NovelToon NovelToon
Cintai Aku Sekali Lagi

Cintai Aku Sekali Lagi

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Cinta Seiring Waktu / Berbaikan
Popularitas:86.4k
Nilai: 5
Nama Author: moon

WARNING! Sebelum mulai membaca, tolong baca tagar dahulu. Karena di sini area bebas JULID, dilarang mengomel hanya karena keinginan Anda tak sejalan dengan pemikiran Author.



Cinta itu menuntun dirinya untuk membuat keputusan paling kejam, memilih satu diantara dua wanita. Di antara tangis dan perih dua wanita yang lain, ia tetap mempertahankan wanita yang ia cinta.


Setelah keinginan diraih, takdir kembali lancang menuliskan jalannya tanpa permisi. Sekali lagi ia kehilangan, tapi kali ini untuk selamanya.


Terombang ambing dalam amarah, serta sempat menjauh dari-Nya. Tapi sepasang tangan kecil tetap meraih dirinya penuh cinta, tulus tanpa berharap imbalan jasa.


Apakah tangan kecil itu mampu menuntun Firza kembali ke jalan-Nya?


Lantas bagaimana dengan dua wanita yang pernah disakiti olehnya?


Mampukah Firza memantapkan hatinya pada cinta yang selama ini terabai oleh keegoisannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon moon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#35

#35

Ahtar buru-buru pulang setelah melihat rekaman CCTV rumah, ia takut Abizar ketakutan akibat omelan Bu Laksmi. 

“Assalamualaikum.” 

“Papa—” pekik Abizar yang kini mulai memanggil Ahtar dengan sebutan papa. 

Ahtar menangkap tubuh mungil Abizar ketika bocah itu berlari ke arahnya. “Abi jadi anak pintar hari ini?” 

“He—” jawab bocah itu, singkat, sambil menganggukkan kepalanya. 

Ahtar mencium kening Abizar yang kini mulai jadi kebiasan menyenangkan setelah pulang dari tempat kerja. “Good boy.” 

“Auu—” cetus Abizar. 

Hidung Ahtar mengenduskan tubuhnya sendiri, ia memang baru pulang dari tempat pelelangan ikan, menjumpai para pengepul ikan segar yang akan ia borong lalu dikemas rapi di dalam freezer khusus, sebelum dikirim ke luar negeri. 

“Masa, sih? Papa masih wangi, loh.” Alih-alih menurunkan Abizar yang mulai menggeliat, pria itu justru menciumi leher dan dada Abizar, hingga putra sambungnya itu terkikik geli. 

Tak lama kemudian Mbok Sari keluar dari dapur, wanita itu membawa kudapan ringan untuk Abizar. “Sini, Sayang, makan camilan dulu, biar papa mandi.” 

Ahtar menurunkan Abizar, dan bocah itu bergegas menghampiri Mbok Sari yang membawakan buah pepaya manis favoritnya. Ahtar mengekori Abizar, ia hendak bertanya perihal peristiwa tadi siang. 

“Mbok, apa yang terjadi?” Akhtar langsung bertanya, dan Mbok Sari sebagai satu-satunya orang di rumah selain Ahtar yang tahu tentang keberadaan kamera CCTV tersembunyi, langsung menoleh ke sekitar untuk memastikan keadaan. 

“Ya, gitu, Den. Bocah lucu ini lolos dari pengawasan Non Ersha, dia lari mengejar bola. Dan kejadian selanjutnya pasti Den Ahtar sudah tahu. Kasihan Non Ersha, Den. Wajahnya sampai pias, mungkin takut dan kaget karena sikap Nyonya Laksmi sama sekali tak ramah pada Den Abi,” lapor Mbok Sari. 

“Mungkin sebaiknya kami segera pindah, ya, Mbok. Agar Ersha tidak tertekan, dan Abizar bisa bebas bermain,” keluh Ahtar. 

“Setuju, Den. Rumah ini tidak ramah anak, banyak barang pecah belah yang harus di jaga dengan hati-hati. Ada kolam renang cukup besar juga, Mbok was-was kalau Den Abi lolos dari pengawasan.” 

“Iya, Mbok, aku akan bicara dengan Ersha.” 

Mbok Sari mengangguk, “Mbok yakin, Non Ersha pasti tak akan berani bicara segamblang Mbok. Tapi, harap dimaklumi, ya, Den. Pasti dia juga merasa segan, karena Den Abi bukan anak kandung Den Ahtar.” 

