NovelToon NovelToon
Transmigrasi Gadis Angkuh

Transmigrasi Gadis Angkuh

Status: tamat
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Romansa / Reinkarnasi / Tamat
Popularitas:347k
Nilai: 5
Nama Author: Adira_Mutiara

Lisa Anggraeni , seorang gadis yang tengah berjalan dengan sahabatnya setelah dari aktifitas kuliah mengalami kecelakaan saat dia tengah menunggu bus yang ada di sebrang jalan. Dia menoleh dan melihat ada motor melanu cepat membuatnya mendorong Hani. Dan membuatnya menjadi korban kecelakaan. Lisa yang mengalami luka luka sempat di bawa ke rumah sakit. Namun sayang, saat dirinya sedang di operasi, nyawanya tak bisa di selamatkan.
Lisa yang tahu dirinya mengalami kecelakaan sebelumnya mengira dia selamat, dan berada di salah satu rumah sakit.
Tapi saat dia sadar justru, dia sedang di salah satu ruangan kosong gelap dan pengap.
Namun saat dirinya berusaha mencari jalan keluar, dia justru melihat bayangan seseorang dari kaca hias kecil.
"Aaaaaa... Wajah siapa yang ada di mukaku ini!!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adira_Mutiara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Merubah

sore hari,

Rubby, kini sedang duduk di bangku taman belakang rumah seorang diri. setelah keluar dari kamar tadi, suasana rumah begitu sepi. hanya ada pelayan rumah dan penjaga yang berkeliaran di luar rumah saat dia akan kesini.

"dulu hidup kayaknya buat makan aja susah banget." ucapnya dengan "eh,, sekarang tiba tiba jadi anak orang kaya. hah!!! Lisa, Lisa,, dulu pernah doa apa kamu sampe nyasar jiwanya ke tubuh anak orang." lanjutnya yang tak habis pikir

walaupun tak percaya, tapi Lisa bertekad akan merubah Rubby menjadi anak yang lebih baik dan bersikap lebih manis. jika mengingat ingatan yang melintas di pikirannya, seketika hatinya sakit dan ada sedikit ngilu di tangan yang meresap keseluruh tubuh.

Perilaku gadis ini begitu jahat, dia menjadi sombong dan penuh dengan keangkuhan. tidak ada kata lembut atau manis. gadis ini akan semena mena terhadap orang lain.

semilir angin di taman membuat Rubby menutup mata dan menikmati rambutnya yang terbawa angin sejuk ini. suara gemercik air di kolam ikan membuat suasana tetap menjadi semakin damai.

"hidup tenang. hidup damai. menjauh dari orang bermasalah. menjadi anak baik. fokus ke prestasi, fokus ke masa depan." ucapnya penuh tekat kuat.

saat asik melamun membayangkan hidup Rubby yang nanti lebih baik. membuatnya tenggelam dunia nyata. hingga tak sadar seseorang menatapnya di balik jendela dekat ruang makan yang tak jauh dari posisi Ruby berasa saat ini.

"dia jauh lebih tenang." ucapnya dengan suara sedikit datar.

"hmm. tapi aku bersyukur dia menjadi seperti ini."

"maafkan aku, sayang. aku sungguh menyesal di masa lalu..."

Sonia menatap suaminya dengan lembut, dia mengelus lengan Iram dengan penuh kasih sayang. Dia juga menyesal akan kejadian di masa lalu, tapi baginya sudah berlalu dan semuanya sudah terjadi. karena semua sudah terjadi dan dia sejujurnya sedikit senang karena bisa mendapatkan Ruby untuk hidupnya.

"tak apa. itu juga karena ulahku. maafkan aku yang telah membuatmu ada di posisi ini" Sonia menyandarkan kepalanya di lengan Iram.

Iram menghela nafasnya sejenak, walau dia diam saja. tapi tetap Rubby adalah anak kandungnya, walau dia hasil kecelakaan yang di rencanakan istrinya sendiri di masa lalu. tapi ada rasa penyesalan yang begitu mendalam saat ibu Rubby tiada setelah melihirkan putri mereka ke dunia ini.

"Dina pasti bahagia melihat kita membesarkan Putrinya secantik itu."

"hmmm, dia pasti bahagia. hanya tinggal kitanya yang harus menjaga apa yang sudah Dina berikan kepada kita,"

*

*

Keesokan harinya,

Rubby berdiri di depan cermin kamar, mengenakan seragam baru yang rapi, terasa sangat pas dia kenakan di tubuhnya, seragam baru jauh lebih normal dari baju sebelumnya yang seperti jajan yang ada di pasar, pikir Lisa.

"cantik!"

