NovelToon NovelToon
Suamiku Bukan Preman

Suamiku Bukan Preman

Status: tamat
Genre:Pernikahan Kilat / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.8
Nama Author: elaretaa

Hidup Naura yang sudah menderita itu, semakin menderita setelah Jessica anak dari Bibinya yang tidak sengaja menjebak Naura dengan seorang pria yang dikenal sebagai seorang preman karena tubuhnya yang penuh dengan tato, berbadan kekar dan juga wajah dingin dan tegas yang begitu menakutkan bagi warga, Naura dan pria itu tertangkap basah berduaan di gubuk hingga mereka pun dinikahkan secara paksa.

Bagaimana kelanjutannya? siapakah pria tersebut? apakah pria itu memang seorang preman atau ada identitas lain dari pria itu? apakah pernikahan mereka bisa bertahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elaretaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Naura!

"Enak aja Bibi larang Naura bawa barang ayah sama Ibu, Bibi gak ada hak buat melarang Naura. Lagipula, ini semua milik Naura bahkan rumah ini juga milik Naura kalau Bibi lupa rumah ini atas nama Ayah dan Naura udah besar jadi gak butuh wali apalagi walinya kayak Bibi yang jahat," ucap Naura.

"Apa kamu bilang!" bentak Bibi Aulia.

"Heh, Naura! jaga ucapanmu ya, selama ini kamu bisa hidup karena bantuan Mama tau," ucap Jessica.

Naura yang mendengar perkataan Jessica pun tertawa, "Bantuan? bantuan apa? yang ada kalian itu udah merampas apa yang aku punya, sertifikat rumah ini kalian jaminkan ke Bank, tanah milik Ayah udah kalian jual. Jadi, sekarang aku tanya apa bantuan yang kalian berikan buat aku? gak ada!" ucap Naura.

"Kurang ajar!" bentak Bibi Aulia dan menampar Naura.

Tamparan Bibi Aulia begitu keras hingga menbuat Naura terhuyung kebelakang bahkan sudut bibirnya sudah berdarah, "Kamu masih hidup aja itu udah bantuan dari Bibi," ucap Bibi Aulia.

Naura tersenyum mendengar perkataan Bibi Aulia, "Memangnya siapa Bibi? Bibi bukan Tuhan yang bisa mengatur aku mati atau gak," ucap Naura.

"Ternyata udah nikah, jadi berani ya," ucap Jessica.

"Kenapa memangnya? gak boleh?" tanya Naura.

"Hahaha, mentang-mentang suaminya preman makanya dia berani ngelawan, Ma," ucap Jessica.

"Preman miskin aja, dia dikasih uang 100 ribu juga nurut," ucap Bibi Aulia.

"Bener banget atau gak kasih cewek yang lebih cantik juga suaminya bakal milih cewek itu daripada Naura," ucap Jessica.

"Kalian boleh hina aku, tapi kalian tidak boleh bahkan tidak pantas menghina suamiku," ucap Naura.

"Suami hasil kepergok warga, hahaha," ejek Jessica.

Naura merasa geram dnegan hinaan Jessica, Naura maju dan menampar pipi Jessica hingga tawa Jessica pun terhenti dan digantikan tatapan tajamnya.

"Ma, dia nampar aku," rengek Jessica pada Bibi Aulia.

"Beraninya kau menampar Jessica!" bentak Bibi Aulia lalu menampar Naura.

Bukan hanya tamparan saja yang Bibi Aulia layangkan pada Naura, Bibi Aulia juga menarik rambut Naura dan menyeretnya lalu membawa Naura ke pojok ruang tamu dan menyandarkan tubuh Naura.

Bibi Aulia menarik rambut Naura hingga Naura mendongak menatap Bibi Aulia, "Cuma karena menikah dengan preman, kau jadi berani ya," ucap Bibi Aulia.

Naura merasakan sakit pada kepalanya karena tarikan kuat Bibi Aulia, Naura tidak diam, ia berusaha untuk melepaskan tangan Bibi Aulia dari rambutnya. Sayangnya Jessica menahan tangan Naura hingga akhirnya Naura tidak bisa melepaskannya.

"Makanya jangan sok ngelawan, hidupmu itu sekarang di tangan kami! Kalau bukan karena kami, kamu sudah jadi gelandangan!" hardik Bibi Aulia, suaranya menusuk telinga.

Air mata Naura sudah tidak terbendung lagi, menetes membasahi pipinya yang perih. Bukan karena tamparan itu yang menyakitkan, tapi penghinaan dan perampasan haknya. Namun, ia tidak akan membiarkan mereka melihatnya hancur.

