NovelToon NovelToon
Gadis Nakal Milik Hot Daddy

Gadis Nakal Milik Hot Daddy

Status: tamat
Genre:CEO / Tamat
Popularitas:69.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Aysha Siti Akmal Ali

Karakter sesuai judul, jadi jangan di judge lagi ya Readers ...


Marissa, 19 tahun. Gadis berwajah cantik dengan tubuh yang seksi dan nyaris sempurna.

Ia tergila-gila pada seorang duda berusia 39 tahun, Marcello Alexander. Seorang Owner sekaligus CEO dari Antariksa Group, perusahaan besar yang bergerak dalam bidang Otomotif.

Namun, sayangnya kisah cinta Marissa harus pupus tatkala ia mengetahui bahwa Marcello adalah seseorang yang pernah menjadi bagian dari dirinya.

Penasaran gak sih? Yukk ... ikuti cerita cinta mereka 😘😘😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aysha Siti Akmal Ali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35

"Icha! Apa yang kamu lakukan disana!" teriak Marcello dengan wajah panik.

"Ingin kabur darimu! Itu yang ingin aku lakukan!" gerutu Marissa sambil berpegangan dengan erat di selimut yang menahan beban tubuhnya.

"Ayo, cepat! Lakukan sesuatu sebelum dia kelelahan diatas sana!" titah Marcello kepada para pekerjanya.

Marcello berlari menuju kamar Marissa bersama beberapa orang Bodyguard. Sedangkan Joe dan beberapa Bodyguard lainnya, berjaga-jaga tepat dibawah Marissa.

"Ya, ampun! Kenapa jadi runyam begini urusannya!" gumam Marissa.

Akhirnya Marcello dan beberapa orang Bodyguardnya, tiba didepan kamar Marissa. Lelaki itu merogoh saku celana yang sedang ia kenakan dan meraih sebuah kunci. Kunci kamar Marissa yang sengaja ia ambil tadi malam.

Setelah berhasil membuka pintu kamar Gadis itu, mereka bergegas menuju balkon dimana Marissa masih bergelantungan disana. Marcello sempat menggelengkan kepalanya melihat tingkah konyol Gadis itu.

"Icha, bertahanlah! Aku akan menarik tubuhmu keatas," ucap Marcello.

Perlahan Marissa membuka mata kemudian mendongak keatas. Ia melihat Marcello dan beberapa Bodyguardnya sedang panik di balkon kamar. Dengan sangat hati-hati, Marcello menarik seprei yang sedang menahan tubuh Gadis itu, sedikit demi sedikit.

"Sedikit lagi, Cha! Bertahanlah, Daddy mohon!"

Namun, siapa sangka ternyata ikatan seprei yang dibuat oleh Marissa semakin renggang. Dan baru saja Marcello ingin menggapai tubuh Gadis itu, tiba-tiba saja ikatan seprei itu terlepas dan membuat Marissa meluncur bebas dari lantai atas hingga kebawah.

"Marissa!!!" teriak Marcello dengan wajah panik.

"Aaakkhhhh ...!!!"

Joe dan beberapa Bodyguard lainnya bersiaga dibawah dan bersiap menangkap tubuh gadis itu. Hingga akhirnya,

Bugkhh!!!

Marissa terjatuh dan mengenai dua orang Bodyguard bertubuh besar yang berniat menangkapnya. Marissa tidak terluka, hanya cidera ringan karena kedua Bodyguard itu begitu tepat dan cepat ketika menyambut tubuhnya.

Marcello kembali berlari menuju halaman depan dimana Marissa sudah tidak sadarkan diri.

"Icha! Icha!" panggil Marcello sambil berlari dengan wajah panik menghampiri Marissa.

"Kenapa kalian bengong saja! Cepat siapkan mobil, kita bawa dia ke Rumah Sakit!" teriak Marcello kepada para Bodyguardnya yang terdiam menyaksikan Marissa jatuh pingsan.

Joe menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Sudah sangat jelas, Marissa baik-baik saja. Hanya cidera ringan dan itupun tidak meninggalkan luka di kulit mulus Gadis itu. Malah sebaliknya, Bodyguard yang tadi dengan sigap menangkap tubuh Marissa, kini sedang merasakan sakit pada otot-otot tubuh mereka.

Joe pun bergegas menyiapkan mobil untuk membawa Marissa ke Rumah Sakit.

Sementara itu,

Sarrah baru saja terbangun dari tidurnya. Wajahnya terlihat masam, karena tadi malam Marcello tidak kunjung menemui dirinya bahkan hingga pesta berakhir. Ia sangat kecewa karena setelah kehadiran Marissa didalam kehidupan Marcello, dirinya seakan tidak berarti lagi disamping lelaki itu.

