NovelToon NovelToon
Peluk Aku Di Kehidupan Ini

Peluk Aku Di Kehidupan Ini

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:10.5k
Nilai: 5
Nama Author: Red_Purple

‎Saat membuka mata kembali, Aruna mendapati dirinya hidup kembali, terbangun di masa lalu, tepat sebelum segala kehancuran dalam hidupnya dimulai.

‎Dengan ingatan yang masih utuh akan luka dan kematiannya, dia berjanji akan membuat Rafael dan semua orang yang menyakitinya merasakan penderitaan yang sama, bahkan berkali lipat lebih berat.

Di tengah rencananya yang penuh dendam itu, Aruna mencari kembali Zeffrano - pria dingin, misterius, dan berkuasa yang di kehidupan sebelumnya pernah dia tolak lamarannya.

‎"Kali ini bukan lagi aku yang ada di bawah kakimu. Kali ini, akulah yang akan berdiri di puncak tertinggi bersama orang paling berkuasa di kota ini." ~ Aruna Kirana Dirgantara.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Red_Purple, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 32

‎Sudah satu minggu berlalu sejak Rafael dan Tuan Hendrawan resmi ditahan, namun keadaan Tania sama sekali tidak membaik sedikitpun. Segala usahanya sia-sia. Semua pengacara ternama menolak menangani kasusnya karena takut berhadapan dengan kekuatan Mahesa Group, pinjaman ke rekan bisnis ayahnya ditolak mentah-mentah, dan aset kecil yang belum disita nilainya terlalu kecil, bahkan tidak cukup untuk menutupi biaya hidupnya.

‎‎Semua pintu harapan tertutup rapat satu persatu, membuat rasa dendam dan keputusasaan di dalam dada Tania semakin meledak tak terkendali.

‎Malam ini, langit gelap tanpa bintang, hujan rintik-rintik mulai turun membasahi jalanan yang sepi. Tania mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi, matanya menatap lurus ke depan dengan pandangan kosong namun penuh amarah, pikirannya hanya dipenuhi satu hal - cara untuk menghancurkan Aruna dan Zeffrano, apapun harganya.

‎‎Dia sama sekali tidak peduli aturan lalu lintas, terus memacu mobilnya semakin cepat, seolah ingin melarikan diri dari segala nasib buruk yang menimpanya.

‎‎Tiba-tiba, sebuah mobil van hitam melesat dari samping, menyalip dengan cepat lalu memotong jalannya secara kasar, memaksa Tania mengerem mendadak sampai ban mobil berdecit keras, hampir saja menabrak pembatas jalan.

‎‎Mobil Tania terhenti mendadak, tubuhnya terguncang keras. Wajahnya seketika merah padam, amarahnya yang sudah berada di puncaknya akhirnya meledak habis-habisan. Dia langsung membanting pintu mobil dengan keras, bergegas turun lalu berteriak keras ke arah mobil yang memotong jalannya itu.

‎"Hei! Kamu buta apa?! Kamu mau mati ya?!" teriak Tania dengan suara melengking, tangannya mengepal erat, napasnya tersengal-sengal karena marah. "Keluar sini! Kamu harus minta maaf sekarang juga!"

‎‎Suaranya menggema di jalanan yang sepi itu, namun mobil hitam itu diam saja, lampu depannya tetap menyala terang menyilaukan mata. Beberapa detik kemudian, pintu pengemudi terbuka perlahan.

‎Seorang pria bertubuh tinggi besar, berpenampilan serba hitam, juga mengenakan topi lebar berwarna hitam yang menutupi sebagian wajahnya - turun perlahan. Dia berjalan dengan langkah tenang dan penuh perhitungan.

‎‎Wajah pria itu sebagian tertutup bayangan, hanya terlihat rahang yang tegas dan mata yang tajam, menatap Tania dengan pandangan dingin.

‎‎"Maafkan kelalaian saya, Nona Tania," ucap pria itu dengan suara rendah, berat, dan terdengar misterius, tanpa ada nada permintaan maaf yang tulus sedikitpun.

‎‎Mendengar namanya disebut dengan tepat, Tania seketika terkejut, amarahnya seketika terhenti di tenggorokan. Dia mundur selangkah, menatap pria itu dengan kening berkerut bingung dan waspada.

‎‎"Kamu... kamu tahu siapa aku? Siapa kamu sebenarnya?!" tanya Tania dengan suara gemetar, "Apa kamu dikirim oleh Aruna? Atau Zeffrano?!"

