NovelToon NovelToon
Sang Pendekar Pengendali Naga

Sang Pendekar Pengendali Naga

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Balas Dendam
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: cici aremanita

Lue Ang yang hampir mati diselamatkan oleh wanita tua, di sana Lue Ang diberitahu kalau dirinya memiliki spirit.

Untuk membalaskan dendam yang diterimanya selama ini, Lue Ang mencoba berkulivasi dan mengembangkan spirit yang ada di dalam tubuhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cici aremanita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mengetahui Spirit Lue Ang

Semua sudah mengeluarkan spirit masing-masing, saat ini keempatnya sangat tidak sabar ingin melihat spirit Lue Ang, spirit apa yang bisa membuat spirit murid ketua Puang dan ketua Qiu ketakutan.

"Bukankah sekarang giliranmu mengeluarkannya dik," ucap senior Ran yang sangat tidak sabar.

"Baiklah, aku akan mengeluarkannya," sahut Lue Ang.

"Tunggu sebentar, sebelum dia mengeluarkan spiritnya kalian harus berjanji tidak akan memberitahu siapapun, jika kalian melanggar sengaja atau tidak kalian akan menerima hukuman," ucap ketua Tiang.

"Ketua tenang saja, kami berjanji tidak akan memberitahu orang luar," sahut senior Yun.

"Kalau kamu aku mungkin bisa mempercayainya, tapi tidak dengan yang lain," ucap ketua Tiang.

"Kami juga berjanji tidak akan memberitahu siapapun ketua, jika kami melanggarnya kami siap menerima hukumannya," sahut senior Mandu dan Raksa bersamaan.

Melihat betapa seriusnya ketua Tiang melarang senior Ran malah semakin penasaran apa spirit Lue Ang, karena baru kali ini ketua Tiang sampai seperti ini padahal sebelumnya saat dirinya dan ketiga lainnya ingin saling memperlihatkan spirit masing-masing ketua Tiang terlihat biasa saja.

Karena hanya dirinya saja yang masih diam ketua Tiang dan yang lainnya menatap ke senior Ran, senior Ran sangat yakin kalau dirinya bukanlah orang yang akan menyebarkan sesuatu apalagi itu yang dilarang.

"Ketua tenang saja aku juga tidak akan memberitahu siapapun dan tidak akan membicarakannya di luar," ucap senior Ran.

"Haaaah, baguslah karena kalian semua sudah berjanji aku harap kalian akan selalu mengingat janji itu," sahut ketua Tiang.

"Jadi apa aku sudah boleh mengeluarkannya sekarang ketua?" Tanya Lue Ang.

"Tentu saja," ucap ketua Tiang.

"Apa kamu sudah siap Ameng!"

"Tidak perlu bertanya padaku, aku siap membuat mereka tidak bisa berkata-kata," sahut Ameng.

"Keluarlah," ucap Lue Ang sambil mengangkat tangannya.

Hooooooooeeeeer.

Ameng langsung keluar dari dalam tubuh Lue Ang dan berdiri di belakangnya menatap tajam semua spirit yang ada di sana, keempat spirit para senior langsung masuk ke dalam pengendali masing-masing tanpa mengatakan apapun.

Hooooooooooooeeeeer.

"Na naga," ucap senior Ran sambil menelan ludah.

"Tidak heran ketua Tiang sampai seperti itu melarang kita memberitahu orang luar," sahut senior Yun.

"Maaf senior, karena sudah terlanjur keluar Ameng ingin bertarung dengan spirit para senior," ucap Lue Ang.

"Kamu memberikannya nama," sahut senior Raksa.

"Kita satu, tentu saja harus memberinya nama, akan tidak pantas jika kita memanggil dengan jenisnya," ucap Lue Ang.

"Sangat masuk akal," sahut senior Raksa menganggukkan kepalanya.

"Jadi bagaimana senior? Siapa yang akan bertarung dengan spirit ku lebih dulu?" Tanya Lue Ang

"Hahahaha, kamu pasti bergurau, spirit mu Naga spirit kami tidak ada yang berani melawannya," ucap senior Ran.

"Dasar serangga serangga lemah," sahut Ameng yang langsung masuk ke tubuh Lue Ang.

"Spirit Lue Ang memang sang legendaris tapi pengendalinya masih pemula, dan milik kalian cukup kuat di tambah kalian memberikan tambahan kekuatan tidak mungkin kalian kalah telak," ucap ketua Tiang.

"Ketua juga bergurau pada kami, siapapun tahu kalau walau pengendalinya lemah tapi spiritnya kuat akan sulit untuk mengalahkan spiritnya, terkecuali yang kami lawan adalah pengendalinya," sahut senior Yun.

"Tapi tidak ada masalah aku akan mencobanya, keluarlah Serigala ku," teriak senior Yun.

