NovelToon NovelToon
Dicintai Sang Berandal Tampan

Dicintai Sang Berandal Tampan

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Bad Boy
Popularitas:7.5k
Nilai: 5
Nama Author: elaretaa

Rachel adalah definisi dari kesempurna, masa depannya begitu cerah, hidupnya sudah diatur sedemikian rupa oleh Ibunya, hingga banyak yang merasa iri pada Rachel. Namun, tanpa mereka tahu, Rachel merasa hidupnya seperti boneka, terutama setelah perceraian Ayah dan Ibunya.

Hingga akhirnya, Rachel sudah muak dengan hidupnya yang selalu diatur oleh Ibunya dan memutuskan untuk pergi menemui Ayahnya dan memilih tinggal bersamanya, Rachel yang terbiasa dengan kemewahan, begitu tersiksa ketika berada di tempat Ayahnya yang jauh berbeda dengan kehidupan mewahnya bersama Ibunya.

Tanpa Rachel sadari, kedatangannya untuk menemui Ayahnya membawa sebuah takdir yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya, di mana ia dipertemukan dengan seorang pria dengan seribu macam permasalahan dalam hidupnya.

Bagaimana kelanjutannya? Apakah Rachel mampu bertahan tanpa kemewahan dari Ibunya? Siapakah pria dengan seribu macam permasalahan tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elaretaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Siapa Daniel?

Pintu kayu itu berderit pelan, Rachel muncul dengan mata yang sembap dan hidung yang memerah, masih mengenakan kaos hitam Daniel yang tenggelam di tubuhnya. Ia tidak mengatakan apa-apa, hanya menatap Daniel dengan pandangan lelah yang membuat pertahanan pria itu runtuh seketika.

​Daniel menyodorkan botol air mineral yang ia bawa, "Minumlah, jangan sampai dehidrasi karena menangis terus," ucap Daniel.

"Jangan ganggu aku, aku sedang ingin sendiri," ucap Rachel dan mengambil botol tersebut lalu kembali menutup pintu tersebut.

Daniel tertegun menatap pintu yang tertutup rapat di depannya, bunyi kunci yang diputar dari dalam terdengar seperti vonis akhir baginya, ia menghela napas panjang dan menyugar rambutnya yang masih lembap oleh air dan oli lalu berbalik menuju area depan bengkel yang kini sunyi senyap.

​"Gimana? Dimaafin?" tanya Dandi yang masih setia nongkrong di atas ban bekas sambil menyesap kopi sachet dingin.

Daniel tidak menjawab, Ia justru meraih kunci pas dan kembali menyibukkan diri dengan mesin motor sport tua yang tadi terbengkalai, bunyi denting besi yang beradu menjadi satu-satunya musik di bengkel itu selama berjam-jam.

'Ck, dasar calon bucin,' batin Dandi.

.

Malam harinya, Rachel melangkah keluar dari kamar dengan sangat hati-hati. Suasana bengkel sudah jauh lebih tenang, hanya ada satu lampu bohlam kuning yang menyala temaram di tengah ruangan, menciptakan bayangan-bayangan panjang dari tumpukan suku cadang motor yang tampak seperti monster besi.

Rachel mengedarkan pandangan dan mencari sosok jangkung dengan hoodie hitam yang biasanya memenuhi ruangan itu, namun area depan kosong, bahkan motor sport tua yang tadi dikerjakan Daniel sudah tertutup kain terpal.

"Nyari si bos ya?" tanya Dandi.

​Rachel terlonjak, jantungnya serasa melompat ke tenggorokan. Ia berbalik cepat dan mendapati Dandi sedang berdiri di kegelapan dekat rak ban, wajahnya yang kusam tersenyum lebar hingga menampakkan giginya yang tidak rapi.

​"Ka-kamu mengagetkanku," ucap Rachel sambil memegangi dadanya.

​"Maaf, maaf. Habisnya lo jalannya kayak kucing, nggak ada suaranya," ucap Dandi, ia menarik sebuah kursi kayu yang sedikit lebih bersih dan menepuk permukaannya.

"Sini duduk, jangan berdiri terus kayak patung selamat datang. Daniel bisa ngamuk kalau tahu tamu kehormatannya pegal-pegal," lanjut Dandi.

Rachel ragu sejenak, namun perutnya yang keroncongan karena hanya makan sedikit tadi siang memaksanya untuk menurut. Ia duduk dengan kaku, sementara Dandi menyodorkan sebuah bungkusan styrofoam dan segelas teh hangat yang uapnya masih mengepul.

​"Makan nih, tadi Daniel yang beli sebelum dia pergi. Katanya lo nggak suka yang terlalu berminyak, jadi dia cari yang agak sehat. Padahal di daerah sini, makanan sehat itu barang langka," lanjut Dandi sambil meletakkan makanan itu di depan Rachel.

