NovelToon NovelToon
Milik Sang Mafia Seutuhnya

Milik Sang Mafia Seutuhnya

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Action / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: riri-can

Akibat tuntutan menikah dari kedua orangtuanya, Yorinka memilih jalan pintas dengan cara menghabiskan malam panas dengan seorang pria misterius.

Yorinka berpikir dengan dirinya hamil, maka kedua orangtuanya tidak akan menyinggung soal pernikahan lagi. Tetapi yang ada Yorinka malah di usir karena hamil tanpa adanya seorang kekasih atau calon suami, pada akhirnya Yorinka memilih untuk hidup berdua dengan bayi yang dikandungnya.

Tetapi pria yang menghabiskan malam panas dengannya tiba-tiba datang ke apartemennya dan menuduhnya telah membawa milik pria itu, lebih parah lagi pria itu adalah seorang Mafia dari klan Cyrillus.

Cyrillus, adalah salah satu klan mafia terbesar saat ini dan tentunya semua tunduk padanya, apa jadinya Yorinka mengandung dari anak dari seorang mafia kejam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri-can, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Zeus dan Egonya

Mansion megah keluarga Cyrillus yang biasanya menjadi saksi bisu atas intrik politik dunia bawah tanah kini terasa semakin mencekam. Di lantai atas, di dalam kamar utama yang terkunci rapat, mental Yorinka tengah berada dalam kondisi hancur tak bersisa. Ia telah bertransformasi menjadi sosok yang asing, mati dalam kedamaian semu, terisolasi dari dunia luar setelah menerima hukuman yang menorehkan trauma mendalam pada jiwanya.

​Sementara itu, di lantai bawah, sang kepala klan, Arzeus Ezoic Cyrillus tampaknya sama sekali tidak terusik oleh tragedi yang baru saja ia ciptakan. Zeus kembali pada kodratnya yang semula yaitu seorang mafia berdarah dingin yang gila kerja dan haus akan kekuasaan.

Fokus utamanya saat ini tersita sepenuhnya oleh sebuah agenda besar yang krusial bagi masa depan klan Cyrillus.

​Hari itu, ruang konferensi bawah tanah yang kedap suara dipenuhi oleh para pemimpin klan sekutu dan kompetitor. Di tengah meja oval yang terbuat dari kayu jati berlapis baja, tiruan cetak biru dan komponen prototipe produk senjata api taktis terbaru klan Cyrillus dipamerkan. Ini adalah proyek ambisius yang jika berhasil dieksekusi, akan merevolusi dominasi persenjataan di pasar gelap internasional.

​Zeus duduk di kursi utama dengan postur tegak yang mendominasi. Tatapan matanya yang sewarna elang memindai setiap wajah yang hadir dengan kedinginan yang mutlak. Di sebelah kanannya, berdiri Josh, tangan kanan kepercayaan Zeus yang selalu setia. Josh berdiri dengan posisi siap sedia, memancarkan kepatuhan, kehormatan, dan ketundukan mutlak pada setiap gestur yang ditunjukkan oleh tuannya.

​"Spesifikasi dari laras pendek seri terbaru ini memiliki daya tembus yang mampu mengabaikan rompi anti peluru standar militer kelas tiga" ujar Zeus dengan nada suara formal yang tegas memecah keheningan ruangan

"Klan Cyrillus memegang hak paten atas distribusi di seluruh wilayah barat. Saya tidak menerima negosiasi persentase di bawah empat puluh persen" lanjut Zeus

​Seorang ketua klan tua di ujung meja tampak tidak puas. Ada gurat kekesalan dalam wajahnya mendengar ucapan layaknya perintah dari Zeus.

"Empat puluh persen terlalu tinggi, Zeus. Aliansi kita dengan klan Leona bahkan belum resmi digabungkan, bagaimana mungkin-"

​"Aliansi dengan klan Leona sudah dibatalkan" potong Zeus dingin

Kata-katanya setajam pisau belati. Ia menatap pria tua itu tanpa berkedip.

"Dan jika anda merasa keberatan dengan regulasi yang saya tetapkan, pintu keluar terbuka lebar. Namun, saya tidak menjamin Anda dapat meninggalkan wilayah kekuasaan Cyrillus dalam keadaan bernyawa" ucap Zeus santai

​Mendengar ancaman kasat mata tersebut, pria tua itu langsung terdiam, wajahnya memucat. Di dunia ini Zeus adalah hukum yang tidak tertulis.

​Di sudut meja yang lain, Dom, sahabat sekaligus sekutu terdekat Zeus dari klan sekutu, terkekeh pelan. Dom adalah pria dengan reputasi yang tidak kalah mengerikan, ia manipulatif, arogan, dan kejam. Karakter mereka yang serupa membuat hubungan persahabatan di antara keduanya bertahan lama di dunia yang penuh pengkhianatan ini.

