Dimata publik, kehidupan wanita bernama Ayunda sangatlah sempurna. Karir cemerlang, ekonomi mapan, rupa menawan dengan senyum mempesona.
Namun dibalik itu semua, Ayunda memeluk lara seorang diri. Dipaksa bertanggung jawab atas dosa tidak pernah dilakukannya.
Sedari kecil, hidup Ayunda bak di neraka, diperlakukan semena-mena, haknya sebagai seorang anak dirampas.
Ketika dewasa, sekuat tenaga dia menyembunyikan identitasnya, serta melakukan hal besar demi memperjuangkan masa depan yang hampir direnggut paksa.
Rahasia apa yang coba disembunyikan oleh Ayunda?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cublik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter : 07
“Lagi promosi sinetron terbaru yang mulai tayang minggu depan!” Dwira berbicara dengan nada sedikit tinggi dikarenakan disini sangat berisik.
“Ayo ikut maju kedepan, siapa tahu rezeki kita dapet foto bareng. Katanya bakalan dipilih 11 orang yang beruntung.” Ia langsung menarik tangan Ayunda dan juga Seila.
“Minggir! Tolong minggir!” teriaknya berusaha mencari sela aman, tidak peduli protes dari sekitar.
“Jangan tarik-tarik, Ira!” Seila mencoba menyentak tangannya, tapi cekalan Dwira terlalu kuat, sepenuh tenaga.
Ayunda menutupi bagian dada menggunakan tas agar tidak tersenggol. “Aku tunggu di belakang aja. Males ikutan desak-desakan gini!”
Seolah tuli, Dwira malah mendorong pinggang kedua sahabatnya. Matanya berbinar cerah. “Sedikit lagi.”
Akhirnya mereka dapat tempat strategis walaupun harus berdiri pada tiang pembatas bertali beludru.
“Lu gila ya! Maksa banget jadi orang!” Seila meradang, netranya memerah. Punggung tangannya tergores entah terkena kuku tajam siapa.
Dwira baru tersadar, langsung diserang rasa bersalah. “Maaf, tapi aku malu kalau nanti beneran kepilih foto bareng.”
“Lu cuma mikirin rasa malu sendirian, gak sadar kalau udah buat kita malu! Teriak kayak dihutan, dorong orang lain cuma demi foto bareng. Waras gak lu?!” suaranya bergetar, dada naik turun.
“Udah, jangan ribut! Didengar banyak orang _”
“Lu lagi! Semisal gak mau ya tolak lantang! Bukan malah ikut-ikutan tapi hati mengatakan sebaliknya! Jadi orang tegas dikit lah!” giliran Ayunda yang dibentak.
Ayunda dan Dwira sama-sama bungkam, antara malu dan tidak enak hati.
Ketika Seila mau berbalik badan keluar dari atrium, tiba-tiba terdengar suara seruan membuat gendang telinga berdenging.
“Syafira! Akhh, cantik banget!”
“Dewiku Vinira! Akhh!”
Dari arah samping, kedua artis tengah naik daun, mulai menaiki tangga panggung dengan dikawal wanita dan pria berbadan tegap berseragam hitam.
Kalimat pujian menggunakan kata-kata memuja berlebihan terdengar sangat nyaring. Terlebih saat kedua artis ibu kota yang memiliki kecantikan bak boneka barbie berpose imut.
Dwira berjingkrak-jingkrak rendah, lupa sudah kalau barusan bersitegang dengan Seila.
Ayunda berdiri di belakang Seila agar tidak terlalu mencolok mata. Menghindari tertangkap kamera maupun mata licik nan cerdik Syafira serta Vinira.
Sang mc meminta penonton bertepuk tangan menyambut dua artis yang tengah dielu-elukan kawula muda maupun dewasa.
“Nona Vinira, boleh cerita sedikit tentang proses syuting series sinetron terbarunya? Saya dengar ada beberapa adegan berbahaya, dan Anda sangat berani mengambil resiko dengan menolak memakai peran pengganti. Benarkah?”
“Dewiku memang hebat!” jerit suara melengking.
Seruan membahana dibalas Vinira, dia mengulurkan jari membuat simbol berbentuk hati.
“Sedari awal terjun di dunia seni peran, saya sudah bertekad memerankan tokoh apapun secara totalitas. Aneh rasanya bila ada adegan kekerasan atau menantang bahaya tapi dilakukan oleh peran pengganti, setelahnya saya harus berpura-pura menjadi dirinya yang mengalami kesakitan sementara baik-baik saja. Feel nya gak dapet banget,” senyumnya merekah, raut wajah terlihat sangat bangga.
Di bawah panggung, Ayunda menekan lembut bekas memar sebesar kepalan tangan anak bayi.
“Anda memang pantas berada dipuncak karir, sangat berbakat, totalitas, dan berani. Padahal selain menjadi artis, nona Vinira juga seorang model yang mana kulit tubuh adalah aset penting,” pujian sang mc disambut tepuk tangan dan seruan membahana.
“Terima kasih.” Virina membungkuk, lalu tersenyum lebar. “Ini semua berkat dukungan luar biasa dari para fans, membuat saya terobsesi memberikan yang terbaik. Tidak ingin mengecewakan.”