​Rachel membuka bungkusan itu, isinya adalah Goi Cuon yakni lumpia basah khas Vietnam, dengan sayuran segar dan udang. Matanya sedikit melembut melihat pilihan makanan itu, Daniel ternyata memperhatikannya lebih dari yang ia duga.

​"Daniel... ke mana?" tanya Rachel pelan sebelum menyuap makanannya.

​Dandi menggaruk kepalanya yang tidak gatal, ekspresinya mendadak berubah sedikit serius. "Dia ada urusan. Biasalah, urusan laki-laki, tadi dia pesen sama gue buat jagain lo," ucap Dandi.

​"Dia kembali ke tempat... petarung itu?" tebak Rachel dengan suara bergetar.

​Dandi terdiam sebentar lalu menghela napas panjang, "Gue nggak boleh kasih tahu sebenarnya. Tapi denger ya, Rachel... Daniel itu orangnya keras, sekeras baja. Tapi kalau dia udah mutusin buat jagain seseorang, dia bakal mempertaruhkan nyawanya. Semalam dia babak belur bukan cuma karena uang, tapi karena dia tahu lo lagi dalam bahaya," ucap Dandi.

​Rachel terhenti mengunyah, rasa bersalah kembali merayap di dadanya. "Aku benar-benar membawa masalah ya buat Daniel?" tanya Rachel.

"Masalah besar," jawab Dandi jujur dan membuat Rachel tertunduk.

"Tapi ya mau gimana lagi, si keras kepala itu udah mutusin sesuatu dan gue nggak bisa mempengaruhi keputusan dia," lanjut Dandi.

Rachel meletakkan sumpit kayunya, selera makannya mendadak menguap digantikan rasa ingin tahu yang mendesak.

​"Dandi, sebenarnya... siapa Daniel?" tanya Rachel pelan, yang membuat Dandi terkejut.

"Maksudku, dia bukan sekadar montir, kan? Cara dia bertarung, cara dia memerintah orang-orang di pelabuhan... dia seperti punya sisi gelap yang lain," lanjut Rachel.

​Dandi menatap Rachel lalu menatap pintu bengkel yang terkunci rapat, ia menghela napas panjang, menarik kursi plastiknya lebih dekat hingga deritnya memecah kesunyian malam.

"Daniel itu... dia anak buangan, Rachel. Sama seperti kebanyakan dari kami di distrik ini, tapi ceritanya sedikit lebih pahit," ucap Dandi.

"Maksudnya?" tanya Rachel.

"Gue nggak bisa cerita, biar Daniel sendiri yang cerita deh," jawab Dandi.

"Daniel nggak akan cerita tentang hidupnya apalagi ke aku dan hanya kamu yang bisa cerita," ucap Rachel.

​"Oke, gue cerita, tapi lo jangan bilang Daniel ya kalau gue yang cerita," ucap Dandi.

"Iya, aku nggak akan cerita," ucap Rachel.

"Daniel itu bukan asli sini. Lima belas tahun lalu, dia datang ke pelabuhan ini dengan baju yang robek-robek dan tangan yang hancur karena dipukuli, Ayahnya seorang pelaut yang hobi judi dan mabuk. Saat Daniel remaja, Ayahnya kalah judi besar, dia jadiin Daniel sebagai jaminan hutang ke rentenir di pelabuhan bawah tanah," ucap Dandi.

​Mata Rachel membelalak, "Jaminan? Maksudmu... dia dijual?" tanya Rachel.

​"Kasarnya begitu," jawab Dandi mengangguk getir.

"Daniel dipaksa bertarung di arena ilegal sejak umur empat belas tahun hanya untuk melunasi hutang Ayahnya yang bahkan nggak pernah dia nikmati. Itu sebabnya dia jago berkelahi, dia belajar bertahan hidup dengan menerima pukulan di wajahnya setiap malam, tapi Daniel itu cerdas. Sambil bertarung, dia belajar mesin dari bengkel di dekat arena, dia ngumpulin uang receh demi receh, sampai akhirnya dia bisa menebus dirinya sendiri dan membeli bengkel rongsokan ini," ucap Dandi.

Rachel terdiam, tenggorokannya terasa tercekat dan membayangkan Daniel yang sendirian di negara asing, dipaksa menjadi mesin pembunuh hanya untuk membayar dosa orang tuanya.

​"Lalu Ayahnya?" tanya Rachel hampir berbisik.

"Meninggal karena overdosis setahun setelah Daniel bebas dan Daniel yang menguburkannya. Sejak itu, dia bersumpah nggak mau diatur atau diinjak siapapun lagi, itu sebabnya dia benci melihat orang yang hidupnya diatur orang lain. Mungkin... itu juga alasan kenapa dia mau nolong lo, Rachel. Dia lihat dirinya yang dulu ada pada diri lo. Bedanya, lo di penjara emas, dia di penjara besi," ucap Dandi.

