adit.

Raisa kembali keruangan Adit setelah selesai, ia pun duduk kembali di kursi.

" Sudah selesai, nanti hasilnya akan aku kirim ya " ucap Rangga

" Baik dok "

" Kamu pulang sama aku aja ya "

" Engga usah, aku bisa naik taxi online "

" Engga apa apa, aku juga udah selesai praktek Sa "

" Hmm makasih "

Rangga dan Raisa pun keluar bersama, Rangga langsung mengajak Raisa masuk kedalam mobilnya.

" Mau makan dulu ? Kamu pasti belum makan kan ? "

" Aku ga laper Rangga "

" Masa sih ? Tapi tadi perut kamu bunyi deh "

" Engga tuh, so tau deh "

" Tau dong Sa, kita makan dulu ya. Aku laper nih "

" Hmm yaudah Iyah iya "

Rangga tersenyum, ia merasa senang karena Raisa mau makan bersama dirinya.

....

Selesai dari klinik, Adit langsung menemui Sherly.

" Kamu darimana sih Mas Adit ? "

" Klinik "

" Ngapain Mas ? "

" Program hamil sama Raisa "

" Mas, kalau Raisa hamil lalu aku gimana Mas ? "

" Sayang, aku ini cuma manfaatin harta Raisa aja. Setelah Raisa punya anak nanti, aku akan kuasai harta dia "

" Pokoknya kamu harus ceraikan dia ya Mas "

" Iyah sayang "

Sherly pun langsung bermanja kepada Adit, ia pun mendukung apa yang Adit sudah rencanakan.

....

Rangga dan Raisa berjalan ditaman sejenak, Rangga terus memperhatikan Raisa yang sedang asik menikmati pepohonan.

" Kira kira berapa lama hasilnya keluar Dok ? "

" Mungkin sekitar 1 Minggu sudah ada hasilnya "

" Hmm "

" Kenapa ? Kamu ga sabar buat dapat hasilnya ? "

" Tentu, kalau hasilnya bagus berarti aku bisa program hamil kan ? "

" Bisa, yang terpenting itu kamu jangan stres jangan terlalu kecapean. Makan yang sehat, kamu tau Sa ? "

" Apa ? "

" Dibalik anak yang sehat ada ibu yang bahagia, jadi kamu harus bahagia "

" Kalau aku hamil nanti pasti aku bahagia, karena aku punya anak "

Raut wajah Raisa nampak bahagia, Rangga melihat jelas bahwa Raisa sangat menginginkan anak.

Tapi bagaimana jika Raisa tau kalau suaminya Adit berselingkuh?

Apakah senyum itu akan tetap ada ? Atau justru dunianya akan hancur begitu saja ?

" Aku senang liat kamu bahagia seperti ini Sa "

Raisa menoleh kearah Rangga, Rangga pun menatap wajah Raisa

" Aku ga suka liat kamu di rendahin kayak tadi Sa "

" Aku benci liat kamu nangis, aku ga suka Sa "

" Walaupun aku juga pernah bikin nangis kamu, tapi jika ada kesempatan kedua aku ga akan Sa bikin kamu nangis lagi "

Rangga menangkup kedua wajah Raisa, ia mengusap lembut wajah Raisa.

" Aku masih sayang sama kamu Sa "

Kedua mata Rangga dan Raisa saling berpandangan, perlahan wajah Rangga pun mendekat pada wajah Raisa.

" Aku akan nunggu kamu Sa " ucapnya pelan

Jantung Raisa berdegup dengan cepat, bahkan ia merasa jika perasaannya kepada Rangga masih tersisa

1
Rian Moontero
lanjoootttt👍👍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!