“Ya ampun! Gak salah aku ngefans berat sama Vinira. Udah cantik, sopan, sangat menghargai para penggemarnya.” Dwira memekik sambil menggigit jemari dikarenakan terlalu senang sekaligus gemas.
“Lebay lu!” ejek Seila, mimik wajahnya masih kesal. Dia pun tidak lagi bisa keluar disaat para penonton berada di puncak menggilai kedua artis di atas panggung.
Giliran wanita memakai dress vintage selutut, rambut dicepol yang tengah menebarkan senyuman manis. Penampilan Syafira terlihat anggun, berkelas, nyaris sama seperti sahabatnya, Vinira.
“Kalau boleh saya tahu, dan menjadi perantara para penggemar nona Syafira yang tingkat penasarannya tidak lagi terbendung … katanya di sinetron ini, Anda ada melakukan adegan kissing dengan pemeran laki-laki utama, bagaimana perasaannya disaat sudah memiliki tunangan bukan dari kalangan sembarangan?” tanya sang presenter wanita.
Sebelum menjawab, Syafira menyilangkan kaki kiri diatas lutut kanan, duduknya sedikit menyamping menghadap sang presenter.
“Tunangan saya sosok pengertian. Beliau paham kalau dunia seni peran maupun model adalah separuh nyawa saya, dan sebelum menandatangani sebuah kontrak suatu film maupun sinetron, kami terlebih dahulu berdiskusi. Jadi, tidak ada kesalahpahaman dan tetap saling mendukung,” katanya dengan nada ceria, mimik wajah berbunga-bunga.
Kembali penonton bersorak, memuji setinggi langit sosok artis yang sudah dua kali memenangkan perhargaan ajang bergengsi tanah air.
“Kalian pasangan yang sangat serasi. Saling mensupport, dan sudah pasti sama-sama mencintai,” puji mc pria.
“Tentu. Tanpanya, saya rasa sulit berada di posisi sekarang. Dia support sistem saya, paling memahami suasana hati serta memiliki tingkat kepekaan tinggi,” kalimat pujiannya terdengar tulus.
“Apa nona Syafira memiliki pesan khusus teruntuk sang tunangan yang sayangnya sangat sulit dicari informasi tentang kehidupan pribadinya,” ia bertanya setengah bercanda, dan memang faktanya demikian.
Seorang Daksa Wangsa seolah tidak tersentuh media. Kehidupan pribadinya tertutup rapat. Jarang sekali menemani sang tunangan, anti kamera. Apa yang tersebar didunia maya, sebatas apa yang memang ingin ditampilkan olehnya.
“Saya sangat bersyukur memiliki calon suami yang tertutup dari dunia luar, takutnya banyak yang menggilainya, repot nanti jadinya,” seloroh Syafira disambut tawa membahana.
“Pesan ataupun apa yang mau disampaikan, diungkapkan, cukup lewat pertemuan langsung,” dia menolak halus.
“Yaa … kalian benar-benar pasangan mahal, tidak pernah terlihat mengumbar kemesraan, tahu-tahu mengadakan acara pertunangan yang menghebohkan jagat maya,” mc pria menyudahi sesi tanya jawab.
“Baiklah, sekarang tiba waktunya mengundi nama-nama pemenang yang beruntung berkesempatan foto bersama nona Syafira dan nona Vinira!” Presenter wanita bergaun pas badan beranjak, lalu berdiri di sebuah meja terdapat mangkuk kaca besar.
Kedua artis diminta mengambil kupon undian berupa kertas segiempat tertulis nama penonton yang tadi sempat saling dorong agar bisa ikutan war.
Vinira memanggil nama seseorang menggunakan mikrofon. “Dwira, nomor 35.”
“Ini beneran kan? Dwira langsung pias, mulutnya terbuka lebar.
“Sana lu naik, biar puas udah nyusahin kita!” Seila mendorong punggung sahabatnya.
Langkah gugup Dwira diiringi sorak para penonton yang merasa iri sekaligus kagum.
Ketika sampai di pentas, wanita lebih pendek dari kedua artis itu teramat canggung, terus menerus tersenyum kaku.
Entah apa yang dikatakan oleh Dwira sebelum sesi foto, tiba-tiba sang mc pria memanggil nama lain.
“Nona Seila, nona Ayunda, harap naik ke atas panggung, kalian benar-benar diberkahi hari ini.”
.
.
Bersambung.
Karya horornya udah bisa di baca ya, Kak 🥰
Terima kasih 🫶🥰
Selia ini nanti kayaknya bakalan jadi pawangnya pak iyan🤭.
Bu Niar...,, mqkn sudah mengetahui sesuatu yang tersembunyi d antara padak dan Yunda...,, tapi qta belum tau apa yang d sembunyikan oleh Dwira🤔.
ini gmn ya
apa karna tau mantunya hamil jd mau menetap
wis mboh lah
tauuu aja🤭
Amran tabarik-Daksa wangsa
daksa ga doyan yang udah di laletin
doyannya yg tertutup kaya Yunda hanya daksa yg buka .
ga kaya kamu di obral di ewer2 ke semua orang,,
jangan sampai kepulangan orang tua daksa untuk memaksa pernikahan sapi sama daksa. awas aja kalau kontrak belum selesai dah nikah lagi aku potong itu burung mu😤