NovelToon NovelToon
Kontrak 90 Hari Sang CEO

Kontrak 90 Hari Sang CEO

Status: tamat
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Mafia / Tamat
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: Febriana Hanifah

*Sinopsis*

Evelyn Mahesa bukan orang yang percaya cinta instan.
Ia hanya percaya pada satu hal: ibunya harus sembuh.

Saat tagihan rumah sakit 200 juta menumpuk dan semua jalan buntu, muncul Matthias Virel—CEO dingin, kaya, dan paling ditakuti di dunia bisnis.
Ia menawarkan jalan keluar yang mustahil ditolak:
*4,5 miliar rupiah. Syaratnya, Evelyn harus jadi istri kontraknya selama 90 hari.*

Tanpa cinta. Tanpa sentuhan. Hanya peran di depan publik demi menenangkan nenek Matthias yang sekarat.

Awalnya, Evelyn pikir ini cuma transaksi.
Tapi tinggal serumah dengan pria yang jago bikin jengkel sekaligus bikin jantung berdebar itu… ternyata lebih sulit dari yang ia kira.

90 hari.
Cukup untuk jatuh cinta?
Atau cukup untuk saling membenci sampai akhir?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Febriana Hanifah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cemburu yang Nggak Diakui

Dua hari setelah foto itu bocor, keadaan nggak mereda.

Malah tambah panas.

Akun gosip nemu foto lama Evelyn waktu masih kuliah.

Foto dia bareng cowok—Raka, mantan pacar yang dulu kerja di startup.

Captionnya:

_“Mantan Evelyn Mahesa muncul! Apa Matthias cemburu?”_

Evelyn ngeliat itu pas sarapan.

Kopi hampir tumpah.

“Gila… siapa yang ngorek-ngorek foto gue tahun 2021?”

Matthias duduk di seberang, baca laporan keuangan.

Wajahnya datar seperti biasa.

Tapi tangannya berhenti di tengah jalan waktu ngangkat cangkir.

“Raka,” katanya pelan.

Evelyn mendongak. “Lo kenal?”

“Dia pernah presentasi ke Virel Ventures. Dealnya ditolak.”

Evelyn menghela napas. “Itu udah lama, Matthias. Kita putus baik-baik.”

Matthias ngangguk. Tapi rahangnya nggak lepas.

“Kalau dia ganggu kamu, bilang.”

Evelyn ketawa kecil.

“Gue bisa jaga diri, Matthias.”

“Aku tahu. Tapi aku suami kamu.”

Kata _suami_ itu jatuh lagi.

Bikin dada Evelyn panas-dingin.

Siangnya, Raka beneran muncul.

Dia kirim DM Instagram:

_“Hey Ev, lama nggak ketemu. Keliatannya hidup lo sekarang… ribet. Butuh bantuan?”_

Evelyn langsung blok.

Tapi rasa nggak nyaman itu nggak hilang.

Sore harinya, ada acara gala amal di hotel bintang lima.

Virel Group jadi sponsor utama.

Evelyn dan Matthias wajib hadir Sebagai pasangan.

Di mobil, Evelyn diem aja.

Matthias ngeliat dari sudut mata.

“Kamu kenapa?”

“Nggak apa-apa.”

Bohong.

Dia kepikiran DM Raka.

Kepikiran komentar netizen:

_“Pasti nyesel nikah sama Matthias. Dingin banget.”_

Di red carpet, lampu flash nyala nonstop.

Evelyn genggam lengan Matthias erat.

Dia senyum ke kamera. Elegan. Sempurna.

Tapi di dalam, dia capek.

Masuk ballroom, mereka disambut tamu.

Sampai tiba-tiba…

“Evelyn?”

Raka.

Pakai jas biru navy, senyum santai.

Dia datang bareng cewek cantik—kliennya.

Evelyn kaku.

“Raka?”

Matthias langsung berdiri di sampingnya.

Tanpa ngomong, dia narik Evelyn sedikit ke belakangnya.

Gerakan kecil. Tapi jelas: _ini milikku._

Raka ngeliat itu. Senyumnya menipis.

“Wah, selamat ya. Nggak nyangka lo beneran nikah sama Matthias Virel.”

