NovelToon NovelToon
DINIKAHI OM-OM KAYA KARENA UTANG AYAH

DINIKAHI OM-OM KAYA KARENA UTANG AYAH

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Nikah Kontrak / Penyesalan Suami
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Siska bbt644

Ayahku punya utang 500 juta. Aku dipaksa nikah sama om-om 40 tahun buat lunasin. Malam pertama dia malah tidur di sofa. Ternyata dia simpan foto mantan istri yang mirip aku. Siapa wanita itu? Kenapa dia mati? Dan kenapa om itu takut aku hamil?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siska bbt644, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 14: RATU DI KERAJAANNYA

"Mas..." Suaraku habis. Tenggorokan kering. Badanku panas dingin di bawah badan Mas Arga. Dia ngurung gue pake dua lengannya, tatapannya nggak lepas dari muka gue. Nggak nafsu kayak predator. Tapi... lapar. Lapar sama gue.

"Takut?" bisiknya, napasnya anget kena pipiku. Kancing kemejanya udah kebuka semua, keliatan dada bidangnya, ada bekas jahitan peluru yang masih merah.

Gue geleng pelan. "Nggak... Cuma... deg-degan."

Dia senyum tipis. Jari telunjuknya ngusap bibir bawah gue. "Kalo sakit, bilang. Kalo mau stop, bilang. Gue nggak akan lanjut kalo lo nggak mau. Janji."

Iya. Ini Mas Arga. Bukan Dimas brengsek. Bukan om-om mesum. Ini suami gue. Yang ditembak demi gue. Yang ngelamar pake infus. Yang mau bakar dunia demi gue.

Gue angkat tangan, nyentuh pipinya yang kasar sama jenggot tipis. "Mas nggak akan nyakitin aku. Aku percaya."

Kalimat itu kayak tombol. Matanya Mas Arga langsung gelap. Dia nunduk, tapi nggak cium bibir. Dia nyium kening dulu. Lama. Kayak nyembah. Terus turun ke ujung hidung. Terus pipi. Terus... baru bibir.

Lembut. Pelan. Nggak buru-buru. Lidahnya minta izin dulu sebelum masuk. Gue bales. Kaku awalnya, tapi dia nuntun. Tangannya nggak nakal. Satu nahan tengkuk gue, satu lagi ngusap pinggang dari luar kimono. Nggak ngeremes. Nggak maksa. Cuma ngasih tau: "Gue ada. Aman."

Ciumannya makin dalam. Napas gue putus-putus. Kimono gue udah kebuka dari tadi, tapi gue nggak ngerasa malu. Karena yang liat Mas Arga. Suami gue.

"Sayang," dia lepas ciumannya, dahinya nempel dahiku. Suaranya serak parah. "Lo yakin? Sekali lagi Mas tanya. Karena kalo udah mulai, Mas nggak jamin bisa stop."

Gue jawabnya bukan pake kata. Gue kalungin tangan ke lehernya, narik dia turun lagi ke gue. Itu jawaban gue.

Mas Arga ngedesis. "Anjir, Siska..." Terus dia nyium gue lagi. Lebih dalem. Lebih nuntut. Tangannya mulai turun dari pinggang, ke paha, nyingkap kimono pelan-pelan. Dingin AC nggak berasa lagi. Yang ada cuma panas. Dari badan dia, dari badan gue.

Jemari Mas Arga geter pas nyentuh kulit paha gue. "Lo gemeteran, Sayang," bisiknya di sela ciuman.

"Mas juga," balasku. Soalnya iya. Dadanya naik turun cepet, jantungnya jedag-jedug kenceng banget di dada gue.

Dia ketawa kecil. "Iya. Pertama kalinya gue megang cewek, gue yang gemeteran. Malu-maluin."

"Mas belum pernah...?" Gue kaget.

"Belum. Setelah Alina, gue nggak pernah nyentuh siapa-siapa. Lima tahun, Sis. Lo yang pertama. Satu-satunya." Dia ngecup hidung gue. "Jadi kalo gue kaku, maafin ya."

Gue malah ketawa. "Kita sama-sama kaku, Mas. Belajar bareng."

Dan beneran. Malam pertama kami itu... canggung, lucu, tapi hangat. Nggak kayak di film. Nggak langsung jago. Ada momen Mas Arga salah posisi sampe kejedot kepala ranjang. "ADUH!" Ada momen gue nendang nggak sengaja karena kaget. Ada momen kami berdua ketawa ngakak di tengah-tengah karena saking tegangnya.

Tapi di tengah canggungnya itu, ada cinta. Banyak banget. Tiap Mas Arga liat gue meringis, dia langsung berhenti, nyiumin kening gue, bisik "Maaf, Sayang, pelan-pelan ya." Tiap gue bilang "Mas, sakit dikit", dia langsung diem, ngusap rambut gue, nunggu gue siap lagi.

Nggak ada nafsu hewan. Adanya sayang. Adanya ibadah. Adanya dua orang yang saling ngejaga.

