"Dulu aku hanyalah pemuda biasa tanpa bakat, tanpa kekuatan, dan tanpa tujuan. Dunia terasa abu-abu sampai akhirnya aku bertemu dengannya—cahaya yang menerangi hidupku dan mengajarkanku arti cinta."
Namaku Li Yao. Aku tidak memiliki bakat kultivasi, namun cintaku padanya membuatku rela membelah langit dan bumi demi menjadi kuat. Bersamanya, aku merasakan kebahagiaan yang tak terlukiskan, hingga sebuah malam kelam mengubah segalanya.
Mata keparat merenggut nyawanya di hadapanku. Aku tak berdaya. Aku hanya bisa menangis melihat darahnya menetes. Saat napas terakhirnya berhembus, sebuah sumpah setan terucap:
"Aku akan membasmi mereka semua. Walau harus menjadi iblis, walau harus menyeberangi lautan darah, dendam ini akan kubayar lunas!"
Kini, dunia tidak lagi memiliki Li Yao yang lembut. Yang tersisa hanyalah Pendekar Berhati Es, seorang pembunuh dingin yang pedangnya selalu basah oleh darah musuh. Setiap tebasan adalah doa dendam, setiap nyawa yang melayang adalah persembahan unt
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichsan Ramadhan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 22 Teknik Terlarang: Menukar Nyawa demi Kekuatan
Tahun demi tahun berlalu dengan cepat. Lima tahun telah berlalu sejak kepergian Li Yao dari desa. Lokasi kini berada di dalam sebuah gua dalam yang gelap gulita, jauh di bawah pegunungan tandus.
Udara di sini pengap dan berbau belerang. Namun di tengah kegelapan itu, ada cahaya merah menyala yang berdenyut kencang. Itu adalah energi yang dipancarkan dari tubuh Li Yao.
Ia duduk bersila di atas tumpukan tulang-belulang hewan buas yang pernah ia kalahkan. Tubuhnya kini jauh lebih besar dan kekar dibandingkan dulu. Otot-ototnya menonjol bagaikan ukiran batu keras, dan kulitnya tampak gelap serta memancarkan aura yang membuat siapa pun yang mendekat akan merasa bulu kuduk merinding.
Namun, perjalanan menuju kekuatan ini bukanlah jalan biasa. Ia menempuh jalan yang dilarang oleh seluruh dunia kultivasi.
Di tangannya, ia memegang sebuah gulungan kulit tua yang sudah rapuh. Gulungan itu ia dapatkan dari sebuah makam kuno yang berbahaya, setelah membayar harga berupa nyawa hampir melayang. Tertulis di sana dengan tinta merah darah: "Kitab Iblis Pembakar Jiwa".
"Jika akar roh biasa tidak bisa menampung kekuatan... maka aku akan menghancurkan dantian-ku dan membangunnya kembali dengan api neraka!" gumam Li Yao, matanya bersinar tajam.
Ia sudah mencoba segala cara. Ia berlatih siang malam, ia memakan ramuan-ramuan langka, ia meminum darah binatang buas. Namun kemajuannya masih terasa lambat dibandingkan ambisinya. Ia butuh kekuatan sekarang. Ia butuh kekuatan yang melompat level secara drastis.
"Teknik ini mengatakan... 'Untuk mendapatkan apa yang kau inginkan, kau harus memberikan apa yang kau sayangi'. Dan satu-satunya hal yang paling berharga yang kumiliki sekarang... adalah nyawaku sendiri."
Tanpa ragu sedikit pun, Li Yao mulai menjalankan teknik aneh yang tercatat di dalam kitab itu.
WUTTT!!!
Seketika, pembuluh darah di seluruh tubuhnya terasa seperti meledak! Rasa sakit yang luar biasa, jauh melebihi apa pun yang pernah ia rasakan sebelumnya, menyerang sistem sarafnya.
"AGHHHHHH!!!"
Li Yao menjerit keras menahan siksaan ini. Ia melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana energi di dalam tubuhnya berubah warna. Dari putih bersih menjadi merah tua, lalu berubah menjadi hitam pekat yang mengerikan!
Energi itu membakar organ dalamnya, membakar otot-ototnya, dan memaksa sel-sel tubuhnya berevolusi dengan cara yang sangat kejam.
"Ini... rasanya seperti tubuhku hancur dan disusun kembali..." desisnya, keringat dingin bercucuran deras.
Tiba-tiba, sebuah bayangan samar muncul di benaknya. Seolah ada roh kuno yang terperangkap di dalam teknik itu.
"Manusia kecil... kau sungguh nekat. Kau sadar tidak apa yang kau lakukan?" suara itu bergema di kepalanya. "Ini bukan kultivasi biasa. Ini adalah pertukaran. Setiap kali kau menggunakan kekuatan ini, kau membakar sisa umurmu. Kau menukar masa depanmu demi kekuatan sesaat!"
"Biarkan saja!" jawab Li Yao tegas di dalam hati, tidak gentar sedikit pun. "Apa gunanya umur panjang jika aku lemah? Apa gunanya hidup seratus tahun jika aku tidak bisa membalaskan dendamku?"
"Kau gila... kau rela memendekkan hidupmu hanya untuk membunuh?"
"AKU RELA MEMBERIKAN SELURUH NYAWAKU DEMI ITU!" seru Li Yao meledak. "Jika dengan hidup sepuluh tahun lagi aku bisa menjadi dewa yang membalas dendam, daripada hidup seribu tahun sebagai cacing... maka pilihlah sepuluh tahun itu!"
Tekanan di dalam gua itu meningkat berkali-kali lipat. Batu-batu di dinding mulai berjatuhan karena tidak kuat menahan aura yang memadat.
BOOM!!!
Tiba-tiba, seluruh energi hitam itu tersedot masuk kembali ke dalam tubuh Li Yao dalam sekejap.
Li Yao membuka matanya. Mata itu kini bukan lagi mata manusia biasa. Di tengah hitam pekat, ada titik merah kecil yang menyala seperti bara api.
Ia menggerakkan tangannya. Wush!
Hanya dengan gerakan jari, angin kencang berhembus, mampu memotong batu keras di depannya menjadi dua dengan mudah. Ia bisa merasakannya... kekuatannya melonjak drastis! Levelnya kini setara dengan ahli yang berlatih puluhan tahun!
"Ha... ha... ha..." Li Yao tertawa pelan, napasnya berat namun penuh kepuasan.
"Ini rasanya... luar biasa. Kekuatan ini... sungguh memabukkan."
Ia menatap telapak tangannya yang kini dipenuhi urat-urat hitam yang bersinar samar.
"Mereka bilang ini teknik iblis. Mereka bilang ini terlarang. Tapi bagi orang yang sudah kehilangan segalanya seperti aku... tidak ada harga yang terlalu mahal untuk dibayar."
Li Yao berdiri. Aura mematikan itu kini terkunci rapat di dalam tubuhnya, namun siap meledak kapan saja.
"Nyawaku adalah taruhannya. Kekuatanmu adalah senjatanya. Mulai sekarang... kita adalah satu. Kita akan menjadi pembawa maut yang sesungguhnya."
Jalan gelap telah dipilih. Ia tidak peduli jika jiwanya nanti akan hangus di neraka, asalkan saat ia masih hidup, ia bisa menjadi yang terkuat dan menuntut balas.