NovelToon NovelToon
Obsesi Sang Raja Mafia

Obsesi Sang Raja Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Mafia / Obsesi / Penyelamat
Popularitas:10.6k
Nilai: 5
Nama Author: lala_syalala

Follow IG @Lala_Syalala13

Anya, seorang gadis miskin yang bekerja sebagai pelayan, tak sengaja menyelamatkan Marco Valerius, bos mafia kejam yang sedang sekarat akibat pengkhianatan.

Terpikat oleh kemurnian Anya yang tulus, Marco yang posesif memutuskan untuk "membeli" hidup gadis itu.

Ia menghancurkan dunia lama Anya dan mengurungnya dalam kemewahan sebagai bentuk perlindungan sekaligus kepemilikan.

Di tengah ancaman maut dari musuh-musuh Marco, Anya terjebak dalam sangkar emas, berjuang antara rasa takut dan ketertarikan pada pria yang terobsesi menjadikannya milik selamanya.

Bagaimana kelanjutan ceritanya???

Yukkkk kepoin

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lala_syalala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

OSRM BAB 34_Topeng di Balik Kaca Marina

Anya berbalik. "Identitas baru ini... Julian dan Claire Sterling. Pasangan pengusaha properti dari London, kedengarannya terlalu sempurna untuk menjadi nyata." serunya.

Marco mendekat, ia berdiri di belakang Anya hingga ia bisa merasakan panas tubuh pria itu.

"Di Singapura, kesempurnaan adalah mata uang terbaik untuk bersembunyi, semakin kaya dan membosankan profil kita, semakin sedikit pertanyaan yang akan diajukan oleh The Monetary Authority." tutur Marco.

Marco menyentuh bahu Anya, jemarinya membelai kulit halus yang terpapar cahaya lampu kota.

"Besok, Claire Sterling harus masuk ke dalam The Iron Vault, dan Julian Sterling akan memastikan tidak ada satu pun peluru yang menyentuh kulitnya."

Pagi harinya, Liora datang dengan sebuah koper perak yang berisi perangkat keras terbaru.

Ruang makan penthouse itu kini berubah menjadi pusat komando taktis yang darurat.

Di atas meja marmer, sebuah proyeksi hologram dari denah bangunan The Iron Vault yaitu salah satu fasilitas penyimpanan paling aman di dunia berputar perlahan.

Liora menyesap teh hijaunya dengan anggun, matanya yang tajam menatap Anya seolah sedang menilai apakah gadis itu akan hancur di bawah tekanan.

"Dengarkan baik-baik Claire." ucap Liora dengan nada yang tidak mentoleransi kegagalan.

"Brankas ini tidak hanya menggunakan kunci fisik, ia menggunakan sistem biometrik tiga lapis yaitu sidik jari, pemindaian retina, dan yang paling sulit, analisis pola pembuluh darah tangan." ucap Liora.

Anya menelan ludah, matanya terpaku pada hologram itu. "Bagaimana aku bisa melewati semua itu? Aku bukan pemilik brankasnya."

"Itulah gunanya kerjasama kita," Liora menunjuk sebuah titik merah di denah.

"Pemilik brankas itu adalah seorang pria bernama Hans Vogel, kaki tangan kepercayaan Vittorio di Asia, dia akan berada di gala amal malam ini Julian maksudku Marco akan mengalihkan perhatiannya, sementara kau Claire akan menggunakan alat ini."

Liora mengeluarkan sebuah sarung tangan polimer transparan yang sangat tipis.

Spesifikasi Teknis Alatnya,

Polimer Sinkron yaitu mampu menduplikasi pola pembuluh darah target melalui kontak fisik selama 5 detik.

Pemindai Retina Kontak yaitu Lensa kontak khusus yang akan merekam pola retina Vogel saat kau menatap matanya dalam jarak dekat.

Transmiter Sinyal yaitu mengirimkan data secara real-time ke sistem peretasan Bram.

Tahap pertama yaitu Pengambilan Data, lokasi di Gala Charity "Orchid Ball", dengan target Hans Vogel, dan personel Anya & Marco.

