NovelToon NovelToon
Kehilangan Di Hari Pelantikan

Kehilangan Di Hari Pelantikan

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Dark Romance / Balas Dendam
Popularitas:11.5k
Nilai: 5
Nama Author: linda huang

Nathan Han yang mengejar ambisinya sehingga mengabaikan tunangannya. Pada hari ia terpilih sebagai pemimpin organisasi terbesar di kota itu, tunangannya, Calista Li, ditemukan terjun ke laut dan dinyatakan meninggal. Tanpa pesan. Tanpa alasan.

Lima tahun kemudian, Nathan Han menjadi pemimpin yang ditakuti. Dingin dan tanpa belas kasihan. Suatu malam, saat ia diburu musuh, ia bertemu dengan seorang gadis. Wajah gadis itu sangat mirip dengan Calista yang telah mati.

Siapakah gadis itu sebenarnya? Dan apakah Nathan akan mencintai gadis yang begitu mirip dengan tunangannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35

“Marcus… bolehkah aku bertanya sesuatu?” tanya Liora pelan sambil memegang cangkir tehnya.

Marcus mengangguk kecil. “Tentu.”

Liora menatap permukaan teh hangatnya beberapa detik sebelum akhirnya bertanya,

“Sebenarnya… apa alasan Tuan menjadikanku perawat pribadinya?”

Marcus sedikit terdiam.

“Karena anda pernah merawat beliau di rumah sakit,” jawabnya tenang. “Tuan percaya kalau Nona Meng adalah orang yang bisa diandalkan.”

Liora mengernyit kecil.

“Hanya karena itu?”

Marcus menatapnya.

“Di rumah sakit ada banyak dokter dan perawat yang jauh lebih hebat dariku,” lanjut Liora. “Aku bukan orang istimewa. Tidak masuk akal kalau dia membayarku setinggi itu hanya untuk menjadi perawat pribadi.”

Marcus tersenyum tipis mendengar itu.

“Nona terlalu meremehkan diri sendiri.”

Liora terdiam.

Marcus menyandarkan tubuhnya ke kursi lalu berkata pelan, “Selama bertahun-tahun berada di sisi Tuan… saya melihat terlalu banyak orang mendekat karena uang, kekuasaan, atau kepentingan mereka sendiri.”

Tatapannya berubah serius.

“Tuan Han hidup di lingkungan yang penuh pengkhianatan. Bahkan orang terdekat pun belum tentu bisa dipercaya.”

Liora mendengarkan dalam diam.

Marcus melanjutkan, “Itulah kenapa Tuan sangat berhati-hati memilih siapa yang boleh berada di dekatnya.”

Pria itu lalu menatap langsung ke arah Liora.

“Dan malam ini… anda membuktikan sesuatu.”

Liora sedikit bingung. “Maksudmu?”

“Dalam situasi seperti tadi, orang normal pasti sudah memilih melarikan diri.”

Marcus tersenyum kecil.

“Tapi anda tetap tinggal. Bahkan ikut membantu Tuan meski tahu diri anda juga bisa menjadi sasaran.”

Liora langsung teringat kejadian di jalan tadi. Suara benturan mobil. Darah Nathan. Dan rasa panik yang belum benar-benar hilang.

“Aku cuma tidak mungkin meninggalkan pasien terluka begitu saja,” gumamnya pelan.

Marcus mengangguk.

“Mungkin bagi anda itu hal biasa sebagai seorang perawat. Tapi bagi Tuan Han… orang seperti itu sangat langka.”

“Sudah malam. Sebaiknya Nona istirahat lebih awal,” ucap Marcus sambil bangkit dari kursinya. “Saya yang akan menjaga Tuan malam ini.”

Liora ikut berdiri perlahan.

“Kalau ada sesuatu, segera panggil aku,” jawabnya.

Marcus mengangguk kecil. “Baik, Nona.”

Tak lama kemudian pria itu berjalan meninggalkan ruang makan menuju lantai atas.

Kini tinggal Liora seorang diri di ruangan yang sunyi itu. Ia menatap cangkir tehnya yang mulai dingin.

Liora menghela napas pelan.

“Nathan Han…” gumamnya lirih. “Kenapa aku malah merasa ... sebuah perasaan yang sulit dijelaskan?"

Keesokan harinya.

Cahaya matahari pagi masuk melalui jendela besar kamar Nathan.

Pria itu sudah sadar.

Nathan berdiri di dekat jendela sambil memandang halaman samping rumahnya yang tenang.

Ia mengenakan jubah tidur hitam. Lilitan perban masih terlihat jelas di sisi perutnya.

Meski wajahnya masih sedikit pucat, auranya tetap dingin dan menekan seperti biasa.

Marcus berdiri tidak jauh darinya.

“Tuan, apa anda membutuhkan sesuatu?” tanya Marcus.

Nathan tetap menatap keluar jendela. “Bagaimana keadaan Liora?”

Marcus langsung mengerti maksud pertanyaan itu.

“Kejadian semalam pasti mengejutkannya,” lanjut Nathan pelan.

Marcus tersenyum kecil. “Tuan tenang saja. Nona Meng jauh lebih tenang dari yang anda kira.”

Nathan akhirnya menoleh sedikit. “Dia tidak takut?”

“Tidak sama sekali,” jawab Marcus. “Bahkan setelah sampai di rumah, dia tetap merawat luka anda dengan tenang.”

Tatapan Nathan berubah samar.

Jawaban itu membuat sudut bibirnya sedikit terangkat.

“Tahan dalang utamanya dalam tiga jam,” perintah Nathan rendah.

“Baik, Tuan.”

Marcus langsung berubah serius.

“Anak buah kita sudah menyebar mencari mereka. Tidak akan butuh waktu lama.”