Ahtar pun berjalan menuju kamar utama yang ia tempati bersama sang istri. Ersha baru saja mengakhiri sholat asharnya, wanita itu tersenyum begitu manis menyambut kedatangannya. “Abang, kapan datang?” 

“Barusan.”

Ersha meletakkan kain sholatnya, lalu mencium punggung tangan sang suami. “Abang sudah makan?” Ahtar langsung masuk ke kamar mandi, dari luar pintu, Ersha masih mengajaknya bicara. 

“Sudah tadi, di jamu sama pemilik gudang tempat Abang menitipkan ikan. Abang mau mandi dulu, gerah, belum sholat juga.” 

“Iya, Bang. Tadi aku buat klappertaart, Abang, mau?” 

Pintu kamar mandi kembali terbuka, pria itu sudah membuka atasannya. “Mau, dong,” jawabnya cepat. “Sama kopi pahit, ya?” imbuhnya. 

Ersha menganggukkan kepalanya, lalu menghampiri lemari pakaian guna menyiapkan pakaian santai untuk suaminya. 

Malam harinya setelah Abizar terlelap damai, Ahtar mulai mengajak istrinya berbicara serius. Pria itu berbaring di belakang punggung Ersha, sambil menghidu mesra rambut serta tengkuk, tak lupa memeluk manja pinggang istrinya. Hingga tanpa sadar Ersha mendesah, suara merdu itu memantik hasrat Ahta yang semula tak terpancing. 

“Sayang—” bisik Ahtar dengan nada rendah yang berat. 

“Mmm, Bang—” Ersha menggeliat tak nyaman karena ada Abizar di dekatnya. 

“Kenapa, hmm?” 

“Masih ada Abi.” Suara Ersha pun mulai berubah. 

Ahtar terkekeh, lalu bangkit ke arah Abizar. “Papa pinjam mama kamu sebentar, ya?” bisik Ahtar pelan.

Lalu dengan gerakan sangat lembut lagi hati-hati pria itu memindahkan Abizar box bayinya. Meski bukan bayi lagi, tapi tempat tidur khusus itu cukup luas, dan aman, hingga Abizar bisa berguling kesana kemari, tanpa takut jatuh. 

Setelah memastikan putra mereka aman, Ahtar memadamkan lampu kamar, sebenarnya ia lebih suka jika ada cahaya redup. Tapi karena ada Abizar, jadi Ahtar mengalah. Karena ia pun tak mau jika bocah itu melihat orang tuanya beradegan mesra. 

Suara-suara mesra bercampur desah menggoda segera memenuhi ruangan, tidak keras, tapi tidak juga diam, karena nikmatnya sungguh luar biasa, karena itulah bila tak bersuara rasanya tak afdhol saja. 

Ahtar begitu memuja tubuh istrinya, setiap jengkal diperlakukan bak batu pualam berharga, setiap inci ia belai dan ia usap dengan penuh penghayatan. Tak pernah sekalipun ia mengungkit Ersha yang sudah pasti pernah melakukannya dengan pria lain. 

Karena ia hanya ingin agar Ersha mengubur dalam-dalam kisah masa lalunya bersama sang mantan suami. Dan untuk saat ini hingga selama-lamanya hanya akan ada ukiran tentang mereka saja. 

Beberapa waktu berlalu, pergulatan panjang penuh nikmat itu pun berakhir manis seperti biasa, tubuh keduanya basah, lelah tapi bahagia. Ahtar menanam sebanyak mungkin benih cintanya, agar buah hati mereka segera tersemai. Wujud dari kisah cinta mereka setelah akad nikah selesai digaungkan. 

Di bawah selimut, tubuh mereka masih saling bertaut, Ahtar bahkan masih menyesap bibir manis Ersha, tak akan pernah puas, seperti musafir yang sangat dahaga. Tangannya mengusap punggung Ersha yang masih lembab setelah pergulatan mereka beberapa saat yang lalu. “Cintaku— Abang sangat mencintaimu,” bisiknya di telinga Ersha. 

Semburat rona merah menghiasi pipi Ersha, andai lampu menyala, tentu Ahtar bisa melihatnya dengan jelas. Tapi, tanpa lampu sekalipun, Ahtar sudah bisa membayangkan rona merah itu, tengah mewarnai pipi istrinya. 

Ersha mengusap pipi Ahtar, “Terima kasih, Bang. Karena sudah menerimaku apa adanya, aku janji, akan selalu berusaha menyemai cinta dalam hati ini, agar tumbuh subur seiring waktu.” 

