NovelToon NovelToon
SOUL LAND WATCH CHRONICLES

SOUL LAND WATCH CHRONICLES

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Harem / Action / Romantis / Game / Fantasi
Popularitas:390
Nilai: 5
Nama Author: Meong Punch

📝 Tang Siyun adalah seorang pengembang game online berbakat, tetapi hidupnya hancur berantakan saat ia dikhianati secara bersamaan oleh pacar yang diselingkuhinya dan rekan kerja yang merebut hasil jerih payahnya.

⚰️ Kematiannya yang menyusul penuh dengan rasa pahit dan penyesalan.

🌍 Ia terbangun di dunia novel "Soul Land" yang sangat dikenalnya, terlahir kembali sebagai seorang bayi yatim piatu.

⏱️ Soul-nya yang bangkit bukanlah senjata atau binatang buas, melainkan Pocket Watch (Jam Saku) misterius dengan kemampuan yang belum tergali sepenuhnya.

🏚️ Nasibnya berubah drastis ketika ia diselamatkan oleh Tang Hao, ayah dari protagonis dunia itu, Tang San. Melihat potensi dan nasib malang Siyun, Tang Hao memutuskan untuk mengangkatnya sebagai anak angkat, menjadikan Tang Siyun kakak angkat Tang San.

🔖 Isekai, Reinkarnasi, Fantasi, Romansa Dewasa, Harem, Aksi, Petualangan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Meong Punch, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

[ Bab 12 ] » Catatan Tersembunyi di Balik Gerbang Nuoding

Beberapa hari sebelum insiden di Hutan Berburu Roh, suasana di Akademi Senior Heavenly Soul terasa mencekam. Di sebuah ruangan luas yang dipenuhi aroma bunga mawar dan parfum mahal, seorang wanita berdiri menatap peta persebaran binatang roh. Ia adalah Madam Ye, seorang instruktur senior yang dikenal karena kecantikannya yang matang dan ketegasannya yang dingin.

Madam Ye bukanlah guru biasa. Ia adalah seorang Spirit Ancestor (Level 40+) yang sedang berada di ambang kemacetan kultivasi. Baginya, kekuatan adalah segalanya, namun di dunia yang didominasi oleh pria, seorang wanita harus memiliki lebih dari sekadar kekuatan; ia harus memiliki pengaruh.

"Laporan ekspedisi sudah siap, Madam," seorang asisten masuk dengan gemetar.

Madam Ye memutar kursinya, menyilangkan kakinya yang jenjang dengan anggun. "Apakah area wilayah Shadow Leopard sudah dikosongkan dari pemburu liar? Aku tidak ingin ada gangguan saat aku membimbing murid-murid elit minggu depan."

"Sudah, Madam. Namun, ada laporan mengenai aktivitas aneh di dekat perbatasan. Beberapa Time-Eater Beast terlihat bermigrasi ke wilayah luar. Itu sangat tidak biasa," lapor si asisten.

Madam Ye mengetukkan jarinya ke meja kayu mahoni. Time-Eater Beast. Binatang yang sangat langka dan sulit dilacak karena kemampuan mereka memanipulasi persepsi ruang dan waktu dalam skala kecil. Jika ia bisa menemukan jejak mereka, itu akan menjadi pencapaian besar bagi departemen riset akademinya.

"Aku akan pergi melakukan survei awal sendirian," putus Madam Ye. "Siapkan izin masuk ke Hutan Berburu Roh. Aku tidak butuh pengawalan yang hanya akan memperlambat gerakanku."

Ia tidak menyangka bahwa keputusan itu akan membawanya ke dalam jebakan maut. Seekor Shadow Leopard bermutasi yang memiliki kecepatan di luar nalar menunggunya di sana, menyergapnya saat ia sedang menganalisis jejak energi waktu yang ditinggalkan oleh mangsa incarannya.

Sementara itu, di sebuah kedai kecil di luar Akademi Nuoding, Yu Xiaogang, pria yang dikenal sebagai Grandmaster, duduk sendirian dengan sebuah buku catatan lusuh. Pikirannya tidak tenang. Sejak bertemu dengan Tang San dan Tang Siyun di gerbang akademi, dunianya yang selama ini dibangun di atas logika kaku mulai retak.

