Lin Chen, seorang pemuda modern, bertransmigrasi ke Benua Langit Bela Diri. Sialnya, ia terbangun di dalam tubuh Master Sekte "Puncak Awan" yang sedang sekarat. Sekte tersebut dulunya berjaya, namun kini hanya menyisakan gunung tandus, bangunan hancur, dan Lin Chen sebagai satu-satunya anggota yang tersisa. Saat sekte musuh datang untuk mengambil alih tanah tersebut, Lin Chen membangkitkan Sistem Pembangunan Sekte Terkuat. Mulai dari merekrut murid jenius yang dibuang, membangun fasilitas ajaib, hingga menaklukkan surga.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9: Toko Sistem Terbuka, Utusan Sekte Bintang Dua!
Sinar matahari pagi menembus celah-celah lautan awan yang mengelilingi Gunung Puncak Awan, menciptakan gradasi cahaya keemasan yang menakjubkan.
Di dalam Kolam Pencerahan Yin-Yang, air yang awalnya mendidih perlahan-lahan menjadi tenang. Ye Fan membuka matanya. Sepasang pupilnya memancarkan seberkas cahaya pedang yang tajam, merobek kabut tipis di depannya.
Kondensasi Qi Lapis ke-8!
Hanya dalam semalam, dengan bantuan sisa energi sup Ginseng Darah dan efek pencerahan kolam suci, Ye Fan berhasil menembus dua batas kecil sekaligus. Namun, yang paling membuatnya merinding bukanlah peningkatan Qi-nya, melainkan pemahamannya terhadap jalan pedang (Dao Pedang).
Niat Pedang di dalam tubuhnya kini terasa mengalir sehalus air, menyatu sempurna dengan Pedang Pemutus Surga yang tergeletak di tepi kolam.
Di sisi lain kolam (sisi putih), Su Yue juga melangkah naik. Pakaian lamanya yang compang-camping telah hancur oleh energi spiritual, digantikan oleh jubah putih sederhana yang disediakan sistem di ruang ganti.
Gadis buta itu tidak lagi terlihat kurus kering. Kulitnya kini seputih pualam dan memancarkan kilau sehat. Meski matanya masih tertutup kain, ia bisa 'melihat' setiap tetes air yang jatuh dari rambutnya dan merasakan embusan angin berkat Mata Pedang Bintang Jatuh-nya. Kultivasinya telah stabil di Kondensasi Qi Lapis ke-5.
"Kakak Seperguruan Ye," panggil Su Yue pelan, wajahnya memerah karena ia belum terbiasa dengan pendengaran dan kepekaan barunya. "Apakah Guru sudah bangun?"
"Guru adalah seorang ahli tiada tanding. Beliau tidak butuh tidur, Adik Su. Beliau pasti sedang bermeditasi menyerap esensi matahari dan bulan," jawab Ye Fan dengan nada penuh keyakinan buta.
Kenyataannya?
Di dalam reruntuhan Aula Utama, Lin Chen sedang berbaring malas di atas kasur jeraminya, menggulir layar virtual biru di depan matanya dengan senyum bodoh.
Ia sedang melihat-lihat Toko Sistem (Level 1) yang baru saja terbuka semalam.
"Sistem, barang-barangmu ini benar-benar gila," gumam Lin Chen, meneteskan air liur imajiner.
Di bagian 'Garis Keturunan', ia melihat barang seperti:
[Darah Naga Sejati Kuno (Tingkat Dewa)] - Harga: 10.000.000 Poin Reputasi.
[Tulang Suci Kaisar Langit (Tingkat Dewa)] - Harga: 15.000.000 Poin Reputasi.
Lin Chen melirik saldo Poin Reputasi-nya: 2.000 Poin. "Baiklah, lupakan barang-barang level atas untuk saat ini. Mari kita cari sesuatu yang praktis."
Lin Chen memfilter pencarian ke barang-barang dengan harga di bawah 2.000 poin. Ia segera menemukan beberapa hal yang sangat ia butuhkan untuk merombak penampilan sekte miskinnya ini.
[Seni Pedang Bintang Jatuh (Tingkat Bumi Kelas Atas)] - Harga: 1.000 Poin.
Deskripsi: Teknik pedang yang dirancang khusus untuk pemilik Fisik Mata Pedang. Menggunakan Qi untuk memanipulasi seratus bilah pedang secara telekinetik.
"Beli! Ini sempurna untuk Su Yue."
Lin Chen menekan tombol beli, dan saldo poinnya tersisa 1.000.
[Set Jubah Awan Ilahi (Isi 3) (Harta Karun Fana Kelas Puncak)] - Harga: 500 Poin.
Deskripsi: Pakaian resmi Sekte Puncak Awan. Anti kotor, anti air, mampu menahan serangan sekuat Kondensasi Qi Lapis Puncak, dan memancarkan efek visual 'Aura Tuan Muda/Ahli Misterius' secara otomatis.
"Hahaha! Ini dia! Penampilan adalah segalanya!" Lin Chen langsung membelinya tanpa ragu.
Tersisa 500 poin sebagai dana darurat. Lin Chen merapikan pakaiannya, mengambil ketiga jubah dan gulungan batu giok tersebut, lalu melangkah keluar dari Aula Utama.
Begitu ia keluar, Ye Fan dan Su Yue sudah berlutut rapi di pelataran menunggunya.
