Colly Shen berangkat ke luar negeri untuk menjalani hidup baru, namun tanpa sengaja terseret ke dalam organisasi kejahatan yang berbahaya. Di negeri asing, ia harus bertahan dan melindungi dirinya sendiri di tengah ancaman dan pertarungan yang terus datang.
Di sisi lain, kehadiran Colly menarik perhatian beberapa pria—Micheal Xie, sosok dari masa lalunya, Wilbert, calon suaminya, dan seorang ketua organisasi misterius yang awalnya menjadi musuh.
Siapa yang mampu mendapatkan cinta dari Colly Shen yang terkenal dengan sifatnya yang tidak pernah mau mengalah?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29
“Kau siapa?” tanya pembunuh yang tadi melempar pisau.
Micheal menatap dingin tanpa ekspresi.
“Kau tidak layak mengetahui siapa aku,” jawabnya tenang. “Hari ini… kalian tidak akan keluar hidup-hidup.”
Tatapan pembunuh itu berubah tajam.
Lalu—
WUSSH!
Keduanya langsung bergerak bersamaan.
BRAK!
Benturan keras terjadi saat serangan mereka saling bertemu.
Pertarungan sengit pun pecah.
Sementara itu...
Amy perlahan membaringkan kembali tubuh ayahnya ke dalam peti.
“Pa… Papa istirahat dulu,” ucapnya dengan mata memerah.
“Kakak! Cepat bawa Papa pergi dari sini!” seru Amy panik kepada Josep.
Namun Josep tidak bergerak.
Tatapannya penuh kebencian mengarah ke Colly.
“Aku akan membunuh Colly Shen dulu,” jawabnya dingin.
Tangannya mengeluarkan senjata tajam berkilap.
Di saat yang sama
Colly masih bertarung melawan beberapa anak buah dan pembunuh bayaran keluarga Long.
Gerakannya cepat.
Cincin tajam di jarinya berkilat setiap kali menyerang.
SHK!
Satu lawan memekik saat lehernya tersayat.
SWISH!
Lawan lain mundur sambil memegang dadanya yang terluka.
Darah mulai berceceran di lantai.
“Kalau kalian mati… jangan salahkan aku,” ucap Colly dingin.
Namun di belakangnya...
Josep perlahan mendekat, berniat menyerang diam-diam.
Di sisi lain, Wilbert yang sedang menendang lawan-lawannya memperhatikan gerakan itu.
“Colly! Hati-hati!” serunya keras.
Colly yang sedang menahan serangan lawan langsung bereaksi.
DUK!
Ia menendang kaki lawannya hingga pria itu terjatuh.
Lalu cepat menoleh...
SWISH!
Senjata tajam Josep sudah menusuk ke arahnya.
Colly langsung memiringkan tubuh menghindar.
Dalam gerakan yang sama..
SHK!
Cincin tajamnya menyayat pergelangan tangan kiri Josep.
“AARRGH!!”
Jeritan Josep menggema.
Darah langsung mengucur deras dari luka di tangannya.
Senjatanya terlepas dan jatuh ke lantai.
Amy yang melihat itu langsung membelalak panik.
“Ka—Kakak!”
Jeritan Josep masih menggema saat darah terus mengalir dari pergelangan tangannya.
Namun Colly tidak berhenti.
Tatapannya berubah dingin… penuh amarah.
Dalam sekejap...
BRAK!
Ia menangkap kerah baju Josep dan menariknya dengan keras.
“AARRGH—!”
Tubuh Josep terseret kasar melewati lantai menuju arah peti.
“Colly!” teriak Amy panik.
Namun gadis itu sudah mengangkat kakinya.
Aura tekanannya berubah.
Lebih berat.
Lebih ganas.
DUUM!
Tendangan penuh tenaga menghantam tubuh Josep tepat di bagian perut.
“UGH—!!”
Tubuh Josep langsung terlempar.
BRAK!!
Ia menghantam peti keras hingga masuk ke dalamnya dan menindih tubuh Jason.
Peti itu berguncang hebat.
“Aahhh!” teriak Amy ketakutan.
