seorang wanita cantik turun dari motor merapikan rambut panjang yang sedikit berantakan tertiup angin,lalu ia melangkah menuju fakultasnya,karna melangkah sambil menunduk melihat handphone kakinya tersandung batu, tubuhnya tersentak ke depan Aluna memejamkan mata karna dia yakin tubuh nya sebentar lagi akan mencium tanah, tapi setelah beberapa saat dia tidak merasakan sakit justru dia merasa tubuh nya ada yang menahan, saat Aluna membuka mata pandangan nya berhenti pada sorot mata tajam nan dingin..
penasaran dengan ceritanya? yuk lanjut baca🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen kaka Agustin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35
Di dalam kamar mandi Aluna memegangi dadanya yang berdebar
Dia tersipu, memegangi pipinya yang memerah
menatap pantulan dirinya di cermin
"tenang Aluna' ucap nya lirih
Lalu mulai membuka gaun,
Dia berdiri di bawah guyuran air hangat
rasanya segar sekali,
setelah selesai Aluna menggunakan handuk
Dia teringat saat tadi masuk tidak membawa baju ganti
"aduh , kenapa bisa lupa sih" ucapnya
Dia bingung, tidak mungkin dia keluar hanya menggunakan anduk pendek yang hanya menutupi tubuhnya sebatas paha,
Tidak ada cara lain, dia membuka pintu
Kepalanya melongok sedikit
"mas"
Tidak ada sahutan
"mas Fian" ucapnya lagi
"iya yang, ada apa" tanyanya mendekat ke arah Aluna
Aluna tersenyum canggung " mas, maaf boleh minta tolong" ucapnya malu
"boleh sayang, mau minta tolong apa" tanyanya
"tolong ambilkan piyama Aluna di lemari" ucap Aluna
"ya , tunggu sebentar"
Alfian melangkah menuju lemari
Dia mengambil piyama warna biru muda
Di sebelah nya ada dalaman
Dia berpikir sejenak
Lalu mengambil set dalaman itu.
Dia mengetuk pintu kamar mandi " sayang"
Pintu kamar mandi terbuka ,kepala Aluna nongol sedikit
Alfian menyerahkan piyama dan dalamn
Aluna menerimanya dan mengucap terimakasih.
Setelah selesai dia keluar dari kamar mandi
Sebenarnya dia malu , karna Alfian mengambilkan dalaman nya tadi
Pipinya sudah merona
Dia bisa melihat suaminya yang duduk di atas ranjang sambil memainkan ponsel
Aluna tersenyum tipis melihat Alfian memakai pakaian yang dia pilihkan
Alfian yang mendengar langkah kaki menoleh
Dia tersenyum "sini sayang" ucapnya
Sambil menepuk sisi ranjang yang kosong
Aluna naik ke ranjang dan duduk di samping suaminya
Alfian merangkul pundak istrinya dan meletakan kepala Aluna di bahunya
"capek ya" tanyanya
"lumayan mas" jawabnya gugup
bagaimana tidak
dia berada begitu dekat dengan suaminya,
Alfian meletakan ponsel
Menarik Aluna kedalam pelukan hangat nya
Mereke merebahkan tubuh
"sebaiknya kita istrahat, "ucap Alfian lembut
Menarik selimut menutupi tubuh mereka
Dia memeluk erat tubuh istrinya mengecup kening mesra
"tidur lah" ucapnya lagi
Aluna hanya mengangguk pelan,
memejamkan mata meresakan pelukan hangat suaminya yang sangat nyaman
Seperti nya ini akan menjadi kebiasaan nya mulai sekarang
Tidur di pelukan hangat suaminya,
Mereka berdua tersenyum dan terlelap, dalam mimpi indah .
......................
jam 4:30 semua keluarga sudah
Berkumpul di ballroom hotel, resepsinya di undur beberapa jam , karna Aluna tadi kecapean Alfian tidak tega membangunkan nya, akhirnya dia meminta waktu kepada mamanya untuk di undur saja.
Untuk resepsi tidak menggunakan seragam
mereka sepakat menggunakan gaun masing2
Aluna sedang di rias MUA yang tadi pagi
Sedang Alfian sudah rapih dan duduk berbincang dengan Darren .
Dikamar hotel Aluna sedang di bantu mengenakan gaun warna coksu
Dibantu 5 orang asisten MUA karna gaun itu lumayan berat
setelah selesai MUA meminta izin mengambil foto Aluna
"silahkan mba, tidak perlu minta izin, aku juga sama seperti klien mbak yang lain" jawabnya ramah
MUA dan para asisten nya tersenyum
Mereka senang karna mendapat klien yang baik dan ramah
Tidak seperti orang kaya lain nya yang selalu semena2 kepada mereka.
lalu mereka mambantu Aluna turun ke ballroom .
Para tamu sudah berdatangan ,
Teman2 Aluna juga banyak yang hadir
raisa dan raya juga hadir dengan keluarga mereka
sepupu dan teman2 Aluna berjajar rapih di Sepanjangan karpet merah untuk menyambut kedatangan ke 2 mempelai.
