NovelToon NovelToon
Sekretaris Kesayangan Bos

Sekretaris Kesayangan Bos

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Perjodohan / CEO
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Vedyta Hyuk

Jalur mature book, yang masih piyik jangan masuk 📌🙏🏻

Kenzo yang di khianati kekasih di masa lalu membuat dia tak mau dekat dengan wanita manapun. mantan kekasihnya adalah ibu tirinya saat ini.
Bagi Kenzo cinta adalah omong kosong, cinta cuma bisa di buktikan di atas ranjang, setelah itu tak ada ikatan apapun.

Kenzo Eko Armanta saat ini adalah sosok dingin, arogan, cuek, semaunya dan kejam.
Tiba-tiba saat seorang gadis bernama Vinda yang menjadi sekretaris baru masuk ke lingkungan hidupnya, gadis itu bisa memporak-porandakan kebekuan Hati Kenzo, saat itu lah dia baru sadar jika cinta itu masih ada.
Kenzo bisa kembali bersikap manusiawi dan mempercayai cinta lagi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vedyta Hyuk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Di terima kerja di tempat baru

"Dia siapa sih? Kok Pak Kenzo bisa perhatian sekali?"

"Katanya sih dia calon pegawai yang melamar tadi"

"Ugh dasar caper dia seperti sengaja menabrak bos kita tadi"

"Perempuan murahan dasar genit! Sok sakit kakinya padahal pura pura saja" Ujar Calista iri, si anak toko outlet yang sering rese.

"Iya aku muak dengan sok gaya nya yang kesakitan tadi, cantik sih tapi murahan hehehe" jawab Medila yang tak kalah julid.

"Ehm ehm" Tiga pegawai bagian outlet dan office girl tadi langsung menoleh dan ketakutan melihat tampang seram Kenan yang berdehem di belakang mereka.

"Kalian masih jam kerja ya mbak, kembali ke posisi kalian dan jangan bergosip lagi!"

"Eehh hehehe maafkan kami pak manager"

"Yasudah sana kerja lagi!" Bentaknya

Kini dalam ruangan kerja CEO tempat ini yang luas itu hanya tersisa dua orang, Kenzo dan Vinda yang masih saling diam dengan pria itu yang sibuk membukai lamaran dari gadis yang tengah duduk dengan gugup di sofa depan nya.

"Kau lulusan universitas XX untuk pendidikan diploma akuntansi" Vinda mengangguk pelan, dia memilin ujung rok Hitamnya dan lebih banyak menunduk. "Kenapa tak ada referensi dari pekerjaanmu sebelumnya?"

"Anu itu karena saya tak meminta referensi dari mereka"

Kenapa gak minta?"

"Karena~" Vinda bingung harus memberi alasan apa, tak mungkin dia memberi tahu soal bos di tempat kerjanya terdahulu yang MEMAKSA mau menikahinya, meski istrinya di rumah sudah ada tiga.

"Karena apa? Kenapa diam dan bingung? Semua perusahaan pasti meminta referensi tertulis dari calon pegawai di tempat kerja dia sebelum nya kan?"

Kenzo menaikkan alisnya, jujur dia penasaran saat bertemu Vinda di club malam itu dan gadis itu meracau sering sekali dia mengumpati -bos sinting, bos gila, bos hidung belang- meskipun dia tak tahu siapa yang di caci maki gadis itu.

"Pak, maaf jika saya memang tak memenuhi syarat tidak masalah saya akan menarik berkas lamaran saya, maaf pak, saya permisi"

"Siapa yang menyuruhmu pergi? Urusanmu denganku belum selesai!" Vinda yang sudah berdiri meskipun kakinya mungkin masih pincang terpaksa duduk lagi dengan nyali menciut karena tatapan tajam CEO ganteng itu.

"Maafkan saya pak, anu saya pikir~"

"Kamu harus bekerja di sini mulai besok dan posisi sekretaris di sini masih kosong, jadi kamu bisa menempatinya mulai besok"

Kenzo memotong dan merapikan map lamaran gadis itu. "Eoh? Be....benarkah?"

Vinda heran lagi, bukankah dari informasi manager tadi tak ada lowongan posisi sekretaris lagi di perusahaan ini.

"Kenapa? Apa ada yang ingin di tanyakan lagi?" Kenzo mendekap lengannya saat ekspresi gadis itu terlihat bingung dengan mimik mengigit bibir nya.

Sial.....