​"Kau selalu tahu bagaimana cara membungkam mulut-mulut tua yang cerewet, Zeus" ujar Dom dengan senyum miring

"Klan Cyrillus memang selalu selangkah lebih maju jika menyangkut masalah inovasi kematian" pujinya

​Zeus tidak menanggapi pujian itu. Ia hanya memberikan isyarat kecil pada Josh. Dengan sigap, Josh melangkah maju untuk membagikan berkas kontrak kerja sama baru kepada seluruh pemimpin klan yang hadir.

Proses penandatanganan berlangsung cepat, di bawah intimidasi atmosfer dominan yang diciptakan oleh Zeus.

​Setelah pertemuan intens yang berlangsung selama berjam-jam itu berakhir dan para tamu mulai meninggalkan ruangan, menyisakan hanya Zeus, Dom, dan Josh. Zeus menyandarkan tubuhnya pada kursi, mengembuskan napas perlahan sembari memijat pelipisnya yang terasa berdenyut.

​Meskipun ia secara fisik hadir di dalam rapat dan secara verbal mampu menekan seluruh klan dengan arogansinya, di lubuk hatinya yang paling dalam, ada sesuatu yang mengusik kewarasannya. Sebuah perasaan resah dan khawatir yang teramat sangat, yang tidak mampu ia deskripsikan dengan kata-kata, perlahan mulai merayap naik ke permukaan kesadarannya.

​Setiap kali keheningan melanda ruangan, memori otaknya secara otomatis memutar kembali bayangan Yorinka. Namun, bukan bayangan Yorinka yang menangis histeris atau menatapnya dengan pandangan penuh ketakutan semalam, melainkan sosok Yorinka yang dulu. Zeus merindukan suara cempreng wanita itu yang selalu blak-blakan tanpa memedulikan status sosialnya. Ia merindukan bagaimana sifat frontal Yorinka yang sering kali merusak wibawa klan Cyrillus dengan kelakuannya yang ajaib. Dan yang paling mengusik ego Zeus adalah, ia merindukan senyuman hangat yang tulus dari bibir Yorinka, sebuah senyuman yang sempat membuat dunia hitamnya terasa sedikit lebih cerah.

​Luka mendalam yang ia tinggalkan pada mental Yorinka ternyata berbalik menciptakan ruang kosong di dalam dirinya sendiri.

​"Josh" panggil Zeus tiba-tiba memecah keheningan

​"Iya, tuan Zeus," jawab Josh segera, membungkuk hormat menanti perintah.

​"Bagaimana... kondisi di atas?" tanya Zeus

Suaranya terdengar sedikit tertahan. Ia tidak menyebutkan nama Yorinka secara spesifik, namun Josh tahu persis siapa yang dimaksud oleh tuannya.

​"Melaporkan, tuan. Nyonya Yorinka masih menolak untuk menyentuh makanan siang ini. Shela melaporkan bahwa nyonya hanya diam dan menatap ke arah jendela tanpa mengeluarkan suara" jawab Josh dengan nada penuh kepatuhan menundukkan kepalanya lebih dalam karena takut jawaban tersebut akan menyulut amarah Zeus

​Rahang Zeus mengatup rapat mendengarnya. Sisi kejam di dalam dirinya bergejolak dengan rasa khawatir yang asing. Ia ingin melangkah naik, mendobrak pintu, dan memaksa wanita itu untuk kembali tersenyum, namun ia tahu tindakannya semalam telah menghancurkan kemungkinan itu.

​Dom, yang sejak tadi memperhatikan interaksi tersebut dengan mata tajamnya memilih menegakkan posisi duduknya. Sebagai sesama predator di dunia bawah tanah, Dom mampu membaca perubahan mikro pada ekspresi wajah Zeus.

​"Kau terlihat terdistraksi, Zeus" ujar Dom dengan nada dingin 

"Seorang pemimpin klan Cyrillus tidak pernah memikirkan urusan lain di tengah peluncuran produk senjata baru. Apakah wanita jalanan yang kau nikahi itu mulai mengikis otak jeniusmu?" ucap Dom tajam

​Zeus menatap Dom dengan pandangan membunuh.

"Jaga ucapanmu, Dom. Dia adalah istri saya!" tekan Zeus

​Dom terkekeh, tidak merasa terintimidasi sedikit pun karena ia tahu batasan persahabatan mereka.

"Istri karena sebuah ketidaksengajaan biologis, bukan? Dengar, Zeus. Di dunia kita, perasaan adalah komoditas paling tidak berguna. Perasaan adalah kelemahan, dan kelemahan adalah alat yang paling efektif untuk membunuhmu dari dalam" ucapnya tajam

​Dom berdiri, berjalan mendekati meja kerja Zeus dan menatap sahabatnya itu dengan pandangan kejam yang mutlak.

