NovelToon NovelToon
Warisan Sembilan Naga : Sang Penakluk

Warisan Sembilan Naga : Sang Penakluk

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Perperangan
Popularitas:7.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nugraha

**INI ADALAH BOOK KE 2 DARI SEMBILAN GULUNGAN NAGA LEGENDARIS.**

Ketika seluruh semesta terancam, satu pemuda harus memilih: menjadi monster yang menyelamatkan dunia, atau tetap manusia dan membiarkan semua musnah.

Lin Tian, kehilangan segalanya, karena invasi entitas misterius yang melahap dimensi. Kini, sebagai pewaris teknik "Orkestrasi Sembilan Naga," ia melintasi batas dimensi untuk berburu Master mereka: Pemangsa Dimensi yang mengancam 30 dimensi sekaligus.

Di Dimensi Asura, dimensi pejuang brutal, Lin Tian menemukan kekuatan... tapi hampir kehilangan kemanusiaannya. Antara latihan mematikan, pertarungan melawan entitas cerdas, dan persahabatan yang tak terduga, ia belajar kebenaran paling sulit: kekuatan tanpa hati adalah tirani, tapi hati tanpa kekuatan adalah kehancuran.

Bisa kah ia menyelamatkan alam semesta tanpa kehilangan jiwanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5 : Tempat Pelatihan Asura

Fajar merah perlahan muncul di langit Dimensi Asura.

Suara tanduk perang menggema keras ke seluruh wilayah, menjadi tanda dimulainya hari baru.

Lin Tian segera menuju tempat pelatihan yang telah ditentukan.

Arena raksasa itu sudah dipenuhi ratusan prajurit Asura.

Begitu ia muncul, hampir semua tatapan langsung tertuju kepadanya.

Perbedaan tubuh mereka saja sudah sangat mencolok. Di antara para Asura setinggi hampir tiga meter, Lin Tian terlihat kecil dan asing.

Bisikan mulai terdengar dari berbagai arah.

"Itu orang luar?"

"Kecil sekali."

"Hanya Lapisan Ketiga?"

"Pasti mati di hari pertama."

"Aku tidak mengerti kenapa Kepala Perang menerima dia."

Dengan indra yang jauh lebih tajam, Lin Tian mendengar semuanya dengan jelas.

Namun ekspresinya tidak berubah sedikit pun. Ia sudah terlalu terbiasa diremehkan.

Tiba-tiba tekanan besar memenuhi arena. Seluruh keramaian langsung terdiam.

Kharos telah datang.

Tubuh raksasanya melangkah menuju tengah arena sambil membawa aura yang menekan seluruh tempat seperti gunung hidup.

"Para Petarung!"

Suara nya menggelegar mengguncang udara.

"Orang luar ini bernama Lin Tian! Ranah Transformasi Jiwa Lapisan Ketiga!"

Beberapa Asura langsung tertawa kecil mendengar tingkat kultivasinya.

Namun Kharos melanjutkan tanpa peduli. "Mulai hari ini, pelatihannya akan dimulai!"

Tatapan emasnya menyapu seluruh arena. "Tradisi Asura mengharuskan setiap orang luar membuktikan dirinya!"

"Metodenya sederhana."

"Pertarungan."

Sorakan langsung meledak dari para prajurit. "Jika ia menang, pelatihannya berlanjut!"

"Jika kalah..." Kharos menyeringai dengan buas. "Dia akan mati."

Arena langsung dipenuhi aura haus darah dan antusias

"Jadi," lanjut Kharos, "siapa yang ingin menjadi lawan pertamanya?"

Beberapa detik arena menjadi sunyi.

Lalu seorang prajurit besar melangkah maju sambil membawa dua kapak raksasa.

Tubuhnya hampir mencapai tiga meter, penuh luka dan otot besar seperti monster perang.

Namanya Graz'tok. Ranah Transformasi Jiwa Lapisan Keempat.

Aura brutal langsung menyebar dari tubuhnya. Kapak di tangannya berputar liar sambil menghasilkan suara angin tajam.

Tatapan emasnya menatap Lin Tian penuh semangat membunuh.

"Orang luar," katanya sambil menyeringai lebar.

"Hanya Lapisan Ketiga." Ia mengangkat kedua kapaknya.

"Membunuhmu akan menjadi kehormatan yang menyenangkan."

"Mulai!"

Begitu suara Kharos menggema di arena, Graz'tok langsung bergerak.

