**INI ADALAH BOOK KE 2 DARI SEMBILAN GULUNGAN NAGA LEGENDARIS.**
Ketika seluruh semesta terancam, satu pemuda harus memilih: menjadi monster yang menyelamatkan dunia, atau tetap manusia dan membiarkan semua musnah.
Lin Tian, kehilangan segalanya, karena invasi entitas misterius yang melahap dimensi. Kini, sebagai pewaris teknik "Orkestrasi Sembilan Naga," ia melintasi batas dimensi untuk berburu Master mereka: Pemangsa Dimensi yang mengancam 30 dimensi sekaligus.
Di Dimensi Asura, dimensi pejuang brutal, Lin Tian menemukan kekuatan... tapi hampir kehilangan kemanusiaannya. Antara latihan mematikan, pertarungan melawan entitas cerdas, dan persahabatan yang tak terduga, ia belajar kebenaran paling sulit: kekuatan tanpa hati adalah tirani, tapi hati tanpa kekuatan adalah kehancuran.
Bisa kah ia menyelamatkan alam semesta tanpa kehilangan jiwanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34 : Terobosan
Pagi itu terasa berbeda.
Lin Tian membuka matanya perlahan. Energi spiritual mengalir sempurna di seluruh tubuhnya dan Setiap meridian berada dalam kondisi terbaik.
Hari ini adalah hari yang telah ia persiapkan selama berbulan-bulan.
Hari ini ia akan mencoba menembus Lapisan Kelima.
Ruang untuk terobosan berada jauh di bawah markas utama.
Sebuah ruangan raksasa dengan diameter hampir seratus meter.
Dindingnya diperkuat oleh formasi kuno yang dirancang untuk menahan ledakan energi.
Puluhan susunan pelindung berlapis memenuhi seluruh ruangan dan Energi spiritual di dalamnya sangat padat hampir lima puluh kali lebih kuat.
Lin Tian melangkah menuju pusat ruangan dan duduk bersila.
Tekanan energi di tempat itu sangat besar.
Bagi kultivator biasa, keberadaan di dalam ruangan tersebut selama beberapa menit saja sudah cukup untuk menyebabkan cedera.
Namun Lin Tian telah menjalani latihan selama berminggu-minggu untuk menghadapi kondisi seperti ini.
Ia perlahan menenangkan napasnya. Pikirannya memasuki kondisi hening.
Di luar ruangan, Mira'tok, Khor'sal, dan Zhen'ar juga duduk bermeditasi.
Mereka mengalirkan energi spiritual secara perlahan.
Bukan untuk membantu terobosan secara langsung. Melainkan menjadi jangkar spiritual yang menjaga kestabilan jiwa Lin Tian selama proses berlangsung.
Kharos berdiri tidak jauh dari sana.
Tatapannya terus mengawasi setiap perubahan energi di dalam ruangan.
Persiapan sudah dilakukan semaksimal mungkin. Namun terobosan tetaplah sesuatu yang tidak bisa diprediksi sepenuhnya.
Lin Tian menarik napas panjang. Kemudian perlahan membuka matanya.
"Terobosan Transformasi Jiwa Lapisan Kelima... dimulai."
Energi spiritual di seluruh ruangan langsung bergetar.
Inti Transformasi Jiwa di dalam tubuh Lin Tian mulai berputar semakin cepat.
Perlahan-lahan ukurannya membesar. Sedikit demi sedikit kemudian semakin cepat.
Tekanan mulai meningkat di seluruh tubuhnya dan rasa nyeri muncul dari dalam jiwa. Namun masih berada dalam batas yang bisa ditahan.
Lin Tian tetap tenang.
Tiga puluh menit berlalu dan proses masih berlangsung.
Enam puluh menit kemudian... selesai.
Inti Transformasi Jiwa kini berukuran dua kali lebih besar dari sebelumnya.
Cadangan energi spiritualnya meningkat hampir tiga kali lipat.
