NovelToon NovelToon
MENIKAH DENGAN LUKA

MENIKAH DENGAN LUKA

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Mengubah Takdir
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Delvi Binti

Ara di jodohkan dengan Aib, bukan dengan laki-laki, Ia di tatap jijik oleh keluarga nya sendiri.
ini kisah tentang pernikahan Tampa pesta, Tampa restu dan Tampa wali, tapi ada Tuhan jadi saksi dan luka jadi maharnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delvi Binti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hari - hari yang tenang yang ter usik

ke esokan pagi mereka kembali melanjutkan perbaikan rumah itu, canda tawa terdengar dari rumah itu Ara tidak lagi harus mendengar makian dari tante Rianti.

hingga akhirnya seminggu telah berlalu, hari - hari Ara begitu tenang dan damai Setiap hari Ia lalui dengan bekerja di ladang milik ibu Dini untuk memenuhi kebutuhan nya dan nenek nya.

Tak jarang juga Dimas datang ke rumah itu untuk menjenguk Ara dan juga nenek hubungan mereka juga semakin harmonis.

namun ketenangan itu tidak berlangsung lama karna tante Rianti yang penasaran di mana keberadaan Ara dan juga ibunya pun mulai mencari tau, tante Rianti sengaja datang ke kampung Dimas diam - diam untuk mencari tau keberadaan Ara, saat tante Rianti tau bahwa Ara dan nenek nya di beri tempat tinggal oleh Dimas tante Rianti merasa tidak Terima akan hal itu.

Karna harapan tante Rianti adalah Ara dan nenek nya menderita karna tidak memiliki tempat tinggal lalu memohon untuk kembali ke rumah Tante Rianti, namun semua tak sesuai dengan harapan nya, tante Rianti menjadikan marah melihat kebahagiaan Ara sekarang.

" kenapa mereka malah terlihat bahagia, dan rumah siapa yang mereka tingali itu, ini nggak bisa di biarkan aku harus cari cara agar mereka di usir dari rumah itu, mereka harus nya datang dan memohon ke aku untuk kembali tinggal di rumah ku." ucap tante Rianti.

Setelah tante Rianti tau bahwa rumah yang di tinggali oleh Ara adalah rumah Dimas tante Rianti pun akhirnya kembali ke rumah dengan suasana hati yang marah.

" aku nggak akan biarkan mereka hidup dengan tenang, aku harus mencari cara agar mereka tidak memilih tempat untuk tinggal dengan begitu mereka akan kembali ke rumah ini, aku harus membuat mereka kembali karna aku membutuhkan tenaga Ara untuk menjadi pembantu gratis dirumah,dan aku harus cari cara supaya Ara dan Dimas putus." ucap tante Rianti.

Ia mulai memikirkan berbagai cara untuk membuat Ara dan nenek nya menderita, dan cara agar mereka keluar dari rumah itu.

Ide gila pun terbesit di benak tante Rianti Ia berencana untuk membakar rumah yang sekarang di huni oleh Ara dan nenek nya.

malam itu tante Rianti menggunakan baju serba hitam lalu memakai topeng penyamaran agar tidak ada yang mengenalinya saat akan melancarkan aksinya itu.

Tante Rianti datang ke rumah Ara dengan mengendap-endap seperti seorang pencuri lalu menumpahkan bensin di sekitar rumah itu, setelah itu tante Rianti mengambil korek kayu yang sudah ia persiapkan sebelum nya lalu menghidupkan nya, namun saat korek itu sudah menyala dan hampir akan di lemparkan oleh tante Rianti, Ia di kejutkan dengan teriakan warga yang sedang berpatroli keliling di kampung itu.

"woii siapa kamu, dan apa yang kamu lakukan di sana." ucap salah seorang warga

mendengar itu membuat Tante Rianti terkejut lalu korek api yang sudah menyala itu terjatuh dari tanggan nya api berkobar dengan cepat mengikuti tumpahan bensin yang sudah tante Rianti tumpahkan tadi, dan ternyata celana panjang yang di pakai tante Rianti terkena sedikit dari tumpahan bensin yang mengakibatkan celana yang di pakai nya ikut terbakar, namun karena panik Ia tak sempat lagi untuk memadamkan nya tante Rianti langsung berlari sekuat tenaga lalu bersembunyi di balik semak- semak di sekitar rumah itu, warga yang berpatroli tadi hendak mengejar nya namun api sudah menjalar ke seluruh rumah itu.

