NovelToon NovelToon
Ku Balas Pengkhianatanmu Dengan Bismillah

Ku Balas Pengkhianatanmu Dengan Bismillah

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Mertua Kejam / Pelakor / Pelakor jahat / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Penyesalan Suami / Selingkuh
Popularitas:7.6k
Nilai: 5
Nama Author: Queen_Fisya08

Mengkisahkan seorang wanita yang bernama Aulia Az-Zahra yang hidup dalam dunia penuh intrik, pengkhianatan, dan tipu daya orang-orang terdekatnya, dari suami yang berkhianat hingga keluarga yang ikut campur, ia belajar bahwa kepercayaan bukanlah sesuatu yang bisa diberikan begitu saja.


Dengan keberanian dan prinsip, Zahra memutuskan untuk membalas dengan bismillah, bukan dengan dendam, tapi dengan strategi, keteguhan, dan kejujuran...


Akan kah Zahra bisa membalaskan sakit hati nya? dan apakah Zahra juga bisa menemukan kebahagiaannya setelah ini?

Jangan lupa tekan love sebelum melanjutkan membaca dan tinggalkan komentar juga ya besty!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen_Fisya08, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35 Genta Menikahi Rena

       Keputusan Genta untuk menikahi Rena datang begitu cepat, nyaris tanpa jeda bagi siapa pun untuk mencerna kenyataan itu..

     Seolah hidupnya sedang dikejar waktu, seolah pernikahan adalah satu-satunya jalan keluar dari kekacauan yang ia ciptakan sendiri..

    Dalam benaknya, menikahi Rena berarti bertanggung jawab, berarti menjadi laki-laki yang benar

    Ia menutup mata dari segala bisik-bisik, dari keganjilan sikap Rena, dari firasat yang sebenarnya sudah lama berteriak.

    Hari itu, Genta mengajak Rena ke penjara, dingin dan jeruji besi menjadi saksi langkah mereka yang bergema..

   Bu Ratna, ibunya, duduk di balik kaca pembatas dengan wajah yang lebih kurus dari terakhir kali Genta dan Rena melihatnya..

     Matanya menyipit menatap Rena, bukan dengan kebencian, melainkan dengan kepuasan karena Rena telah benar-benar menaklukkan hati Genta..!

    "Apa kamu yakin, Genta? Pernikahan bukan sekadar menutup malu.” ucap Bu Ratna memancing Genta dengan ucapan

   Rena langsung menunduk, air mata menggenang seketika, seolah sudah terlatih..

     “Saya tulus, Bu, saya mencintai Mas Genta, saya ingin menjadi istri yang baik dan setia untuk Mas Genta" ucap Rena berpura-pura lirih dan sambil mengedipkan mata ke Bu Ratna..

    Dan Bu Ratna sudah mengerti kode dari calon menantunya itu..!

    Genta menggenggam tangan Rena erat, seolah ingin meyakinkan ibunya sekaligus dirinya sendiri,...

   Bu Ratna terdiam lama, lalu mengangguk pelan.

    “Ibu senang akhirnya kalian bisa bersama dan ibu melihat ketulusan hati Rena, ia sampai menangis" ucap Bu Ratna akhirnya

   Restu itu didapat, namun bukan tanpa beban..!

   Genta pun pamit ke ibunya, Genta keluar terlebih dahulu sedangkan Rena belakangan..

   "Kamu benar-benar hebat Rena mempermainkan peran mu" ucap Bu Ratna berbisik

   Rena tertawa ringan..!

"Aku akan membahagiakan Mas Genta Bu dan akan membalaskan dendam mu kepada Zahra" ucap Rena yang di angguki oleh Bu Ratna

     Rena dan Genta pun akhirnya pulang kerumah untuk membicarakan masalah pernikahan nya lebih lanjut berdua...!

    Sesampainya di rumah, Genta membahas masalah pernikahan nya di ruang keluarga..!Rena begitu semangat nya membicarakan hal itu sedangkan Dini yang mendengar nya langsung menentang keras rencana pernikahan kakak nya itu

   Di ruang keluarga, suaranya bergetar menahan emosi yang nyaris meledak.

    “Mas....! Rena itu bukan perempuan baik-baik ia punya kekasih lain, aku tahu, aku pernah lihat sendiri!” ucap Dini lantang

   Rena langsung menangis histeris, tubuhnya gemetar, suaranya terputus-putus..

    “Kenapa kamu memfitnah aku, Din? Aku nggak pernah seperti itu, demi Tuhan, aku nggak punya siapa-siapa selain Mas Genta.” ucap Rena berpura-pura menangis

    Tangisan itu menusuk Genta, amarahnya meledak, membakar akal sehat.

    "Cukup, Dini!” bentaknya keras.

    “Kamu keterlaluan, jangan rusak kebahagiaanku hanya karena prasangka mu saja! Setuju atau tidak kamu, aku akan tetap menikahi Rena hanya Rena yang selalu ada disisi aku" ucap Genta

    Dini terdiam, dadanya sesak, matanya panas, ia menatap kakaknya dengan luka yang tak bisa diucapkan...

   Dalam diamnya, ia berjanji bukan untuk membalas, tapi untuk membuktikan, jika suatu hari Genta hancur, ia ingin kakaknya tahu bahwa ia pernah memperingatkan..

    Sementara itu, Rena merasa menang. Setelah berhasil menyingkirkan keraguan di keluarga Genta, kesombongannya tumbuh tanpa kendali...

    Ia bahkan dengan sengaja mengundang Zahra mantan istri Genta ke pernikahannya.

   Undangan itu sampai ke tangan Zahra dengan cara yang menyakitkan...

   Rena sendiri yang datang, dengan senyum sinis dan mata penuh kemenangan.

