NovelToon NovelToon
SISTEM RUSAK : DUNIA KULTIVASI

SISTEM RUSAK : DUNIA KULTIVASI

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Sistem
Popularitas:12.3k
Nilai: 5
Nama Author: DARK SISTEM

Chen Mo terlahir kembali di dunia kultivasi dengan sebuah sistem yang awalnya dianggap rusak dan tak berguna. Namun, seiring perjalanannya, ia menemukan bahwa sistem itu sebenarnya adalah Sistem Pemurnian Langit—warisan kuno yang bertujuan menjaga keseimbangan energi dunia.

Dengan fondasi yang disempurnakan secara unik, Chen Mo melewati berbagai tantangan: memenangkan kompetisi, masuk sekte terkuat, mengungkap rencana jahat organisasi kegelapan, hingga akhirnya memahami misi sejatinya. Ia tidak hanya berjuang untuk menjadi kuat, tapi juga mempelajari bahwa kekuatan sejati terletak pada keseimbangan, bukan penaklukan.

Cerita ini mengikuti perjalanannya dari pendatang tak dikenal hingga menjadi penjaga keseimbangan yang dihormati, melintasi alam yang lebih luas dan memegang tanggung jawab menjaga harmoni seluruh alam semesta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DARK SISTEM, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 5: PENGHINAAN DI LAPANGAN LATIHAN

BAB 5: PENGHINAAN DI LAPANGAN LATIHAN

Pagi di Sekte Awan Hijau selalu dimulai dengan suara latihan.

Di lapangan utama, ratusan murid luar berkumpul untuk berlatih teknik dasar dan mengasah kemampuan bertarung mereka.

Teriakan semangat, suara pedang beradu, dan ledakan energi spiritual kecil terdengar dari berbagai arah.

Chen Mo berjalan santai memasuki area latihan.

Setelah kembali dari Hutan Kabut Gelap, hidupnya terlihat sama seperti sebelumnya.

Setidaknya di mata orang lain.

Hanya dirinya yang tahu bahwa fondasinya telah mengalami perubahan besar.

Meski tingkat kultivasinya masih berada di Pemula Dasar, energi spiritual dalam tubuhnya jauh lebih padat dibanding sebelumnya.

Sayangnya, hal seperti itu tidak terlihat dari luar.

Bagi kebanyakan murid, Chen Mo tetaplah murid biasa yang lambat berkembang.

Saat ia sedang mencari tempat duduk yang nyaman, suara yang sangat dikenalnya terdengar.

"Chen Mo!"

Chen Mo bahkan tidak perlu menoleh.

"Hari yang indah untuk diabaikan."

Zhang Hu langsung muncul di hadapannya.

Beberapa murid di sekitar segera memperhatikan.

Bagaimanapun, Zhang Hu cukup terkenal di kalangan murid luar.

Terlebih setelah berhasil mencapai Pemula Menengah.

"Kudengar kau kembali dari Hutan Kabut Gelap."

Chen Mo mengangguk.

"Benar."

"Kau tidak mati?"

Chen Mo menatapnya.

"Maaf mengecewakanmu."

Beberapa murid yang mendengar percakapan itu langsung menahan tawa.

Wajah Zhang Hu sedikit menghitam.

Namun ia segera tersenyum dingin.

"Hari ini ada latihan tanding."

"Lalu?"

"Aku ingin menantangmu."

Suasana sekitar langsung menjadi lebih ramai.

Banyak murid mulai berkumpul.

Sebagian penasaran.

Sebagian lagi hanya mencari hiburan.

Chen Mo memandang Zhang Hu sejenak.

"Kau ingin melawanku?"

"Tepatnya memperlihatkan perbedaan antara kita."

"Terdengar seperti cara panjang untuk mengatakan kau ingin pamer."

Tawa kecil terdengar dari kerumunan.

Senyum Zhang Hu langsung menegang.

Sebelum ia sempat membalas, sebuah suara tua terdengar dari depan lapangan.

"Diam."

Kerumunan langsung tenang.

Seorang pria tua berjubah hijau berjalan perlahan ke tengah lapangan.