Akhirnya mereka pun bergotong royong memadamkan api itu sambil meminta bantuan dari warga lain yang ada di sana, mendengar keributan yang terjadi di luar dan menyadari bahwa asap tebal telah menyelimuti seluruh ruangan di rumah itu Ara bergegas membangunkan nenek nya lalu bergegas mencari jalan keluar dari rumah itu.

Semntara tante Rianti yang kini bersembunyi di balik semak-semak itu merintih kesakitan karna luka bakar yang ada di kaki nya, beruntung saat tante Rianti berlari tadi Ia sempat menginjak genangan air hingga api yang membakar celana nya itu bisa padam,

" aduh perih banget kaki aku, sialan warga - warga itu tapi untung nya rencana ku berhasil pasti rumah itu sekarang sudah habis oleh api, rasain kamu Ara kamu pikir bisa hidup dengan tenang , selama saya hidup saya tidak akan pernah membiarkan itu terjadi. " ucap tante Rianti lalu Ia pun segera mencari jalan agar bisa pulang ke rumah nya tampa ada yang melihat.

Sementara itu warga masi terus bergotong royong memadamkan api di rumah itu, Ara dan nenek nya berhasil keluar dengan selamat dari dalam rumah, salah satu warga berlari ke rumah Dimas lalu memberitahu Dimas bahwa rumah mereka kebakaran, akhirnya Dimas dan ibunya pun berlari ke arah rumah lamanya itu.

Saat sampai di sana Dimas langsung mencari keberadaan Ara dan juga nenek nya, Dimas berpikir bahwa Ara dan nenek nya masi terjebak di dalam rumah itu, Dimas ingin masuk ke dalam namun terhenti saat Ia mendengar suara Ara memanggilnya.

Dimas langsung menoleh ke Ara sumber suara itu, lalu berlari ke arah tempat Ara dan nenek nya sedang duduk Dimas memeluk Ara dengan erat seakan Ia benar-benar takut akan kehilangan sosok Ara.

" kamu nggak apa-apa kan sayang, nenek baik+baik ajakan apa kita harus ke dokter sekarang." ucap Dimas

" kami nggak apa-apa kok Dim, untung aja kami bisa keluar dari rumah itu, tapi maafin aku ya Dim rumah kamu jadi kebakaran, aku ngga bisa jaga rumah kamu dengan baik maafin aku." jawab Ara yang penuh dengan rasa bersalah.

Setelah cukup lama akhirnya api yang membakar rumah itu bisa di padamkan warga dengan alat seadanya, ibu nya Dimas yang melihat rumah yang penuh dengan kenangan nya bersama keluarga terbakar membuat Ia merasa sedih, Ara yang melihat raut wajah ibu Dimas yang sedih bediri lalu menghampiri nya dengan langkah yang pelan.

" tante maafin Ara yaa, ini semua gara - gara Ara yang nggak bisa jaga rumah tante dengan baik." ucap Ara sambil menundukkan kepala nya hati nya kini semakin di liputi rasa bersalah.

"Ngga apa-apa nak ibu tau ini bukan salah kamu, ini mungkin memang sudah takdir." jawab ibu Dimas sambil memegang tangan Ara dengan lembut.

saat mereka sedang berbicara tiba-tiba seorang warga yang ikut berpatroli datang menghampiri mereka lalu mengatakan apa yang tadi mereka lihat.

" maaf ibu Dimas, apaka ibu punya musuh di kampung ini." tanya orang itu kepada ibu nya Dimas.

Ibu Dimas yang mendengar itu heran karna Ia merasa tidak pernah memiliki musuh.

" nggak pak saya nggak pernah punya musuh kok, bapak kan tau sendiri setiap hari saya sibuk di ladang bagaimana bisa saya punya musuh.*

" iya ibu soal nya tadi kami liat ada seseorang yang dengan sengaja membakar rumah ini, tapi kami tidak bisa melihat wajah nya karna orang itu bertopeng."

Mendengar itu Ara langsung memikirkan seseorang yang Ara tau bahwa orang itu mungkin saja bisa melakukan hal itu.

1
falea sezi
kurang ajar rianty
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!