NovelToon NovelToon
Turunnya Naga Suci: Bangkit Dalam Dendam

Turunnya Naga Suci: Bangkit Dalam Dendam

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Action / Reinkarnasi / Balas Dendam
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: waseng

Di Benua Langit Sembilan, Xiao Yuan adalah jenius tak tertandingi yang memegang Sumsum Naga Suci. Namun, di malam pernikahannya, ia dikhianati oleh tunangannya, Ling’er, yang meracuninya dan membedah tulang naganya untuk diberikan kepada kekasih gelapnya. Xiao Yuan dibuang ke Jurang Keputusasaan dalam kondisi cacat.
Namun, takdir tidak berhenti. Roh Naga Kuno yang tertidur di dasar jurang menyatu dengan jiwanya yang hancur. Dengan bantuan Yun’er, gadis misterius dari klan terbuang, Xiao Yuan merangkak naik dari neraka. Kali ini, ia tidak akan menjadi pelindung dunia, melainkan Dewa Naga yang akan menghancurkan siapa pun yang pernah menginjaknya. "Jika langit menghalangi jalanku, aku akan merobek langit!".

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon waseng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 35: Kunci Hitam Leluhur

Gemuruh yang keluar dari retakan di lantai Istana Bulan Berdarah terdengar seperti ribuan suara yang menjerit serempak di dalam sumur tanpa dasar. Aura yang keluar dari sana begitu pekat, begitu dingin, hingga api naga di dalam tubuh Xiao Yuan yang biasanya berkobar kini seolah-olah meredup, ketakutan pada kegelapan yang lebih purba. Di atas singgasana yang hancur, Ling’er tertawa histeris, wajahnya yang pucat kini berlumuran darahnya sendiri, matanya melotot menantikan kehancuran yang ia panggil.

"Lihatlah, Yuan-er! Inilah akhir dari duniamu yang kecil!" teriak Ling’er sambil merentangkan tangannya ke arah monster yang mulai merangkak naik dari celah dimensi.

Xiao Yuan berusaha berdiri, namun luka di punggungnya akibat menahan ledakan tadi terasa seperti disiram air keras. Darah emasnya terus menetes, membasahi lantai marmer yang kini mulai retak lebih lebar. Di sampingnya, Kakek Gu atau sang Jenderal Naga Hitam yang kini telah kembali ke wujud pria tua menatapnya dengan tatapan yang sangat tenang. Terlalu tenang untuk seseorang yang berada di tengah kiamat.

"Yuan, dengarkan aku baik-baik," suara Kakek Gu rendah, nyaris tenggelam oleh deru angin hitam yang berputar di dalam aula. "Dulu, saat ibumu menitipkanmu padaku, dia tidak hanya menitipkan seorang bayi. Dia menitipkan Kunci Hitam Leluhur."

Xiao Yuan menoleh, napasnya tersengal. "Kek, apa maksudmu? Jangan bicara seolah-olah ini adalah perpisahan."

Kakek Gu tersenyum pahit. Ia meletakkan tangannya di atas dahi Xiao Yuan. "Selama puluhan tahun, aku menyegel kunci ini di dalam jantungku sendiri agar Aliansi Dewa tidak bisa menemukannya. Itulah alasan sebenarnya kenapa Ling’er mencabut jantungku. Dia mengira kuncinya ada di sana. Tapi dia salah... kunci itu sudah menyatu dengan jiwaku."

Tiba-tiba, tangan raksasa berbulu itu menghantam lantai, menghancurkan sisa-sisa singgasana Ling’er. Tekanan energinya membuat Yun’er dan Baraka terlempar ke dinding istana.

"Yuan! Dia hampir keluar!" Yun’er berteriak, ia mencoba membangun dinding es, namun energi kegelapan itu langsung melahap esnya dalam hitungan detik.

"Gunakan ini, Xiao Yuan!" Kakek Gu tiba-tiba mencengkeram tangan Xiao Yuan dan menekannya ke dadanya sendiri. "Tarik kuncinya! Tarik dengan seluruh kekuatan nagamu! Hanya dengan kunci ini kau bisa membuka segel kekuatan sejati dari Glaive Naga Kiamat!"

"TIDAK! Aku tidak akan membunuhmu, Kek!" Xiao Yuan mencoba menarik tangannya kembali, namun Kakek Gu menahannya dengan kekuatan yang tak terduga.

