NovelToon NovelToon
LUKA YANG MENGANTARKAN KU PULANG

LUKA YANG MENGANTARKAN KU PULANG

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa Fantasi / CEO / Tamat
Popularitas:509
Nilai: 5
Nama Author: NATstory

Tika, seorang wanita yang tumbuh ditengah keluarga yg tidak harmonis,sejak kecil,ia terbiasa hidup dlm kekurangan,menyaksikan Ibunya berjuang sendirian, sementara sang ayah lebih sibuk mengejar gengsi dari pada memperhatikan keluarga nya.
Demi bertahan Hidup&membantu sang Ibu,Tika bekerja sebagai penyanyi Cafe sambil menyelesaikan Pendidikan nya.
ditengah kerasnya kehidupan,hadir Dika,seorang Pria Mapan yg memberikan Perhatian&kehangatan yg selama ini ia tidak pernah rasakan,namun cinta mereka terhalang oleh kenyataan yg Rumit karena perbedaan Dunia serta status Dika yg telah memiliki keluarga.
saat hubungan mereka mulai retak,karena kesalahan pahaman dan luka yang tak kunjung sembuh,Andre,cinta pertama yg pernah meninggalkan nya kembali Hadir,dengan kesabaran dan ketulusan, andre berusaha perbaiki kesalahan masa lalu dan membuktikan bahwa cinta nya masih sama.
Antara luka,keluarga, penghianatan, harapan dan pilihan yang sulit, tika harus menentukan jalan hidupnya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NATstory, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DIANTARA JANJI DAN MASALALU

“Waaaa bagus banget mas,ini lunas kan?😅”tanyaku canda.

"iyalah,hmm..saya juga bawain ini buat kamu,”Dika mengeluarkan cincin untukku”aku terkejut.

" hemat dong mas,semua yang mas dika beri itu sudah lebih dari cukup ”jawabku menarik nafas panjang.”

emang kalau uang saya habis,kamu masih mau sama saya?”tatap dika serius.

"kok gitu,uda ah jangan bahas aneh aneh,nyalain ac dong,ini caranya gimana!”.ujarku mengutak-atik mobil baru.

tiba tiba Wajah mas dika berubah serius, sepertinya ada yang ingin dia sampaikan.

”ng..sayang,mungkin ini berat menjelaskannya,tapi saya harus bicara sekarang.”ujar dika memulai pembahasan.

'ada apa?”tanyaku ingin tau.”

“seminggu lalu,orang rumah tau tentang hubungan kita,dia mulai melacak keberadaan kamu,dan aku rasa,baiknya kita gak ketemu dulu sementara,kita tunggu sampai suasana aman,apa kamu pernah ada telepon misterius?!” Tanya Dika lalu aku menggeleng,”

“maksud mas dika kita putus?!”tanyaku kurang jelas.”

“bukan putus,kamu bisa kan bersabar,semua sudah saya amankan,agar orang rumah tidak cari kamu,ini nomer baru yang harus kamu ganti,jangan dulu tlp,kalau bukan saya duluan yang tlp.”ujar dika serius.

mataku berkaca kaca,

”Kenapa harus mewek si,kayak mau ditinggal mati aja!Gimana saya bisa balik kesurabaya dengan tenang,kalau kamu nangis kayak gini,kamu harus ngerti dong kondisinya,kan semua demi kebaikan kita.”

Bagiku,cinta seperti ini memang membuatku banyak menguras air mata.

”dengar,kamu pernah bilang,kamu pengen kuliah’kamu bisa kuliah,dan mengisi waktumu selama gak sama saya,biarkan saya selesaikan dulu urusan dirumah,tolong,kamu sabar”!!ujar dika memohon.

aku tau ini berat,tapi apakah aku bisa jauh dari mas dika dengan waktu yang belum bisa ditentukan sampai kapan.

Akhirnya, waktu nya pun tiba.

Perlahan aku mulai menjalani hidup dengan rutinitas baru. Aku berusaha melupakan masa lalu dan fokus pada kuliah serta kehidupan yang sedang kubangun.

Kebetulan, mobilku sedang menjalani servis rutin. Karena itu, aku memutuskan pulang menggunakan taksi online setelah selesai mengikuti perkuliahan.

Namun, sesuatu yang tak pernah kuduga justru terjadi,Di tengah suasana kampus yang ramai, sebuah mobil melaju perlahan memasuki area parkir. Tanpa sengaja, mobil itu menyerempetku hingga aku kehilangan keseimbangan dan terjatuh.

"Aduh!"

Aku segera bangkit sambil membersihkan debu yang menempel di pakaian,Saat pengemudi mobil itu turun dan menghampiriku, aku terdiam Jantungku seolah berhenti berdetak.

"Andre...?!"

Begitu pula dirinya.

