membalas dendam atas kematian keluarga dari seorang penghianat.
bercerita tentang Kenzie Laurent dan Reinzie Laurent yang telah menjadi yatim piatu, dua sosok saudara yang memiliki sifat yang berbanding terbalik Kenzie memiliki selera humor yang teramat konyol dan santai sedangkan Reinzie memiliki sifat normal dan sangat serius.
mereka berdua melakukan petualangan di dunia. Kaka beradik ini ingin membalas nyawa pada seorang penghianat yang telah membunuh orang tua mereka.
dan keduanya diseguhkan oleh petualangan yang mengubah takdir dari yang konyol menjadi sosok yang sangat di hargai serta di agungkan dan yang satunya akan menjadi seorang pendekar hebat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LanLan.CNL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CHAPTER 35
...BAB 35: MALU MALU KUCING ...
...****************...
Rava maupun Ryujin, kedua manusia idiot nan konyol itu, tampak sangat bangga pada diri mereka sendiri. Dada mereka membusung tinggi karena insting detektif dadakan mereka semalam terbukti sepenuhnya benar.
Saat ini, wajah mereka memancarkan kebahagiaan yang teramat sangat bangga, persis seperti seorang penjudi kelas teri yang baru saja memenangkan hadiah jackpot super besar dari mesin slot.
Di sisi lain, Wulan Tsuyoki benar-benar terpaku. Ia sangat terkejut dengan untaian perkataan Kenzie yang terdengar begitu blak-blakan. Matanya yang seindah permata biru mengerjap beberapa kali, mencoba mencerna informasi yang terlalu besar ini.
"Sebentar... Aku ingin memastikan sesuatu!" ujar Wulan dengan nada suara yang dipenuhi rasa penasaran yang menggebu-gebu. Ia melangkah mendekati Kenzie, menatap lurus ke dalam sepasang mata merah padam milik pemuda itu. "Apakah kamu benar-benar yakin seratus persen bahwa kedua pendekar hebat yang membuat gempar seluruh akademi, itu adalah adikmu dan temannya? Jawab yang serius, Kenzie!"
Mendengar tuntutan Wulan, Liera dan Snowy yang berada di dekat mereka pun ikut memasang wajah penasaran. Mereka berdua kompak menuntut kepastian dari Kenzie melalui tatapan mata mereka.
Sementara itu, Kenzie tetap mempertahankan raut wajah yang teramat tenang dan yakin dengan pasti. Tidak ada keraguan sedikit pun di wajah tampannya bahwa kedua pendekar legendaris baru tersebut adalah adik kandungnya dan Chelsea.
"Ya, aku sangat yakin seratus persen tanpa ada keraguan sedikit pun, bahwa kedua pendekar misterius itu adalah adikku dan juga Chelsea," jawab Kenzie sembari menyunggingkan sebuah senyuman hangat yang jarang ia perlihatkan.
"Apa ada beberapa alasan logis yang bisa membuatmu begitu yakin?" tanya Wulan kembali, masih berusaha mencari celah untuk memastikan kebenaran bualan pria di depannya ini.
"Lihat anting yang terpasang di kedua telingaku ini, satu anting berlian hitam, dan satunya lagi adalah anting manik-manik," kata Kenzie sembari menunjuk ke arah daun telinganya, membuat helai rambut peraknya sedikit tersingkap. "Anting berlian hitam ini diberikan langsung oleh mendiang ibuku, dan anting manik-manik ini adalah aksesoris khas turun-temurun milik keluargaku. Berdasarkan laporan Master Helena, ciri-ciri pendekar pria misterius itu sama persis seperti aku, bedanya hanya pada warna rambutnya saja! Bukankah itu kebetulan yang terlalu logis?" jelas Kenzie memberi kejelasan yang masuk akal.
Kenzie menjeda kalimatnya sejenak, senyumnya semakin melebar ketika melanjutkan, "Sedangkan untuk pendekar wanita, ciri-cirinya sangat mirip dengan Chelsea yang aku kenal. Bagaimanapun juga, aku sangat yakin karena gadis berambut biru salju itu selalu saja menempel dengan adikku dan selalu mengikutinya setiap saat ke mana pun rein pergi," ujar Kenzie memberi keterangan yang sangat jelas.
