NovelToon NovelToon
Dijodohkan Dengan Pewaris Berbahaya

Dijodohkan Dengan Pewaris Berbahaya

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Nikahmuda / CEO
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Reyanza Rayyan Fahlevy

Pernikahan Yang Rumit, Cinta yang Rumit dan Hati yang juga ikut Rumit!!!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reyanza Rayyan Fahlevy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 28

Alyssa baru saja melangkah keluar dari koridor toilet ketika Vanessa rupanya menolak untuk menyerah begitu saja. Di area ruang tunggu VIP yang agak remang dan sunyi, wanita itu mempercepat langkahnya hingga berhasil memotong jalur Alyssa.

Namun kali ini, ekspresi menyalang penuh amarah yang tadi ditunjukkannya di dalam toilet telah menguap tanpa bekas. Vanessa telah memasang kembali topeng sosialitanya yang sempurna. Dengan senyum ramah yang dibuat-buat, ia menatap Alyssa seolah-olah mereka adalah teman lama yang baru saja terlibat obrolan menyenangkan.

"Maafkan kelancanganku yang tadi di dalam, Alyssa," ujar Vanessa, suaranya kini melunak, terdengar begitu manis namun sarat akan kepalsuan. Ia mengulurkan tangannya yang dihiasi cincin berlian mahal. "Aku hanya terkejut melihat Alvaro membawa seorang wanita ke acara sebesar ini. Perkenalkan, aku Vanessa. Mantan tunangan Alvaro."

Mendengar kata mantan tunangan, Alyssa merasakan sentakan kecil di benaknya. Sifat cerdasnya mendadak memutar kembali memori tentang foto anak kecil yang dirusak di ruang kerja Alvaro, serta peringatan Xavier tentang masa lalu suaminya yang penuh pengkhianatan. Apakah Vanessa adalah bagian dari masa lalu yang membuat Alvaro begitu menutup diri?

Meskipun terkejut, mental baja Alyssa segera mengambil alih. Ia tidak membiarkan riak emosinya terbaca di wajah. Dengan keanggunan yang tenang, ia menyambut uluran tangan Vanessa.

"Alyssa," jawabnya singkat, tegas, dan penuh wibawa.

Vanessa menarik kembali tangannya, lalu terkekeh pelan sebuah tawa renyah yang terdengar sopan namun mengintimidasi. Ia mulai melontarkan kalimat-kalimat yang dikemas dengan tata bahasa kelas atas, tetapi setiap katanya dipenuhi dengan sindiran tajam yang menusuk.

"Senang akhirnya bisa berkenalan dengan wanita yang berhasil duduk di kursi Nyonya Maheswara," kata Vanessa sembari berjalan perlahan mengitari Alyssa. "Hanya saja... aku sedikit prihatin. Menjadi istri Alvaro berarti kau harus siap hidup dalam bayang-bayang. Pria itu memiliki standar yang sangat tinggi, terutama setelah apa yang kami lalui bersama dulu. Kuharap kau bisa bertahan dengan sifat kakunya, Alyssa. Menangani Maheswara Group tidak semudah mengurus perusahaan kecil yang hampir bangkrut seperti Pradipta."

Sindiran itu sangat jelas. Vanessa sengaja membawa-bawa kondisi finansial Pradipta Group untuk merendahkan harga diri Alyssa, sekaligus ingin membuat Alyssa merasa tidak pantas dan tidak selevel untuk berada di sisi Alvaro.

Alyssa menegakkan bahunya, menatap Vanessa dengan tatapan taktis yang menusuk. "Terima kasih atas keprihatinan Anda, Nona Vanessa. Namun, sebuah perusahaan yang hampir bangkrut ini justru memiliki nilai strategis yang cukup tinggi hingga seorang Alvaro Regantara bersedia mengikatkan namanya dengan nama saya. Di dunia bisnis, kita tidak melihat masa lalu, melainkan potensi masa depan. Dan tampaknya, masa depan Alvaro kini ada di tangan saya, bukan lagi di masa lalu yang sudah selesai dengan Anda."

Senyum palsu di wajah Vanessa seketika membeku. Ia tidak menyangka bahwa istri kontrak Alvaro ini memiliki lidah yang begitu tajam dan mental yang tidak mudah diguncang.

"Kita lihat saja seberapa lama kau bisa mempertahankan kepercayaan diri itu, Alyssa," desis Vanessa, suaranya merendah dengan nada mengancam sebelum akhirnya ia berbalik dan melangkah pergi meninggalkan koridor dengan hentakan stiletto yang tajam.

Pertemuan singkat di ruang tunggu VIP itu meninggalkan kesan buruk yang mendalam di hati Alyssa. Sifat taktisnya memperingatkan bahwa Vanessa bukan sekadar wanita cemburu yang dangkal; dia adalah ancaman nyata yang siap menggunakan celah apa pun untuk merusak aliansinya dengan Alvaro. Dan malam itu, di balik kemegahan gala bisnis Maheswara, sebuah garis permusuhan telah ditarik dengan tegas, menjadi awal dari perseteruan panjang yang akan menguji ketahanan mental sang Nyonya Maheswara yang baru.