Kenapa dia harus berhadapan dengan -makhluk tuhan - secantik ini. Dan doble sial.

Karena tiba-tiba tubuhnya memanas hanya gara-gara melihat ekspresi wajah cantik itu yang menggemaskan luar biasa.

"Apa saya sungguh bisa bekerja di sini?"

Vinda sebenarnya tak percaya semudah ini melamar kerja di tempat sebesar Tous Lesjours yang biasanya sangat ketat dalam penerimaan pegawai.

"Iya bisa, jika kamu lupa, hutangmu padaku masih lima juta nona, jadi jika kamu mundur dari posisi ini aku akan meminta lagi uangku pada pemilik kontrakan kamu atau kamu siap siap saja pergi dari sana karena kontrakan itu milikku"

"Ahk tidak, jangan pak! baiklah saya setuju saja" Vinda buru-buru menggeleng panik dan langsung membungkuk takut.

"Harap pak Kenzo mau memaafkan saya" Kenzo terkekeh, sikap yang sangat berbeda dari yang semalam di club, dan dia makin tertarik untuk mengetahui lebih jauh gadis ini.

Sebuah pemikiran yang aneh dari Kenzo yang biasanya tak pernah tertarik mengenal mahkluk perempuan manapun lebih jauh selain sebagai pemuas nafsu di ranjang.

"Astaga dasar pelit dan perhitungan sekali ckck dia memotong satu setengah juta setiap bulan dari gajiku, argh mana gajiku cuma lima juta, heh memangnya siapa yang mau hutang uang dengannya sebanyak itu?!"

Dengan bersungut baru saja keluar dari ruangan keuangan perusahaan itu Vinda medumel dan menghentakkan high heels hitamnya.

"Argh nggak apa-apa deh, ini lebih baik daripada aku menganggur dan ayah tak bisa berobat rutin lagi" Vinda berjalan di koridor menuju outlet depan dan menyapa beberapa pegawai yang berpapasan dengannya namun wajah beberapa pegawai wanita terlihat tak ramah padanya

"Apa kamu yang bernama Vinda? Sekretaris baru nya pak Kenzo?"

"Iya...benar....maaf anda~"

"Namaku Soranda salam kenal, panggil Soran saja semoga kita bisa berteman ya"

"Ah terima kasih Bu Soran salam kenal juga"

Wanita cantik bernama Soranda Armanta dengan rambut hitam panjang dan blazer kantor berwarna hitam itu terlihat ramah meneliti penampilan Vinda dengan alis mengkerut.

"Semoga kamu betah di posisi ini mbak, ahk aku harap dia tak mengganti sekertarisnya lagi" Kata kata itu membuat Vinda heran, ingin bertanya namun segan dan hanya tersenyum seadanya mengangguk pada wanita itu.

"Kak, kenapa ke ruangan ku lagi, aku masih sibuk ini?"

Kenzo yang masih membolak balik map di mejanya mengibaskan tangannya dan dengan bertolak pinggang wanita itu mendekati sang adik. "Sekertaris mu baru lagi?"

Wanita yang sudah menikah dengan seorang pengusaha pemilik Dept store bernama Andrew Winata berumur empat puluh tahun ini mendekap lengannya, duduk berhadapan dengan Kenzo Eko Armanta sang adik.

"Ngh iya, memang nya kenapa?"

"Jangan coba-coba main api seperti kasus Si Gita, atau aku akan memotong aset mu itu"

"A...apa?" Kenzo mendelik, astaga kenapa sih kakaknya bisa frontal begini? Pakai menyinggung aset berharga nya segala, uh jika -di potong bagaimana dia bisa meneruskan keturunan keluarga Armanta, dasar kakak yang kejam.

"Haish kak, kasus itu kan bukan salahku, si Gita itu memang murahan, dia hamil tapi terbukti bukan anakku kan? Terbukti aku ini bersih, Jangan berpikir aku bisa sembarangan menghamili wanita, apalagi yanh modelan Gita, dia cewek gampangan"

"Oh ya, baguslah jika kamu kapok, tapi ada laporan dari pegawai sini jika kamu sudah berganti sekertaris dua kali hanya dalam sebulan kemarin, apa benar?"

Kenzo mendelik kesal, ulah siapa sih yang mulut nya seperti -ember bocor- melapor pada kakak sulungnya ini, dia jadi mengkeret takut saat wajah Soran mendelik terlihat menakutkan.

