NovelToon NovelToon
Antara Doa Dan Takdir

Antara Doa Dan Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Aqilaarumi

Dimasa lalu..

Lelaki berbaju kokoh merah maroon itu berusaha menarik tangan perempuan yang baru saja melompat dari gedung lantai dua.tatapan pria itu tajam menatap perempuan yang berusaha melepaskan genggaman tangannya.

Pria itu seharusnya menjaga tatapannya,menjaga diri agar tidak menyentuh wanita yang bukan muhrimnya.tapi ia harus melakukan ini.ini semua darurat.ia tidak bisa begitu saja membiarkan seorang wanita melompat dihadapannya begitu saja.

" Lepaskan saya lebih baik saya mati."

" Sadarlah nona bunuh diri itu perbuatan dosa,anda tidak akan diterima dibumi maupun dilangit.arwah anda akan mengantung diantaranya."

Wanita itu tetap kekeh,ia berusaha melepaskan tangan laki laki itu.keringat menetes didahi pria tampan itu.ia menatap perempuan itu terjatuh dihadapannya.adnan Al Fahri putra dari kiay Husen pemilik pondok pesantren yang sangat dihormati dikota ini.

Untuk pertama kalinya dalam hidupnya ia menatap perempuan dengan begitu dalam.dan untuk pertama kali

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aqilaarumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab32

Masa lalu...

Saat Ihsan lahir dari rahim ummi nadya.nadya begitu menyayangi anak laki lakinya itu.devan yang saat itu sudah cukup mengerti akan situasi.kadang kalah berusaha menarik perhatian ummi nadya.tapi tetap saja ummi Nadya tidak pernah sedikitpun peduli pada Devan.

Saat Devan berusaha mendekati adiknya dan mengajaknya bermain ummi Nadya akan memarahi Devan dan menjauhkan Ihsan dari Devan.

Menurutnya Devan akan melukai Ihsan jika anak itu bermain dengan adiknya.dalam keheningan malam Devan kecil selalu menangis dalam diam.disaat itu Abi Adnan selalu hadir memberikan cinta kasih yang ummi Nadya tidak ia berikan kepadanya.bukan hanya Abi Adnan yang selalu berusaha memberikan perhatian pada Devan bunda Lia ayah Jery juga selalu datang kepesantren hanya sekedar bermain dengan anak malam itu.

Tapi seberapa besarpun cinta bunda,ayah dan abi.tetap saja Devan haus akan kasih sayang seorang ibu.

Dia hanya ingin dicintai oleh wanita yang melahirkannya.

Hingga suatu hari Adnan mengajak mereka jalan jalan dimall.

Devan terus menarik gamis Yang dikenakan ummi nadya.berharap ummi Nadya mau menemaninya bermain tromboling.ummi Nadya yang saat itu tengah mengendong Ihsan tentu saja menolak permintaan Devan.

" Devan main sama Abi saja."ucap Abi adnan

" Tidak Devan mau ummi main sama Devan juga, kita mainya sama sama saja."

" Ummi sekali ini saja turuti permintaan Devan."

Ummi Nadya menatap Devan,mata itu terlihat berkaca-kaca.

Helaian nafas ummi Nadya terdengar berat.

" Hum baiklah tapi sebentar saja.ummi tidak bisa loncat kamu lihatkan kaki ummi sulit digerakkan."

Untuk pertama kalinya dalam hidup Devan saat itu.ummi Nadya menuruti permintaannya.

Mata anak itu berbinar.ummi Nadya menitipkan Ihsan pada pengasuh Ihsan yang baru dipekerjakanya satu bulan yang lalu.

Devan segera menarik tangan ummi dan Abi kearea troboling.

Hari itu Devan sangat bahagia. Saat bermain ummi menatap Devan dengan tatapan yang jenuh.

" Aku sudah cukup lama menemani anak itu.aku mau lihat Ihsan rasanya baru sebentar saja aku merindukannya."

" Ummi baru juga dua puluh menit."

"Abi saja yang menemani anak itu.saya akan melihat Ihsan."

Ummi Nadya pergi meninggalkan Devan dan Abi adnan.melihat ummi Nadya pergi membuat Devan kembali murung ia terduduk lesu memandang punggung ummi Nadya dengan tatapan sedih.