...****************...

Ketika Alyssa kembali ke dalam, riuh rendah musik klasik dan obrolan para elite korporasi langsung menyambutnya. Namun, pikirannya tidak lagi berada di sana. Informasi tentang status Vanessa sebagai mantan tunangan Alvaro terus berputar di kepalanya, memicu berbagai kalkulasi baru dalam benak cerdasnya.

Dari kejauhan, Alvaro langsung menangkap presensi Alyssa yang berjalan kembali ke arahnya. Sifat jeli pria itu menyadari ada perubahan kecil pada ketegangan di bahu Alyssa dan binar matanya yang tampak lebih waspada dari beberapa menit lalu.

"Kau lama sekali," ucap Alvaro begitu Alyssa kembali menautkan tangannya di lengan tegap sang suami. Suara baritonnya rendah, tersamarkan oleh denting gelas di sekitar mereka. "Ada masalah?"

Alyssa melirik Alvaro dari sudut matanya, menatap rahang tegas pria 28 tahun itu yang tampak kokoh bak pahatan batu. "Tidak ada. Hanya bertemu dengan seseorang dari masa lalumu di luar sana."

Gerakan tangan Alvaro yang hendak meraih gelas sampanye baru dari nampan pelayan seketika terhenti selama satu ketukan yang sangat krusial. Sepasang mata elangnya menegang, dan aura dingin yang pekat langsung menguar dari tubuhnya. "Siapa?"

"Vanessa," jawab Alyssa tenang, suaranya jernih tanpa riak cemburu, murni seperti seorang rekan bisnis yang sedang menyampaikan laporan lapangan. "Dia memperkenalkan diri sebagai mantan tunanganmu. Dan dia cukup bersemangat mengingatkanku tentang posisiku di hidupmu."

Mendengar nama itu, rahang Alvaro mengeras hingga guratan otot di lehernya terlihat jelas. Tatapannya menyapu seisi dengan kilat berbahaya, sampai ia menemukan sosok Vanessa yang kini sedang berdiri di dekat Arsen di seberang ruangan. Ada kilasan amarah, muak, dan luka lama yang melintas begitu cepat di mata Alvaro sebelum pria itu berhasil meredamnya kembali di balik topeng esnya.

"Abaikan dia, Alyssa," desis Alvaro, suaranya terdengar lebih tajam dari biasanya. "Dia bukan siapa-siapa. Jangan biarkan dia mencampuri urusanmu."

"Saya tidak terpengaruh oleh kata-katanya, Tuan Alvaro," balas Alyssa sembari menegakkan kepalanya anggun, menyapa sepasang suami istri pejabat yang berjalan melewati mereka dengan senyuman profesional sejati. "Tapi berdasarkan adendum kita tentang saling menghormati harga diri pasangan di hadapan publik, saya rasa saya berhak tahu jika ada potensi ancaman domestik seperti dia yang bisa merusak reputasi aliansi kita."

Alvaro menundukkan kepalanya sedikit, mendekatkan wajahnya ke arah telinga Alyssa hingga napasnya yang hangat berembus di kulit leher istrinya. "Vanessa adalah masa lalu yang sudah mati. Fokusmu malam ini adalah bertahan di sampingku hingga acara ini selesai. Mengerti?"

Alyssa tidak menjawab, ia hanya memberikan anggukan kecil yang formal. Namun di dalam hatinya, Alyssa tahu bahwa permainan ini menjadi semakin rumit. Perseteruannya dengan Vanessa baru saja dimulai, dan melihat bagaimana reaksi Alvaro yang begitu defensif saat nama itu disebut, Alyssa menyadari bahwa mantan tunangan pria itu memegang kunci dari rahasia besar yang selama ini dikunci rapat di dalam hati sang predator Maheswara.

...****************...

Alvaro membawa Alyssa menjauh dari pusat perhatian menuju sudut yang lebih privat di dekat balkon luar. Udara malam yang berembus dari lantai atas hotel langsung menerpa wajah mereka, membawa kesegaran yang kontras dengan kehangatan ruangan di dalam.

Alvaro melepaskan gelas sampanyenya ke atas meja kecil di dekat mereka, lalu berbalik sepenuhnya menghadap Alyssa. Sifat posesif yang jarang ia tunjukkan kini terlihat dari bagaimana ia mengunci pandangan Alyssa di bawah pendar lampu kota yang temaram.

"Aku tidak suka mengulang kalimatku, Alyssa," ucap Alvaro, suaranya kini terdengar seperti geraman rendah yang tertahan. "Vanessa tidak memiliki kuasa apa pun atas diriku maupun posisi yang kau tempati sekarang. Dia hanya mencoba menggertakmu karena dia tahu kau adalah kelemahanku di depan publik malam ini."