"Ehh nggak kok, itu bohong" Kenzo langsung geleng-geleng, dalam benak nya dia sudah siap akan mencekik Kenan Hotman si adik sepupu, si setan jahil yang terlihat jinak, tapi mulutnya bocor, atau Dimas manager pemasaran, ikan sok polos bermuka childish yang sebenarnya mulut nya bawel ke mana-mana.

"Argh yak kak Soran aduh sakit! Kamu seperti mama saja suka menjewer telingaku argh lepas!!"

"Bagus ya, berani sekali berbohong padaku!! Cih kau memecat Adian itu karena dia janda kan dan sudah punya anak satu"

"Argh bukan itu yak kak lepasin sakit!!"

"Lalu alasan apa? Adian itu sekertaris yang baik dan cerdas. Kamu saja yang sinting dan aneh"

"Aish tak usah mengurusi urusan kantorku, kak Soran urusi saja suamimu dan Zevanya"

Setelah melepas jeweran nya wanita itu masih berdiri sambil bertolak pinggang.

"Sampai kapan kau terus main wanita sih Kenzo? Ckck kamu tak kasihan pada mama kita yang pusing memikirkan ulahmu, persis sekali tingkahmu seperti papa!"

"Diam kak, jangan menyebut nama pria tua brengsek itu lagi!!"

Soran langsung terdiam bungkam, dia menatap Kenzo yang mendelik galak dan berdiri dari kursinya.

"Sekarang keluarlah kak aku masih sibuk, katakan pada mama sabtu nanti aku pulang ke rumah"

"Baiklah, maaf jika aku sudah membuatmu emosi" Soranda mengambil tas tangan Prada miliknya dan mengusap bahu adiknya.

Setelah wanita itu keluar dari ruangannya Kenzo duduk di kursinya menelungkupkan kepalanya di meja, dan sebutir air mata jatuh mengaliri rahang tegasnya, semakin lama semakin banyak, dia terisak sendirian bagaikan balita lima tahun yang keinginannya tak di kabulkan.

"Aku membenci bajingan tengik itu, dia sama sekali tak pantas menjadi papaku, Hardi Armanta sialan argh seandainya aku bisa mengganti nama ku bukan lagi Armanta?!"

Menyinggung nama ayahnya akan membuat Kenzo kesal dan selalu emosi, entahlah dia tak bisa melupakan bagaimana ulah sang ayah dulu yang membuat ibunya sering menangis, menderita dan menjadi sasaran tamparan tangan ayahnya.

Karena hobi ayahnya bermain wanita yang parah, hingga akhirnya pak Hardi bercerai dengan Bu Hana saat Kenzo masih duduk di bangku kuliah, dan pria itu akhirnya menikah lagi dengan seorang wanita yang bahkan umurnya belum genap tiga puluh tahun.

"Dasar Pria menjijikkan!"

Kenzo sering memaki seperti itu pada sang ayah, bahkan karena pernikahan kedua ayahnya, dia menjadi tak akur dan cenderung memutus hubungan dengan kepala keluarga Armanta, bahkan saat ayahnya memintanya membantu mengurus operasional PT Ciputra Indah group perusahaan keluarganya, Kenzo dengan tegas menolak, padahal sebagai anak laki-laki keluarga Armanta dia berhak menjadi pengganti sang ayah untuk menduduki kursi CEO di perusahaan jaringan Hotel bintang lima, dan resort mewah itu.

Segala watak dan sikap Kenzo berubah drastis sejak memusuhi ayahnya, dia menjadi arogan, emosian, pemaksa dan susah di bantah, bahkan menjadi pemain wanita, karena dia menganggap wanita hanya makhluk yang suka memanfaatkan tubuhnya demi harta dan uang, persis seperti istri kedua ayahnya, Larasati yang murahan.

1
Ananda Boy
next ka🤭
Ananda Boy
benci aku sama mantan nya Kenzo
Ananda Boy
vjnda km beruntung
Ananda Boy
next ka😍😍
Ananda Boy
wahh makin seru 😍
Ananda Boy
huhhh😭😭
Ananda Boy
lucu 🤣🤣
Ananda Boy
sabar pak Ken 🤣
Ananda Boy
beneran bikin ngakak, Vina itu lucu banget 😄🤣
Ananda Boy
🤣🤣🤣🤣🤣
Ananda Boy
lucu banget buku ini Kenzo yang nakal dan Vina yang lugu
Ananda Boy
maaf kak, aku bengek 🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!