Angka bukan sembarangan Angka, Angka yang di pilih semuanya menunjukkan hadiah besar kecilnya yang di dapat.
Tapi jika kamu beruntung, kau akan mendapatkan hadiah besar.
Dan itulah yang di alami oleh Alneo setelah ia mendapatkan penyiksanya oleh ayah jika ia tidak mendapat uang.
Bukan hanya itu, yang membuatnya murka adalah Adik perempuan ingin di jual ayahnya pada rentenir untuk membayar hutang, saat ia mencoba menghalangi, ia malah mendapatkan pukulan berat oleh ayahnya hingga pingsan.
Dan saat itulah, ia mendapatkan sebuah sistem misterius yang mengubah hidupnya.
Ia memenjarakan ayahnya karena sang ayah agar tidak menganggu kehidupan mereka lagi.
Dengan sistem pilihan angka, ia bagaikan menemukan jetpot di hidupnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
31
Mobil Alneo berbelok memasuki area gerbang otomatis kompleks kontrakan nomor 22A.
Begitu mobil mereka mendekat, sensor laser berwarna biru memindai pelat nomor kendaraan, dan pagar hitam silver yang kokoh itu terbuka secara perlahan.
Riani yang tadinya masih cemberut, seketika langsung menegakkan posisi duduknya. Matanya melotot, mulutnya sedikit menganga.
"Kak... ini beneran kontrakan kita?" tanya Riani takjub.
Alneo tidak langsung menjawab. Ia buru-buru mencocokkan kembali koordinat di tablet digitalnya.
Setelah memastikan lampu indikator hijau menyala, tanda kepemilikan valid, Alneo mengembuskan napas lega. Karena rasa malunya sedikit hilang.
"Iya, Riani. Kali ini kakak gak mungkin salah. Ini 100% punya kita," ujar Alneo dengan senyum dan percaya diri.
Begitu mobil terparkir di area khusus yang teduh karena kanopi bertenaga surya, pintu mobil terbuka.
Suasana di dalam kompleks ini benar-benar berbeda. Tempat ini lebih mirip dengan resort mini atau kluster perumahan elit.
Jalanan internalnya dilapisi paving block premium dan bersih.
Di sepanjang koridor, tanaman hidroponik vertikal yang hijau dan segar tumbuh dengan rapi, memberikan kesan asri sekaligus futuristik.
"Gila... ini mah bukan kontrakan biasa, Kak. Ini mah apartemen horizontal namanya! Lihat tuh, pintunya aja udah pakai smart lock sensor pemindai wajah!" seru Riani sambil mengelus salah satu dinding luar bangunan yang menggunakan material kedap suara berkualitas tinggi.
Belum sempat mereka melangkah lebih jauh, dari arah kantor administrasi di dekat gerbang, muncul seorang pria muda berusia sekitar 28 tahun.
Pria itu mengenakan seragam polo formal yang rapi dengan logo kompleks, celana bahan kain, dan memegang sebuah komputer tablet di tangannya.
"Selamat siang. Ada yang bisa saya bantu?" tanya Pria itu sopan dan profesional
"Ah iya, saya pemilik Kontrakan ini, dan ini buktinya," kata Alneo langsung memberikan bukti tersebut, takut juga kalah masih salah.
"Oh jadi Anda berdua Bapak Alneo dan Nona Riani?" tanya pria itu dengan ramah, memberikan gestur membungkuk hormat yang sangat sopan.
Alneo sedikit terkejut dengan sambutan formal ini, sangat berbeda dengan pengurus kaos oblong di seberang jalan tadi.
"Ah, iya, benar. Saya Alneo." angguk Alneo
Pria itu langsung tersenyum hangat. "Perkenalkan, Pak Alneo. Nama saya Danu. Saya adalah kepala pengurus manajemen properti yang ditugaskan untuk mengelola seluruh operasional di kompleks kontrakan elit ini. Kami sudah menerima notifikasi balik nama dari sistem pusat sejak satu jam yang lalu. Selamat datang di aset baru Anda, Pak."
Riani menyenggol lengan Alneo, berbisik dengan sangat pelan, "Kak, denger gak? 'Pak Alneo', 'Aset baru Anda'. Gaya banget pengurusnya, terarah banget, gak kayak yang di seberang!"
Alneo berdehem kecil, mencoba menjaga wibawanya sebagai bos baru.
"Ah, iya, terima kasih, Mas Danu. Bisa tolong jelaskan sedikit tentang fasilitas di sini? Saya mau melakukan pengecekan langsung," kata Alneo menjaga ucapannya dengan baik.
"Tentu dengan senang hati, Pak Alneo, mari mari ikut saya," jawab Danu dengan sikap yang sangat cekatan.
Ia mulai memandu mereka berjalan menyusuri kompleks sambil menjelaskan.
"Kompleks kita ini terdiri dari 10 unit eksklusif. Setiap unit memiliki fasilitas elit mandiri. Selain sistem smart home terintegrasi yang bisa mendeteksi kebocoran air atau korsleting listrik secara otomatis, kami juga menyediakan fasilitas komunal premium," jelas Danu sambil mengetuk layar tabletnya.
Mereka tiba di sebuah area terbuka di bagian tengah kompleks.
"Di sebelah kanan ini adalah Clubhouse mini yang dilengkapi dengan ruangan gym privat khusus untuk para penghuni kontrakan, serta ruang kerja bersama co-working space berkecepatan internet tinggi. Di sebelah kiri, kami memiliki sistem pengolahan limbah mandiri dan pos keamanan yang dijaga ketat oleh tim sekuriti dan drone pengawas 24 jam," lanjut Danu terperinci.