"Kelemahan?" Alyssa menaikkan sebelah alisnya, sifat beraninya tertantang oleh pilihan kata Alvaro. "Saya kira saya adalah tameng Anda, bukan kelemahan."

Alvaro terdiam selama beberapa detik. Tatapan matanya turun ke arah bibir jernih Alyssa sebelum kembali mengunci manik mata wanita itu. "Di mata musuh-musuhku, tameng dan kelemahan adalah dua hal yang sama. Jika mereka bisa merusakmu, mereka bisa menghancurkanku. Jadi, jangan pernah biarkan Vanessa atau siapa pun merendahkanmu lagi seperti tadi."

Mendengar penuturan Alvaro, dada Alyssa bergemuruh kecil. Itu adalah pengakuan paling protektif yang pernah ia dengar dari mulut sang suami sejak mereka terikat dalam pernikahan kontrak ini. Sifat taktisnya mencatat bahwa Alvaro tidak sedang membela masa lalunya, melainkan sedang menegaskan territorial dan keamanan aliansi mereka.

Sebelum Alyssa sempat membalas, langkah kaki yang tergesa terdengar mendekat ke arah balkon. Xavier muncul dari balik tirai beludru dengan ekspresi wajah yang tampak tegang dan serius.

"Alvaro, maaf mengganggu," bisik Xavier dengan nada mendesak, matanya sempat melirik Alyssa dengan isyarat waspada. "Ada pergerakan dari Arsen di dalam. Dia baru saja meninggalkan aula bersama salah satu direktur utama dari perusahaan kompetitor Pradipta Group. Aku rasa mereka sedang merencanakan sesuatu untuk besok pagi."

Mendengar laporan dari tangan kanannya, aura predator di dalam diri Alvaro seketika bangkit. Kedengkian Arsen dan kehadiran Vanessa malam ini bukanlah sebuah kebetulan; mereka sedang mulai menenun jaring intrik baru untuk menjatuhkan dirinya dan Alyssa secara bersamaan.

Alvaro mengangguk kecil pada Xavier, lalu beralih menatap Alyssa dengan tatapan yang kembali dingin namun sarat akan tekad mutlak. "Gala malam ini sudah cukup bagi kita. Ayo pulang, Alyssa. Permainan yang sesungguhnya baru saja dimulai di luar sana."

1
THE GIRL COOL😑
bagyuuuuusssss
THE GIRL COOL😑
hampir aja Alyssa ketabrak😭 gue kaget
THE GIRL COOL😑: kwwkkwkw🤣🤣🤣
total 2 replies
THE GIRL COOL😑
peransaran gue sama foto nya
THE GIRL COOL😑
wkwkwk! pas di meja makan gue sampe mau ketawa untuk ke tahan😭
THE GIRL COOL😑
gue baca nya ngakak banget!!! bagus thor kau berbakat👍👍👍😍
reyanzarayyanfahlevy_: hehehhe bisa aja😍, masih pemula kakak😭😍
total 1 replies
THE GIRL COOL😑
🤣🤣🤣
THE GIRL COOL😑
gue kadang heran... Alvaro sama cewek nya Alyssa sama "AL" depan nya😍
reyanzarayyanfahlevy_: iyaaaapppp🤭
total 1 replies
THE GIRL COOL😑
brak² aja🤣 sabar²👍
reyanzarayyanfahlevy_: wkwkwk🤣🤣
total 1 replies
THE GIRL COOL😑
gue baca peraturannya kesel cok
THE GIRL COOL😑
Berarti si Al Siapa namanya Si ceweknya itu nggak usah membuat makanan buat dia nggak boleh nyiapin apalah Pokoknya nggak boleh gituan dilarang sekalian gitu biar Alvaro nya tuh gua kesel
THE GIRL COOL😑
wow sok kali ini alvaro🤣🤣🤣
THE GIRL COOL😑
seangkuh itukah seangkuh itukah Alvaro
reyanzarayyanfahlevy_
Aku Bangga dengan Karya Ku...........
THE GIRL COOL😑
gue yg baca aja sakit cok🤣
THE GIRL COOL😑: yg alvaro bilang kalau apa gitu ada lah😭😭🤣🤣🤣
total 2 replies
THE GIRL COOL😑
kejambah woiii😭😭😭
reyanzarayyanfahlevy_: wekduyyy
total 1 replies
THE GIRL COOL😑
jjangan di kasihani al!!!
reyanzarayyanfahlevy_: 😭🤭🤭 wkwkwkwk🤣🤣
total 1 replies
THE GIRL COOL😑
jijik
THE GIRL COOL😑
terharu wehhh😭
THE GIRL COOL😑
di jodohi emang gak enak, bukti nya kk aku
THE GIRL COOL😑: serius!!!
total 2 replies
THE GIRL COOL😑
isss sombong
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!