Lin Tian akhirnya membuka matanya perlahan. Tahap pertama berhasil dilewati tanpa masalah berarti.
Kini bagian tersulit mulai datang.
Di hadapannya, Lin Tian dapat merasakan keberadaan sebuah penghalang besar yang membatasi dirinya dari Lapisan Kelima.
Ia mengumpulkan seluruh energi spiritualnya menjadi satu titik. Lalu menghantamkannya ke arah penghalang.
Benturan pertama, penghalang hanya bergetar sedikit.
Lin Tian mengerutkan kening.
"Seperti yang kuduga..."
Penghalang itu jauh lebih kuat daripada yang pernah ia bayangkan.
Benturan kedua, sebuah retakan kecil mulai muncul.
Benturan ketiga, retakan bertambah panjang.
Benturan keempat, seluruh permukaan penghalang mulai bergetar. Namun rasa sakit yang menyertainya meningkat drastis.
Kepalanya terasa seperti akan terbelah. Jiwanya seolah diremas oleh kekuatan yang tak terlihat.
Lin Tian menggertakkan giginya.
Ia tidak boleh berhenti. Jika berhenti sekarang, seluruh proses akan gagal.
Benturan kelima.
Benturan keenam.
Benturan ketujuh.
Retakan semakin meluas dan penghalang pun mulai melemah. Namun rasa sakit juga semakin brutal.
Di luar ruang terobosan, Mira'tok tiba-tiba meringis. Ia dapat merasakan sebagian penderitaan Lin Tian melalui hubungan spiritual mereka.
"Wajahnya... rasa sakitnya semakin parah..."
Khor'sal segera menyalurkan energinya. "Kalau begitu kita bantu semampu kita."
Zhen'ar mengangguk. "Kita hadapi ini bersama."
Ketiganya memperkuat aliran energi spiritual mereka dan gelombang energi hangat mengalir menuju Lin Tian.
Di dalam ruang terobosan, Lin Tian merasakan sesuatu.
Sebuah kehangatan.
Seketika, senyum tipis muncul di wajahnya meski tubuhnya dipenuhi rasa sakit.
Energi spiritualnya kembali meledak.
Benturan kedelapan.
Benturan kesembilan.
Seluruh retakan menyebar ke setiap bagian penghalang.
Benturan kesepuluh.
BOOOM!
Suara ledakan mengguncang seluruh ruang terobosan. Penghalang Lapisan Kelima akhirnya pecah.
Dan tepat saat itu, Gelombang energi dimensional yang luar biasa mulai mengalir masuk ke tubuh Lin Tian seperti banjir yang tak terbendung.
Tahap ketiga telah dimulai.
Saat penghalang Lapisan Kelima hancur, seluruh ruang terobosan bergetar hebat.
BOOOM!
Dalam sekejap, energi dimensional yang tak terhitung jumlahnya menerjang masuk ke tubuh Lin Tian.
Tubuh Lin Tian langsung bergetar keras dan meridiannya terasa seperti akan robek.
Tulang-tulangnya mengeluarkan suara retakan halus. Bahkan jiwanya merasakan tekanan yang belum pernah ia alami sebelumnya.
"Terlalu banyak...!"
Wajahnya memucat.
Energi yang masuk jauh lebih besar daripada perkiraannya. Jika tidak segera dikendalikan, tubuhnya bisa meledak dalam hitungan detik.
Pada saat kritis itu, Lin Tian segera mengaktifkan teknik yang telah dipersiapkan sejak awal.
"Segel Sembilan Naga! Bentuk Maksimal!"
Sembilan elemen langsung muncul bersamaan.
Kesembilan elemen berputar mengelilingi inti jiwanya dan membentuk sebuah sangkar energi raksasa.
Ledakan energi dimensional menghantam sangkar tersebut tanpa henti.
Retakan demi retakan mulai muncul. Namun sangkar itu tetap bertahan.