"Ini semua gara-gara Gadis itu! Bahkan acara pertunangan kami pun hampir saja gagal akibat ulahnya," gerutu Sarrah sembari menatap bayangannya di cermin.

Sarrah mengalihkan perhatiannya kepada cincin pertunangan yang masih melingkar di jari manisnya. Mata wanita itu membulat sempurna setelah menyaksikan kondisi jarinya yang semakin mengerikan. Jarinya memerah, kulitnya mengelupas dan bintik-bintik merah tumbuh di sekeliling cincin itu.

"Apa-apaan ini? Kenapa jariku jadi begini?!" pekik Sarrah dengan wajah panik, memperhatikan jari manisnya.

Sarrah mencoba melepaskan cincin itu dari jari manisnya tetapi tidak bisa. Mungkin jarinya mengalami sedikit pembengkakan.

"Ya, Tuhan! Bagaimana ini!" gumam Sarrah dengan mata berkaca-kaca.

"Aku harus menemui Marcello dan meminta dirinya untuk bertanggung jawab atas apa yang terjadi padaku!" ucapnya.

Sarrah segera mengambil tas miliknya, kemudian bergegas menemui sopir pribadinya. Pak Sopir itu tersenyum sembari membukakan pintu mobil untuk Sarrah. "Selamat siang, Nona!" sapa Lelaki itu.

"Pak, bawa aku ke Mansion!" sahut Sarrah.

Setelah beberapa menit, akhirnya mobil yang ditumpangi oleh Sarrah pun tiba di halaman Mansion. Seorang penjaga keamanan berlari menghampiri mobil tersebut. Ia mengetuk kaca mobil seraya menatap Sarrah yang masih duduk manis di jok belakang.

"Ada apa?" tanya Sarrah sembari membuka kaca mobilnya.

"Tuan Marcello baru saja ke Rumah Sakit, Nona," sahut Penjaga keamanan tersebut.

"Rumah Sakit? Siapa yang sakit?!" pekik Sarrah dengan wajah cemas.

"Nona Marissa, Nona. Putri kesayangan Tuan Marcello tadi pagi mengalami kecelakaan kecil," ucapnya.

"Baiklah ... Pak, antar aku ke Rumah Sakit!" titah Sarrah kepada Sopir pribadinya.

"Baik, Nona!"

Sementara itu, di Rumah Sakit.

"Bagaimana keadaan putri saya, Dok! Dia baik-baik saja, 'kan?" tanya Marcello cemas.

Dokter itu tersenyum tipis setelah melihat kepanikan Marcello yang terlalu berlebihan. Dokter itu menepuk pundak Marcello kemudian berucap, "Anda tenang saja, Tuan. Putri Anda baik-baik saja. Dia hanya mengalami cidera ringan dan tidak akan membahayakan nyawanya," goda Dokter itu.

Akhirnya Marcello bisa menghembuskan napas lega setelah mendengar penuturan dari Dokter itu. "Syukurlah kalau begitu, aku tidak tahu bagaimana jika sesuatu terjadi dan membahayakan nyawanya, mungkin aku bisa gila," tutur Marcello.

Dokter itu hanya bisa terkekeh mendengar penuturan dari lelaki itu.

...***...

Maaf jika banyak typo ya, Readers. Soalnya ngetik digangguin terus sama si bocil 😆😆😆 makanya baru bisa UP.

1
vincuu
thor kalau bisa maharnya jangan ada pakai kata seperangkat alat sholat karena itu berat kalau tidak di jalankan dengan benar. kalau sholatnya bolong" maka dosa 2 kali lipat
Rustan Sinaga
bawa pasukan Dylan, jgn gegabah menghadapi si Kenneth
Rustan Sinaga
sptnya Dylan ada rencana terselubung ya
Rustan Sinaga
satukan Dian dan Riyadh thor, buat mereka bahagia
Rustan Sinaga
jangan buat Dian celaka thor
Rustan Sinaga
jangan² Zaidpun bukan anak Riyadh
Rustan Sinaga
sll lupa komen, saking pengen cepet buka bsn baru
Rustan Sinaga
tunjukkan status Marisa yg sesungguhnya thor, biar si Sarah gigit jari
safrah ricky
Luar biasa
Mariana Frutty
16/06/1977
Luar biasa
aryuu
rameee
Yusi Maulanaa
Luar biasa
Nani Maulani
mau dong obat nya marisa/Ok/
bee
Lumayan
bee
Luar biasa
Capricorn 🦄
k
egata_syla
Luar biasa
LaLa Pho
ada yang kembar 6 kok
si pembaca
saking banyak nya sampai lupa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!