Tang San adalah keajaiban yang bisa ia jelaskan. Twin Spirits, Innate Full Spirit Power, itu adalah anomali langka, tapi tetap masuk dalam cakrawala teorinya. Namun, Tang Siyun... anak itu adalah variabel yang tidak bisa ia hitung.

Grandmaster membuka halaman baru dan menuliskan nama: Tang Siyun.

Analisis Subjek:

Spirit: Pocket Watch (Jam Saku).

Tipe: Tidak diketahui (Kemungkinan Kontrol/Pendukung).

Perilaku: Malas, eksentrik, tidak menghormati otoritas, namun memiliki tingkat observasi yang menakutkan.

"Anak itu menyebut dirinya pengembang game," gumam Grandmaster pada dirinya sendiri sambil memijat pelipisnya. "Apa itu 'game'? Dan apa itu 'bug'?"

Ia teringat percakapan mereka di ruang kerja kemarin. Siyun tidak hanya mendengarkan teorinya; bocah itu membedahnya. Saat Grandmaster menjelaskan tentang batasan energi roh, Siyun justru bertanya tentang "efisiensi manajemen energi" dan "optimasi cooldown". Istilah-istilah itu terdengar seperti bahasa rahasia dari peradaban yang jauh lebih maju.

Grandmaster menyadari satu hal: Tang Siyun tidak melihat dunia ini sebagai tempat tinggal, melainkan sebagai sebuah sistem.

"Jika dia benar," tulis Grandmaster dengan tangan bergetar, "maka seluruh teori Spirit Ring yang ku bangun selama puluhan tahun hanyalah 'kulit' dari sebuah sistem yang jauh lebih kompleks. Siyun melihat struktur kodenya, sementara aku hanya melihat hasil eksekusinya."

Grandmaster menutup bukunya. Besok mereka akan berangkat ke Hutan Berburu Roh. Ia merasa bertanggung jawab untuk melindungi kedua bocah ini, terutama Siyun. Ia takut jika dunia luar menyadari potensi Siyun dalam "meretas" logika kekuatan roh, anak itu akan menjadi incaran organisasi besar seperti Spirit Hall.

Di asrama, Tang San sedang bermeditasi saat ia mendengar suara dengkur halus dari tempat tidur sebelah. Tang Siyun, kakaknya yang aneh, sudah tidur terlelap dengan jam sakunya yang diletakkan di atas bantal.

Tang San membuka matanya, menatap jam saku itu. Ia tahu Siyun bukan sekadar pemalas. Sejak mereka kecil di Desa Saint Spirit, Siyun selalu memberikan saran-saran yang terdengar tidak masuk akal namun selalu berhasil. Siyun jugalah yang memberitahunya bagaimana cara menyempurnakan langkah Ghost Shadow Perplexing dengan alasan "memperbaiki animasi gerak agar tidak glitch".

Kakak, apa yang sebenarnya kau rencanakan? pikir Tang San.

Tiba-tiba, jam saku Siyun berdetak sedikit lebih keras. Cahaya perak tipis menyelimuti area di sekitar tempat tidur Siyun. Tang San mencoba menyentuh cahaya itu, namun tangannya terasa melambat, seolah-olah udara di sana berubah menjadi air yang sangat kental.

"Jangan disentuh, San-er," suara Siyun terdengar serak, khas orang bangun tidur.

Tang San menarik tangannya dengan kaget. Siyun masih memejamkan mata, namun ia berbicara dengan sangat jelas. "Itu adalah firewall sederhana. Jika kau masuk tanpa izin, kau akan terjebak dalam loop waktu selama lima menit. Itu akan sangat membosankan."

"Maaf, Kak. Aku hanya penasaran," jawab Tang San jujur. "Apakah kau siap untuk besok? Grandmaster bilang hutan itu sangat berbahaya bagi kita yang belum memiliki Spirit Ring."