Ahtar mengecup kening Ersha, lalu menarik daksa indah itu ke pelukannya. Detak jantung mereka masih berdentum keras, namun, laju nafas perlahan turun teratur sejalan dengan kondisi mereka yang semakin rileks setelah beradegan mesra. 

“Sebenarnya, ada yang ingin Abang katakan.” 

“Apa itu, Bang?” tanya Ersha, suaranya nyaris berbisik, karena kedua matanya mulai terpejam. 

“Rumah kita, sudah hampir siap.” 

Kedua mata Ersha segera terbuka, “Sungguh, Bang!?” tanyanya penuh semangat. 

“Hmm, tapi, rumah itu tak sebesar rumah ini. Lagipula Abang masih menyuruh beberapa orang untuk merapikan, dan membersihkannya, agar nyaman untuk kita tinggali.” 

“Kalau merapikannya sambil jalan, gimana Bang?” 

Ahtar mengerutkan alisnya, “Maksudmu?”

“Kita tetap pindah ke sana, selagi rumah di rapikan.” 

“Sabar dulu sebentar, aku ingin memastikannya agar rumah itu aman dan nyaman, Abi juga bisa bermain dengan tenang. Jadi kamu juga tidak was-was.” 

Ersha jadi teringat peristiwa tadi siang, “Abang tahu darimana?” tanya Ersha menjurus pada tragedi vas bunga tadi siang. 

Jari Ahtar mencolek hidung Ersha. “Abang, kan, pemilik rumah ini, jadi ada peristiwa apapun, abang pasti tahu.” 

“Mbok Sari yang mengadukannya?” sungut Ersha. 

“Bukan, Mbok Sari hanya melengkapi cerita.” Jawaban Ahtar makin membangkitkan rasa penasaran dalam diri Ersha. 

“Ih, nggak asik, main rahasia-rahasia sekarang.” Ersha pura-pura merajuk, tapi tetap melingkarkan lengannya di tubuh suaminya. 

Senyum Ahtar masih misterius, membuat Ersha makin penasaran, tapi wanita itu segera terlelap, karena terlalu lelah setelah melayani gempuran suaminya. 

“Selamat istirahat, Cinta. Besok Abang ceritakan semua, biar kamu tak penasaran.” 

1
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
vote buat Fir Sha 🥰
Pujierde
beuh gercep juga bang hahaha 👍👍👍👍👍👍
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
mau ngintip😅😅
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
so sweet🥰🥰
Pujierde
ny bianca baik banget semoga bisa menjadi keluarga dari ersha dan firza jadi ny bianca tidak merasa sendiri lagi
Pujierde
nah dari kemrn" atuh tanya sama ny bianca iiiiihhhhhh gemes ney cama mama adzka
Bunda Idza
tenang aja Thor, udah hatam 🤭😄😄
Dozky 2 Crazy
pluss joe yaaa sepaket😁😁
Adiba
Alhamdulillah akhirnya bisa akur juga 🤭🤭.. apa lagi udah bisa buka puasa ya Firza... semoga kedepannya gak ada lagi godaan yang akan mengganggu lagi rumah tangga mereka... iya nih kangen sama kekonyolan si Jordy nih,, tapi q setia nunggu besok koq Thor 🤭.. karena hari ini udah up langsung 4 bab,vote langsung meluncur... tetap semangat lanjut yaaaa Thor 💪💪😍😍
Nar Sih
makasih kak moon dgn 4 bab nya yg luarbiasaa👍🙏😍😍
Dew666
💎💎💎
Nar Sih
suami yg pengertian 👍bnr kata suami mu ersha,pcrn halal dulu sambil nunggu azkara 2th bru program adik cewek buat kakak,,nya
Pujierde
rasakan itu akibatnya gak mendengarkan miranda 😂😂😂😂😂😂😂😂
Pujierde
nah kan bener ini akal-akalan si manusia jor" 😄😄😄😄😄😄
Pujierde
sepertinya diijanjikan sesuatu si bodel sama si manusia jor" 😄😄
Pujierde
nah benerkan ayah firza sedang sakit dan ersha gak peka
Pujierde
jangan-jangan firza sedang sakit ?
Nar Sih
wah,,mlm pertama yg ke dua kali sgra terlaksana ,smoga ank,,ngk bagun😂😂
Pujierde
sepertinya si jor" tau klo itu no.hp miranda 🫢🫢
Dew666
💎💎💎💎
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!