Matanya bersinar seolah Ruby adalah gadis yang baru saja hidup, dan begitu penuh dengan aura posotif. Di sampingnya, Sonia tersenyum lebar, menatap putrinya dengan penuh harap sekaligus bangga. Dulu Sonia sempat terkejut mendengar keinginan Rubby untuk mengganti seluruh koleksi pakaian kesayangannya, dia sedikit sedih dengan perubahan Ruby yang tidak dia sukai. tapi kini putrinya telah kembali, dia tahu dari sorot matanya yang berbeda. Sonia bisa melihat tekad kuat itu, dan membuat hatinya luluh untuk bisa mempercayai putrinya kembali.

"Sekarang kita mulai dengan yang baru, sayang. Ingat, seperti apa yang tadi kamu omongin ke mama. walau mama tak menuntut apa yang kamu inginkan. tapi mama hanya seorang ibu yang ingin melihat anaknya menjadi lebih baik dari sebelumnya," suara Sonia lembut tapi tegas, seolah menanamkan semangat baru.

Rubby mengangguk pelan, menghela napas panjang, lalu melangkah keluar kamar dengan langkah pasti. Senyum kecil menghiasi bibirnya, sementara hati kecilnya berdetak cepat penuh harapan. Hari ini, dunia yang baru jiwa Lisa bertekad akan membuat gadis ini menjadi lebih baik.

Mungkin nanti dia akan merubah semuanya, dari kasar menjadi lebih lembut. dia akan mengambil semua simpati yang Jenia dapatkan. dia akan membuat sosok Ruby baru yang harus di lindungi dan penuh dengan keceriaan.

"ayo, keburu siang. kamu ntar terlambat lagi."

"iya, ma."

Sonia begitu menyayangi Rubby, apapun yang di lakukan putrinya. dia akan memaafkan dengan cepat. karena gadis ini yang dia inginkan sejak sebelum lahir ke dunia ini. Sonia begitu bahagia saat mendengar kehamilan Dina yang mengatakan jika wanita cantik itu mengandung janin perempuan. maka dari itu, kelahiran Ruby begitu dia nantikan sepanjang ibu dari Ruby mengandung.

"mama tidak menyesal memilikimu, sayang."

Sonia berfikir, Jika saja dia bisa memiliki anak lagi, mungkin tidak akan ada Rubby saat ini. Mungkin ada Rubby lain dari rahimnya sendiri dan pastinya akan ada situasi seperti dulu. 

Kembali ke saat ini, kini keduanya keluar dari kamar Rubby bergantian, Sonia yang nampak bahagia karena melihat rambut Rubby yang dia dandani. Ingatannya terbayang saat Rubby masih kecil dan berlari membuat hiasan rambutnya bergoyang kecil, rambut itu selalu berganti gaya setiap harinya.

"putri mama kembali."

*

*

"cantik!"

Semua mata di ruang makan tertuju penuh kekaguman saat Rubby melangkah anggun menuruni tangga. Seragam berwarna sekolah baru yang melekat sempurna di tubuhnya menambah kesan cantik alami yang belum pernah terlihat sebelumnya oleh mereka.

Dan pagi ini, tidak ada satu pun suara teriakan atau kegaduhan, hanya keheningan yang dipenuhi decak kagum kagum akan kecantikan seorang adik dan seorang anak. Dan jangan lupakan kepanganan rambut milik Ruby yang semakin membuat gadis itu terlihat begitu cantik. 

“Kok dia jadi cantik banget, ya...” bisik kedua kakaknya serempak tanpa sadar, mata mereka tak lepas mengikuti setiap gerak langkah Rubby.

Iram, yang duduk tak jauh dari situ, menahan napas sejenak sambil menatap putrinya dengan mata berkaca-kaca. Wajah Rubby yang anggun itu seolah membawa bayangan mendiang ibu yang dulu selalu tersenyum hangat padanya. Sebuah nostalgia yang mengiris hati sekaligus membuat dadanya sesak.

"dia sangat mirip dengan ibunya."

Sonia yang berjalan di samping Rubby, dengan lembut merangkul lengan putrinya, menatap dalam ke matanya. “Anak mama cantik, kan?” ucapnya penuh kasih sayang.

"Cantik, ma."

Sekeliling mereka hanya mengangguk pelan, diam-diam mengakui kecantikan yang terpancar dari sosok Rubby. Sementara Rubby menundukkan kepala sedikit, senyum tipis merekah di bibirnya, wajahnya memerah karena malu namun juga bangga menerima pujian yang tulus itu. Suasana seketika membuat ruang makan menjadi lebih tenang dan hangat dari hari biasanya.

"Ayo Rubby kamu bisa membuat karakter baru menjadi lebih baik." guman Ruby dalam hati.

