NovelToon NovelToon
PEMURNIAN MUTLAK

PEMURNIAN MUTLAK

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Anak Genius / Action
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Takindomaru

Lin Fan, seorang pemuda dari Clan Lin yang hampir punah, dilahirkan dengan meridian tertutup—cacat bawaan yang membuatnya dijuluki "Sampah Klan" selama 16 tahun. Dihina oleh tunangannya, dicampakkan oleh kerabat, dan dipaksa bekerja sebagai pelayan, Lin Fan hidup dalam bayang-bayang rasa malu.
Namun, nasib berubah ketika ia secara tidak sengaja menemukan sebuah Manik Giok Hitam berdarah di reruntuhan kuno keluarganya. Manik itu tidak memberinya kekuatan instan, melainkan kemampuan terlarang: "Pemurnian Mutlak". Ia bisa mengubah limbah qi menjadi esensi murni, menyempurnakan pil sampah menjadi obat dewa, dan melihat kelemahan setiap teknik musuh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Takindomaru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 5: Harta Karun di Tumpukan Sampah

Malam itu, bulan purnama menggantung tinggi di langit, memandikan Kota Qingyun dengan cahaya perak yang dingin. Sebagian besar anggota Clan Lin sudah tertidur lelap setelah kelelahan berlatih atau berpesta merayakan hasil ujian hari ini. Namun, di sudut gelap dekat dapur utama, dua sosok bergerak diam-diam seperti hantu.

Lin Fan mengenakan jubah hitam tua yang ia curi dari tumpukan cucian kotor, menutupi sebagian besar wajahnya. Di sampingnya, Lin Yue tampak gelisah, matanya terus melirik ke arah pos penjaga.

"Apakah kau yakin jalur ini aman?" bisik Lin Fan, suaranya hampir tak terdengar.

Lin Yue mengangguk cepat, menunjuk ke arah selokan besar yang tertutup jeruji besi berkarat. "Jalur pembuangan limbah alkimia ini sudah tidak dipakai sejak lima tahun lalu karena baunya yang menyengat. Penjaga malas memeriksa sini. Jerujinya juga sudah rapuh. Aku sudah melonggarkannya siang tadi."

Lin Fan mendekati jeruji tersebut. Ia merasakan aliran Qi tipis ke tangannya, lalu menarik salah satu bilah besi dengan hati-hati. Kriet... Suara logam yang bergesekan terdengar pelan, namun di keheningan malam, suara itu terdengar seperti petir bagi telinga Lin Fan yang waspada.

Ia menahan napas. Tidak ada reaksi dari pos penjaga.

"Cepat," desis Lin Yue.

Mereka berdua merayap masuk ke dalam terowongan sempit itu. Bau busuk yang menusuk hidung langsung menyambut mereka—campuran antara bahan herbal yang membusuk, sisa pil yang gagal, dan cairan kimia tajam. Bagi orang biasa, bau ini bisa membuat pusing dan mual. Tapi bagi Lin Fan, baunya justru memicu insting laparnya akan energi.

Di ujung terowongan, mereka keluar ke sebuah bangunan kecil terpisah di belakang kediaman Elder Obat. Bangunan itu tampak kumuh, dengan atap yang bocor dan dinding yang dipenuhi noda hitam. Ini adalah Gudang Limbah Alkimia.

Lin Yue menyalakan batu api kecil untuk menerangi ruangan. Cahaya redup mengungkapkan pemandangan yang mengerikan bagi siapa pun yang menghargai kebersihan: tumpukan abu hitam, genangan cairan berwarna-warni yang mengental, dan ribuan pil berbentuk aneh yang gosong atau retak.

"Ini dia," kata Lin Yue, menutup hidungnya dengan sapu tangan wangi. "Semua kegagalan produksi ayahku selama tiga bulan terakhir ada di sini. Biasanya, ini akan dibakar besok pagi. Kau punya waktu satu jam sebelum fajar menyingsing dan para pelayan datang untuk membersihkannya."

Lin Fan tidak menjawab. Matanya bersinar liar saat menatap tumpukan sampah itu.

Bagi alkimis normal, pil-pil ini adalah racun. Mengonsumsinya bisa merusak meridian atau bahkan membunuh. Tapi Lin Fan melihat sesuatu yang berbeda. Ia melihat awan Qi murni yang terperangkap di dalam residu kotor tersebut, menunggu untuk dibebaskan.