Pas semuanya selesai, jam udah nunjukin jam 3 pagi. Gue telentang, napas masih ngos-ngosan, keringetan, tapi senyum-senyum sendiri. Mas Arga miring di sebelah, narik selimut buat nutupin badan gue, terus meluk dari samping. Dagu-nya di pundak gue.

"Gimana?" tanyanya pelan. "Nyesel?"

Gue geleng, muter badan ngadep dia. "Nggak. Bahagia. Kayak... mimpi. Mas gimana? Kecewa nggak sama istri kaku?"

Dia nyubit hidung gue. "Kecewa? Gue dapet jackpot. Istri cantik, wangi, terus... punya gue seutuhnya. Kurang apa lagi?" Terus dia nyium bibir gue sekilas. "Yang keempat. Besok jatahnya reset lagi ya."

Gue ketawa, nyembunyiin muka di dada bidangnya. Bekas lukanya masih ada. Gue usap pelan. "Sakit nggak, Mas?"

"Dulu sakit. Sekarang enggak. Soalnya obatnya udah tidur di pelukan gue." Gombal. Tapi gue suka.

Kami diem lama. Dengerin detak jantung masing-masing. Damai. Kayak dunia cuma ada kita berdua.

---

KREK. Suara pintu kebanting.

Gue sama Mas Arga spontan bangun, narik selimut nutupin badan. Elang masuk dengan muka panik. "Tuan! Nyonya! Gawat!"

Mas Arga udah pasang muka mode CEO psikopat. "Apa? Clarissa kabur?"

"Bukan, Tuan. Lebih parah." Elang nyodorin tablet. Di layarnya ada berita online, headline gede: **"VIDEO SYUR NYONYA PRATAMA BOCOR! DIDUGA DIREKAM SAAT MALAM PERTAMA!"**

Darah gue surut. Badan langsung dingin. "M-mas... itu..."

Thumbnail-nya blur, tapi gue kenal gaun pengantin gue. Kancingnya. Tanganku gemeteran.

Mas Arga diem 3 detik. Cuma 3 detik. Terus dia ambil HP, nelpon. "Rudi? Iya gue. Lu punya 10 menit. Gue mau semua situs yang nyebarin video itu down. Semua. Sampe ke dark web. Kalo dalam 10 menit masih ada satu link hidup, saham perusahaan lu gue beli, gue bangkrut-in, lu gue bikin gelandangan. Ngerti?"

Tut. Telepon ditutup. Dia lempar HP ke ranjang, terus turun, pake jubah. Mukanya datar. Terlalu datar. Itu tanda dia udah di luar batas marah.

"Mas mau ke mana?" Aku panik, megang tangannya.

"Ke kantor polisi," jawabnya dingin. "Mau ketemu Clarissa."

"Mas jangan! Dia bahaya!"

Dia jongkok depan gue, pegang pipiku. "Sayang, dengerin Mas. Video itu palsu. Yang kerekam cuma gaun lo doang. Nggak ada muka, nggak ada badan lo. Clarissa edit. Dia mau mental lo hancur."

"Tapi... tapi nama aku..."

"Nama lo bakal Mas bersihin. Hari ini juga." Dia berdiri, noleh ke Elang. "Siapin mobil. Panggil pengacara. Panggil media. Gue mau konferensi pers jam 7 pagi."

"Mas!" Aku narik jubahnya. "Aku ikut!"

"Nggak." Dia tegas. "Lo di sini. Istirahat. Udah cukup lo diganggu. Sekarang giliran Mas yang perang. Dan Mas janji..." Dia nunduk, nyium kening gue dalem banget. "Besok pagi, pas lo bangun, nama Clarissa udah tinggal sejarah. Dan nama Siska Putri Lestari bakal jadi nama ratu yang nggak bisa disentuh siapa-siapa."

Dia keluar. Pintu ketutup. Guntur di luar kayak ngerti. GLEDEK!

Gue peluk selimut, nangis. Tapi bukan nangis takut. Nangis bangga. Nangis lega.

Karena gue tau. Suami gue, Arga Pratama, udah nggak dingin lagi. Dia udah jadi api. Dan api itu cuma nyala buat ngelindungin gue.

Clarissa, lo salah orang. Lo nggak nyerang anak kos lagi. Lo nyerang Nyonya Pratama. Dan istana ini... nggak akan biarin ratunya nangis dua kali.

1
Erniati Filiang
apaan sih ceritanya kok lama banget
Siska bbt644: Aduh Kak Erniati maaf banget bikin nunggu lama 😭🙏
Maya janji gak ngaret lagi. Bab 4 udah maya tulis,
malam ini jam 8 Maya up langsung.
Rahasia Kamar 301 dibongkar semua di bab 4 Kak.
Jangan kabur ya Kak, makasih udah setia baca ❤️
total 1 replies
Bundanya Rayfin
harusnya jgn terlalu lancang siska
Siska bbt644: Iya Bun 😭Maya emang keceplosan karena panik.
Doain ya Bun biar Maya gak lancang lagi di bab depan.
Makasih udah sayang sama Maya ❤️ Sehat2 Bunda & Rayfin
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!