Siyun membuka satu matanya, menatap langit-langit asrama yang kusam. "Bahaya itu relatif, San. Dalam setiap dungeon, selalu ada pola. Binatang roh punya pola serangan, penjaga gerbang punya pola patroli. Asalkan kita tahu 'algoritmanya', kita akan baik-baik saja."

Siyun berbalik memunggungi Tang San. "Tidurlah. Besok kita punya misi pencarian item penting. Dan siapa tahu, mungkin kita akan bertemu dengan 'bonus tersembunyi' di tengah hutan."

Tang San hanya bisa menggelengkan kepala. Ia sudah terbiasa dengan bahasa-bahasa aneh kakaknya. Namun, ia merasa tenang. Jika Siyun sudah berkata demikian, artinya kakaknya sudah menyiapkan rencana cadangan untuk segala kemungkinan.

Pagi harinya, saat fajar baru saja menyingsing, rombongan kecil itu berangkat. Grandmaster dengan wajah seriusnya, Tang San dengan antusiasme yang terkendali, dan Tang Siyun yang terus-menerus menguap sambil menyeret kakinya.

Di sisi lain hutan, Madam Ye sedang dalam kondisi terjepit. Ia telah berhasil melukai Shadow Leopard tersebut, namun taring binatang itu sempat menggores perutnya, menyuntikkan racun pelumpuh saraf.

"Sial..." umpat Madam Ye sambil bersandar pada pohon besar. "Seorang instruktur senior mati karena kecerobohan... ini akan menjadi lelucon di akademi."

Ia mencoba memanggil energinya, namun racun itu bekerja seperti virus yang merusak jaringannya. Setiap detak jantungnya terasa seperti palu yang menghantam kesadarannya. Saat itulah, dalam kabur pandangannya, ia melihat tiga sosok mendekat.

Seorang pria dewasa yang tampak lemah, dan dua anak kecil.

Salah satu dari anak itu, yang berjalan dengan gaya paling malas, tiba-tiba berhenti. Mata anak itu, Tang Siyun, berubah. Siyun tidak lagi terlihat seperti bocah desa yang mengantuk. Matanya menjadi sangat dingin, sangat fokus, seolah-olah ia sedang membedah realitas di depan matanya.

"Paman Guru, ada sesuatu di balik semak-semak itu," suara Siyun memecah kesunyian hutan.

Madam Ye memegang belatinya dengan tangan bergetar. Ia tidak tahu bahwa dalam beberapa menit ke depan, hidupnya tidak hanya akan diselamatkan, tetapi pandangannya terhadap dunia "Spirit" akan dijungkir balikkan oleh seorang bocah yang menganggap luka arterinya hanyalah sebuah "bug" yang perlu diperbaiki.

Di tempat itulah, di bawah naungan pohon kuno Hutan Berburu Roh, takdir seorang instruktur cantik dan seorang mantan pengembang game bersilangan untuk pertama kalinya. Sebuah awal dari legenda yang tidak tertulis dalam buku sejarah manapun di Benua Douluo.

Sambil berjalan mendekati aroma darah tersebut, Siyun membatin dalam hatinya. Event darurat dipicu. Target: NPC tipe 'Mature Beauty'. Tingkat kesulitan: Medis tingkat tinggi. Imbalan: Reputasi dan akses ke faksi akademi senior.

Ia menyentuh jam sakunya yang tersembunyi di balik jubah. "Mari kita lihat apakah 'source code' dunia ini bisa menahan manipulasi ku," gumamnya pelan, hampir tidak terdengar bahkan oleh Tang San yang berada di sampingnya.

Siyun tahu, menyelamatkan wanita ini bukan sekadar tindakan heroik. Ini adalah langkah strategis pertama untuk membangun jaringannya sendiri. Di dunia ini, kekuatan otot memang penting, namun bagi seorang pengembang game, memiliki akses ke orang-orang di posisi kunci adalah cara tercepat untuk menguasai server.

Dan Madam Ye, dengan segala kecantikan dan otoritasnya, adalah kunci pertama yang akan ia buka.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!