Nathan kembali memandang ke luar jendela.

Tatapannya perlahan menjadi gelap.

“Kali ini mereka sudah melibatkan Liora. Untung saja kejadian tadi malam tidak membuatnya mengingat masa lalunya.”

Marcus mengangguk pelan.

“Seharusnya tidak. Kata dokter sebelumnya, selama Nona tidak melihat sesuatu yang berkaitan langsung dengan kejadian itu… ingatannya tidak akan kembali.”

Nathan terdiam.

“Aku hanya khawatir mimpi buruknya muncul lagi.”

Marcus menatap Nathan sekilas.

“James memang sudah mati,” lanjut Nathan pelan. “Tapi bajingan itu masih terus muncul dalam mimpinya.”

Marcus menundukkan kepala sedikit. “Karena dia orang yang paling melukai Nona,” ucap Marcus pelan.

Tok tok.

Ketukan pintu terdengar.

Marcus segera membuka pintu.

Seorang pria berpakaian hitam berdiri di depan kamar dengan wajah tegang.

“Tuan… kami menemukan salah satu orang yang menyerang semalam.”

Tatapan Nathan langsung berubah tajam.

“Di mana?”

“Gudang tua distrik barat.”

Nathan langsung berjalan mengambil jas hitamnya.

Marcus mengernyit. “Tuan, kondisi anda belum membaik."

Nathan tidak peduli. “Siapkan mobil.”

“Tuan—”

“Aku tidak suka mengulang perintah.”

Marcus langsung diam.

Sementara itu…

Di lantai bawah, Liora baru keluar dari dapur sambil membawa secangkir kopi hangat.

Namun langkahnya berhenti saat melihat Nathan turun dari tangga.

“Tuan?”

Liora langsung mengernyit melihat pria itu sudah berpakaian rapi." Anda ingin ke mana? Bukankah seharusnya istirahat?”

Nathan tetap berjalan mendekat.

“Ada urusan mendadak."

“Urusan apa?” tanya Liora tidak setuju. “Lukamu bahkan belum sembuh. Dan jahitannya masih basah."

Nathan berhenti tepat di depannya.

“Aku baik-baik saja. Aku berjanji akan segera kembali. Tunggu aku!"

Tanpa menunggu lebih lama, Nathan tetap pergi meninggalkan mansion.

Mobil hitamnya melesat keluar dari halaman meski Marcus beberapa kali terlihat khawatir dengan kondisi lukanya.

Liora berdiri di depan pintu sambil memijat pelipisnya kesal.

“Kalau begini terus kapan lukanya sembuh…” gerutunya pelan. “Pantas saja aku dibayar mahal. Rupanya tugasku bukan cuma menjahit luka… tapi juga membuka jahitan dan menjahit ulang.”

Ia menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal.

Beberapa pelayan yang mendengar hanya saling melirik diam-diam.

Beberapa jam kemudian…

Langit mulai gelap. Hujan tipis kembali turun membasahi halaman mansion.

Rumah besar itu terasa terlalu sunyi.

Liora masih duduk di ruang tamu sambil sesekali melihat jam dinding.

Liora akhirnya berdiri lalu berjalan mendekati pintu utama.

“Sudah malam…” gumamnya pelan. “Kenapa dia belum pulang juga?”

Saat itu...

bugh!

Sebuah benda keras menghantam belakang kepalanya.

Pandangan Liora langsung berkunang-kunang.

Asbak keramik jatuh pecah di lantai.

Tubuh Liora limbung beberapa langkah sebelum akhirnya roboh ke lantai.

Kesadarannya mulai menghilang perlahan.

Sebelum benar-benar pingsan…

matanya samar melihat sosok seorang pelayan berdiri di belakangnya.

Tatapan wanita itu dingin.

Tangannya masih memegang pecahan asbak yang berlumuran darah.

“Nona Liora…” gumam wanita itu pelan. “Anda seharusnya tidak berada di sisi Tuan.”

Pandangan Liora semakin kabur.

Tak lama kemudian— semuanya berubah gelap.

1
Kinara Widya
apakah Liora sudah sadar...
Dian Fitriana
update
Kinara Widya
di suruh siapa Ruby...apa jangan2 Ruby menyukai nathan
Kinara Widya
aduh ada penghianat kah...atau pelayan itu menyukai Nathan...
Kinara Widya
jadi perawat Nathan selamanya..liora
Fortu
Tanda tanda ingatan mulai pulih ini
Fortu
semoga musuh Nathan tidak menyakiti Liora lagi
Fortu
syukurlah kalau tes DNA
dan semoga tidak menjadi korban lagi sebab musuh Nathan banyak
Fortu
ketemu ehh
Fortu
Ternyata hilang ingatan
Fortu
lalu ceritanya gimana identitas Calista bisa ada dimayat satunya, apakah ada orang yang memindahkan??
trus yang nolong Calista kerumah sakit itu siapa??
Fortu
bener kan si pak Tua ini
ckckck
Fortu
wahhhh tragedi berdarah
apakah Calista korban juga dari james
Fortu
licik juga Tuan James

btw apakah jims pelaku utama kekerasan terhadap Calista???

wah Nathan main halus ini
Fortu
Apakah james ayahnya jims yang melakukan itu🤔🤔
Fortu
Pasti diperkosa oleh Jims🤔🤔🤔
Fortu
Apa dia dapat kekerasan dari jim??
Fortu
Masalah Calista Li apa ya sampai buruh diri
Fortu
Yang ditemukan dilaut itu ada dua ya🤔
yang pertama ditemukan nelayan masih hidup
terus yang ditemukan polisi Calista Li
Apa identitas tertukar???
Fortu
mampir
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!