"Jika kau membiarkan dirimu merindukan kehangatan dari seorang wanita, kau sedang menyerahkan belati kepada musuh-musuhmu untuk menusuk jantungmu sendiri. Kita tidak diciptakan untuk memiliki perasaan, Zeus. Kita diciptakan untuk menguasai!" ucapnya lagi

​Kata-kata Dom bagaikan siraman air es yang langsung membangunkan Zeus dari delusi emosionalnya. Sifat kejam dan bengis Zeus kembali mengambil alih kendali penuh atas kesadarannya. Dom benar. Di dalam ekosistem mafia yang kejam ini, memiliki rasa rindu atau khawatir terhadap seorang tawanan meskipun wanita itu adalah ibu dari calon penerusnya adalah sebuah kebodohan yang fatal.

​Zeus mengepalkan tangannya kuat-kuat di atas meja. Ia membuang jauh-jauh pikiran tentang senyuman hangat Yorinka dari benaknya. Pria itu menatap lurus ke depan dengan mata yang kembali mengeras bagai baja, mengunci rapat-rapat keresahan hatinya di dalam kompartemen terdalam yang tidak akan pernah ia buka lagi.

​"Saya tahu apa yang harus saya lakukan" ucap Zeus dengan nada formal yang sangat dingin dan kaku kepada Dom

​Ia kemudian beralih menatap Josh yang masih berdiri dengan setia.

"Josh, sampaikan pada para pelayan. Jika Yorinka tidak ingin makan, biarkan saja. Paksa dia menggunakan infus nutrisi jika diperlukan untuk menjaga janinnya. Batasi interaksinya dengan siapa pun. Saya tidak ingin mendengar laporan tentang kondisinya lagi kecuali hal itu mengancam nyawa penerus klan saya" perintahnya

​"Dimengerti, tuan Zeus. Perintah anda akan segera dilaksanakan" jawab Josh dengan ketundukan penuh lalu membungkuk hormat sebelum melangkah keluar dari ruang konferensi untuk meneruskan titah kejam sang majikan

​Setelah Josh keluar, Zeus berdiri dan merapikan kemejanya yang kaku. Ia memilih untuk mematikan seluruh fungsi emosionalnya dan kembali menjadi Zeus yang ditakuti semua orang, pria yang kasar, tega, kejam dan tidak memiliki perasaan. Fokus hidupnya kini dikembalikan secara mutlak pada satu tujuan utama yaitu mengeksploitasi momentum dari produk senjata baru ini untuk memperluas wilayah kekuasaan, menghancurkan klan-klan kompetitor, dan membangun sebuah imperium klan Cyrillus yang tidak akan pernah bisa diruntuhkan oleh siapa pun.

​Bagi Zeus, Yorinka kini tak lebih dari sekadar bagian dari rencana jangka panjangnya yang harus tetap berada di tempatnya, terlepas dari apakah jiwa wanita itu harus hancur dalam prosesnya. Perjalanan dinastinya baru saja dimulai, dan di atas takhta berdarah itu, tidak ada tempat bagi sebuah perasaan bernama rindu.

🔪🔪🔪

Bagaimana menurut kalian guys? Silahkan tinggalkan jejak kalian ya.

Ngomong-ngomong serem juga ya lingkungan Zeus, isinya penjahat semua.

1
Jessica Xie
adoh mak
mommy yorinka jangan2 nanti ada kejutan anak yang dilahirkan kembar sepasang nih
daddy zeus siap2 jadi daddy yg bucin sama anak ceweknya
It's me Ri🥕: Wow... Bisa jadi, ditunggu kelanjutannya yaa🤭
total 1 replies
223
suka
Jessica Xie
Tolong thu istrinya disembuhkan dari masa traumanya biar ngak terus kepikiran ucapan si tunangan palsunya mas Zeus
Jessica Xie
jujur sama yorinka baru ada gunanya
gak perlu jujur sama yang lain
menguras waktumu az Zeus
Jessica Xie
si Dom ini suruh Zeus jangan bersikap lembut malah dia yang bersikap lembut ke Yorinka🙄
Jessica Xie
si Dom keqnya menyamar jadi sekutu ngak sih
padahal sebanarnya dia lah musuh yang sebenarnya
Jessica Xie
yang kubaca koq nampaknya si Dom keq manipulatif banget sih
Potatoes 🥔
Licik banget mas mafia 🤣 ada2 aja 🤣
Potatoes 🥔
Takut diculik sama kamu Domi🤭
Potatoes 🥔
Kejam banget hukumannya
Sumawita
yorinka di lawan👍👍👍
Sumawita
suka bangett dengan peran wanita nya
Sumawita: pasti suka kak
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!