"Bukan kau yang membunuhku, Yuan. Waktuku sudah habis sejak Ling’er mencabut jantungku tadi. Aku hanya bertahan menggunakan sisa esensi kunci ini," mata Kakek Gu berkaca-kaca. "Lakukan, Nak! Jika kau tidak melakukannya, gadis itu, teman-temanmu, dan seluruh dunia ini akan ditelan oleh Sang Penelan Langit. Jangan biarkan pengorbanan ibumu menjadi sia-sia!"

Xiao Yuan melihat ke arah Yun’er yang sedang berjuang menahan runtuhan langit-langit istana. Ia melihat Baraka dan Long Chi yang sudah tak berdaya. Amarah, duka, dan tekad menyatu menjadi badai di dalam dadanya.

"Maafkan aku... Kakek Gu..." bisik Xiao Yuan.

Xiao Yuan memejamkan matanya, lalu ia melepaskan energi naganya masuk ke dalam tubuh Kakek Gu. Ia merasakan sesuatu yang sangat keras dan dingin di dalam jiwa pria tua itu. Dengan satu tarikan paksa yang menghancurkan hatinya sendiri, Xiao Yuan menarik keluar sebuah bola cahaya hitam yang berdenyut dengan petir ungu.

KRAAAKKK!

Tubuh Kakek Gu mendadak menjadi transparan, mulai hancur menjadi debu cahaya kelabu. Pria tua itu tidak berteriak kesakitan; ia justru tersenyum lega. "Jadilah... Raja yang adil... Yuan-er..."

Cahaya itu menghilang, meninggalkan Xiao Yuan yang berlutut di tengah kehampaan. Kakek Gu telah tiada. Satu-satunya orang yang memberinya rasa hangat seperti seorang ayah telah menguap demi keselamatannya.

"AAAAAAGHHHHHHHHHHHHHH!"

Raungan Xiao Yuan bukan lagi raungan kemarahan, melainkan raungan kehilangan yang begitu dahsyat hingga membuat pilar-pilar istana meledak. Bola cahaya hitam di tangannya mendadak melesat menuju Glaive Naga Kiamat yang tergeletak di lantai.

Begitu kunci itu menyentuh senjata tersebut, sebuah transformasi mengerikan terjadi. Glaive itu memanjang, bilahnya tidak lagi terbuat dari baja, melainkan dari energi hitam murni yang mengeluarkan suara raungan naga purba. Di tengah bilahnya, muncul sebuah mata naga yang terbuka mata yang menatap langsung ke arah Sang Penelan Langit yang kini sudah setengah keluar dari celah.

"KAU! APA YANG KAU LAKUKAN?!" Ling’er berteriak panik. Ia merasakan kontrolnya atas monster itu mulai goyah.

Xiao Yuan berdiri. Seluruh rambut putihnya kini berdiri, memancarkan aura listrik hitam. Ia tidak lagi memandang Ling’er sebagai manusia, melainkan hanya sebagai penghalang yang harus dilenyapkan.

Ia melesat. Bukan lagi dengan langkah naga, melainkan dengan Kecepatan Absolut.

SLASH!

Hanya dalam satu kedipan mata, tangan raksasa monster itu terpotong rapi. Darah berwarna hitam pekat menyembur, membusukkan apa pun yang disentuhnya. Namun Xiao Yuan tidak berhenti. Ia berputar di udara, Glaive-nya membentuk lingkaran kehancuran.

"Tebasan Leluhur: Pembelah Dimensi!"

Xiao Yuan menghujamkan senjatanya tepat ke tengah dahi monster itu. Sebuah ledakan cahaya hitam terjadi, menghisap kembali monster tersebut masuk ke dalam celah dimensi dari mana ia berasal. Seluruh energi gelap di istana itu tersedot masuk ke dalam Glaive Xiao Yuan, mengubah senjata itu menjadi semakin haus darah.

Ling’er mencoba melarikan diri menggunakan portal, namun Xiao Yuan sudah berada di belakangnya. Ia mencengkeram leher Ling’er dan mengangkatnya tinggi-tinggi.

"Kau membunuh Kakek Gu," suara Xiao Yuan terdengar seperti bisikan kematian. "Kau menggunakan teman-temanku. Sekarang, kau akan membayar hutangmu sampai ke akar jiwamu."

