NovelToon NovelToon
ISTRI PALSU: PENGANTIN PENGGANTI

ISTRI PALSU: PENGANTIN PENGGANTI

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti / Nikah Kontrak / Perjodohan
Popularitas:9k
Nilai: 5
Nama Author: Mutia Kim

Area dewasa❗

Demi menyelamatkan ayah angkatnya yang sakit keras, Zivanna Mahavira terpaksa menggantikan saudara kembarnya, Zivarra, yang kabur sebelum pernikahannya dengan anak sulung keluarga Sadewantara, Keenan Sadewantara.

Tanpa sepengetahuan Zivanna, Keenan ternyata sudah mengetahui sejak awal bahwa wanita yang menikah dengannya bukanlah Zivarra.

Mereka akan menjalani pernikahan selama enam bulan, sesuai kontrak yang diberikan Keenan di awal pernikahan. Selama itu, Zivanna harus mempertahankan kebohongannya demi keluarga dan ayah angkatnya.

Semakin lama hidup bersama, keduanya justru saling jatuh hati.

Sampai pada bulan kelima, semuanya berubah ketika Zivanna menolak hubungan suami istri dan akhirnya meminta maaf atas kebohongannya.

“Kamu pikir aku baru tahu siapa kamu? Aku sudah tahu sejak awal, Zivanna,” ucap Keenan dengan senyum miring.

Mata Zivanna langsung membesar. “A-apa?”

Keenan mengangkat dagu Zivanna. “Kalau kamu ingin aku maafkan, lakukanlah dengan tubuhmu.”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutia Kim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Apa kamu berniat meninggalkanku?!

Sejak pagi hingga sore, Keenan terjebak dalam rapat pengembangan teknologi keamanan terbaru perusahaan. Padatnya agenda membuatnya tidak sempat meninggalkan ruang rapat, bahkan untuk sekadar makan siang atau memegang ponsel.

“Ah...” desah panjang Keenan saat tubuhnya ia sandarkan ke kursi kerjanya. Rapat tadi benar-benar menguras tenaga dan pikirannya.

“Permisi, Pak,” ucap Arkana sambil masuk ke ruangan setelah lebih dulu mengetuk pintu.

“Ya?” tanya Keenan sambil membuka mata dan menatapnya.

“Apakah saya perlu memesankan makanan untuk Bapak? Bapak belum makan siang,” tanya Arkana.

Keenan mengangguk. “Boleh. Di restoran seperti biasa,” perintahnya.

“Baik, Pak.” Arkana pun keluar dari ruangan.

Keenan terdiam sejenak. Ia baru menyadari bahwa sejak tadi belum menghubungi Zivanna, sesuatu yang akhir-akhir ini hampir selalu ia lakukan sejak hubungan mereka semakin dekat. Bahkan tanpa disadari, ia mulai lebih sering memikirkan istrinya itu.

Ia meraih ponselnya di atas meja. Banyak panggilan dan pesan masuk dari Papi, mama tiri, dan tantenya.

“Ada apa mereka menelepon?” gumamnya.

Baru saja ia hendak menghubungi Belinda, ponselnya kembali berdering. Nama Angelina tertera di layar. Dengan malas, Keenan mengangkatnya.

“Halo, Nak. Lagi sibuk ya? Dari tadi Mama dan tante kamu telepon, tapi kamu tidak mengangkat,” ucap Angelina.

“Hmm. Ada apa?” tanya Keenan singkat.

“Nanti malam kamu dan Zivarra ke rumah ya. Kita makan malam. Sudah lama kita tidak makan malam bersama,” jawab Angelina.

Sebenarnya Angelina adalah ibu yang sangat baik. Namun tidak bagi Keenan. Di matanya, wanita itu tetaplah sosok yang merebut papinya dari dirinya dan dari mendiang maminya.

Luka itu sudah terlalu lama tertanam, sampai membuat Keenan tidak pernah benar-benar bisa melihat sisi baik Angelina dengan jernih.

Bahkan setiap perhatian yang diberikan wanita itu selalu terasa asing dan tidak tulus di matanya.

Berbeda dengan Rafael. Keenan sangat tahu sifat licik adik tirinya itu. Apalagi pria itu dikenal gemar berganti pasangan dan bermain-main dalam hubungan.

Hampir sama seperti sifat Richard di masa mudanya, sesuatu yang semakin membuat Keenan muak pada lingkaran keluarganya sendiri.

“Sepertinya tidak bisa. Hari ini aku sibuk dan akan lembur,” tolak Keenan.

“Yah... benar-benar tidak bisa?” terdengar suara Angelina yang kecewa.

“Ya sudah, tidak apa-apa. Kapan-kapan saja kita makan malamnya,” sambung Angelina.

Tak lama kemudian, sambungan telepon itu terputus.

Keenan menghela napas kasar. “Makan malam yang membosankan,” gumamnya.

Ia kembali mencari nomor Zivanna di ponselnya. Namun saat dihubungi, istrinya tidak mengangkat sama sekali.