‎‎Pria itu menggeleng pelan, lalu tersenyum tipis.

‎‎"Tidak. Saya bukan orang yang dikirim oleh mereka. Sebaliknya... saya datang kesini karena saya tahu, saat ini Nona sedang sangat membutuhkan bantuan. Bantuan yang tidak bisa diberikan oleh siapapun, kecuali saya." jawab pria itu tenang.

‎‎"Saya tahu semuanya, Nona. Ayah Nona dan kekasih Nona sedang ditahan, seluruh aset keluarga dibekukan, semua orang menolak membantu, dan yang paling penting... hati Nona penuh dengan dendam besar terhadap Aruna serta Zeffrano. Nona ingin mereka merasakan kehancuran yang sama seperti yang Nona rasakan sekarang, bukan?"

‎Setiap kata yang diucapkan pria itu tepat mengenai sasaran, membuat tubuh Tania kaku sepenuhnya. Rasa waspada masih ada di hatinya, namun rasa penasaran dan harapan yang sedikit muncul membuatnya tidak langsung pergi.

‎‎"Siapa kamu sebenarnya? Apa maksudmu bicara seperti ini?" tanya Tania lagi, nadanya sedikit lembut namun masih penuh curiga.

‎‎"Sebut saja saya orang yang bisa membantu Nona mendapatkan semua yang Nona inginkan. Saya bisa membantu membebaskan salah satu dari orang yang Nona sayangi itu, dan membantu membalaskan dendam kalian," ucap pria itu perlahan. "Tapi semuanya ada syaratnya. Saya ingin menawarkan kerjasama. Kerjasama yang saling menguntungkan bagi kita berdua."

‎Mata Tania seketika berbinar terang, rasa dendam dan keinginan balas dendam langsung mengalahkan rasa curiganya. Dia mendekat selangkah lagi, napasnya terputus-putus karena antusiasme.

‎‎"Kamu... Kamu benar-benar bisa membantuku melakukan semua itu?!" seru Tania tidak percaya. "Tapi apa syaratnya? Apa yang harus aku berikan padamu? Aku sudah tidak punya apa-apa lagi, semua hartaku sudah dibekukan! Termasuk mobil ini juga mungkin akan diambil besok!"

‎Pria itu tersenyum lagi, senyum yang semakin misterius.

‎‎"Saya tidak butuh uang Nona. Yang saya butuhkan hanya satu hal... akses. Akses ke informasi, akses ke lingkungan mereka, dan keberanian Nona untuk melakukan hal yang lebih berani, lebih kejam dari apa yang pernah Nona bayangkan," jawab pria itu dingin. "Nona hanya perlu mengikuti semua perintah saya dengan patuh, dan saya akan memastikan, dalam waktu singkat, semua orang yang menyakiti Nona akan mencium tanah."

‎‎Pikiran Tania berputar kencang, hatinya bergolak antara rasa takut dan rasa ingin segera membalas dendam. Dia tidak tahu siapa pria misterius ini, apa latar belakangnya, atau apa tujuan sebenarnya. Tapi saat ini, di saat semua pintu harapan tertutup, pria ini adalah satu-satunya jalan keluar yang tersisa baginya.

‎‎"Baiklah! Aku setuju! Aku akan ikuti semua perintahmu." ucap Tania dengan suara penuh tekad.

‎Pria itu mengangguk puas.

‎‎"Bagus. Mulai detik ini, kita adalah rekan. Dan ingat baik-baik, Nona... kerjasama ini tidak bisa dibatalkan. Sekali masuk, tidak ada jalan kembali," bisik pria itu dengan nada mengancam halus, sebelum perlahan membalikkan badannya dan kembali masuk ke dalam mobilnya.

‎‎Mobil hitam itu segera melesat pergi menghilang di balik kegelapan malam, meninggalkan Tania yang masih berdiri di tengah jalan dengan hati yang bergolak.

-

-

-

‎‎Zeffrano duduk diam di kursi besarnya, sikunya bertumpu di meja, jari-jarinya saling bertaut sementara pandangannya kosong menatap keluar jendela. Pikiran dan hatinya sudah melayang jauh, semua tertuju pada satu nama - Aruna.

‎‎Sudah satu minggu ini dia sengaja menahan diri untuk tidak bertemu, tidak mengunjungi, bahkan hanya menghubungi Aruna sebatas pesan singkat saja. Semua itu dia lakukan demi wanita itu, supaya Aruna benar-benar bisa fokus menyelesaikan skripsi, ujian, dan segala persiapan kelulusannya tanpa terganggu sedikitpun.