Xiao Yuan tidak memenggal kepala Ling’er. Ia melakukan sesuatu yang jauh lebih kejam. Menggunakan Kunci Hitam yang kini menyatu dengan tangannya, ia menyegel seluruh jalur meridian Ling’er secara permanen dan menanamkan 'Benih Rasa Sakit Abadi' ke dalam jiwanya.

"Kau akan hidup, Ling'er. Tapi setiap kali kau menarik napas, kau akan merasakan sakit seperti tulangmu dipatahkan seribu kali. Kau akan merangkak di dunia ini sebagai makhluk paling hina, tanpa bisa mati, tanpa bisa menggunakan sihir," Xiao Yuan melempar Ling’er ke dalam reruntuhan istana yang mulai runtuh.

Istana Bulan Berdarah mulai hancur total. Xiao Yuan segera menyambar tubuh Yun’er, Baraka, dan Long Chi. Dengan satu tebasan Glaive-nya, ia merobek ruang dan menciptakan portal pelarian.

Tepi Pantai Dunia Antara - Beberapa Jam Kemudian

Matahari abu-abu Dunia Antara masih menggantung rendah saat Xiao Yuan meletakkan Yun’er di atas pasir hitam. Baraka dan Long Chi mulai sadar, meski kondisi mereka sangat memprihatinkan.

Xiao Yuan berdiri menatap laut abu-abu yang tenang. Di tangannya, Glaive Naga Kiamat kini terlihat lebih gelap, lebih berat, dan dipenuhi oleh jiwa-jiwa leluhur yang menuntut perang lebih besar. Ia telah kehilangan Kakek Gu, namun ia telah mendapatkan 'Kunci' untuk meruntuhkan Alam Atas.

"Yuan..." Yun’er mendekat, memegang tangan Xiao Yuan yang masih gemetar. "Kakek Gu... dia melakukan itu karena dia percaya padamu."

Xiao Yuan menunduk. "Dia percaya pada naga yang bisa mengubah dunia, Yun'er. Bukan pada pemuda yang hanya tahu cara menangis."

Xiao Yuan menoleh ke arah Long Chi. "Jenderal Long Chi, kau bilang ada Lembah Naga Tak Bertuan. Sekarang aku sudah memiliki kuncinya. Berapa lama lagi kita sampai di sana?"

Long Chi menatap Glaive di tangan Xiao Yuan dengan rasa hormat yang mendalam, dicampur dengan ketakutan. "Dengan kekuatanmu yang sekarang, kita bisa mencapainya dalam dua hari. Tapi Xiao Yuan... kunci itu memiliki harga. Ia akan terus menggerogoti kemanusiaanmu setiap kali kau menggunakannya. Kau harus berhati-hati."

"Kemanusiaanku sudah mati bersama Kakek Gu," jawab Xiao Yuan dingin. "Kini yang tersisa hanyalah senjata yang akan menghancurkan langit."

Saat mereka bersiap untuk melanjutkan perjalanan, tiba-tiba dari tengah laut abu-abu muncul sebuah kapal perang raksasa yang terbuat dari emas putih. Di atas kapal itu, berdiri seorang pria yang wajahnya sangat mirip dengan Xiao Yuan, namun dengan aura yang jauh lebih suci ini adalah utusan langsung dari Kaisar Langit yang asli, kakak tertua Xiao Yuan dari ibu yang berbeda. "Xiao Yuan, kau telah menggunakan kekuatan terlarang. Atas nama Hukum Langit, aku datang untuk melenyapkanmu dan mengambil kembali Kunci Hitam itu." Xiao Yuan menatap kapal itu, lalu menatap Glaive-nya. Ia menyadari bahwa musuh yang akan ia hadapi kali ini bukanlah lagi "pion" seperti Ling'er, melainkan kekuatan inti dari Alam Atas.

1
Rebeka Saja
keren ka...
christian Defit Karamoy: trimakasih🙏
total 1 replies
Nur Aini
lanjut terus Thor
christian Defit Karamoy: siap kak 🙏
total 1 replies
christian Defit Karamoy
mampir yuk di cerita baru thor
perjuangan suamiku:istriku surgaku😍
christian Defit Karamoy
mantap
christian Defit Karamoy
mampir yuk di cerita baru thor
perjuangan suamiku:istriku Surgaku😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!