   “Aku harap kamu datang, Zahra, biar kamu lihat sendiri, Mas Genta bahagia sama aku, jangan khawatir, aku nggak akan iri sama masa lalu dan akhirnya aku yang menang menjadi istri Genta" ucap Rena ringan namun kata-katanya penuh duri

    Zahra menatap Rena lama, tidak ada amarah di matanya, hanya ketenangan yang lahir dari kelelahan.

    “Kalau aku nanti datang, aku datang bukan untuk bersaing! Aku datang sebagai tamu undangan yang sudah di undang bukan sebagai mantan istri dari Mas Genta, dan aku tidak sedang bertarung oleh siapapun" jawab Zahra lembut

    Sikap tenang Zahra justru membuat Rena merasa kecil, meski ia tak mau mengakuinya.

    Hari pernikahan Rena tiba dengan megah. Gedung dihiasi bunga putih dan emas, musik mengalun, tamu berdatangan dengan senyum dan doa..

     Rena tampil anggun dalam gaun pengantin, merasa dirinya pusat dunia, namun saat Zahra datang sederhana, elegan, didampingi Wulan, sesuatu berubah..

    Genta membeku..!

    Pandangan matanya tertahan pada Zahra lebih lama dari yang seharusnya...

   Ada rasa yang belum selesai, ada penyesalan yang tak sempat diberi nama..

    Zahra terlihat lebih tenang, lebih kuat, seolah telah menemukan versi terbaik dirinya tanpa Genta.

    Rena melihat itu.

    Api cemburu membakar dadanya, dalam kepanikan, ia melakukan kesalahan fatal..

    Di hadapan beberapa tamu, dengan suara dibuat bercanda, Rena menyindir Zahra.

    "Kasihan ya, jadi mantan, datang ke pernikahan mantan suami, kuat juga hatinya.” ucap Rena sambil tertawa kecil

   Ruangan mendadak sunyi.

     Zahra tersenyum tipis.

 “Lebih kasihan lagi orang yang bahagianya harus dibangun dari merendahkan orang lain.”

    Ucapan itu tenang, namun menghantam keras, beberapa tamu saling pandang, Wulan menggenggam tangan Zahra erat, bangga.

   Rena merasa pipinya panas, ia ingin membalas, namun kata-kata Zahra telah lebih dulu mempermalukannya...

    Senjata yang ia siapkan berbalik menusuk dirinya sendiri...

   Genta menunduk, malu bukan pada Zahra, melainkan pada pilihan hidupnya..

  "Kenapa kamu berbicara seperti itu Rena?" Tanya Genta sambil berbisik

   "Maafkan aku Mas, aku cuma keceplosan karena aku melihat tatapan kamu ke Zahra" ucap Rena menahan cemburu

  "Sudahlah Rena, mulai sekarang kamu jangan pernah cemburu lagi sama dia karena aku tidak punya perasaan apapun untuk Zahra" jawab Genta berbohong dan Rena mengetahui kebohongan Genta..!

    Setelah acara, Zahra memilih pulang, Wulan mengantarnya sampai rumah, membiarkan Zahra menangis dalam diam..

    “Kamu nggak salah apa-apa,” ujar Wulan lembut.

   “Kamu sudah selesai dengan mereka, jangan biarkan tingkah Rena menarikmu kembali ke luka lama.” lanjut Wulan

     Zahra mengangguk, ia lelah, namun lega, ia tahu, hidupnya tak lagi berada di lingkaran keluarga Genta..

    Malam nya, Dini datang ke rumah Zahra, wajahnya pucat, matanya sembab, ia menunduk begitu pintu dibuka..

    "Kak Zahra… aku minta maaf, atas semua sikapku dulu, aku jahat, aku ikut menyakiti kakak waktu masih jadi kakak ipar ku.” ucapnya lirih

    Air mata Dini jatuh, ia lalu menceritakan semuanya tentang Rena, tentang kecurigaannya, tentang ketakutannya kehilangan kakak yang ia sayangi..

     "Aku takut Mas Genta salah pilih, tapi sekarang… aku nggak bisa apa-apa lagi.” ucap Dini terbata

    Zahra mendengarkan dengan hati yang sudah jauh lebih tenang.

    “Dini,” katanya pelan,

    "Aku sudah tidak mau ikut campur bukan karena aku tidak peduli, tapi karena aku harus menyelamatkan diriku sendiri.” ucap Zahra tegas

   Dini mengangguk, memahami.

"Ya kak..! Aku paham akan hal itu dan terima kasih sudah memaafkan aku.”

1
Anonymous
Genta BROT BROT LU BAKAL MENYESAL
Aether
calon calon anak haram itu awokwok
Anonymous
cuih
Anonymous
kayak bahasa AI
Queen_Fisya08: apanya kak ?

tolong di cerna lagi ya kak setiap tulisan saya di novel dan bedakan bahasa Ai atau karangan sendiri!
total 1 replies
Anonymous
dengan siapapun, kok oleh siapapun
Queen_Fisya08: kalau mau tulis pada siapapun! dengan siapapun dan oleh siapapun tergantung bahasa penulis nya ya kak.... maaf loh 🙏
total 1 replies
Anonymous
sebaiknya cepat dimasukkan ke rumah sakit hewan
Anonymous
akhirnya sidang yang berlarut larut berakhir juga
Anonymous
dan ternyata ego+cemburu mu menutup mata mu dan kembali ke ketek emak ya genta..
Anonymous
segera berakhir ya sidang nya
Queen_Fisya08: ya kak gak lama lagi dan Bu Ratna pun akan kena batunya 🙏
total 1 replies
Umi Asijah
lanjut
rian Away
SEMUA NYA AKAN BERHENTI KETIKA KAU MENGHILANG TUA BANGKA
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!