“Dia ke mana sih!” gerutu Keenan.

Ia kembali menelepon Zivanna, tetapi hasilnya tetap sama. Tidak diangkat. Hal itu membuat Keenan kesal sekaligus cemas.

“Astaga, Zivanna kenapa kamu tidak angkat telepon!” Keenan segera mengecek CCTV di rumahnya yang terhubung ke ponselnya.

Ruang tengah, dapur, dan beberapa area lain yang terpasang CCTV tidak menunjukkan keberadaan Zivanna. Kecuali kamar wanita itu yang memang tidak dipasangi CCTV.

“Apa dia di dalam kamar ya?” gumamnya.

Karena takut terjadi sesuatu, ia segera menghubungi Victoria yang selalu menjaga Zivanna di rumah.

“Ada yang bisa saya bantu, Tuan?” tanya Victoria saat sambungan terhubung.

“Istriku di mana?” tanya Keenan.

“Nyonya ada di kamarnya, Tuan.”

Keenan mengembuskan napas lega. “Kamu serius?”

“Benar, Tuan. Tapi Nyonya tidak keluar dari kamar sejak tadi,” sahut Victoria.

“Kenapa?” tanya Keenan, karena memang tidak biasanya Zivanna seperti itu.

“Saya kurang tahu, Tuan. Tadi pagi saya sempat ingin mengetuk pintu kamar Nyonya karena beliau sempat menyuruh saya mengantar ke supermarket. Saat itu terdengar Nyonya sedang membereskan sesuatu di dalam kamar, lalu tidak lama kemudian saya mendengar suara Nyonya menangis,” jelas Victoria panjang lebar.

“Apa?! Menangis?” seru Keenan. Rasa khawatirnya terhadap Zivanna semakin meningkat.

“Benar, Tuan.”

“Sekarang coba kamu periksa apa yang sedang dilakukan istriku!” perintah Keenan.

“Baik, Tuan.”

Victoria berlari menuju kamar Zivanna. Ia mengetuk pintu sambil memanggil, tetapi tidak ada sahutan dari dalam.

“Maaf, Tuan. Tidak ada sahutan,” ujar Victoria.

“Buka pintu kamarnya atau tidak bisa di dobrak saja!”

Victoria memegang gagang pintu kamar Zivanna, dan untungnya tidak terkunci. Ia masuk dan mendapati Zivanna tertidur pulas di dalam gulungan selimut, membuatnya sedikit lega.

“Nyonya sedang tidur, Tuan,” ucap Victoria.

“Hah... dia membuatku khawatir. Sudah, biarkan saja. Nanti kalau ada apa-apa segera hubungi saya,” kata Keenan. Wajahnya yang tadi tegang langsung mengendur.

“Baik, Tuan.”

Panggilan itu pun terputus. Keenan kembali menyandarkan punggungnya di kursi.

“Zivanna menangis? Apa yang membuatnya seperti itu?”

“Kenapa denganmu, Zivanna...” gumam Keenan lirih.

Kalau saja hari ini Keenan tidak memiliki pekerjaan yang sangat penting, mungkin ia sudah langsung pulang ke rumah. Bukan berarti ia lebih memilih pekerjaan daripada istrinya.

Hanya saja, proyek kali ini merupakan kerja sama dengan perusahaan luar negeri. Jika Keenan lengah sedikit saja, reputasi perusahaannya di mata klien bisa dipertaruhkan.

...****************...

Malam harinya, setelah selesai makan malam dan memakai skincare, Zivanna langsung pergi ke kamar Keenan. Ia berniat untuk tidur di sana.

Aroma lavender di kamar Keenan menjadi aroma favoritnya. Ia mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan. Tempat ini mungkin tidak akan pernah lagi ia lihat seperti sekarang.

Begitu tubuhnya dibaringkan di tempat tidur, aroma tubuh Keenan langsung tercium. Tanpa sadar air mata Zivanna kembali terjatuh.

“Kenapa kamu nangis? Tempatmu bukan di sini, Anna. Kamu harus bisa mengikhlaskannya,” gumam Zivanna sambil terisak kecil.

Terdengar suara pintu utama terbuka, disusul derap langkah kaki.

“Itu pasti Keenan.”

Buru-buru Zivanna menghapus air mata lalu turun dari ranjang dan berlari kecil keluar kamar.

Begitu melihat Keenan berjalan di ruang tengah, Zivanna segera menghampirinya.

“Baru pulang, Mas?” tanya Zivanna.

Keenan tidak menjawab. Ia menatap lekat Zivanna, terlihat mata istrinya sedikit sembab. Tanpa berbasa-basi, Keenan meraih tengkuk Zivanna dan mencium bibir istrinya. Zivanna pun membalasnya, tangannya meremas jas Keenan.

“Kenapa kamu keluar dari kamarku, hmm?” tanya Keenan. Ia tidak ingin membahas Zivanna yang menangis lebih dulu.