Seketika itu juga, selembar memori masa lalu mulai berputar di dalam benak Kenzie. Pikirannya melayang kembali ke masa-masa indah di dalam istana Kekaisaran Laurent delapan tahun silam. Dulu, Chelsea Louis kecil selalu mengikuti Reinzie ke mana pun dan di mana pun. Di mana ada Reinzie, di sana pasti ada Chelsea yang selalu menempel ketat setiap waktu bak perangko. Mengingat masa lalunya yang begitu damai, Kenzie membatin di dalam hatinya sendiri, *Dulu sewaktu kecil, Chelsea begitu imut, cengeng, dan sangat lembut. Aku benar-benar tidak menyangka bahwa anak sepolos dirinya sekarang ini telah tumbuh menjadi gadis hebat nan anggun yang begitu kuat di luar sana...*
"Tapi... apa kamu benar-benar sangat yakin?" Wulan masih saja menyuarakan ketidak percayaannya sehingga membuyarkan lamunan kenzie. Pikirannya terus bertanya-tanya tanpa henti karena skala dari masalah ini terlalu besar untuk ukuran seorang murid baru seperti Kenzie.
"Sangat yakin, sangat sangat sangat yakin seratus persen, Nona Wulan! Dari ciri-ciri fisik, gaya bertarung, hingga kualitas kekuatan masif mereka, semuanya sangat cocok dengan mereka berdua!" seru Kenzie memperjelas dengan nada gemas. Ia kemudian memajukan wajahnya sedikit ke arah Wulan, merubah tatapan matanya menjadi sayu nan menggoda. "Nona Wulan sayang yang cantik... apakah kamu sebegitu tidak percayanya dengan perkataan dari mulut manisku ini? Hemm?"
Deg!.....
Melihat kelakuan Kenzie yang mendadak melancarkan serangan jarak dekat, wajah Wulan Tsuyoki seketika berubah menjadi merah padam. Jantungnya berdegup kencang, tersipu malu oleh godaan Kenzie yang secara terang-terangan menyebut dirinya 'CANTIK', ditambah lagi dengan kata 'SAYANG' yang diberikan nada penekanan yang teramat seksi di telinganya.
"Apa... apa yang baru saja kamu katakan?! Dasar pria gila yang tidak punya malu!" ketus Wulan dengan gugup. Ia mencoba menutupi rasa tersipu malunya dengan cara memarahi Kenzie, meskipun wajahnya saat ini sudah terasa panas dingin menahan gejolak di dada.
Bagaimana mungkin Wulan tidak memiliki reaksi sehebat itu? Disanjung secara tiba-tiba oleh seorang pria tampan dengan kekuatan luar biasa tersembunyi seperti Kenzie, wanita normal mana pun pasti akan merespons dengan reaksi malu dan tersentuh yang sama.
"Terserah Nona Wulan saja mau memanggilku apa, asalkan hal itu bisa membuat hatimu senang!" goda Kenzie lagi, sengaja memancing emosi Wulan agar rasa malunya berganti menjadi kekesalan yang menggemaskan.
"Kamu!... Kamu!... Dasar pria mesum tidak tahu malu!" seru Wulan dengan sisa tenaganya, sementara dahinya mulai mengeluarkan keringat dingin karena salah tingkah.
Melihat situasi merah muda yang mendadak tercipta di lapangan latihan tersebut, Rava dan Ryujin yang berdiri di belakang sekilas memiliki pikiran usil yang sama yang mengalir di otak konyol mereka.
"Cieee... Kakak Senior Wulan, ternyata kamu dan Kak Kenzie ada sesuatu ya!.." ujar Ryujin memecah situasi sembari menggantungkan perkataannya dengan nada meledek yang sangat kental. "Apakah dua insan yang kasmaran ini sebenarnya telah saling melabeli diri mereka masing-masing sebagai kekasih? Aw!" seru Ryujin memanaskan suasana.
"Ehem... Sepertinya sebuah drama romansa baru akan segera muncul di lingkungan kediaman Master Helena yang sunyi ini! Aku harus menyiapkan camilan!" timpal Rava menambah bumbu provokasi yang membuat suasana semakin pecah.
