NovelToon NovelToon
Dekapan Bayang

Dekapan Bayang

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor jahat / Cinta pada Pandangan Pertama / Harem / CEO / Cintapertama
Popularitas:150
Nilai: 5
Nama Author: Queenca04

Seorang gadis cantik bernama Anggi yang menjadi korban perceraian orangtuanya karena ayahnya selingkuh dengan sahabat ibunya sendiri. Kejadian itu pun dialami oleh Anggi sendiri.
Anggi memiliki sahabat dari kecil bernama Nia. Bahkan dia sudah dianggap Nia saudara sendiri bukan lagi seperti sahabat. Nia mengkhianati Anggi dan mengambil kekasih Anggi.
Bagaimana kisah selanjutnya yuk baca cerita selengkapnya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queenca04, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

5

Kondisi Anggie sangat membuat keluarga terpukul karena dokter katakan kalau dia trauma.

Angga dan Angkasa pun mencari tahu apa saja yang dilakukan adiknya sampai dia trauma seperti itu.

"Ayah sebenarnya apa yang terjadi sama adek?"

"Ayah juga gak tahu dek karena waktu ayah datang adek langsung pergi ke kamarnya dan mengunci pintu.

"Aku harus cari tahu apa yang terjadi sama adek. Aku gak akan biarin adek sakit kayak gini," seru Angga.

"Kamu jangan gegabah dulu Ga, kamu tanya Nia dulu apa ada sesuatu terjadi saat adek di sekolah tadi."

"Aku akan ke rumah Nia buat cari tahu Bang."

Angga bergegas pergi ke rumah Nia untuk menanyakan kejadian yang terjadi ada adiknya. Namun Anggoro sang ayah melarangnya.

"Nanti aja Bang kalau kondisi adek sudah baikan kita tanya aja dulu adeknya."

"Bener kata ayah Ga kita tanya adek dulu siapa yang sudah berbuat seperti itu sama adek sampai dia trauma seperti ini."

Anggoro ada rasa cemas di hatinya. Ia takut kalau Anggie sampai buka suara tentang kejadian yang anak bungsunya lihat tadi siang.

Tak lama ponselnya bergetar menandakan ada panggilan masuk.

"Ayah angkat dulu telponnya di luar ya."

Ayahnya pun pergi keluar untuk mengangkat telepon.

"Ga kamu udah kasih tahu bunda kalau adek sakit?"

"Udah tadi aku telepon bunda dan katanya bunda mau langsung pesan tiket buat penerbangan balik lagi ke sini karena bunda baru sampai rumah nenek."

"Kasian bunda kalau harus pulang lagi ke sini baru sampai. Udah kasih tahu bunda saja buat besok aja gak harus sekarang karena hari ini biar kita saja yang jaga bunda."

Akhirnya Angga menelpon bundanya lagi supaya besok saja. Tapi yang namanya ibu gak bisa menahan bila tahu anaknya sakit dan harus di rawat.

Tapi Angga meyakinkan ibunya kalau adiknya akan baik-baik saja.

Tak lama ayahnya juga masuk kembali.

"Bang maafin ayah ya karena ayah harus ke kantor Pak Alex menyuruh ayah segera datang katanya ada dokumen yang harus segera diselesaikan sekarang juga."

"Iya gak apa-apa Ayah pergi aja biar adek kita yang jaga."

"Nanti kalau urusan ayah sudah selesai Ayah langsung pulang ke sini."

"Ayah jangan terlalu dipikirkan ayah fokus aja sama kerjaan ayah adek biar kita yang urus."

"Ayah percaya sama kalian. Kalau begitu ayah pamit ya, Assalamualaikum."

"Waalaikumsalam."

"Dek kamu bisa gak tanyain satu persatu temannya adek di sekolahnya.

"Siap bang kalau begitu aku langsung pergi aja ya."

"Iya sudah nanti kalau sudah dapat informasi kamu langsung hubungi Abang."

Angga mengangguk dan pamit pergi. Angkasa yang melihat keadaan adiknya yang rapuh membuat hatinya sakit.

"Abang janji gak akan pernah maafin orang yang sudah nyakitin kamu sampai kayak gini dek. Siapapun orangnya Abang gak peduli karena kamu berharga dek."

Sudah dua jam Angga mencari informasi tentang adiknya di sekolah tapi Angga tidak menemukan apapun.