Ia tampak sama terkejutnya.

"Tika?"

Aku memalingkan wajah, berusaha menyembunyikan gejolak yang tiba-tiba muncul di dalam dada.

Pertemuan itu menjadi awal dari kekacauan baru,Andre kembali hadir dalam hidupku, membawa serta masa lalu yang selama ini berusaha kukubur dalam-dalam.

"Tika, aku mohon. Kita harus bicara. Ini penting," ujarnya dengan napas tidak beraturan.

"Aku kehilangan kontakmu selama ini. Tolong, ikut aku sebentar. Kita bicara di mobil."

Tatapan Andre terlihat begitu serius,Aku terdiam beberapa saat,sebagian diriku ingin pergi dan mengabaikannya begitu saja Namun sebagian yang lain ingin mengetahui alasan di balik kemunculannya yang tiba-tiba.

Mungkin sudah waktunya semua ini diselesaikan.

"Mau bicara apa lagi?" tanyaku dingin.

"Please, Tika. Kasih aku kesempatan."

Aku menghela napas panjang.

Baiklah Mungkin ini memang harus menjadi pertemuan terakhir kami,Aku mengikuti Andre menuju mobilnya, berharap setelah hari ini ia tidak akan lagi mengganggu hidupku.

Sepanjang perjalanan, suasana terasa canggung,Tak ada satu pun dari kami yang memulai percakapan.

"Andre, aku sudah bertunangan. Aku berharap kita tidak dipertemukan lagi seperti ini."

Aku memalingkan wajah ke arah jendela mobil, berusaha menghindari tatapannya,Namun Andre meraih tangan kananku dengan lembut.

"aku minta maaf."

Suaranya terdengar berat.

"Aku tahu kamu kecewa sama aku. Aku pergi ke Belanda bukan karena aku berhenti mencintaimu. Waktu itu orang tuaku tidak setuju dengan hubungan kita. Aku takut kalau mereka akan menyakiti perasaanmu, jadi aku memilih pergi."

Andre mulai menjelaskan semuanya dengan rinci Tentang pertengkaran dengan keluarganya, tentang keputusannya meninggalkanku, dan tentang alasan yang selama ini tidak pernah ia sampaikan.

Semua penjelasan itu seolah membawaku kembali ke masa lalu Masa ketika aku pernah sangat mencintainya Masa ketika aku menunggu kabar darinya setiap hari,Masa ketika aku menangis karena merasa ditinggalkan tanpa alasan.

"Karena mereka nggak suka sama papaku yang toxic, kan?" balasku lantang.

Andre terdiam beberapa saat,Lalu ia mengangguk pelan.

Dadaku terasa sesak,Meski sudah berlalu cukup lama, ternyata luka itu masih ada,Masih tersimpan di sudut hati yang selama ini kupaksa untuk melupakan.

"Aku masih mencintai kamu, Tika."

Aku menoleh,Tatapan Andre terlihat sungguh-sungguh.

Tidak ada keraguan di sana,Wajah itu kembali membawaku pada kenangan yang pernah kami miliki bersama,Kenangan yang dulu begitu indah.

Andai saja dulu kamu tidak meninggalkanku...

Mungkin hidupku tidak akan sejauh ini berantakan,Kalimat itu hanya berani kuucapkan dalam hati.

Aku menunduk, mencoba menenangkan perasaanku yang tiba-tiba kacau,Di sisi lain, hubunganku dengan Mas Dika juga sedang tidak baik-baik saja,Kesalahpahaman, emosi, dan jarak perlahan menciptakan tembok di antara kami.

Kami sama-sama terluka,dan untuk pertama kalinya setelah sekian lama,aku mulai mempertanyakan banyak hal,Tentang cinta,Tentang pilihan,Dan tentang siapa yang sebenarnya ingin kuperjuangkan.

_________________________________________________

Keesokan harinya, aku sedang berada di rumah ketika ponselku berdering.

Melihat nama Mas Dika muncul di layar, senyumku langsung mengembang.

"Hai, Mas. Apa kabar?" sapaku ceria.

"Baik, Sayang. Gimana kuliahnya? Lancar?" tanya Dika seperti biasa.

"Lancar. Tapi aku kangen banget. Pengen ketemu," ujarku manja,Namun, respons yang kuterima justru di luar dugaan.

"Dari kemarin isinya ngeluh terus. Kalau kamu capek dengan hubungan ini, cari saja pria lain."

Aku langsung terdiam,Nada suaranya terdengar dingin dan penuh emosi.

"Mas..." gumamku pelan,Mungkin dia sedang lelah,mungkin ada masalah yang sedang membebani pikirannya,aku berusaha memahami.

"Kok Mas Dika bilang begitu? Ada apa sih, Mas?" tanyaku hati-hati.