Pintu utama ballroom terbuka
2 sosok yang mereka nantikan sudah berdiri
Dengan gagah dan anggun
Si depan mereka ada 4 keponakan2 Aluna dari sepupu2 nya yang sudah menikah
Mereka membawa buket bunga dan bunga untuk di tabur
MC menginterupsi agar ke 2 mempelai melangkah perlahan menuju pelaminan
anak2 melangkah lebih dulu 2 anak di depan menabur bunga
2 di belakangnya memegang buket mawar merah dan putih
Para tamu sangat takjub melihat kelucuan ke 4 bocah kecil itu,
Alfian dan Aluna melangkah pelan
di belakang 2 sepupu Aluna Resti dan mika
Mengikuti .
Tepuk tangan menggema memenuhi ballroom hotel
Senyum bahagia terpancar jelas dari ke 2 mempelai.
Setelah sampai di pelaminan
Alfian membantu Aluna duduk
Disisi mereka sudah ada orangtua masing2.
Daniel dan Sera di sisi sebelah Alfian
Sedang Ammar dan Hera di sebelah Aluna.
suara MC menggema dari atas panggung
"selamat sore semua, para tamu undangan " ucapnya memulai
"pada kesempatan sore hari ini , saya pribadi dan tim, berterimakasih kepada ke 2 mempelai dan keluarga besar yang sudah mempercayakan acara bahagia mereka kepada kami,
Untuk ke 2 mempelai selamat menempuh hidup baru, babak baru dalam membina bahtera rumah tangga, semoga selalu di beri keberkahan, keharmonisan dan kesejahteraan oleh Tuhan yang maha esa, aamiin, dan segera di beri momongan "
Setelah MC selesai memberi sambutan singkat
Acara di lanjutkan dengan pemotongan kueh pengantin
Aluna dan Alfian berdiri di depan kue yang tingginya 3 meter
MC menginterupsi agar mereka memotong secara simbolik untuk di ambil gambar dan vidio.
Setah itu
Aluna dan Alfian kembali duduk
para tamu undangan yang datang sore hari
satu persatu naik ke pelaminan untuk menyalami pengantin
Semua tamu adalah rekan kerja Daniel dan Ammar
Tidak semua tamu datang sore hari ada juga yang datang malam nanti ,
Raisa dan raya mendekat menyalami ke 2 nya
Ereka berpoto ria, "selamat ya aluna sayangku" ucap Raisa sambil memeluk Aluna
Aya juga melakukan hal yang sama, setelahnya mereka turun kembali.
Alfian dan Aluna kembali ke kamar hotel untuk istirahat sejenak
Sebelum nanti acara akan di lanjut setelah solat Isa.
Aluna memegangi pelipisnya, kepalnya agak sedikit pusing mungkin karna dia belum makan
Alfian yang melihat itu mendekat
"sini biar mas pijat" tawarnya
Aluna hanya mengangguk pasrah
Alfian memijat pelan kepala istrinya,
kasian juga melihat istrinya
Dia teringat kalau Aluna belum makan
saat dia akan menghubungi Darren untuk meminta tolong ,
Sera masuk kedalam kamar ,
Dia meletakan kembali ponselnya di meja.
"sayang ini mommy bawakan makan untuk kalian , dimakan dulu" ucapnya sambil meletakan nampan di meja
"terimakasih mom " jawab ke 2 nya
"ya sudah mommy ke luar dulu" ucapnya lalu melangkah keluar .
Alfian mengambil piring besiri nasi berniat menyuapi istrinya
Tapi Aluna menolak halus ,
"tidak usah mas, lebih baik kita makan saja bersama, mas juga belum makan" ucapnya lembut
Alfian mengangguk
Mereka makan dengan tenang .
Setelah solat Isa berjamaah
mereka bersiap2 untuk turun ke bawah lagi
Aluna dirias kembali karna tadi makeup di hapus saat akan wudhu.
Alfian menunggu di sopa sambil memainkan ponsel
Sesekali menatap istrinya ,
setalah selesai mereka turun menuju ballroom hotel
Dan duduk lagi di pelaminan
Kali ini gaun yang aluna kenakan berwarna maroon, tadinya Aluna akan mengenakan 3 gaun resepsi, tapi karna waktu di undur jadi hanya 2 gaun saja .
Alfian mengenakan jas senada dengan gaun .
Tamu2 sudah mulai berdatangan
Mereka berbaris mengantri menyalami pengantin
di barisan paling belakang ada seorang wanita yang menatap Aluna dengan penuh kebencian
saat giliran nya kepelaminan
Dia melangkah anggun menyalami orangtua Aluna lalu berdiri tepat di hadapan Alfian
Alfian menatap wanita itu datar
Tiba-tiba saja wanita itu memeluk nya, karna terkejut dia tidak sempat mengelak
Aluna menatap wanita itu tajam, dia menahan emosi melihat itu
Dia sangat cemburu, tentu saja siapa yang tidak cemburu dan sakit hati melihat suaminya di peluk wanita lain di hari pernikahan mereka.
Tanpa aba2 aluna langsung menarik kasar tangan wanita itu lalu mendorong nya hingga jatuh terjengkang .
Wanita itu meringis
"mas kenapa istrimu kasar sekali" ucapnya mendayu ingin perhatian Alfian
Tapi Alfian hanya menatap dingin
"huh, dasar bibit2 pelakor" ucap Aluna lantang
semua mata kini tertuju ke pelaminan
wajah wanita itu memerah menahan malu
'sialan ' batin wanita itu
Dia lalu berdiri dan melangkah keluar dengan langkah tergesa ,
Dia malu karna semua orang kini menatap nya dengan tatapan mengejek .
udah baca ceritanya malah berhenti di tengah jalan lagi...
awas aja... 😤😤