NovelToon NovelToon
Nadia Anak Yang Diabaikan

Nadia Anak Yang Diabaikan

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius
Popularitas:7k
Nilai: 5
Nama Author: santi damayanti

Nadia anak kandung yang di abaikan, keluarganya lebih memilih anak orang lain ketimbang anak kandung,,,Nadia bahkan mau di singkirkan oleh ibunya sendiri

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santi damayanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

33 diselamatkan

“Nadia,,,nadia,,,dimana loh,” kata Aldo dengan mata masih terpejam. Aroma antiseptik menguar di udara, suara monitor pemantau jantung terdengar.

“Aldo nak,, kamu sudah bangun,” Maharani memegang tangan Aldo yang dingin, miris sekaligus bangga, anak lelakinya sudah mampu melindungi seorang wanita hingga dada dan tangannya robek oleh serigala.

Aldo membuka kelopak matanya. Cahaya putih menembus sela-sela matanya. Perlahan kesadarannya pulih, dia menoleh ke samping kanan.

“Mah,,, aku di mana?” tanya Aldo.

Dengan mata berkaca-kaca Maharani menjawab, “Kamu di rumah sakit, sayang.”

“Nadia gimana, Mah?” dahi Aldo mengkerut, rahang menegang, matanya mengedarkan pandangan dan mencoba bangkit, namun badannya terasa remuk dan dada masih terasa sakit dan perih.

“Nadia aman, Al,” jawab Maharani sambil menggeser tubuhnya, dan terlihatlah Nadia yang sedang berbaring. Nadia sedang menengok ke arah Aldo.

Kerutan di dahi Aldo langsung hilang, berganti sudut bibir yang melengkung. Dia menghembuskan napas. “Syukurlah dia selamat,” katanya.

“Papa bangga sama kamu, Al,” kata Andika menatap Aldo dengan wajah berbinar, menepuk-nepuk pundak Aldo. Aldo meringis menahan sakit.

“Kamu ini apa-apaan sih,” Maharani tampak kesal.

“Sory—sory, aku terlalu semangat.”

“Nadia baik-baik saja kan?” tanya Aldo yang tak mampu menyembunyikan raut khawatir.

“Kamu ini,” dengus Andika pura-pura tak senang, “cinta banget rupanya ya sama Nadia sampai-sampai pas sadar langsung ingat Nadia.”

Aldo tampak kikuk. “Kita berdua menghadapi bahaya bersama, wajar kalau aku khawatir.”

“Ya apapun itu, Papa bangga sama kamu, Al.”

Aldo meminum air putih, dan terus melihat Nadia yang masih saja diam, padahal selama di hutan sudah banyak hal yang sudah dia lewati.

“Nadia, Papa kamu aku hubungi sibuk terus, Nad,” kata Andika.

“Enggak usah menghubungi mereka, Om,” jawab Nadia dengan nada datar.

“Kenapa?” tanya Maharani.

“Enggak usah, dia enggak anggap saya anak,” jawab Nadia.

Suasana hening. Maharani mendekat, Maharani suka anak perempuan yang kuat seperti Nadia. Dia mendekat pada Nadia. “Ya sudah kalau orang tua kamu enggak peduli sama kamu, sekarang kamu jadi anak Mama saja ya.”

Nadia tersenyum datar. “Terima kasih, Tan.”

“Panggil aku Mama, Nad,” kata Maharani.

Nadia terdiam sebentar. Sejak kecil tak pernah benar-benar merasakan kasih sayang orang tua membuat dia merasa hangat.

“Kenapa nada kamu enggak suka?” tanya Maharani.

“Enggak, Mah,, aku senang kok, Mah,” jawab Nadia.

“Ya sudah kalau si brengsek itu nggak mau ngurus kamu biar Om yang ngurus kamu,” Andika berkata dengan emosional.

Maharani mengerutkan dahi. “Kamu mengenal orang tuanya?”

Andika tampak menggaruk kepala dan tersenyum kaku.

“Kenapa dengan kamu?” lanjut Maharani bertanya.

Andika tersenyum canggung. “Dia anaknya si brengsek Rangga.”

Maharani mengerutkan dahi, menatap lekat pada Andika. “Berarti dia anaknya Rani Puspita, mantan kamu.”

Suasana mendadak hening. Udara terasa semakin dingin. Andika mundur beberapa langkah.

“Kamu masih berhubungan dengan mantan pacar kamu itu?”

“Mah,” Aldo buru-buru memotong, “Mah aku yang memperkenalkan Nadia ke Papa. Mama tahukan anak perempuan yang perlu jaminan orang tua sedangkan orang tuanya ga mau jamin, nah Nadia inilah orangnya Mah, dan Papa jadi penjamin karena permintaan aku Mah. Tenang saja Papa lelaki paling setia, Mah.”

Andika menghela napas lega.

Maharani menatap Aldo. “Kamu tidak sedang sekongkolkan sama Papa kamu?”

“Enggak Mah, sumpah.”

“Saya bukan anaknya Rani Puspita, Mah,” Nadia berkata dengan pelan.

Andika dan Maharani mengerutkan dahi. Kalau anaknya Rangga berarti anaknya Rani Puspita dong.