Sedangkan ummi Nadya mulai panik saat ia tidak melihat Ihsan yang ia titipkan pada asistennya.berulang kali ummi Nadya menelpon asistenya itu tapi nomor yang dihubunginya tidak aktif.

Ummi Nadya menghampiri Abi dan devan.melihat ummi Nadya yang berjalan kembali kearahnya membuat Devan saat itu tersenyum.ia berfikir bahwa ummi kembali untuk bermain denganya.

" Abi Ihsan dan mbak lastri tidak ada."

" Apa maksud ummi?"

Devan kembali murung ternyata dugaannya salah disisi lain ia juga merasa khawatir sekaligus merasa bersalah.

Hingga malam hari mereka tidak juga menemukan kabar dari asisten mereka.anak mereka menghilang sejak saat itu.

Ummi Nadya semakin murka kepada devan.hingga Devan begitu takut dan sering kerumah bunda Lia tapi tetap saja hatinya selalu rindu dengan ummi nadya.hingga kadang kalah saat belajar dipesantren alfahri Devan kadang pulang kendalem hanya untuk melihat wanita yang sudah melahirkannya.

Masa sekarang..

Ayla dan devan turun dari mobil saat mobil itu berhenti diparkiran kampus.

Lagi dan lagi Ayla berjalan dilorong fakultas bisnis.membuat Devan menoleh kearah istrinya itu.

" Kamu sepertinya salah lorong sayang? Lorong fakultas kedokteran disana." Tunjuk Devan pura pura polos.

" Hum aku tahu kamu mau ngantar suami kamu ini kan."

" Tidak usah ge'er."

Hingga Ayla berada tepat di ruangan kay.langkah kaki ayla berhenti ia mengedarkan pandangannya mencari cari sosok Kay.

Namun seperti hari hari kemarin ia tidak melihat Kay dikampus ini.lagi lagi perasaannya diliputi rasa keingintahuan yang begitu dalam.

Devan juga menghentikan kakinya didevan ruangan itu.ia sangat tahu Ayla sedang mencari siapa.

" Hum hum bukanya sebentar lagi kamu ada kuliah ya."

" Ia ia .astaga aku sampai lupa." Ayla memukul jidadnya.

" Kalau begitu aku pergi dulu."

Devan mengengam tangan Ayla dan menariknya hingga tubuh mereka saling berdekatan.

" Astaga Devan apa yang kamu lakukan.aku sudah terlambat."

" Cium tangan aku dulu."

" Apa?"

" Ayla jika pamit sama suami kamu cium tangan dulu.!"

Jarak mereka begitu dekat, tatapan mereka saling bertubrukan.devan menatap Ayla dengan sorot mata tulus tapi menurut Ayla itu tatapan laki laki mesum.

" Tidak mau."

" Oke baiklah,jika kamu tidak ingin cium tangan aku,aku yang akan mencium kamu.mungkin dipipi,dikening atau mungkin juga dibibir."

Ayla membulatkan matanya.

" Ia ia baiklah tapi lepasin dulu tangan aku."

Ketika Devan melepaskan tangan Ayla,Ayla segera menrik tangan Devan dan menciumnya begitu singkat,sangat singkat hingga Devan tidak merasakan sentuhan Ayla.

" Kok cepat banget sih.?"

" Syarat kamu kan hanya nyium saja tidak cepat atau lama."

" Hum baiklah."

Devan mengeluarkan kartu blackcard dari dompetnya dan menyerahkannya pada Ayla.

" Ambil ini nanti kamu mau jajang."

" Tidak usah.aku punya uang."

" Ayla kamu itu tanggung jawab aku.pokoknya aku tidak mau tahu ambil atau nanti malam kita akan melewati malam yang panjang.itu hukuman untuk kamu karna menolak kartu debit ini."

Ayla menelan ludahnya,malam panjang,malam panas dengan Devan membayangkannya saja dia merinding.

" Baiklah aku akan mengambilnya."

Devan mengusap kepala ayla dengan lembut.

" Begitu dong sayang jadi istri yang penurut."

Ayla tidak menjawab lagi dia segera berlari menjauh dari devan.ia begitu takut jika pria itu menciumnya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!