"Mas sudah nggak sayang sama aku, ya?"

Bukannya menjawab dengan lembut, Dika justru terdengar semakin kesal.

"Nggak sayang yang gimana? Coba bilang sama saya!"

Suaranya meninggi.

"Kurang apa selama ini? Kurang perhatian? Kurang sayang? Atau mungkin kurang materi?"

Aku benar-benar tidak mengerti ke mana arah pembicaraan ini.

"Ada apa sih sama Mas hari ini?" tanyaku heran.

"Kenapa tiba-tiba bawa-bawa materi?"

Dika mengembuskan napas panjang.

"Karena semuanya pakai materi, kan?"

Aku terdiam.

"Untuk membahagiakan pasangan, semuanya butuh materi. Betul nggak?"

Nada suaranya terdengar tegas, namun juga menyimpan kelelahan yang selama ini mungkin tak pernah ia tunjukkan.

Aku mulai kesal.

Bukan karena ucapannya semata, tetapi karena ia memilih melampiaskan emosinya kepadaku tanpa menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.

"Sepertinya Mas Dika lagi capek,.

Aku menahan diri agar tidak ikut terpancing emosi.

"Baiknya Mas istirahat dulu."

Beberapa detik aku terdiam sebelum melanjutkan.

"Selamat malam, Mas."!ⁿ

Tanpa menunggu jawaban, kututup telepon itu,Aku memandangi layar ponsel yang kini gelap,entah kenapa, hatiku terasa berat,Aku merindukan Dika yang hangat dan selalu membuatku merasa aman,Bukan Dika yang dingin dan penuh amarah seperti hari ini.

Untuk pertama kalinya, aku merasa ada jarak yang mulai tumbuh di antara kami,Dan aku tidak tahu bagaimana cara menghentikannya.

Tiga hari berlalu. Suasana hatiku masih tidak baik-baik saja. Hubunganku dengan Mas Dika semakin membingungkan. Akhir-akhir ini ia sering marah tanpa alasan yang jelas, sementara aku sendiri merasa kondisi tubuhku semakin menurun.

Suatu pagi, aku bahkan tidak sanggup bangun dari tempat tidur,Mama panik melihat keadaanku. Ia segera menelepon Hilda dan memintanya membantu membawaku ke rumah sakit.

Setelah diperiksa, dokter mengatakan aku harus menjalani rawat inap karena tifus.

"Nak, Mama tinggal tebus obat dulu ya," pamit Mama sebelum meninggalkan kamar.

Tak lama kemudian,"Andre.!

Di tangannya ada sekantong buah kesukaanku,Wajahnya tampak penuh kekhawatiran.

"Kenapa kamu lagi sih, Ndre? Aku nggak mau ketemu kamu," ujarku sambil memegang kepala yang terasa berat.

Andre tidak tersinggung.

"Tolong, beri aku kesempatan untuk memperhatikanmu sampai kamu sembuh."

Nada suaranya terdengar serius,Aku terlalu lemas untuk berdebat,Terserah dia mau melakukan apa. Saat ini aku hanya ingin fokus sembuh agar bisa menyelesaikan masalahku dengan Mas Dika.

Hari pun berlalu,hampir seminggu aku dirawat,Kondisiku mulai membaik,Selama itu pula Andre hampir tidak pernah absen datang menjengukku.

jam menunjukkan pukul delapan malam,,Aku terbangun tanpa sadar mencari ponselku,Entah kenapa, wajah Mas Dika tiba-tiba terlintas di pikiranku,Namun tidak ada satu pun pesan darinya,Tidak ada panggilan,Tidak ada kabar.

Apakah dia benar-benar sudah melupakanku?Air mataku jatuh begitu saja.

Andre yang sedang duduk di samping tempat tidur mengusapnya perlahan.

"Kamu kenapa? Ceritalah. Aku akan mendengarkan."

Aku menepis tangannya pelan.

"Jadi selama seminggu kamu ke sini cuma buat mengorek kisah hidupku?"

Andre menarik napas panjang.

"Bukankah aku masih boleh memperjuangkan cintaku?"

Aku terdiam, aku lelah

"Tolong biarkan aku sendiri, Ndre."

Aku membuang muka.

Namun Andre tetap menatapku.

"Kamu nggak perlu bersandiwara Tik. Aku sudah tahu semuanya."

Aku langsung menoleh,Kurasa Hilda telah menceritakan banyak hal tentangku kepadanya.

"Lantas apa aku salah?" tanyaku lirih."Aku juga nggak tahu kenapa aku bisa mencintainya sedalam ini."ujarku mengusap air mata yang kembali jatuh.

Andre menatapku penuh rasa prihatin.

"Iya,Tapi tidak dengan pria beristri kan? ."

aku terkejut mendengar nya.