Tubuh Jason yang lumpuh total hanya bisa menerima benturan itu tanpa mampu bergerak sedikit pun.
Mata Jason membelalak penuh rasa sakit.
Namun tak ada suara yang bisa keluar dari mulutnya.
Josep sendiri batuk darah di atas tubuh ayahnya.
“Kau…!” geramnya lemah sambil mencoba bangkit.
Colly melangkah mendekat perlahan.
Tatapannya tajam menusuk.
“Kalian suka memainkan sandiwara keluarga?” ucapnya dingin. “Kalau begitu… nikmati saja kebersamaan kalian di dalam peti.”
Colly melangkah maju perlahan menuju arah peti yang miring.
Tiba-tiba—
WUSSH!!
Salah satu pembunuh bayaran menendang penutup peti menggunakan tenaga dalam.
Penutup peti itu langsung meluncur cepat ke arah Colly seperti papan besi raksasa.
Mata Colly menyipit.
BRAK!
Ia memundurkan langkahnya cepat menghindar.
Namun di saat yang sama—
Tubuhnya langsung terjungkal ke belakang.
DUK!
Kedua kakinya mengungkit ke atas dengan cepat dan menghantam bagian bawah penutup peti.
WUSSH!!
Arah penutup peti itu langsung berubah dan meluncur deras ke arah Micheal.
Pada saat bersamaan...
Amy yang dipenuhi amarah langsung berlari menyerang Colly.
“Gadis sialan!”
Namun
Wilbert muncul dari samping.
BRAK!
Ia menarik tubuh Amy dengan kasar.
DUK!
Pukulan keras menghantam dada wanita itu.
“Aahh!”
Tubuh Amy langsung terpental.
BRAK!!
Ia jatuh masuk ke dalam peti dan menimpa tubuh Josep serta Jason.
Peti itu kembali berguncang keras.
Sementara itu...
WUSSH!!
Penutup peti yang meluncur ke arah Micheal sudah tiba di depannya.
Micheal mengangkat tangannya.
Tenaga dalam langsung mengalir deras.
DUUM!!
Satu hantaman dilepaskan.
Penutup peti itu langsung menghantam peti dengan keras.
BRAK!
Penutup peti langsung menutup rapat.
Dari dalam terdengar suara benturan dan erangan kesakitan Josep serta Amy.
“Paku petinya!” perintah Colly sambil menunjuk ke arah peti itu.
Anak buah Wilbert langsung bergerak cepat.
Beberapa orang menahan peti yang mulai berguncang keras dari dalam.
DUK! DUK!
Dorongan dari dalam terus terasa.
“Cepat tahan!” teriak salah satu anak buah Wilbert.
Yang lain segera mengambil palu dan paku dari perlengkapan di sekitar rumah duka.
TAK! TAK! TAK!
Paku mulai ditancapkan ke sisi penutup peti.
Dari dalam—
BRAK!
Peti kembali berguncang.
“Lepaskan kami!” teriak Amy dari dalam dengan panik.
Namun anak buah Wilbert terus menahannya.
“Pastikan jangan sampai ada yang lepas!” perintah Colly dingin.
“Baik, Nona!”
TAK! TAK! TAK!
Paku demi paku menghujam kayu peti hingga penutupnya terkunci rapat.
Josep yang berada di dalam terus menendang dan menghantam bagian penutup.
Namun peti itu ditahan kuat dari segala sisi.
Sementara Jason tetap terbaring lumpuh total di bawah mereka, hanya bisa mendengar dan merasakan seluruh kekacauan itu tanpa mampu bergerak sedikit pun.
mau gunakan cara licik
walaupun jauh abangnya pasti tetap pantau siapa lagi kalau bukan Michael yang pantau
sudah dibully dapat serangan bertubi-tubi
tapi ga mau kasih info ke keluarganya.
Dia punya kaka yang hebat orang tua juga hebat, tapi soknya kebangetan juga, 🙄🙄seharusnya kasih tau gitu setidaknya ada pengawal bayangan.
punya tunangan juga ga guna cuma bisa melarang doankk, bantuin calon tunangan mu kek, masa berjuang sendiri🙄🙄🙄