Lin Tian menggertakkan giginya, Ia tidak mencoba menyerap seluruh energi sekaligus. Sebaliknya, ia mulai menariknya sedikit demi sedikit.
Setiap bagian energi yang masuk segera dimurnikan dan diserap ke dalam tubuhnya.
Lima menit berlalu.
Sekitar tiga puluh persen energi berhasil diserap.
Sepuluh menit.
Lebih dari setengah energi telah berada di bawah kendalinya.
Lima belas menit.
Delapan puluh persen energi berhasil dimurnikan.
Dua puluh menit. Tekanan mulai berkurang.
Dua puluh lima menit. Hampir seluruh energi telah diserap.
Tiga puluh menit kemudian, Gelombang energi terakhir akhirnya menghilang.
Sangkar Sembilan Naga perlahan memudar.
Lin Tian terengah-engah dan keringat membasahi seluruh tubuhnya. Namun matanya dipenuhi kelegaan. Tahap paling berbahaya telah berhasil dilewati.
Namun ujian belum berakhir.
Energi baru yang sangat besar mulai mengalir ke seluruh tubuhnya.
Meridian yang lama tidak lagi mampu menampung kekuatan tersebut.
Tubuhnya mulai melakukan penyesuaian secara paksa.
Rasa sakit yang muncul bahkan lebih mengerikan daripada sebelumnya.
"Ughhh...!"
Lin Tian menggertakkan gigi hingga darah mengalir dari bibirnya.
Setiap sel di tubuhnya terasa seperti dihancurkan lalu dibangun kembali.
Tulang-tulangnya ditempa ulang.
Darahnya dimurnikan, bahkan Jiwanya mengalami transformasi besar-besaran.
Rasa sakit itu hampir tidak tertahankan. Namun Lin Tian tidak menyerah.
Ini adalah tahap terakhir. Jika berhasil melewatinya, seluruh proses akan selesai.
Tiga puluh menit berlalu, rasa sakit mencapai puncaknya.
Empat puluh lima menit, tekanan mulai berkurang sedikit demi sedikit.
Enam puluh menit, energi di dalam tubuhnya akhirnya mencapai keseimbangan sempurna.
Keheningan menyelimuti ruang terobosan.
Kemudian...
BOOOM!
Gelombang energi yang jauh lebih kuat dari sebelumnya meledak keluar dari tubuh Lin Tian.
Seluruh ruang terobosan bergetar, bahkan Formasi pelindung di dinding menyala terang, dan energi spiritual di sekelilingnya berputar seperti badai.
Di luar ruangan, Mira'tok, Khor'sal, dan Zhen'ar langsung membuka mata mereka secara bersamaan.
Mereka merasakan perubahan itu. Merasakan aura baru yang lahir di dalam ruangan.
Kharos perlahan tersenyum.
"Berhasil..."
Di pusat ruang terobosan, Lin Tian perlahan membuka matanya.
Kedua matanya memancarkan cahaya yang jauh lebih tajam dari sebelumnya.
Energi spiritual berputar dengan sendirinya di sekeliling tubuhnya.
Setiap gerakan kecil memancarkan tekanan yang luar biasa.
Tubuhnya terasa lebih ringan.
Pikirannya lebih jernih dan jiwanya lebih kuat.
Ia dapat merasakan dimensi di sekitarnya dengan kejelasan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.
Ranah Transformasi Jiwa Lapisan Kelima.
Ia akhirnya berhasil mencapainya.
Lin Tian perlahan berdiri. Rambutnya berkibar diterpa pusaran energi yang mengelilinginya.
Aura yang terpancar dari tubuhnya jauh berbeda dibanding sebelumnya.
Lin Tian menatap kedua tangannya dan mengepalkannya perlahan.
Perjalanan panjang itu akhirnya membuahkan hasil.
Lapisan Kelima telah tercapai.
Dan sebuah babak baru dalam hidupnya baru saja dimulai.