Tidak ada aba-aba tambahan.

Tidak ada penghormatan sebelum duel.

Prajurit Asura itu menerjang seperti monster perang yang lepas kendali.

Mata Lin Tian langsung menyipit.

Cepat. Terlalu cepat.

Ia nyaris terlambat bereaksi saat dua kapak raksasa itu menghantam ke arahnya dengan kekuatan brutal yang bahkan membuat ruang di sekitar nya retak.

Lin Tian segera mengaktifkan teknik pertahanannya.

"Pertahanan Fusi Jiwa!"

Sembilan elemen muncul mengelilingi tubuhnya dan membentuk lapisan pertahanan energi.

Detik berikutnya...

DUAARR!

Benturan dahsyat mengguncang arena.

Tubuh Lin Tian langsung terpental puluhan meter ke belakang sebelum menghantam tanah dengan keras.

Debu dan pecahan batu beterbangan ke segala arah.

Lin Tian segera bangkit sambil menahan rasa sakit di lengannya.

Tatapannya berubah serius.

Perbedaannya terlalu besar.

Di Alam Tingkat Rendah, selisih satu tingkat Ranah Transformasi Jiwa memang signifikan, tetapi tidak sampai menghancurkan seperti ini.

Namun di Dimensi Asura, kekuatan setiap lapisan terasa jauh lebih padat dan mengerikan.

Kepadatan energi spiritual dunia ini memperkuat semua teknik secara drastis.

Artinya sistem kekuatan di Alam ini benar-benar berbeda.

Graz'tok tertawa keras sambil berjalan mendekat.

"Lemah!" ejeknya. "Satu serangan saja hampir membunuhmu!"

Kapak di tangannya kembali terangkat.

"Mengecewakan!"

Tanpa memberi kesempatan bernapas, ia kembali menyerbu dengan niat membunuh yang jelas.

Tekanan kematian langsung menghantam Lin Tian.

Untuk pertama kalinya dalam tiga bulan terakhir, ia benar-benar berada di ambang kekalahan.

Kalau terus seperti ini, ia akan mati. Dan itu tidak bisa diterima.

Pikiran Lin Tian bergerak cepat.

Apa yang salah?

Lalu tiba-tiba sebuah pemahaman muncul di benaknya.

Tekniknya selama ini dibuat untuk alam Tingkat Rendah, dunia dengan energi spiritual yang jauh lebih tipis.

Namun di Dimensi Asura, energi alam begitu padat hingga hampir meluap.

Ia selama ini mencoba melawan tekanan dunia ini… Padahal seharusnya ia memanfaatkannya.

Mata Lin Tian langsung menyala.

"Ledakan Jiwa, kekuatan penuh!"

Energi spiritual di sekitarnya langsung tersedot ke dalam tubuhnya secara brutal.

Teknik Orkestrasi Jiwa beresonansi dengan energi Dimensi Asura, lalu meledak keluar dengan kekuatan yang jauh lebih besar dari biasanya.

BOOOOM!

Gelombang energi menghantam Graz'tok secara langsung.

Prajurit Asura itu terpaksa menghentikan serangannya dan mundur beberapa langkah dengan ekspresi terkejut.

"Apa?!" Tatapan emasnya membelalak. "Kekuatannya meningkat?!"

Lin Tian terengah-engah, tetapi kini ia mulai mengerti.

Energi Dimensi Asura bukan hanya tekanan.

Itu juga senjata.

Jika digunakan dengan benar, kekuatannya bisa meningkat berkali-kali lipat.

Dan untuk pertama kalinya sejak tiba di Alam ini, Lin Tian melihat kemungkinan untuk berkembang jauh melampaui batas Alam Tingkat Rendah

Pertarungan kembali dimulai.

Namun kali ini berbeda.

Lin Tian mulai menyesuaikan tekniknya dengan aliran energi dunia Asura. Setiap serangan dan pertahanan perlahan berubah lebih efisien.

Ia belajar di tengah pertarungan. Beradaptasi di setiap benturan.

Dan itu membuat seluruh arena mulai terdiam. Duel mereka berlangsung hampir sepuluh menit.

Bagi para Asura, itu sudah termasuk pertarungan yang sangat panjang.

Arena mulai retak akibat benturan kekuatan mereka. Gelombang energi menghancurkan tanah di sekitar, sementara kedua petarung terus bertukar serangan tanpa henti.