Angga sudah bertanya kepada temannya di sekolah sampai Nia pun terkejut saat tahu Anggie sakit.

"Apa yang terjadi sama Anggie selama di sekolah?" tanya Angga pada Nia.

"Aku sama Anggie gak ngapa-ngapain kok Bang kita hanya makan di kantin karena tadi di sekolah gak belajar hanya pengumuman kelulusan dan Anggie mendapatkan nilai terbaik sampai satu provinsi Bang. Jadi Anggie traktir aku di kantin. Terus kita pulang, karena Anggie gak ada yang jemput jadi dia pulang jalan kaki tadinya aku ajak naik angkot tapi Anggie gak mau katanya mau jalan kaki aja karena di rumah gak ada siapapun supaya saat Anggie datang Abang sudah ada di rumah," jelas Nia.

"Apa di jalan terjadi sesuatu?"

"Aku gak tahu Bang karena aku gak bareng sama Anggie. Tadinya aku mau naik angkot tapi tadi Aku pulang di jemput Papa karena kebetulan Papa datang buat jemput aku."

Angga mengangguk dan akhirnya pamit. Angga pun mencari tahu dengan mendatangi wali kelasnya juga. Jawaban wali kelasnya pun sama seperti Nia karena tadi hanya pengumuman kelulusan dan tidak belajar jadi mereka pulang lebih cepat.

Angga pun menyusuri setiap jalan yang dia anggap di lalui Anggie tapi tetap saja dia gak menemukan bukti kalau Anggie mendapatkan sesuatu yang membuatnya trauma.

Angga pun akhirnya kembali ke rumah sakit untuk mendiskusikannya dengan abangnya.

"Gimana dek apa yang kamu dapat?"

"Aku gak dapet apapun Bang," lalu Angga pun menceritakan semuanya pada kakaknya.

"Apa mungkin kejadiannya di rumah?" gumam Angkasa.

"Tapi kita gak tahu apa yang terjadi di rumah Bang karena di rumah gak ada cctv."

"Kamu tunggu adek di sini Abang pergi dulu."

"Abang mau kemana?"

"Abang mau cari tahu di rumah ada kejadian apa sampai adek trauma."

Angkasa pun pamit dan Angga pun duduk di samping Anggie sambil menggenggam tangannya.

"Dek sebenarnya apa yang terjadi sama kamu," Angga sambil tak bisa menahan air matanya menetes. Hingga Angga merasakan pergerakan adiknya yang mulai sadar.

"Adek udah bangun?" Anggie hanya menatap wajah kakaknya.

"Adek mau minum?" Anggie mengangguk. Lalu Angga pun memberikan minuman kepada adiknya.

"Dek sebenarnya apa yang terjadi sama kamu?" Anggie ditanya seperti itu dia pun menangis dan Angga langsung memeluk adiknya.

"Maafin Abang. Kalau belum sanggup cerita ya sudah jangan dipaksakan Abang ngerti kok. Sekarang adek istirahat aja ya. Kamu aman ada Abang di sini gak akan ada yang nyakitin kamu lagi."

Anggie pun mengangguk dan kembali istirahat.

"Apa yang terjadi sesungguhnya sama kamu dek sampai kamu seperti ini. Abang gak sanggup lihatnya kalau kamu seperti ini," ujar Angga sambil mengusap kepala adiknya.

Angkasa yang datang ke rumahnya mencari bukti yang membuat trauma adiknya. Angkasa masuk ke rumah tapi dia tidak mendapatkan apapun hingga Angkasa masuk ke kamar ayahnya dia mencium bau parfum yang asing di hidungnya.

"Ini kayaknya bukan parfum Bunda atau ayah ya tapi siapa? Ini kayak parfum perempuan. Masa ayah membawa wanita lain ke kamarnya," gumam Angkasa.

Angkasa terus menyusuri kamar ayahnya siapa tahu ada yang bisa dijadikan bukti atau apapun. Tapi Angkasa menemukan jaket wanita dan bau parfumnya sama seperti yang dia hirup saat masuk kamar tadi.

"Apa ini milik Bunda?" gumam Angkasa.

"Tapi bunda gak biasa pake jaket kayak gini. Ini milik siapa?"

Kira-kira apa yang akan dilakukan Angkasa setelah tahu pemilik jaket itu?

1
Abah Pnd
pasti jatuh miskin anggoro
Queen: pantas ya buat seorang tukang selingkuh
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!