“Terima kasih,” jawab Evelyn singkat.

“Kalau butuh bantuan, kabarin ya. Aku masih punya kontak di media.”

Matthias maju setengah langkah.

“Dia nggak butuh bantuanmu.”

Suara itu pelan. Tapi dinginnya bikin ruangan rasanya turun 5 derajat.

Raka angkat tangan.

“Oke oke, santai. Cuma basa-basi.”

Dia pergi bareng ceweknya.

Evelyn nggak ngomong apa-apa.

Tapi tangannya yang genggam lengan Matthias… makin erat.

Malam itu acara berjalan lancar.

Evelyn dan Matthias foto bareng, ngobrol sama investor, senyum sempurna.

Tapi pas masuk mobil, Evelyn baru bisa napas lega.

“Lo cemburu?” tanyanya tiba-tiba.

Matthias nggak langsung jawab.

Dia nyetir pelan, mata fokus ke jalan.

“Tidak.”

Bohong.

Evelyn denger dari nada suaranya.

“Matthias,” kata Evelyn pelan.

Dia panggil nama itu tanpa gelar, tanpa sindiran.

Cuma nama.

Matthias menoleh sekilas.

“Kenapa?”

“Kalau lo nggak cemburu, kenapa lo berdiri di depan gue tadi? Kenapa lo bilang dia nggak butuh bantuan gue?”

Matthias diam lama.

Lalu dia parkir mobil di pinggir jalan.

Matiin mesin.

Dia menoleh ke Evelyn.

“Karena aku nggak suka dia lihat kamu seperti kamu miliknya.”

“Dan kamu milik siapa?” tanya Evelyn pelan.

Matthias menatapnya dalam.

“Kamu milikmu sendiri, Evelyn. Tapi… aku nggak mau kehilangan kamu.”

Dadanya Evelyn sesak.

Kata _kehilangan_ itu nggak ada di kontrak.

Itu kata orang yang takut.

“Gue juga nggak mau kehilangan lo,” jawab Evelyn pelan.

Dia nggak tahu kenapa ngomong itu.

Tapi rasanya jujur.

Matthias mengulurkan tangan.

Evelyn genggam.

Nggak ada ci+uman. Nggak ada drama.

Cuma ada keheningan yang lebih jujur dari seribu kata.

Sampai di mansion, Nyonya Alina udah tidur.

Sepi.

Tenang.

Mereka naik ke kamar bersama.

Nggak ada berantem soal jarak.

Nggak ada pura-pura.

Evelyn ganti baju di kamar mandi.

Keluar, lihat Matthias udah di ranjang. Lampu redup.

“Matthias,” panggil Evelyn pelan.

“Iya?”

“Terima kasih udah jagain gue tadi.”

“Aku cuma melakukan apa yang seharusnya dilakukan suami.”

Evelyn duduk di pinggir ranjang.

“Gue nggak butuh suami sempurna, Matthias. Gue butuh lo yang jujur.”

Matthias menatapnya.

“Lalu kalau aku jujur… kamu mau tetap di sini?”

Evelyn menatap balik.

“Gue udah di sini, Matthias. Pertanyaannya… lo mau gue tetap di sini atau nggak?”

Matthias nggak jawab langsung.

Dia geser sedikit di ranjang.

“Naik.”

Evelyn naik.

Kali ini nggak ada jarak.

Cuma ada selimut yang nutupin dua orang yang akhirnya berhenti pura-pura.

Malam itu, mereka nggak ngomong apa-apa lagi.

Tapi waktu Evelyn ketiduran, dia ngerasa tangan Matthias melingkari pinggangnya.

Hati-hati.

Pelan.

Seperti takut dia pergi.

---

Pagi datang.

Di ponsel Evelyn, DM dari Raka udah nggak bisa dibuka.

Di berita, headline berubah:

_“Pasangan Virel Tampak Akrab di Gala Amal. Rumor Retak Terbantahkan.”_

Evelyn matiin ponsel.

Dia menoleh ke Matthias yang masih tidur.

Untuk pertama kalinya, dia nggak mikirin 90 hari.

Dia cuma mikirin…

Mau sampai kapan rasanya kayak gini?

---

*[Bersambung ..

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!