Rambut dan janggutnya sudah memutih.

Namun aura yang dipancarkannya membuat para murid tidak berani bersikap sembarangan.

Penatua Li.

Salah satu penatua yang bertugas membimbing murid luar.

Tatapannya menyapu seluruh lapangan.

"Aku mendengar ada yang ingin bertanding."

Zhang Hu segera memberi hormat.

"Penatua Li, murid ini ingin menguji hasil latihan beberapa hari terakhir."

Penatua Li mengangguk.

"Lakukan secukupnya."

"Ya, Penatua."

Zhang Hu langsung melangkah ke arena latihan.

Tatapannya tertuju pada Chen Mo.

"Masuk."

Chen Mo menghela napas.

Kadang-kadang ia merasa hidupnya terlalu damai sehingga selalu ada orang yang ingin menambah masalah.

Namun menolak sekarang hanya akan membuatnya terlihat pengecut.

Akhirnya ia melangkah ke arena.

Kerumunan semakin ramai.

Banyak murid sudah membayangkan bagaimana pertarungan itu akan berakhir.

Pemula Dasar melawan Pemula Menengah.

Perbedaannya cukup jelas.

"Menurut kalian berapa lama Chen Mo bertahan?"

"Tiga jurus."

"Dua."

"Satu."

"Setengah."

Chen Mo mendengar semuanya.

Ia memutuskan untuk menganggap itu sebagai dukungan moral.

Penatua Li mengangkat tangan.

"Mulai."

Hampir bersamaan, Zhang Hu langsung bergerak.

Energi spiritual mengalir ke kedua kakinya.

Tubuhnya melesat maju.

"Teknik Tumbukan Angin!"

Tinju kanannya meluncur lurus ke arah dada Chen Mo.

Beberapa murid langsung bersorak.

Namun tepat sebelum serangan mengenai sasaran, Chen Mo bergeser setengah langkah ke samping.

Whoosh!

Tinju itu hanya mengenai udara.

Zhang Hu hampir kehilangan keseimbangan.

Kerumunan langsung terdiam.

Bahkan Zhang Hu sendiri tampak terkejut.

Kebetulan?

Ia segera menyerang lagi.

Tinju kedua.

Meleset.

Tendangan.

Meleset.

Pukulan beruntun.

Meleset lagi.

Kerumunan mulai menunjukkan ekspresi aneh.

Gerakan Chen Mo tidak terlihat hebat.

Tidak ada teknik canggih.

Tidak ada langkah misterius.

Ia hanya bergerak ke tempat yang tepat setiap kali serangan datang.

Sederhana.

Efisien.

Dan sangat menjengkelkan.

"Kau kenapa tidak diam saja?!" teriak Zhang Hu.

Chen Mo hampir tersinggung.

"Biasanya tujuan bertarung memang menghindari pukulan."

Beberapa murid tertawa.

Wajah Zhang Hu memerah.

Ia kembali menyerang dengan lebih ganas.

Namun hasilnya tetap sama.

Chen Mo terus menghindar.

Berkat fondasi yang lebih kuat, tubuhnya jauh lebih stabil dibanding sebelumnya.

Ditambah pengalaman dari dunia modern yang membuatnya terbiasa menganalisis gerakan lawan.

Meski tidak bisa melawan secara langsung, menghindar masih bisa dilakukan.

Lima menit berlalu.

Kerumunan mulai kehilangan kemampuan untuk memahami situasi.

Sepuluh menit berlalu.

Ekspresi Zhang Hu semakin buruk.

Lima belas menit berlalu.

Napas Zhang Hu mulai tidak teratur.

Sementara Chen Mo masih berdiri.

Memang sedikit lelah.

Namun masih berdiri.

Di sisi lapangan, Penatua Li yang awalnya tidak terlalu memperhatikan mulai mengernyit.

Tatapannya tertuju pada Chen Mo.

Semakin lama ia mengamati, semakin terkejut dirinya.

"Fondasi yang aneh..."

Ia bergumam pelan.

Murid Pemula Dasar seharusnya tidak memiliki energi spiritual sepadat itu.