"Tik, Penderitaan kamu nggak akan berhenti,Batin kamu akan terus tersiksa."

Ia menggenggam tanganku.

"Aku benar-benar mencintaimu."tatapan Andre serius.

Aku hanya menunduk.

Belum selesai dengan perasaanku terhadap Mas Dika,Andre hadir dan membuat semuanya semakin rumit.

Aku butuh ruang untuk berpikir,Kenapa dia tidak bisa memberikanku kesempatan untuk sendiri?

tiba-tiba kami sama-sama terdiam,ada Seseorang berdiri di ambang pintu.

Jantungku langsung berdegup kencang.

"Mas Dika...?"

Wajahku memucat,Entah sejak kapan ia berdiri di sana,tatapannya tertuju pada tangan kami yang masih saling menggenggam.

"Jadi pemandangan ini yang harus saya lihat setibanya di Jakarta?"

Senyumnya hambar.

"Maaf sudah mengganggu kalian."Ia berbalik dan pergi.

"Mas Dika!"ujarku panik.

Aku berusaha bangkit dari kursi roda,tapi,tubuhku terlalu lemah,Keringat dingin mulai mengalir,Perutku mual,Pandanganku berkunang-kunang,Aku hanya bisa menangis.

"Ndre, tolong! Cepat kejar dia!"

Isakku pecah."Tolong jelaskan ke Mas Dika kalau kita nggak ada hubungan apa-apa!"

Namun Andre menggeleng.

"Maaf, Tik. Aku nggak akan pergi. Aku tetap di sini jaga kamu."

Ia memelukku erat meski aku terus memberontak,aku tahu,Mungkin kepercayaan Mas Dika sudah benar-benar hilang,aku tidak tahu apakah masih ada kesempatan untuk memperbaiki semuanya.

_________________________________________________

Waktu berlalu,kondisiku mulai pulih,seperti biasa, Andre masih setia menemaniku melewati masa-masa sulit.

Suatu sore aku duduk termenung di teras.

"Mas Dika sudah nggak sayang lagi sama aku, ya, Ndre?"

Andre menatapku lama sebelum menjawab.

"Anggap saja dia sudah kembali ke keluarganya. Kalau kamu bisa melepaskannya, itu jauh lebih mulia🙂

Aku hanya terdiam,tak lama Andre pulang meninggalkanku sendiri,Beberapa hari terakhir aku memang lebih sering diam,jujur,Aku merindukan Mas Dika,Aku ingin bertemu dengannya,tak banyak berpikir,ku ambil kunci mobil, lalu pergi menuju rumahnya,Aku harap ia masih mau mendengarkan penjelasanku.

Setibanya di sana,Mas dika terkejut,Namun ia tidak mau menatapku,Aku memberanikan diri berdiri di hadapannya dan meraih tangan kanannya.

"Mas, aku ke sini cuma mau mengembalikan semua ini,Dan semua yang tersisa dari hubungan kita."

Dika menghela napas panjang.

"Buat apa dikembalikan?"

Ia membelakangiku.

"Lebih baik kamu pulang. Kondisimu belum pulih sepenuhnya,dan Saya rasa kita memang sudah nggak cocok lagi, Tika."ujar dika.

aku tetap berdiri disana,kalimat itu terasa seperti pisau yang menusuk dadaku, lalu berbalik menatap kearah ku.

"Tika,kenapa kita selalu bertengkar? Saya sudah berusaha mengikuti kamu. Saya nggak bisa terus menjadi orang lain hanya untuk membuat kamu bahagia."

Aku menggeleng kuat-kuat."Andre bukan siapa-siapa buat aku, Mas."

Dika tertawa pahit.

"Saya lihat sendiri dia menggenggam tangan kamu di rumah sakit,dia Ia menatapmu,Dan kamu masih bilang dia bukan siapa-siapa?"

tika hanya terdiam.

"Toh saya sudah punya istri. Ada pria lajang dan mapan yang jauh lebih mengerti kamu."

Nada suaranya terdengar getir.

"pergilah dari saya."!

aku berusaha tetap berdiri meski tubuhku masih lemah,Namun kepalaku mendadak berputar,Pandanganku menggelap,Tubuhku limbung.

Beruntung Dika sigap menangkapku sebelum jatuh ke lantai.

"Tika!"

Ia langsung mengangkat tubuhku,tapi saat itu juga Andre datang."Biar saya yang bawa dia pulang."

Andre berdiri tepat di hadapan Dika.

"Tapi dia pucat. Saya nggak mungkin membiarkan dia pergi seperti ini."

Suara Dika terdengar panik,Andre menatapnya tajam.

"Itu artinya Anda masih mencintai Tika, kan?"

Dika terdiam.

"Kalau begitu kenapa Anda terus menyakiti perasaannya?"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!