"Gelandangan? Tangan kalian ini yang membuatku jadi gelandangan di rumahku sendiri. Tapi, Tuhan tidak tidur, Bi. Suamiku... suamiku akan mengambil semua milikku kembali dan aku akan pastikan kalian berdua menyesal telah menyentuhku hari ini!" ancam Naura dengan nada yang bergetar namun penuh keyakinan.

Jessica yang masih memegangi tangan Naura pun tertawa mengejek, "Ambil kembali? Dengan preman miskin itu? Mimpi!" ucapnya.

"Tunggu dan lihat saja, Jessica. Suamiku mungkin bukan orang kaya, tapi dia bukan perampas seperti kalian. Dan satu hal lagi, aku tidak akan pernah melupakan tamparan ini dan aku akan pastikan kalian akan membayarnya mahal!" ucap Naura dan menatap tajam Bibi Aulia.

Bibi Aulia semakin geram mendengar ancaman Naura, ia mendorong kepala Naura hingga terbentur sedikit ke dinding. "Berani sekali kau mengancamku! Cepat pergi dari rumah ini! Kami tidak sudi melihat wajahmu lagi! Urus saja premanmu itu!" usir Bibi Aulia.

Jessica melepaskan tangan Naura, Bibi Aulia pun akhirnya melepaskan cengkeramannya dari rambut Naura dengan satu sentakan terakhir. Naura terhuyung, tapi ia segera menegakkan tubuhnya dan menyeka darah di bibirnya dengan punggung tangan, lalu menatap Bibi Aulia dan Jessica dengan tatapan yang dingin dan tak gentar.

"Aku memang akan pergi, tapi aku akan kembali. Dan saat aku kembali, kalian yang akan angkat kaki dari sini," ucap Naura.

Tanpa mengucapkan kata-kata lagi, Naura berbalik, mengambil tasnya yang tergeletak di lantai dan berjalan menuju pintu depan. Setiap langkahnya terasa begitu menyakitkan, namun Naura menahannya, Naura tidak mau menunjukkan kelemahan di hadapan dua wanita jahat itu.

Naura berhasil keluar dari rumah tersebut, Naura tidak mampu berjalan hingga ia memutuskan bersandar sebentar di dinding teras rumah tersebut, mencoba mengatur napas dan memejamkan mata. Rasa sakit di pipi, bibir dan kepalanya tidak seberapa dibanding luka di hatinya.

Naura segera menghapus air matanya, menarik napas lagi dan melangkah pergi, meninggalkan rumah yang seharusnya menjadi miliknya, dengan tekad bulat untuk memperjuangkan kembali semua yang telah dirampas darinya.

Saat Naura hendak melangkah pergi, tiba-tiba terdengar suara yang tidak asing di telinganya, Naura melihat Aiden berjalan ke arahnya.

"Naura!" panggil Aiden.

"Ma-mas Aiden," gumam Naura.

Naura yang sedang menenangkan diri terkejut mendengar suara suaminya, ia buru-buru menyeka sisa air mata dan mencoba menutupi wajahnya yang terluka.

"Mas Aiden? Kenapa Mas di sini?" tanya Naura berusaha terdengar normal, padahal tubuhnya masih bergetar.

Aiden tidak menjawab, ia meraih wajah Naura dengan sangat hati-hati, memaksanya untuk mendongak ke arah cahaya. Jemarinya yang kokoh itu menyentuh lembut luka di sudut bibir Naura yang masih terlihat jelas.

"Siapa yang melakukan ini?" tanya Aiden dengan nada yang bukan lagi bertanya, melainkan sebuah tuntutan yang dingin dan mematikan.

"Tidak apa-apa kok, Mas. Aku...," ucapan Naura terhenti karena Aiden menyela perkataannya.

"Jangan bohong, Naura! Ini bukan luka jatuh, mereka memukulmu, kan?" potong Aiden cepat, matanya menajam, melihat ke arah pintu rumah Bibi Aulia dengan kilatan amarah yang membara.

Naura menunduk, ia tidak bisa lagi menyembunyikan kebenaran. "Mas, udah ya. Aku gapapa kok, lebih baik kita pergi aja ya. Aku gak mau Mas ikut terlibat," ucap Naura.

Aiden menarik tangannya dari wajah Naura, kepalan tangannya mengeras. Tidak terima, Kata-kata itu berputar-putar di benaknya. Naura adalah tanggung jawabnya, istrinya. Tak ada satu pun orang di dunia ini yang berhak menyakitinya.