Graz'tok semakin brutal.

Namun Lin Tian semakin tajam.

Ia berkembang dengan kecepatan yang bahkan membuat para Asura mulai terkejut.

Dan akhirnya, Dengan satu serangan Orkestrasi Jiwa yang telah sepenuhnya menyesuaikan diri dengan energi Dimensi Asura, Lin Tian berhasil menjatuhkan Graz'tok ke tanah.

Kapak besar itu terlepas dari genggamannya. Keheningan langsung memenuhi arena.

Lin Tian berdiri dengan napas berat. Tubuhnya penuh luka.

Tetapi ia menang.

Namun bukannya membunuh lawannya, Lin Tian justru mundur satu langkah.

Ia menghentikan serangannya.

Memberi ampun.

Seluruh arena langsung meledak dalam keributan.

"Orang luar itu menang!"

"Lapisan ketiga mengalahkan Lapisan Keempat?!"

"Mustahil!"

"Dia beradaptasi di tengah pertarungan!"

"Itu sama seperti bakat monster!"

Kharos yang sejak tadi mengawasi akhirnya mengangguk pelan. Ada kepuasan jelas di wajahnya.

"Mengesankan," katanya dengan suara berat. "Kemampuan beradaptasi nya sangat cepat."

"Kau belajar dalam pertempuran." Tatapan emasnya menyipit. "Dia seorang jenius."

Lin Tian tetap diam sambil mengatur napasnya.

"Ujian pertama dinyatakan lulus."

Sorakan langsung terdengar lagi dari para Asura.

"Kau pantas melanjutkan pelatihan." Kharos lalu mengangkat satu jarinya.

"Tapi jangan merasa puas dulu"

"Besok, lawanmu adalah Rahan Transformasi Jiwa Lapisan Kelima."

Tekanan di udara langsung berubah.

"Tingkat kesulitannya akan meningkat."

Tatapan tajam Kharos menembus langsung ke arah Lin Tian.

"Malam ini gunakan untuk beristirahat dan menyembuhkan luka luka mu."

"Karena pertarungan berikutnya akan jauh lebih berat."

Malam harinya, Lin Tian berada di area pemulihan Dimensi Asura.

Yang mengejutkannya, para penyembuh Asura ternyata jauh lebih lembut dibanding perkiraannya.

Meski penampilan mereka menakutkan, cara mereka merawat luka sangat terlatih dan efisien.

Sambil menerima pengobatan, Lin Tian terus memikirkan pertarungan tadi.

Ia berhasil mengalahkan Lapisan Keempat.

Sulit. Sangat sulit.

Dan kemenangan itu hanya didapat dengan selisih tipis.

Namun tetap saja, itu kemenangan.

Yang lebih penting, ia mulai memahami cara memanfaatkan energi Alam di dunia ini.

Jika terus berkembang seperti ini, kekuatannya akan meningkat jauh lebih cepat dibanding saat berada di Alam Tingkat Rendah.

Besok lawannya adalah Lapisan Kelima. Jarak kekuatan akan semakin besar, dan kemenangannya mungkin belum tentu.

Namun Lin Tian tidak merasa putus asa. Karena ia terus belajar.

Terus berkembang.

Dan pelatihan brutal ini benar-benar menunjukkan hasilnya.

Tanpa sadar, ia kembali teringat pada Yeye.

Jika pria tua itu melihat dirinya sekarang, mungkin ia akan bangga.

Dan mungkin juga khawatir.

Keduanya sangat masuk akal.

Lin Tian menatap tangannya sendiri beberapa saat.

Di tengah dunia brutal seperti Dimensi Asura, menjaga kemanusiaan terasa semakin sulit.

Namun setidaknya hari ini, ia berhasil menahan diri untuk tidak membunuh Graz'tok.

Ia tidak tahu apakah keputusan itu benar atau salah menurut budaya Asura.

Tetapi baginya, itu penting.

Sebuah langkah kecil.

Bukti bahwa sisi manusianya belum benar-benar hilang.

Lin Tian lalu memejamkan matanya perlahan. Besok, ujian kedua menunggunya.

Ranah Transformasi Jiwa Lapisan Kelima.

Lebih kuat.

Lebih berbahaya.

Dan kemungkinan besar… jauh lebih mematikan.

Apakah ia siap?

1
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Mat
seru, semangat thor💪
Rinaldi Sigar
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!