Lamaran Raditya di tolak oleh yuni calon ibu mertua nya karena tidak menyanggupi hantaran yang di minta. Yuni bahkan menghina Raditya dan mempengaruhi anak nya agar mencari laki laki yang kaya, karena anak nya Melinda adalah seorang sekretaris di perusahaan ibu nya. terpengaruh oleh ibu nya, Melinda sebagai kekasih Raditya akhir nya ikut merendah kan
karena emosional tiba tiba Raditya melamar seorang gadis yang bernama Dahlia, pembantu di rumah Melinda dengan cincin Berlian.
Namun siapa sangka, Raditya yang di kenal sebagai pegawai admistrasi di tempat Melinda bekerja, sebenar nya adalah anak sulung pewaris perusahaan itu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon My finger, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 29
"Arghh,,, lepas kan anak ku, dan ceraikan aku! Aku sudah gak tahan hidup dengan iblis seperti kamu!" pekik Marni sambil meraung dan menggenggam tanah
Ia sudah tak peduli pertengkaran keluarga nya menjadi tontonan banyak tetangga yang berkumpul, curi pandang dan curi dengar dari balik pagar bambu. Tak ada satu pun dari para tetangga itu yang berani menghentikan Tarno karena laki laki itu di kenal nekat
Namun, ada salah satu dari mereka yang berani diam diam masuk mengambil Tania kecil dan membawa nya keluar
"Cuihh,,, jangan jadikan diri mu bahan api neraka kerena meminta cerai, Marni! Wanita bodoh laknat!"
Tarno meludahi istri nya, sedang kan tangan nya masih menggenggam tangan Dahlia, gadis itu berusaha melepas kan diri, namun justru tubuh nya juga tak luput dari tendangan ayah nya yang ganas.
."Kau yang justru akan jadi bahan api neraka! kamu sudah zolim selama ini,! kurang sabar apa kami menghadapi sikap buruk mu yang gemar mabuk dan judi juga kasar. Tak ada satu pun kebaikan yang kami dapat kan dari ku sebagai kepala rumah tangga!"
"Diam kau wanita jal*Ng,,!" Tarno kembali menendang istri nya hingga Marni bersujud di tanah
Lelaki yang sedang terbakar amarah itu semakin murka. ia mengangkat tangan Dahlia hingga tubuh Dahlia berdiri tegak. Gadis itu meringis hebat dengan air mata terus mengucur karena rasa sakit yang luar biasa dari cekalan tangan ayah nya yang kekar.
"Kamu dan ibu mu sama sama Tak berguna.!"
tangan Tarno melayang siap menampar anak nya. namun tiba tiba tangan nya itu di tangkap dari belakang. Perlahan tangan Tarno di paksa turun beriringan dengan ringisan wajah nya yang kaget.
"Setiap orang yang melakukan kekerasan fisik dalam lingkup rumah tangga dapat di pidana dengan Pidana penjara paling lama Lima tahun atau denda paling banyak lima belas juta rupiah,!"
Suara itu terdengar dingin dan menusuk, Tarno segera membalik kan tubuh nya. genggaman tangan nya tidak sekencang tadi hingga Dahlia bisa melepas kan diri. gadis itu langsung mendekati ibu nya yang setengah sadar. Dahlia mengangkat wajah nya, kedua mata nya membulat melihat sosok di depan nya
"Bagaimana dia bisa ada di sini?" lirih Dahlia
"Jangan campuri urusan ku, ini urusan rumah tangga ku!"
"Aku adalah salah satu warga negara ini. kasus KDRT bukan persoalan pribadi. KDRT telah menjadi urusan publik yang nyata dan telah di atur dalam undang undang no 23 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga"
Tarno terlihat agak menciut. Apalagi tampilan pemuda di depan nya itu seperti bukan orang sembarangan. Jelas laki laki itu adalah orang kaya.
"Siapa kamu,?"
"Aku adalah Raditya Dafa Pratama, putra sulung Hadi pratama, pemilik perusahaan central glory dan pemegang saham tertinggi di epicentrum mall. Saat ini aku adalah CEO di perusahaan besar ayah ku"
Mengental langsung air Mulut Tarno, bibir nya gemetar. Sudah menciut nyali Tarno, ancaman penjara dan denda yang di ucap kan pemuda itu pastilah bukan isapan jempol. Pasti akan mudah untuk menyeret nya ke ranah hukum. Tarno mendehem mencoba menetralisir perasaan nya
"Mau apa kamu datang kesini?" tanya Tarno
Raditya hanya tersenyum lalu mendekati Dahlia dengan wajah teduh
"untuk menemui gadis berkerudung yang manis"
"Kamu baik baik saja kan? hari pernikahan kita sudah dekat, jangan buat masalah" bisik Radit, wajah kedua nya sangat dekat
Dahlia terisak, Raditya mengusap air mata gadis itu.
"Bangun lah, ayo kita ke rumah sakit. ibu mu juga harus di periksa" ucap Radit
dahlia menggeleng, tampak Marni sedang bersusah payah untuk duduk
"Kami sudah biasa seperti ini" kata Dahlia
"Inilah yang membuat pelaku kdrt bebas dan merdeka terus melakukan tindakan nya. korban akan terus merasa terikat karena hubungan mereka dan parah nya, korban selalu berada pada tahap merasa itu adalah hal yang biasa dan pantas. sungguh miris"
"Jangan cuci otak anak dan istri ku. meskipun kamu pejabat, kamu tak berhak mencampuri urusan rumah tangga ku"
Raditya berbalik menatap Tarno
"Tapi tindakan mu tak bisa di biarkan berlanjut. Sebagai warga negara aku memiliki beban moril untuk melapor kan tindakan mu. Itu jika kamu tidak berhenti, ini adalah peringatan pertama dan terakhir, calon bapak mertua" Raditya tersenyum