​Rachel menunduk, menatap jari-jarinya yang halus. Selama ini ia merasa menjadi orang paling menderita karena perjodohan dan kontrol Ibunya, namun cerita Daniel membuatnya merasa sangat kecil. Daniel bertarung untuk nyawa, sementara ia bertarung untuk kenyamanan.

​"Kenapa dia masih bertarung di arena itu kalau dia sudah punya bengkel?" tanya Rachel.

​Dandi terdiam cukup lama, raut wajahnya berubah bimbang. "Distrik ini punya hukum sendiri, Rachel. Daniel harus tetap punya nama di bawah sana agar dia punya kekuasaan, di mana kekuasaan itu untuk melindungi dirinya dan juga orang-orang disekitarnya," ucap Dandi.

"Lalu, Ibunya Daniel dimana?" tanya Rachel.

.

.

.

Bersambung.....

1
Aidil Kenzie Zie
apa sekarang mau kabur lagi Rachel 🤔🤔🤔
Djuniati 123
kpn mak ny dpt karma
dome🌬️🌀🌀🌀
sumpah muak banget dengan tingkah laku emaknya Rachel, kenapa ga diracun aja sih. toh Rachel juga yg akan mewarisi harta kekayaan emaknya. itung2 mempercepat keberangkatan nya ke neraka🤭🤭🤭🤭
yaaa kaaannnnn
lia juliati
setiap anak orng kaya walau d atur hidup yang pasti slalu ada cela ntk berbuat apapun karna mrk kaya n punya kuasa
Eva Tigan
aku juga yakin seperti Ana
bahwa suatu saat Rachel akan kembali kepada Cintanya yg tinggal di Vietnam
dome🌬️🌀🌀🌀
crazyyyyy up nya ditunggu yaaaa thorrrr🤗🤗🤗🤗🤗🤗
dome🌬️🌀🌀🌀
kecewa karena penolakan dan dia merasa bahwa dia hanya menjadi beban bagi semua orng yg berusaha melindungi nya. heeemmmm

akankah Daniel mengejar Rachel ke Indonesia
dome🌬️🌀🌀🌀
mungkin yg membuat sosok Daniel tak mau mengingat sosok ibu, bisa jadi ibunya pergi jauh tanpa membawa dirinya. bentuk kekecewaan yg dipendam hingga kini mungkin.
dome🌬️🌀🌀🌀
cemunguuuuutyt eeeaaaaa thor🤭🤭😁😁😁
dome🌬️🌀🌀🌀
Daniel lebih ke bukti buka omon omon apalagi janji janji busuk🤣🤣🤣
like lah Daddy Bryan sudak lampu ijo😁😁🤗
Eva Tigan
Pasti Daniel menyesal setelah tau Rachel pergi..entah kapan mereka bisa bertemu kembali
dome🌬️🌀🌀🌀
lanjutkan thorrr. up yg banyakkk... banyaakkk.... yaa😁🤗
dome🌬️🌀🌀🌀
sudah kuduga ini cerita bakalan bagus bangettt... aku tahan sampe nunggu babnya agak banyakan.. tapi cepet banget habis nya tiap bab😄😄😄
dome🌬️🌀🌀🌀
yaaaa... ampun... kalau uang sudah bertindak yaaa.. apa saja bisa dilakukan.
ini emaknya Rachel bener2 kebangetan deh, nyari anak kayak nyari tahanan yg kabur. gila sih udah kayak psikopat aja emaknya.😤😤😤
dome🌬️🌀🌀🌀
nahhhh,,,, akhirnya yg ditanya kan Rachel udah bener2 kisal kelam yg ditutup rapat rapat dan perlahan mulai dibongkar
hemmmm bakal ngamuk nih nanti si daniel
Aidil Kenzie Zie
yah si Rachel nyerah
dome🌬️🌀🌀🌀
semangat Thor ceritamu bagus banget.. ga salah aku baca. keren alurnya bener2 berimajinasi seperti sedang menonton serial drama bagus banget 🤗🤗🤗
dome🌬️🌀🌀🌀
Rachel adalah bidadari yg LG nyasar jatoh ke sarang serigala 😄😄😄
dan sang alpha yg menjaga 🤭
dome🌬️🌀🌀🌀
ini yg namanya cinta mulai berkembang 🤭🤭🤭
dr interaksi kecil, sentuhan ringan, obrolan yg menjurus keranah pribadi. akhirnya nyaman😄😄😄
dome🌬️🌀🌀🌀
teganggggg.... sumpah, berasa lagi nonton drama asia 🤣🤣🤣🤣

lanjut thorrr😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!