“Nad, lo mau ceritain semuanya,” kata Aldo menatap Nadia.

“Ceritakan saja biar orang tua kamu tidak salah paham, dan saya memang tidak menganggap Tuan Rangga dan Nyonya Rani sebagai orang tua saya,” ucap Nadia dengan datar.

Andika dan Maharani menatap Aldo, Aldo kembali menatap Nadia, Nadia menganggukkan kepala tanda setuju.

Kemudian Aldo menceritakan semuanya, cerita yang dia dapatkan dari Nadia sendiri.

Andika dan Maharani terkejut mendengar fakta ini, sekaligus merasa simpati dengan kehidupan Nadia yang tidak mudah.

“Sudahlah sayang,, anggap saja Mama Maharani dan Papa Andika sebagai orang tua kamu, jangan sungkan kalau ada masalah, cerita sama kami,” Maharani mengelus rambut Nadia. Nadia merasakan hangat di dada dan lagi-lagi ekspresi wajahnya biasa saja.

Selama 10 hari Nadia dan Aldo dirawat, akhirnya Nadia dan Aldo pulih. Andika dan Maharani menawarkan Nadia tinggal bersama namun Nadia menolak. Walau sudah dibujuk dengan berbagai cara tapi Nadia tetap menolak.

“Mirip sekali wataknya,” ucap Andika dalam hati. Akhirnya mereka hanya bisa mengantarkan Nadia ke kontrakannya, dan setelah melihat kontrakan Nadia lagi-lagi Maharani merasa miris, Andika merasa kesal.

“Si brengsek Rangga itu, bisa cuma bikin anak doang, anak kandung sendiri dia telantarkan,” gumam Andika.

“Dalam hati kamu pasti berkata ‘Rani kamu salah pilih suami’, itu kan yang kamu pikirkan,” ketus Maharani.

“Astaga sayang, kenapa sih kamu sensitif banget,” ucap Andika frustrasi, karena dia akan diceramahi panjang lebar oleh Maharani.

Beberapa hari kemudian Nadia masih menyendiri di kontrakannya, membuat langkah-langkah hidupnya, persiapan ke luar negeri. Wali sudah ada yaitu Andika. Selama setahun ini dua hal yang akan dia lakukan: siapa sebenarnya ibu kandungnya, dan siapa yang mengirim pembunuh bayaran kepadanya. Dia sudah menduga nama Rangga, Rani, dan Yulia. Dugaan itu harus dia carikan buktinya.

Suatu sore Nadia sedang duduk di taman sehabis olahraga, seseorang menyapanya.

“Nona, apa kabar?”

Nadia menoleh ke arah suara, dan dia adalah Johan, kepala pelayan keluarga Wijaya.

“Paman Johan sedang apa di sini?” tanyanya.

“Paman memang sedang mencari Anda,” jawabnya.

Nadia mengerutkan dahi, berbagai pikiran muncul. Jangan-jangan dia diutus oleh Rangga untuk membungkamnya.

“Ada hal yang ingin paman sampaikan pada kamu?”

“Bicarakanlah paman?”

Johan mengedarkan pandangan, ada tukang ketoprak, tukang kopi keliling dan beberapa kuli kebersihan sedang istirahat.

“Bisakah kita ngobrol di taman?” katanya.

Nadia termenung sebentar. “Baiklah, Paman.”

Johan melangkah memasuki taman, mencari tempat yang sepi, dan mereka sekarang ada di sebuah danau buatan, di bawah pohon beringin, angin terasa sepoi-sepoi.

“Paman sudah kembali kerja di keluarga Wijaya?” tanya Nadia.

“Paman sudah enggak kerja di sana. Paman dijadikan kambing hitam oleh Tuan Rangga, mana mungkin mereka masih membiarkan paman kerja di sana.”

Nadia tertegun. Ya begitulah orang kaya, kalau orang masih berguna akan dipertahankan, namun kalau sudah tidak ada gunanya akan ditendang. Padahal setahu dia Paman Johan sudah kerja sejak dia bayi, karena Paman Johanlah yang diam-diam banyak membantunya.

“Ada hal yang ingin paman sampaikan pada kamu?” ucap Johan setelah sekian lama terdiam memandangi danau.

“Ini tentang ibu kandung kamu yang sesungguhnya,” kata Johan.

1
Suanti
semoga aja nadia dan aldo selamat ada yg tolong biar bisa kembali kermh buat balas dendam 🤭
Anonim
Bales nadia jangan kalah,lawan si rina n the genk tuh
Anonim
Hati hati nadia,jaga nadia thor
Anonim
Kurang ajar si rangga ni bukan nya kasih tahu yg sebenar nya ke nadia,ayo nadia balas mereka semua suatu saat💪
adelina rossa
jelas nih nadia anaknya rangga sama selingkuhanya ...
Anonim
Ayo semangat nadia,semoga aldo bantuin nadia bisa ikut olimpiade y thor😍
Anonim
Si rini goblok ,bukan nya kasian sama nadia ade nya malah ngatain bikin malu,buat nadia cepet keluar dari rumah itu thor buat nadia bersinar 😍
siswati etty
semangat terus Nadia .....keren
libas saja mereka si pecundang
Anonim
Gila,,nadia keren aku suka aku suka😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!