Sarapan pagi hari begitu hening, yang ada suara denting sendok dan garpu. Aroma masakan dan suara angin yang masuk melewati jendela yang berukuran seperti pintu. Sungguh sarapan pagi untuk pertama kalinya begitu sangat tenang semenjak beberapa tahun selalu saja bermasalah. 

Afdal sesekali menatap adiknya yang begitu menikmati sarapannya. Mulutnya mengunyah tapi pikirannya memikirkan adiknya yang berubah.

"Semoga bukan hanya kepura-puraan atau hanya akting untuk mengambil simpati kami semua."

*

*

Rubby berdiri di halaman rumah, tubuhnya terasa kaku karena dirinya tak di ijinkan berangkat sendirian. Sonia, berdiri di samping dengan mata penuh harap dan nada tegas yang tak bisa ditolak. "Pokoknya kamu berangkat sekolah sama Afdal, Mama nggak mau kamu sendirian," ucap Sonia sambil menggenggam tangan Rubby seolah ingin memastikan tak ada alasan yang bisa menolak permintaannya.

"tapi, maa. kan aku biasa berangkat sendiri pake mobil."

"nggak bisa."

Namun, dalam hati Rubby berkecamuk keinginan untuk pergi sendiri, menapaki jalan yang harus dia lewati tanpa bayang-bayang orang lain. Tapi suara ibunya yang lembut namun penuh kewibawaan itu membuatnya diam, menelan ego dan rasa malas berdebat di pagi hari. Perlahan, Rubby mengangguk dan melangkah menuju mobil Pajero Sport yang sudah menyala di halaman.

Dia masuk ke kursi depan, menarik napas panjang, lalu menatap ke ibu yang berdiri tak jauh dari mobil itu. Senyum kecil terukir di bibirnya, sebuah senyum yang seolah menandakan penyerahan diri tapi juga ada rahasia kecil di baliknya. Sonia membalas dengan lambaian tangan penuh kasih, matanya yang hangat mengiringi setiap gerakan Rubby.

Di perjalanan, keheningan mobil yang hanya dipecahkan oleh suara mesin mulai terasa berat. Afdal, yang duduk di kursi kemudi dengan ekspresi datar. Matanya lurus menatap ke depan, seolah menahan sesuatu yang ingin dia katakan.

"Jadi! Lo pura-pura lagi, apa gimana?" ucapnya tiba-tiba, suaranya rendah tapi penuh arti, memecah keheningan yang menumpuk di antara mereka. Rubby menoleh sekilas, matanya bersinar samar, menanti jawaban yang sebenarnya hanya dia sendiri yang tahu.

"Maksud kamu apa, Kak?"

"Hahaha.. Kak? Lo panggil gue Kakak?? Mimpi apa semalem gue? Atau kepala lo yang kebentur?"

******

jangan lupa tinggalin jejak kalian, like dan komen. biar aku makin semangat nulis.

karena komentar dan like kalian adalah hal terpenting dan isi ceritaku..

see you, 💜💜

1
awesome moment
rubby n anak hasil surrogate mother y? sonia pengin punya anak perempuan dan dina sahabatnya yg berkorban hamil tp malah meninggoy saat rubby lahir
awesome moment
g salah n?
awesome moment
rimba niat bgts lho
awesome moment
suruhan rimba
awesome moment
oom permen. nama yg kiyut lho
awesome moment
cerdik
awesome moment
whoah...ruby sdh dpt pendukung dan pelindung sekaligus
Jeann
sp yg naro bawang disini
Yuyun Zampiet
aneh lah, yg jenguk pembantu bukan orgtua
paijo londo
tuh kaaan bener ditandain ma rimba🤣🤣🤣
paijo londo
ha,,ha,,ha,,, mati kamu kalo rimba sampe suka kamu awaaasss tuh entar ditandain ma Rimba loo🤭🤭🤭
Erlina Ibrik
siapa Sari? mama Ruby kan Sonia ? typo thor
Dede Mila
botol Yakult mewek🤣🤣🤣
hayo loh rimba anak orang nangis 💃💃💃💃
Dede Mila
waduh 🤦🤦🤦💃💃💃💃💃💃
yuzu
thor gimana ini ceritanya sih...kan rubi udah pernah ketemu rimba..pas bayarin rokoknya dan dikasih permwn jadinya om permen..ko kaya baru ketemu pas digoda depan papanya...??? yg faham jawabin donks....
Andrea
/Rose//Rose/
Andrea
bukan'y udah kenalan ya🤔
Andrea
jdi bingung bnyk cwo yg suka ama Ruby
Andrea
🤣🤣🤣🤣
Atoen Bumz Bums
kapok kan menggatal ruby
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!