“Aku mau tidur sama kamu. Boleh?” cicit Zivanna malu-malu.

Tak tahan dengan ekspresi istrinya, Keenan langsung mengangkaT tubuh Zivanna membuat wanita itu memekik.

“Astaga, Mas!” Zivanna memukul dada Keenan.

Keenan terkekeh pelan. Ia segera membawa Zivanna menuju kamarnya, membaringkan tubuh istrinya di ranjang, lalu kembali menciumnya.

“Boleh?” tanya Keenan dengan mata yang sudah terbakar gairah.

Zivanna hanya mengangguk memberikan izin kepada Keenan. Mungkin ini merupakan yang terakhir kalinya.

Hawa dingin di kamar itu tergantikan menjadi panas. Suara desahan dan erangan terdengar dari bibir dua manusia berbeda jenis kelamin, namun memiliki perasaan yang sama itu.

Keenan menatap ke samping ke arah Zivanna yang tertidur pulas. Hanya selimut yang membungkus tubuh telanjangnya, sedangkan Keenan hanya memakai bathrobe.

Aroma tubuh Zivanna yang bercampur dengan lavender terkadang terasa seperti obat perangsang, dan di sisi lain juga menjadi penenang bagi Keenan.

“Kontrol tubuhku terhadap seks sudah mati selama 32 tahun... Tapi saat bersama Zivanna, aku tidak bisa mengendalikan diri,” ucap Keenan pelan sambil mengelus rambut Zivanna.

Ia menggigit bagian dalam pipinya ketika mengingat bagaimana Zivanna sangat bersemangat berhubungan dengannya.

Terngiang ucapan Victoria sore tadi, bahwa Zivanna sempat membereskan sesuatu. Keenan pun menjadi penasaran apa yang sebenarnya dibereskan oleh Zivanna.

Ia turun dari ranjang dan berjalan keluar kamar menuju kamar Zivanna.

Begitu membuka pintu kamar istrinya, matanya langsung tertuju pada koper besar di bawah ranjang Zivanna. Dengan cepat ia membuka lemari, dan di sana terlihat pakaian Zivanna sudah kosong.

“Apakah kamu berencana akan meninggalkanku, Zivanna?!” teriak Keenan.

1
Addb_Rh
waduh🥲
ya udah Langsung, lu diem bae. takut nanti di lempar kamu kalo gt lagi😅
Pengabdi Uji
🙄🙄 kayanya ada yg gk suka sma Zivanna kaya mending pisah aja apa
Alfatia🌷
Kalian bahagia aja. Keenan terus waspada, takut banget ada jin dasim berupa apapun yang bikin mereka pisah🤧
Raja Tampan
Seru pokoknya 👌
Addb_Rh
pdhl keenan udah bucin, tp arkana gk suka. bisa jd pertentangan gk sih nantinya🥲
Alfatia🌷
Waduhh tantangannya. Mana Langit bakal ngejar terus kayaknya. karena penasaran kenapa Zivanna gak ngenalin dirinya😭🤣
Mutia Kim🍑: Bisa dihajar nanti sama pengawalnya Zivanna😭🤣
total 1 replies
Alfatia🌷
Jangan cari gara-gara ya Langit. Sainganmu atasanmu🤣
Its me
Arkana kayaknya kurang suka sama Zivanna
Its me: tapi kan Keenan tahu kalau itu palsu
total 2 replies
Addb_Rh
keen, tenangin diri lu. kasihan gadis mungil itu nanti pincang😭🤣🤣
Mutia Kim🍑: Kak woyy😭
total 1 replies
Its me
Kalau mereka tahu semua nya dari Keenan gimana ya reaksinya
Its me
kayaknya Keenan dah mulai cintrong sama Zivanna
Pengabdi Uji
🤭 Knp feeling ku kuat klo kluarga nya jg udh tau bahwa ini bkn zivara
Mul Yanto
lanjut 👍👍
Alfatia🌷
Ketar-ketir Keenan, takut Zivanna pakai pencegahan kehamilan😂
Pengabdi Uji
smoga ara nya kgk balik or klo perlu metong aj dh wkwk jahat ya doaku
Alfatia🌷
panas dingin gustii🥵🥶 udah nemu sarang yang cocok mana bisa nyari sarang lain😂
Mutia Kim🍑: Moga ya ularnya Keenan nggak salah masuk sarang😭🤣
total 1 replies
Addb_Rh
Serakah kagak papa Zivana, kan salah Zivara jg yg kabur.

btw Keenan udah bucin akut ama lu. Noh lu di kamar mandi aja di samperin. Pasti mau jap jip jup di bwh shower😭😭🤣
Addb_Rh
kekhawatiran mu akan aman selama ada keenan Zivana, 😌
Mutia Kim🍑: T-tapi pernikahan mereka tinggal sebentar😭
total 1 replies
Pengabdi Uji
idih eh om lu udh tuirr atuh mah kerja coy
Aril Chan
👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!