"Kamu bilang tidak apa-apa? Lihat dirimu, aku tau persis, ini adalah sebuah tamparan, mereka merendahkanmu, bahkan mereka menyakitimu," ucap Aiden dan melangkah maju, menuju ke pintu rumah tersebut, tapi Naura menahan lengannya.

"Mas, jangan. Jangan buat keributan ya, Mas. Aku gak mau masalahnya jadi besar, nanti mereka akan semakin menghina Mas Aiden " ucap Naura.

Aiden berhenti, menoleh ke Naura dengan tatapan terluka bercampur kemarahan. "Mereka menghinaku? Biarkan saja, aku tidak peduli mereka memanggilku preman, miskin atau apapun. Karena aku sudah terbiasa mendengar hinaan orang-orang tentangku, tapi mereka menyakitimu, Naura. Mereka melukaimu!" ucap Aiden.

.

.

.

Bersambung.....

1
Marina Tarigan
itu naluri anak sangat kuat karena selama hamil kamu Naoura siamimu sangat protef sama kamu segala sesustu Eidan terus lengket sm kamu itu hasilnya kedekatan mereka sangat dekat
Leni Martina
aku yg udah bertahun2 nikah m suami aku,ngk pernah nanya gaji,yg penting dia kasih cukup,KLO krng aku mntk LG,baru kali ini baca novel kok MC nya yahhh udah lah🤦🤦🤦
Marina Tarigan
anyak ranjau disekelilingmu Naura dengarkan suamimu jgn percaya sm siapapun lingkunganmu sekarang jauh berbeda dgn dulu dikampung
Marina Tarigan
Baura mana ngerto taktik orang2 kaya dia gadis lugu menganggap semua orang baik seperti xirinya
Marina Tarigan
kamu harus kuat Naura suamimu pembelamu
Marina Tarigan
hahaa seru deh orang lugu semoga tambah pintarnya
Marina Tarigan
Naura mana ngerti posisi Eiden dia tdk punya pengalaman permainan licik disekitarnya mknya dia harus dgn pelan diberi pengertian bahaya yg akan mengancam dirinya
Marina Tarigan
semoga Naura tdk bisa didekati Sinta
Marina Tarigan
lindungi Naura dari segala hal dia polos tdk mengerti dgn kehidupan orang2 kelas tinggi
Marina Tarigan
1001 seorang laki2 seperti Aiden sangat menghargai istri dari kalangan bawah yg pendidikan hanya smp kerjanya tukang cuvi harian seperti pembanti dirumah sering dihina dan dipukuli fan disiksa dan dipaksa tidur digudang sempit bersama tikus miris sekali hidupnya dibawa ketgkt atas dgn ilmu nol mungkim sdh takdir yg mengubah Naura tapi tuan beri pendidikan ug layak dgm bernagai ilmu merawat diri sipaya pintar dan layak berdampingan dgnmu bos
Marina Tarigan
eiden belum mencintai Naura karena tdk mengenal Naura dan pernikahan dipaksa secara keji oleh keluarga dan masyarakat cuma setelah tahu kehidupan Naura melalui penyelidikan Gandi wakilnya dia merasa kasihan dan melundunginya dari kejahatan keluarga Naura senxiri
Marina Tarigan
semoga aura habis supaya penderitaannya selesai dp hidupnya terus tersikss
Marina Tarigan
ini upah kalian yg kejam serakah dan sesuka hati
Marina Tarigan
mwnurut cerita Naura setelah kebakaran rmh orang tua Naura bibinya langsung datang dan tinggal dirumah itu dan terus menyiksa Naura sesuka hati memaksa bekerja dan uangmya diambil oleb mereka. Naura waktu itu msh kecil tdk tahu apa2 ya
Marina Tarigan
lanjut
Marina Tarigan
lanjut thour
Marina Tarigan
ini Naura apa cantik. manus atau jelek ya dan apakah Aiden sdh tahu siapa Naura serta kehidupannya selama ini karena aiden biasa2 saja
Marina Tarigan
karena bodohmu kamu nanya gaji suamimu ya nikmati saja diam dan kerjakan apa yg bisa kamu kerjakan
Leni Martina: MC nya bikin darting ya sist😄😄😄
total 1 replies
Marina Tarigan
ya benarkan anak yg tersakiti dipilih Tuhan dgn caranya sendiri utk melindungi ciptaannya yg menjolimi Naura sm ceo perusahaan kena dampaknya baru tahu rasa
Marina Tarigan
baik2 kamu noura jgn pembangkang ikuti saja Leiden dia sdh sah jadi suamimu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!