Bagi Jayden Xeno Frederick, perempuan hanyalah makhluk rumit yang membuang waktu. Sebagai ketua VULTURES—geng motor paling disegani di Jakarta—ia punya segalanya: kuasa, ketampanan, dan pengaruh. Namun, sepulangnya dari program pertukaran pelajar di London, prinsip hidup Jayden runtuh dalam semalam. Ia bertemu dengan Elleanor Catleena Smith, murid baru pindahan Amerika yang barbar, gemar membuat rusuh, dan sama sekali tidak mempan dengan pesonanya.
Elleanor—sang Queen Racer tersembunyi—berpindah ke Indonesia bukan untuk mencari cinta, melainkan karena didepak dari sekolah lamanya akibat merusak fasilitas sekolah. Sifat liar dan tak terkendali milik Elle justru memicu rasa penasaran Jayden. Rasa penasaran yang lambat laun bermutasi menjadi sebuah obsesi gelap dan posesif. Jayden menginginkan Elle, mutlak untuk dirinya sendiri.
Namun, mengurung seekor burung hantu yang hobi berontak tidaklah mudah. Apalagi di belakang Elle, ada Alkana Putra Adhytama, ketua geng WOLFANGS.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alyssa Kim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 35: Remuknya Logika Komputer
Kecepatan di papan spidometer digital VÈRUNE menyentuh angka 250 km/jam saat putaran kedua dimulai. Angin malam Sentul menghantam pelindung dada baju balap Elleanor bagai gada besi, namun fokus matanya tidak bergemerik sedikit pun dari lampu belakang Kawasaki H2 Carbon milik Jayden yang bergoyang dinamis di depannya.
Di belakang Elle, Alka bertarung beringas menahan gempuran Shaka dan Erlan. Deru mesin motor mereka saling bersahutan, menciptakan gaung horor di sepanjang lintasan lurus.
"Matt! Sinyal traksi roda belakang gua agak slip di tikungan tiga!" seru Elle melalui mikrofon helmnya, napasnya memburu.
Di dalam pit independen, Matthew mengetik papan ketik laptopnya dengan kecepatan gila. "Itu karena karakter aspal Sentul yang mulai lembap kena kabut, El! Jangan turunin gigi terlalu cepat di tikungan berikutnya. Biarin suspensi kustom lo yang nyerap energinya!"
Jayden yang memimpin di depan melirik spion kanannya. Siluet hitam karbon milik Elleanor masih setia menempel di sana, bergerak lincah bagai bayangan hantu yang menolak untuk lenyap. Sisi obsesif di dalam diri sang ketua VULTURES bergejolak hebat mendapati keliaran gadisnya yang begitu memukau di atas lintasan maut.
Klik.
"Haikal," panggil Jayden dingin melalui interkom internal Vultures. "Aktifkan simulasi pengereman Elleanor untuk tikungan S besar sekarang."
Di dalam pit Vultures, Haikal menggeser tuas kontrol pada superkomputer miliknya. "Simulasi aktif, Jay. Sesuai data balapnya di New York, dalam kondisi aspal lembap begini, Elle bakal narik tuas rem di jarak 55 meter sebelum tikungan S besar. Lo cukup ambil jalur dalam di jarak 50 meter buat ngunci total pergerakannya."
"Sempurna," desis Jayden.
Motor monster Kawasaki H2 Carbon milik Jayden melesat semakin gila, memimpin pergerakan menuju tikungan S besar yang terkenal sebagai tikungan paling menjebak di Sentul. Jayden mengambil jalur tengah, bersiap melakukan pengereman presisi di jarak 50 meter untuk memotong dan mengurung jalur Elleanor sesuai kalkulasi komputer Haikal.
Indikator jarak di pinggir lintasan bergerak mundur dengan cepat.
70 meter... 60 meter...
Jayden melirik spionnya, bersiap melihat Elleanor menarik tuas remnya di jarak 55 meter. Namun, lampu rem belakang Yamaha YZF-R1 milik Elle sama sekali tidak menyala.
55 meter... Elleanor justru memuntir gasnya lebih dalam!
"Jay! Ada yang salah sama kalkulasinya! Dia gak ngerem!" teriak Haikal panik dari earphone Jayden.
50 meter... Jayden terpaksa menarik tuas remnya demi menjaga traksi motor monsternya agar tidak slip di tikungan tajam. Di detik yang sama, siluet hitam karbon VÈRUNE melesat ekstrem dari jalur luar.
Elleanor baru mencengkeram tuas rem depannya di jarak 30 meter sebelum tikungan!
Sreeeeeettt!
Garpu suspensi hidrolik ganda kustom buatan Wolfangs tertekan maksimal hingga melekuk dalam, menyerap seluruh gaya inersia gila dari kecepatan 240 km/jam tanpa membuat roda belakang Elle kehilangan cengkeraman. Tubuh mungil Elleanor merebah ekstrem ke arah kiri hingga lututnya bergesekan keras dengan aspal, memancarkan percikan api kecil dari sliding pad-nya.
Dalam satu gerakan meliuk yang kelewat barbar dan presisi, Elleanor memotong jalur dalam tepat di depan moncong motor Jayden.
Logika komputer Haikal remuk total. Insting liar seorang Queen Racer New York terbukti jauh lebih superior daripada barisan kode simulasi.
Yamaha YZF-R1 milik Elleanor resmi memimpin balapan di posisi pertama, meninggalkan sang predator tertinggi Jakarta di belakangnya untuk pertama kali dalam sejarah jalanan ibu kota.
"Gua udah bilang, Muka Tembok!" seru Elleanor lewat interkom nirkabelnya, napasnya tersengal-sengal namun sarat akan kepuasan yang membubung tinggi. "Rumus komputer lo gak bakal bisa ngitung nyali gua di atas aspal!"
Dari balik visor helmnya, sepasang netra hitam pekat Jayden membelalak. Terkejut, namun dalam sekejap, rasa terkejut itu bertransformasi menjadi gelombang kegilaan posesif yang jauh lebih pekat dan membakar. Jantung Jayden berdegup kencang, menatap punggung gadisnya yang kini memimpin di depan dengan rasa candu kepemilikan yang sudah menembus batas kewarasan manusia normal.
"Lo bener-bener luar biasa, Elleanor Smith," bisik Jayden dengan suara parau yang bergetar gila di dalam helmnya. Ia kembali memuntir gas Kawasaki-nya hingga mesin supercharger-nya menjerit kesetanan. "Makin lo berani terbang di depan gua, makin besar rasa lapar gua buat nembak jatuh sayap lo malam ini!"