Kemudian tahap kedua yaitu Infiltrasi, lokasi di Sektor 7G, dengan target The Iron Vault, dan personel Anya (Claire).

Untuk tahap ketiga yaitu Ekstraksi, lokasi di Pelabuhan Jurong, dengan target Dokumen Rahasia, dan personel Tim Bram.

(Pada ngertikan yaaa, ini itu timnya buat misinya, semoga ngerti yaaa, kalau ada yang salah maafkan.)

Sore harinya, suasana di dalam penthouse terasa semakin menyesakkan.

Ketegangan bukan hanya berasal dari misi yang akan datang, tetapi dari dinamika antara Marco dan Anya yang semakin rumit.

Marco terus-menerus mengawasi setiap gerak-gerik Anya, seolah ia sedang menunggu Anya untuk melakukan kesalahan atau yang lebih ia takuti yaitu melarikan diri lagi.

"Kamu terus menatapku seolah aku adalah bom yang siap meledak," ucap Anya saat Marco membantunya memasang anting berlian di depan cermin besar.

"Kamu memang bom, Anya," jawab Marco lirih, suaranya bergetar di dekat telinga Anya.

"Kamu adalah variabel yang tidak bisa kuprediksi, aku bisa menghancurkan sepuluh faksi mafia dalam satu malam, tapi aku tidak bisa menebak apa yang ada di pikiranmu saat kamu menatapku seperti itu."

Marco membalikkan tubuh Anya agar menghadapnya, matanya yang gelap menyelami mata Anya, mencari sisa-sisa kebencian yang mungkin masih ada.

"Apa kamu masih ingin aku mati, Anya? Di tengah semua kemewahan palsu dan bahaya nyata ini, apakah kamu masih berharap peluru itu mengenai kepalaku?"

Anya terdiam. Ia merasakan cengkeraman tangan Marco di pinggangnya dengan posesif, kuat, namun entah bagaimana kini terasa seperti jangkar di tengah badai.

Ia memikirkan Maya, ia memikirkan kebebasannya yang hilang.

Namun ia juga memikirkan bagaimana Marco memeluknya di tengah api pegunungan kemarin.

"Aku tidak tahu, Marco." bisik Anya jujur.

"Aku benci sangkar ini, tapi aku takut pada dunia luar yang tanpa dirimu dan itu adalah kebenaran yang paling menyakitkan yang harus kuakui."

Marco mendekatkan wajahnya, mencium kening Anya dengan lembut yang tidak biasa.

"Malam ini jadilah Claire Sterling yang sempurna, setelah dokumen itu di tangan kita maka aku akan memberikan apa pun yang kamu minta, bahkan jika itu berarti membiarkanmu pergi." ucap Marco.

Anya tahu itu adalah janji manis yang pahit, Marco tidak akan pernah membiarkannya pergi.

Dan ironisnya bagian dari dirinya kini mulai merasa takut akan hari di mana Marco benar-benar melepaskannya.

Lampu gantung kristal di ballroom hotel The Fullerton memantulkan cahaya pada ratusan gelas sampanye dan gaun-gaun desainer.

Anya atau Claire Sterling tampak memukau dalam gaun backless berwarna zamrud yang memamerkan lekuk tubuhnya dan menyembunyikan memar kecil di bahunya akibat insiden di gunung.

Marco, sebagai Julian Sterling, berdiri di sampingnya dengan setelan jas tuxedo yang dijahit khusus.

Ia tampak seperti predator yang menyamar sebagai bangsawan, tangannya tidak pernah jauh dari pinggang Anya, sebuah gestur perlindungan yang sekaligus merupakan klaim kepemilikan.

"Di sana," bisik Marco, mengarahkan pandangan Anya ke arah seorang pria paruh baya dengan perut buncit dan mata yang gelisah.

"Hans Vogel, dia suka wanita muda yang tampak naif. Pergilah, aku akan memantau dari bar."

Anya menarik napas panjang, ia berjalan menjauh dari Marco, merasakan hilangnya kehangatan pria itu seketika.

Ini adalah pertama kalinya dalam berbulan-bulan ia berdiri sendiri tanpa bayang-bayang Marco yang menjaganya secara langsung.