"Ambillah apa yang kau butuhkan," kata Lin Yue sambil menjaga pintu. "Aku akan tetap di sini berjaga-jaga. Oh, dan jangan lupa Akar Roh Merah jika kau menemukannya di antara sampah hutan yang kadang ikut terbuang di sini."

Lin Fan mengangguk, lalu segera mendekat ke tumpukan pil gosong terbesar. Ia mengambil segenggam pil hitam pekat yang bentuknya tidak karuan. Pil Kondensasi Qi yang gagal total.

Ia duduk bersila di sudut ruangan yang paling gelap, jauh dari pandangan Lin Yue. Dengan gerakan cepat, ia memasukkan pil-pil itu ke dalam mulutnya, mengunyahnya kasar, dan menelannya.

Rasa pahit, asam, dan panas meledak di lidah dan tenggorokannya. Racun! Energi kacau balau menyerang sistem tubuhnya, mencoba merobek meridiannya dari dalam. Rasa sakitnya luar biasa, seperti ditusuk ribuan jarum panas.

Namun, Lin Fan tidak berteriak. Ia segera mengaktifkan kemampuan pemurnian Manik Giok di dalam Dantian-nya.

Wushhh...

Sensasi dingin yang familiar mengalir deras, bertemu dengan panas racun di perutnya. Proses pemurnian terjadi dengan kecepatan gila. Kotoran hitam dikeluarkan melalui pori-pori kulitnya sebagai keringat berbau busuk, sementara esensi Qi putih murni diserap ke dalam Dantian-nya.

Satu genggam pil habis.

Dug! Level 2 stabil.

Dua genggam pil habis.

Dug! Level 2 puncak.

Tiga genggam pil habis.

Crack!

Penghalang menuju Tahap Qi Level 3 runtuh.

Lin Fan membuka matanya, napasnya tersengal-sengal, tetapi tubuhnya terasa ringan dan bertenaga. Dalam waktu kurang dari tiga puluh menit, ia telah mencapai apa yang biasanya membutuhkan waktu berbulan-bulan bagi genius biasa. Dan yang lebih penting, fondasinya kokoh karena Qi-nya murni tanpa cacat.

Ia berdiri, merasa puas. Namun, matanya menangkap sesuatu yang berkilau di bawah tumpukan abu di pojok ruangan. Bukan pil, melainkan sebuah akar tanaman yang kering dan keriput, terjepit di antara dua batu bata.

Akar Roh Merah.

Lin Fan mengambilnya. Meskipun kondisinya buruk dan hampir layu, aura elemen Api yang lemah masih terasa darinya. Ini adalah bahan tingkat rendah, tapi cukup berharga untuk dijual atau digunakan Lin Yue.

"Sudah selesai?" tanya Lin Yue dari pintu, suaranya terdengar tegang. "Aku mendengar langkah kaki penjaga di kejauhan. Mereka mungkin melakukan patroli rutin."

Lin Fan menyembunyikan Akar Roh Merah di dalam bajunya, lalu membersihkan keringat hitam di tubuhnya dengan sedikit air sisa di ember dekat sana. Ia tidak bisa menghilangkan bau sepenuhnya, tapi setidaknya ia tidak terlihat mencurigakan.

"Ayo pergi," kata Lin Fan.

Mereka merayap kembali melalui terowongan limbah. Saat mereka hampir mencapai keluaran, tiba-tiba, suara langkah kaki berat terdengar di atas kepala mereka, tepat di atas jeruji selokan.

"Hmm? Baunya aneh di sini," suara seorang penjaga terdengar samar. "Seperti bau obat gosong."

Lin Yue membeku. Wajahnya pucat pasi. Jika mereka ketahuan, Lin Yue akan dihukum berat karena memasuki area terlarang, dan Lin Fan... yah, nasib Lin Fan sudah bisa ditebak.

Lin Fan berpikir cepat. Ia tidak bisa bertarung. Ia harus menggunakan trik.

Ia melihat ke arah tumpukan sampah organik di sisi terowongan—sisa-sisa sayuran busuk dari dapur. Dengan cepat, ia mengambil beberapa potongan kubis busuk dan melemparkannya ke arah ujung terowongan yang lain, jauh dari posisi mereka.