Auuuuuuuuuuu.

"Aku iri padanya dia memiliki nama tapi kamu malah memanggilku dengan jenisku," ucap Spirit senior Yun.

"Jika kamu mau bertarung dengannya aku akan memberimu nama," sahut senior Yun.

"Aku akan menagih janjimu," ucap spirit senior Yun.

Wheeeeeeeeeeess.

Wheeeeeeeeeeess.

Wheeeeeeeeeeess.

Serigala senior Yun berlari cepat ke arah Ameng, setelah berjarak lima meter serigala merah melompat ke arah Ameng yang hanya menggertakkan giginya.

"Dasar lemah."

Whuuuuuuuuuuuuuss.

Satu pukulan Ameng tanpa menggunakan kekuatan penuh membuat spirit senior Yun terlempar, baru mau memintanya kembali menyerang serigala senior Yun langsung memilih menghilang.

"Aku tidak masalah tidak kamu berikan nama," ucap serigala yang sudah kembali masuk ke tubuh senior Yun.

"Bagaimana dengan ketiga senior? Apa ada yang mau mencobanya?" Tanya Lue Ang.

"Tidak tidak, kami cukup tahu saja apa spirit mu," ucap senior Mandu.

"Kalau begitu kembalilah," sahut Lue Ang.

Ameng seketika menghilang setelah mendengar tidak ada lagi yang mau bertarung dengannya, padahal dirinya baru pertama kali menunjukkan wujud dan ingin bertarung kenapa mereka malah menolaknya.

"Hahahaha, akhirnya kalian tahu sendiri akibatnya," ucap ketua Tiang.

"Apa maksud ketua?" Tanya senior Ran.

"Aku sendiri saja tidak yakin spiritku bisa menang melawannya apalagi spirit kalian, jika ingin menang mungkin kalian sebagai pengendali harus berada di puncak," ucap ketua Tiang.

"Kalau begitu kenapa ketua meminta spirit kami untuk bertarung?" Tanya senior Yun.

"Aku hanya ingin memberi kalian pelajaran, dengan begitu kalian akan tahu terlalu penasaran itu tidak akan berakhir baik," ucap ketua Tiang.

"Karena kalian semua tidak lagi merasa penasaran aku akan membawanya pergi, kalian harus ingat itu lain kali," sambung ketua Tiang.

"Baik ketua," sahut semua serentak.

Ketua Tiang meminta Lue Ang berjalan di depannya sampai di depan rumahnya, Sesampainya di sana ketua Tiang langsung masuk dan meminta Lue Ang untuk duduk di depannya.

"Aku sebenarnya sudah mengetahui spiritmu tapi aku sama seperti mereka yang juga penasaran wujudnya," ucap ketua Tiang.

"Sekarang aku sudah tidak penasaran lagi," sambung ketua Tiang.

"Tapi sebenarnya bukan itu yang ingin aku katakan dan kamu harus mendengarkan aku baik-baik," ucap ketua Tiang dengan sangat serius.

"Baik ketua," sahut Lue Ang.

"Spirit Naga dulunya hanya dimiliki oleh Raja atau keturunan Raja, jika spirit Naga terlahir dari orang biasa maka akan menjadi ancaman terbesar bagi kerajaan," ucap ketua Tiang.

"Itu alasanku meminta mereka tidak membongkar spiritmu, karena aku tidak mau kamu menjadi incaran banyak orang sebelum kamu menjadi kuat," sambung ketua Tiang.

"Apalagi jika mereka tahu kalau spiritmu tidak hanya satu," ucap ketua Tiang.

"Mulai dari sekarang kamu harus menahan sebisa mungkin agar spirit mu tidak diketahui orang luar," ucap ketua Tiang yang terus berbicara.

"Aku mengerti ketua," sahut Lue Ang sambil menganggukkan kepalanya.

"Baguslah, kalau begitu aku tidak akan mengganggumu untuk menguasai dua jurus itu, setelah berhasil menguasainya kamu harus memperlihatkannya padaku," ucap ketua Tiang yang langsung bangkit berdiri dan berjalan pergi.

Lue Ang yang melihat ketua Tiang pergi bergegas mengeluarkan kedua kitab jurus yang diambilnya, sebelumnya Lue Ang hanya mengambil kitab jurus tanpa membacanya, saat melihat tulisan yang ada di kedua kitab jurus Lue Ang sempat terdiam sesaat.

"Ternyata ini memang kitab jurus yang sangat hebat," ucap Lue Ang sambil tersenyum.

1
cici aremanita
Yang mau di crazy update 5 bab sehari selama 3 hari boleh komen ya. 10 orang yang komen mau, hari berikutnya crazy update dimulai. Terima kasih🙏
Suciani Ade
Ditunggu up nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!