"Menyapa Guru!" seru mereka serempak.
Lin Chen mengangguk puas melihat peningkatan keduanya. Ia mengibaskan lengan bajunya, dan dua set Jubah Awan Ilahi melayang ke arah Ye Fan dan Su Yue.
"Pakaian kalian terlalu tidak sedap dipandang. Mulai hari ini, kenakan seragam resmi sekte kita. Jubah ini adalah Harta Karun Pertahanan yang Guru tempa secara pribadi." (Tentu saja ini bohong, tapi siapa yang tahu?)
Ye Fan dan Su Yue menerima jubah putih bersulam awan perak itu dengan tangan gemetar. Bahannya terasa seringan udara, namun memancarkan fluktuasi pertahanan yang luar biasa. Saat mereka mengenakannya, penampilan keduanya langsung berubah drastis. Ye Fan terlihat seperti pendekar pedang muda yang tak tertandingi, sementara Su Yue tampak seperti peri kecil yang turun dari kahyangan.
Lin Chen kemudian menyerahkan gulungan batu giok kepada Su Yue.
"Su Yue, kau tidak bisa menggunakan pedang biasa. Ini adalah Seni Pedang Bintang Jatuh. Pelajari ini. Kakak seperguruanmu menggunakan pedang berat untuk menghancurkan, kau akan menggunakan seratus pedang terbang untuk membantai."
Su Yue menerima gulungan itu dengan haru. "Terima kasih, Guru! Murid tidak akan mengecewakan Anda!"
Tepat ketika suasana guru-murid itu sedang harmonis, suara raungan elang yang memekakkan telinga merobek langit pagi.
"SKREEEECH!"
Angin puyuh menyapu awan ilusi di atas sekte. Sebuah bayangan hitam raksasa menutupi matahari. Itu adalah seekor Elang Bersayap Api, monster buas tingkat 2!
Di atas punggung elang raksasa itu, berdiri tiga orang pria paruh baya mengenakan jubah biru bersulam api. Mereka memancarkan aura arogansi yang kental, menatap rendah ke arah Gunung Puncak Awan yang diselimuti kabut.
Pria yang berdiri di tengah, memiliki kultivasi Pembangunan Yayasan Lapis ke-2, menggunakan energi Qi-nya untuk memperkeras suaranya hingga bergema ke seluruh gunung.
"Orang-orang dari Sekte Puncak Awan! Dengarkan baik-baik! Kami adalah Utusan dari Sekte Api Biru, penguasa wilayah utara Kota Angin Biru!"
Ye Fan mengerutkan kening, tangannya secara refleks memegang gagang Pedang Pemutus Surga. "Guru, Sekte Api Biru adalah Sekte Bintang Dua. Mereka jauh lebih kuat dari sekte-sekte kecil biasa."
Lin Chen hanya mengorek telinganya dengan jari kelingking. "Sekte Bintang Dua? Apa mereka datang untuk mengantarkan sarapan?"
Di atas langit, Utusan Sekte Api Biru itu melanjutkan teriakannya dengan nada merendahkan.
"Kami mendengar bahwa kalian telah memusnahkan Keluarga Zhao! Kalian harus tahu, Keluarga Zhao adalah anjing penjaga kami yang membayar upeti 10.000 Batu Roh setiap tahunnya! Karena kalian telah membunuh anjing kami, maka kalian harus menggantikannya!"
"Aku, Tetua Ma dari Sekte Api Biru, atas nama Master Sekte kami, memberitahu kalian: Serahkan seluruh kekayaan Keluarga Zhao yang kalian rampas, dan buka Formasi Gunung kalian! Mulai hari ini, Sekte Puncak Awan akan menjadi sekte bawahan dari Sekte Api Biru! Berlututlah dan sambut kedatangan kami!"
Keheningan melanda pelataran.
Su Yue, yang baru saja bergabung, mengeratkan genggamannya pada gulungan gioknya. Ia merasa cemas. Ia tahu Gurunya luar biasa, tapi lawannya kali ini adalah Sekte Bintang Dua yang memiliki banyak ahli Pembangunan Yayasan!
Namun, saat ia 'menatap' ke arah Gurunya dengan Mata Pedangnya, ia tidak melihat sedikitpun kepanikan. Yang ia lihat hanyalah lautan energi Inti Emas yang setenang dan sedalam jurang maut, memancarkan rasa jijik yang luar biasa.
Lin Chen menghela napas panjang. Ia menatap ke arah Ye Fan.
"Ye Fan," panggil Lin Chen pelan.
"Ya, Guru!"
"Burung gereja yang terbakar di atas sana sangat berisik, merusak suasana pagiku." Lin Chen melambaikan tangannya dengan santai, matanya bahkan tidak melihat ke atas. "Pergi dan potong sayapnya. Anggap saja sebagai pemanasan pagi."
Ye Fan menyeringai lebar, memperlihatkan deretan giginya yang putih. Niat bertarungnya mendidih hingga ubun-ubun.
"Murid laksanakan!"
SRING!
Pedang Pemutus Surga dicabut dari sarungnya. Udara di Puncak Awan seketika anjlok suhunya. Ye Fan menekuk lututnya, dan dengan satu hentakan kuat yang meretakkan lantai giok, ia melesat ke udara layaknya peluru meriam berwarna hitam legam, langsung menuju ke arah Elang Bersayap Api raksasa di langit!