Plap! Plap!

Suara benda jatuh memecah keheningan.

"Apa itu?" seru penjaga di atas. "Tikus besar? Atau pencuri?"

Langkah kaki penjaga bergerak menjauh, menuju sumber suara di ujung lain terowongan.

"Sekarang!" bisik Lin Fan.

Mereka berdua merayap keluar dengan cepat, menutup kembali jeruji besi serapat mungkin, lalu menghilang ke dalam kegelapan taman belakang sebelum penjaga itu kembali.

Setelah berada di tempat yang aman, di balik semak-semak dekat asrama pelayan, Lin Yue menghela napas panjang, kakinya gemetar.

"Itu... itu sangat dekat," katanya, menatap Lin Fan dengan kekaguman baru. "Kau tenang sekali. Bagaimana kau tahu harus melempar sampah ke sana?"

"Penjaga manusia memiliki rasa ingin tahu yang lebih besar daripada rasa kewaspadaan mereka," jawab Lin Fan datar. "Mereka akan mengejar suara dulu, baru memeriksa bau."

Lin Yue tertawa kecil, melepaskan ketegangannya. Ia merogoh sakunya dan mengeluarkan sebuah botol kecil berisi cairan biru jernih.

"Ini janjiku," kata Lin Yue, menyerahkan botol itu kepada Lin Fan. "Elixir Pembersih Darah. Ini akan membantu tubuhmu membuang sisa racun dari pil-pil gagal yang kau makan tadi, meskipun aku tidak tahu berapa banyak yang kau makan. Minumlah setengah untuk malam, dan setengah lagi besok."

Lin Fan menerima botol itu. Ia bisa merasakan energi sejuk yang menenangkan dari dalamnya. Ini adalah obat berkualitas tinggi, jauh di atas pil sampah yang ia konsumsi tadi.

"Terima kasih," kata Lin Fan tulus.

"Jangan berterima kasih padaku," kata Lin Yue, matanya berkilat serius. "Aku melakukan ini karena aku butuh teman yang bisa dipercaya. Dan karenabaku merasa kau berbeda dari pria lain di klan ini. Kau tidak sombong, dan kau pintar."

Dia berbalik untuk pergi, lalu berhenti sejenak. "Oh, ya. Akar Roh Merah? Apakah kau menemukannya?"

Lin Fan tersenyum tipis. Ia mengeluarkan akar kering itu dari bajunya dan menyerahkannya pada Lin Yue.

Lin Yue terbelalak. "Kau... kau benar-benar menemukannya di tumpukan sampah? Ayahku akan sangat senang! Ini akan menyelamatkan percobaan pilnya!"

Dia mengambil akar itu dengan kedua tangan, seolah-olah itu adalah emas murni. "Lin Fan, kau berhutang budi padaku sekarang. Tapi aku juga berhutang budi padamu. Jika kau butuh bantuan apa pun... obat, informasi, atau akses ke perpustakaan... datanglah padaku."

Dengan itu, Lin Yue menghilang ke dalam kegelapan, meninggalkan Lin Fan sendirian di bawah sinar bulan.

Lin Fan menatap botol Elixir di tangannya, lalu menatap langit.

Level 3.

Sekarang, dia resmi menjadi kultivator Tahap Qi Level 3.

Di mata dunia luar, dia masih sampah. Tapi di dalam, dia sudah mulai menjadi predator.

Besok, latihan fisik pelayan akan dimulai. Lin Fan tersenyum. Dia tidak sabar untuk melihat betapa mudahnya tugas-tugas berat itu baginya sekarang.

Dan suatu hari nanti, ketika Lin Hu menyadari bahwa "sampah" yang ia injak-injak telah tumbuh menjadi pohon raksasa yang menaunginya... saat itulah penyesalan akan datang.

Tapi untuk sekarang, Lin Fan hanya ingin tidur. Besok adalah hari baru, dan dia butuh energi penuh.

1
Femi Lestari
Bagus! Aku suka
Femi Lestari
seru! ceritanya ga langsung buat mc overpower, justru lebih pakai otaknya dibanding ototnya.
Jojo Shua
😄
Jojo Shua
✅️
Daryus Effendi
masih lai bosan baca nya jarna mulai bab ini mulai bertele tele.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!