Ia mendekati Vogel dengan senyum yang sudah ia latih di depan cermin.

"Tuan Vogel? Saya Claire Sterling. Suami saya bilang Anda adalah orang yang harus saya ajak bicara jika ingin memahami pasar properti di Eropa Timur." ucap Anya dengan nada suara yang lembut dan sedikit menggoda.

Vogel menoleh, matanya langsung berbinar melihat kecantikan Anya.

"Ah Nyonya Sterling. Julian adalah pria yang beruntung. Mari, mari bergabung dengan saya. Properti adalah topik yang membosankan untuk wanita secantik Anda, tapi demi Anda, saya akan bicara sampai pagi."

Anya tertawa kecil, sebuah tawa yang palsu, sambil berbicara ia dengan sengaja menyentuh tangan Vogel saat mereka berjalan menuju balkon.

Sarung tangan polimer di tangannya mulai bekerja, menyedot pola pembuluh darah pria itu.

Detik pertama... kedua... ketiga...

Vogel tiba-tiba berhenti dan menatap Anya dengan intens.

"Anda memiliki mata yang sangat indah Claire, tapi ada sesuatu yang... gelap di dalamnya dan seperti mata seseorang yang sedang diburu." ucap Vogel.

Anya membeku, apakah penyamarannya terbongkar? Ia bisa merasakan detak jantungnya sendiri di tenggorokan.

.

.

Cerita Belum Selesai.....

...FOLLOW IG @LALA_SYALALA13...

...ULASAN DAN BINTANG LIMA NYA🌟...

...FAVORITKAN CERITA INI ❤️...

...VOTE 💌...

...LIKE 👍🏻...

...KOMENTAR 🗣️...

...HADIAHNYA 🎁🌹☕...

1
💝F&N💝
bagus👍😅😅❤️❤️❤️
Salsa Selvi
semoga pasukan Marco berhasil melumpuhkan Antonio bersama yg lain nya ya tor
Salsa Selvi
tor selamat kan Marco ya tor sama Anya
Salsa Selvi
tor kata nya Marco si raja mafia kok selalu kalah cepat sama Antonio sih tor disini aku kasihan sama Marco tor ditambah lagi Anya ngk pernah mau nurut sama perkataan Marco
Salsa Selvi
semangat kk nulis nya
tapi di sini yg bikin aku kesel Anya ngk mau dengerin omongan Marco
Salsa Selvi
menarik cerita nya kk
Lala_Syalala: terima kasih kak untuk ulasan baiknya, semoga selalu suka ya sama ceritanya 🙏🙏😊😊
total 1 replies
Atik Marwati
Marco benar benar mengorbankan nyawanya untuk anya🥰🥰
Atik Marwati
semangat Anya...jangan mau kalah oleh kejahatan 🥰🥰
Wiemiey Erwina Ddc
alur cerita menarik..aku harap Marco dan Anya bersatu menjadi pasangan suami-isteri..saling melindungi..vest ,🫶
Lala_Syalala: terima kasih kak untuk ulasan baiknya, semoga selalu suka ya sama ceritanya 🙏🙏😊😊
total 1 replies
💝F&N💝
👍👍👍👍👍
💝F&N💝
bagus😅👍
ceritanyabagus
💝F&N💝
bagus
imel
ntar ketahuan lagi sama Antonio 🤭
dyah EkaPratiwi
alhamdulilah selamat
dyah EkaPratiwi
semoga tidak tertangkap
Atik Marwati
semoga aman
imel
astagaaa jantungku jedag jedug 🤣
Wulan Sari
cerita yg ini bikin deg2 an semoga ga ketahuan 🤲
Wulan Sari
ceritanya semakin menarik ke sini semakin menarik bikin penasaran saja lho tp yg penting nt di akhir cerita happy end semangat 💪 salam sukses selalu ya Thor 👍❤️🙂🙏
Wulan Sari: cip 👍 semangat 💪 karya lainnya 😘🙏
total 2 replies
Wulan Sari
yaaaaa semoga Marco tidak di temukan Thor cerita selanjutnya ya Thor ibu mohon 😀🤭.....
ibu kasih bunga wes Thor 🌹lanjut lg seru nih salam👍💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!