‎‎Pintu ruangan terbuka pelan, Alvin masuk dengan membawa berkas laporan rutin seperti biasa, langkahnya sopan tanpa bersuara keras.

‎‎"Tuan Zeffrano, saya datang melaporkan perkembangan proyek kerjasama baru---"

‎‎Ucapan Alvin terhenti di tengah jalan. Dia melihat jelas, tuannya sama sekali tidak mendengarkan, tatapannya masih kosong, pikirannya jelas tidak berada disini. Alvin pun diam sejenak, menunggu sampai Zeffrano sadar kembali, namun pria itu justru tiba-tiba menoleh perlahan, wajahnya yang biasanya tegas dan dingin kini tampak lembut, bahkan sedikit ragu.

‎‎"Alvin…" panggil Zeffrano pelan, suaranya rendah dan tidak fokus sama sekali.

‎‎"Ya, Tuan?" jawab Alvin sigap.

‎‎Zeffrano menjeda sejenak, ragu untuk mengucapkannya, namun rasa penasaran dan kegelisahan di hatinya terlalu besar untuk ditahan. Dia mencondongkan tubuh sedikit ke depan, menatap asistennya dengan pandangan yang penuh ketidakpastian.

‎‎"Menurutmu… kalau aku melamar Aruna sekali lagi… apakah dia akan menerimaku?"

-

-

-

Bersambung...

1
〈⎳ FT. Zira
awas loh.. bisa bisa dia itu cuma figuran yg diminta Zeff untuk berakting🤭
〈⎳ FT. Zira
orang tu sadar woii/Curse//Curse//Curse/
W I 2 K
cerita lamar., lamaran ini.. 🤣🤣🤭
W I 2 K: aku bawa kopi sm sajen sekebon y 🤣🤣🤣
total 4 replies
partini
aku suka novel yg udah meninggal balik ke beberapa tahun sebelum nya
🔥Violetta🔥: Sebenarnya baru pertama kali nulis novel reinkarnasi begini, coba-coba aja ini kak.... siapa tahu bisa menghibur 🤭🤭😂😂
total 1 replies
W I 2 K
tuh kan bener.. zeff siap2 kamu dilamar cewek....
〈⎳ FT. Zira
bener.. kamu mau negokin?? kasih selimut misalnya🤭
〈⎳ FT. Zira
panik /Facepalm/
〈⎳ FT. Zira
mending risign aja dah, daripada kepalamu meledak denger tania ngegas muli🤧
🔥Violetta🔥: 😂😂😂😂😂
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
mau bayar pengacara pakai apa? daun?
〈⎳ FT. Zira: kemungkinan tertinggi🤧🤧
total 2 replies
〈⎳ FT. Zira
maling teriak maling ini emang susah ya
🔥Violetta🔥: Minta disumpal mulutnya dia 🤣🤣🤣
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
nohh lakuin.. katanya apa saja kannn🤣🤣
W I 2 K: mamposss tania?!!!!
total 2 replies
〈⎳ FT. Zira
niatnya lain kyknya
〈⎳ FT. Zira
masih punya stok drama ternyata/Sweat/
〈⎳ FT. Zira
pingsan aja.. gak ada yg larang kok
〈⎳ FT. Zira
eaaa... rayuannya bang... meleleh hatiku
〈⎳ FT. Zira
zekarang minta maaf , yg kemarin percaya diri mana wajahnya/Drowsy/
〈⎳ FT. Zira
otak mereka mana nyampe.. tau nya kan cuma ngambil yg bukan hak nya doang🤧
W I 2 K
idihhhhhh nyebelin banget kamu tania... celamitan.... sok²an mau ngelakuin apa aja....
W I 2 K: karokean kita 💃💃💃💃
total 8 replies
W I 2 K
mimpi terindah... khayalan belaka....
bangun woyyyy... bangun Tania... udah siang..... mimpinya dilanjut si balik jeruji aja... 🤣🤣
W I 2 K: cari comberan yg banyak bunga apungnya Thor... pasti seru 🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
W I 2 K
secangkir kopi sm Sajen bunga sekebon meluncur.. biar authornya tambah cemangat....... 💃
🔥Violetta🔥: Wah... terimakasih banyak kakak /Grin//Pray/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!