Sementara itu, Liera dan Snowy hanya bisa saling bertatap muka dengan wajah heran. Sejak awal, kedua wanita yang satu memiliki sifat normal dan satunya dingin, keduanya memang tidak pernah ikut serta dalam kegiatan obrolan yang tidak penting, dan mereka benar-benar tidak ingin ikut campur dalam urusan yang tidak berkaitan dengan fokus kultivasi mereka.
Tapi kali ini, di balik wajah heran tersebut, mendadak muncul secercah perasaan penasaran yang besar di dalam hati mereka. Bagaimana tidak? Kakak Senior Wulan yang selama ini terkenal sangat dihormati, anggun, dan berwibawa di seluruh penjuru akademi, ternyata bisa menunjukkan ekspresi malu-malu kucing yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya akibat godaan Kenzie.
Walaupun Snowy hanyalah seorang murid dan junior baru di kelompok mereka, ia memiliki pembawaan yang berbeda dari Kenzie dan Ryujin. Jika Kenzie dan Ryujin memiliki sikap ceplas-ceplos serta sifat konyol yang membuat mereka berdua terlihat seperti sudah menjadi murid lama di akademi, maka snowy justru sebaliknya.
Karena perbedaan sifat itulah, Snowy biasanya sangat berhati-hati dalam melakukan interaksi sosial. Namun kali ini, sepasang mata indahnya tampak begitu tertarik ingin mengetahui hubungan rahasia seperti apa yang sebenarnya dimiliki oleh sang Murid Suci dan Kenzie si murid baru yang sok suci ini.
Melihat keadaan sekitar telah berubah menjadi ruang interogasi cinta, Kenzie maupun Wulan secara serempak langsung memalingkan wajah mereka ke arah yang berlawanan, berusaha keras menyembunyikan ekspresi wajah merah merona mereka masing-masing karena malu.
Kenzie berdeham keras, mencoba mengembalikan wibawanya sebagai pelatih dadakan. "Cukup! Obrolan tidak penting ini dihentikan! Sekarang kalian semua boleh beristirahat, dan kita akan lanjut latihan fisik lagi pada sore hari nanti. Untuk saat ini, waktu latihan resmi selesai!" putus Kenzie memilih menghentikan waktu siksaan latihan mereka.
Mendengar keputusan Kenzie, Ryujin dengan hati yang teramat senang langsung melompat bahagia ke udara karena akhirnya mendapatkan waktu luang untuk bisa bersantai. "Yeah! Hidup Kak Kenzie! Kalau begitu, karena ada waktu luang seperti ini, apakah boleh aku pergi meninggalkan gunung kediaman Master dan berjalan-jalan ke area pusat akademi?" seru Ryujin kegirangan.
"Tidak masalah, Ryujin. Sangat bagus untuk sesekali keluar dari gunung kediaman Master yang sepi ini. Kebetulan aku tahu banyak tempat bagus, mari aku bawa kamu mengelilingi seluruh area akademi!" ujar Rava menanggapi perkataan Ryujin dengan semangat yang sama.
Kenzie yang mendengar hal tersebut, seketika merasakan air liurnya hampir menetes. Hatinya langsung terasa sangat senang karena sejak awal ia memang ingin sekali mencari makanan enak di Akademi Gunung Langit yang belum sempat ia kelilingi dengan bebas. Perut manjanya yang terlalu sering diberiakan protein hidangan mewah di masa lalu kini telah menggerutu keras, menuntut untuk segera diisi oleh hidangan-hidangan lezat yang menggugah selera.
"Sepertinya ide berkeliling itu juga tidak terlalu buruk. Cukup bagus, ayo kita pergi berkeliling bersama-sama!" ucap Kenzie dengan raut wajah yang dibuat sesantai mungkin, menyembunyikan niat aslinya yang sangat gila akan hidangan nikmat, terselubung dengan rapi karena wajah santainya.
...****************...
setiap bab yang kalian baca berikan tanggapan kalian agar author tau apa yang kurang dari novelnya /Grievance//Whimper//Whimper/
jadi ingat untuk memberi like yaa😄..