Bahkan beberapa murid Pemula Menengah tidak memiliki fondasi sekuat yang dimiliki Chen Mo saat ini.

Penatua Li kembali mengamati lebih teliti.

Namun tidak menemukan tanda-tanda penggunaan teknik terlarang.

Justru sebaliknya.

Fondasi Chen Mo terlihat sangat stabil.

Seolah telah ditempa berulang kali.

Di sisi lain, Zhang Hu akhirnya kehilangan kesabaran.

"Diam dan terima pukulanku!"

"Tidak."

"Kenapa?!"

"Itu ide yang buruk."

Tawa kembali meledak dari kerumunan.

Urat di pelipis Zhang Hu berkedut hebat.

Ia menyerang sekali lagi.

Namun karena terlalu terburu-buru, langkahnya sendiri menjadi kacau.

Chen Mo hanya bergeser sedikit.

Zhang Hu kehilangan keseimbangan.

Bruk!

Tubuhnya jatuh tersungkur di tengah arena.

Lapangan langsung sunyi.

Beberapa murid bahkan lupa berkedip.

Zhang Hu perlahan mengangkat kepala.

Wajahnya merah karena malu.

Ia tidak kalah.

Namun situasi ini terasa jauh lebih memalukan daripada kalah.

Chen Mo berdiri beberapa langkah darinya.

"Kalau mau jatuh, lain kali pilih tempat yang lebih nyaman."

Kerumunan langsung meledak oleh tawa.

Zhang Hu hampir muntah darah karena marah.

Tanpa mengatakan apa pun, ia segera bangkit dan pergi meninggalkan arena.

Langkahnya cepat.

Sangat cepat.

Jelas ia tidak ingin tinggal lebih lama.

Penatua Li menatap Chen Mo beberapa saat sebelum mengangguk pelan.

"Menarik."

Hanya satu kata.

Namun cukup membuat banyak murid terkejut.

Karena sangat jarang Penatua Li memuji murid luar.

Di kejauhan, Lin Qingyue yang baru datang juga menyaksikan semuanya.

Tatapannya tertuju pada Chen Mo.

Perasaan aneh kembali muncul dalam hatinya.

Chen Mo masih berada di tingkat Pemula Dasar.

Namun semakin lama diamati, semakin sulit dipahami.

Sementara itu, Chen Mo sendiri sedang memikirkan hal yang jauh lebih penting.

Yaitu apakah makan siang hari ini gratis atau tidak.

Sayangnya, sistem tidak memberikan jawaban.

Untuk pertama kalinya, banyak pasang mata mulai tertuju padanya.

Ada yang penasaran.

Ada yang kagum.

Ada yang iri.

Dan ada pula yang mulai memendam niat buruk.

Chen Mo belum menyadarinya.

Namun sejak hari ini, kehidupannya di Sekte Awan Hijau tidak akan setenang sebelumnya.

1
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
🤣🤣kenapa dia nawar bayaran misi🤣👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
waduh masalah datang lagi🤣🤣
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
Chen Mo memang selalu di hampiri Masalah 🤣🤣
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
hahahahaha 🤣🤣masuk kelompok aneh
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
apakah musuh atau teman👍😀
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
misterius 🤣👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
hahahaha🤣🤣
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
ayoooo rubah kecil gigit sepatu lagi 🤣🤣🤣
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
menarik
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
🤣🤣kabur musuhnya
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
rubah nya sama ngeselin kayak Chen Mo 🤣🤣
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
🤣🤣aku baca bab ini sampe perut sakit gara2 ketawa 🤣🤣
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
kitab yang tidak lengkap bisa sempurna ditangan Chen Mo 🤣🤣
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
🤣🤣hahahaha...Chen Mo mulut nya bikin orang kesel🤣
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
🤣🤣🤣🤣
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
🤣🤣hahahaha... definisi masih miskin🤣
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
🤣🤣sang penjual kalah debat dengan Chen Mo🤣🤣
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
ayooooo murnikan🤣
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
Cheng Mo polos apa emang pura2 polos🤣🤣🤣
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
lanjut Thor 👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!