Su Qingran mengkhianati suami lumpuhnya saat hari bencana dan berakhir tragis setelah dikhianati selingkuhan dan keluarga sepupunya.
Terlahir kembali dengan sistem dewa “Panduan Menjadi Istri Yang Baik,” ia memilih setia, mempersiapkan diri menghadapi kiamat, dan memperkuat perlindungan. Kini, saat para pengkhianat memohon perlindungan, ia menentukan nasib mereka.
[ Ding, memasak tiga hidangan sehat untuk suami. Mendapatkan hadiah: 10 jin daging ayam, 10 jin sayur sawi, dan 1 karung beras dan 3 poin ]
"Semua yang aku lakukan untuk suamiku ternyata mendapatkan hadiah besar!?"
[ Harap ingat hanya misi sistem dan apa yang pasangan anda konsumsi dari anda saja yang akan memberikan hadiah pengembalian ]
∆ 9 April 2026 ∆
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RAS( BY.AR), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32 Bertarung Dengan Pisau Daging
Pancaran senter menyapu ruangan gelap itu, dan detik berikutnya pupil mata Jiang Shengyan mengecil.
Di sudut ruangan berserakan tulang-belulang manusia yang tidak lagi utuh. Tengkorak retak, tulang lengan penuh bekas gigitan, bercak darah hitam mengering menempel di lantai. Bau busuk samar-samar bercampur amis yang tercium sejak ruangan terbuka ternyata berasal dari ini.
Perut Jiang Shengyan sedikit bergejolak. Su Qingran menatap nya dengan biasa, meskipun sedikit terkejut. Dia yang sudah berlatih simulasi melawan makhluk zombie yang menjijikan tidak akan pernah tumbang hanya dengan melihat hal remeh seperti itu.
Dia pikir pantas saja... Pantas makhluk itu bisa langsung menjadi mutan tingkat 1.Ia sudah memangsa manusia, mungkin tulang-tulang itu adalah para pekerja di sini.
Bukan satu atau dua.
Di dekat dinding bahkan terlihat beberapa pakaian robek dan tas berlumuran darah. Seolah pemiliknya bahkan tidak sempat melawan sebelum dicabik hidup-hidup.
Jiang Shengyan mengernyit dalam, dia yang kehidupan awalnya hanya seorang pekerja kantoran tidak terbiasa dengan hal ini. Namun melihat istrinya yang biasa saja, dia tidak boleh kalah. Dengan waspada, Gravitasi samar mulai berputar di sekitar tubuhnya.
"Kucing itu tidak cuma satu..." Ucap Su Qingran pelan, merasakan dengan intuisinya.
Jiang Shengyan langsung menegang, kekuatan dalam tubuhnya makin melonjak-- semakin waspada.
Brak!
Sebuah bayangan hitam melompat dari atas lemari besi dengan kecepatan mengerikan.
"Kanan!" teriak Su Qingran, ia segera mengangkat pisau dapur besar di tangannya.
Clang!
Cakar tajam menghantam pisau hingga percikan api muncul.
Tubuh Su Qingran terdorong mundur dua langkah. Tangannya mati rasa.
Cepat sekali!
Di bawah cahaya senter, akhirnya wujud makhluk itu terlihat jelas.
Seekor kucing hitam hampir sebesar anjing dewasa berdiri di atas lemari. Bulunya kusut penuh darah, mulutnya dipenuhi gigi runcing yang terlihat begitu tajam. Sepasang mata hijaunya menyipit tajam seperti pemburu.
Namun sebelum mereka sempat bergerak—
Sret!
Sret!
Dua bayangan lain muncul dari kegelapan. Tiga pasang mata hijau menyala dalam gelap. Su Qingran langsung mengutuk dalam hati.
'Tiga?! Masing-masing sudah tingkat 1?! Sistem, bukan kah kamu hanya mengatakan bunuh 1?!'
[ Benar, ada tiga. Bunuh satu dan misi selesai ]
Apa!? Kamu menjebak ku ya! Ini sama saja dengan menyuruh ku membunuh semuanya.
[ Tuan rumah berhenti mengumpat sistem, hati-hati dengan ketiga mutan itu. Ketiga nya adalah mutan tingkat satu tipe kecepatan ]
Su Qingran kembali memasang kewaspadaan nya menatap mereka, mungkin karena saling berbagi hasil buruan manusia... Mereka berkembang lebih cepat.
Kucing-kucing itu bergerak memutari mereka perlahan. Ekor mereka bergoyang rendah seperti sedang mempermainkan mangsa.
Keduanya saling membelakangi, berputar saling waspada menatap ketiga pasang mata yang bersinar di tengah gelap. Su Qingran pikir dia harus segera menemukan saklar lampu.
"Awas!!" Begitu ucapan Jiang Shengyan jatuh...
Boom!
Tekanan gravitasi meledak. Lantai kiri retak, seekor kucing langsung ditekan jatuh ke tanah hingga tubuhnya menghantam keras lantai semen.
Miaaauuugh!!
Namun tidak sampai mati, hal itu membuat kucing mutan lainnya langsung bergerak.
Terlalu cepat!
Salah satu menerkam Jiang Shengyan dari samping sementara yang lain mengincar Su Qingran.
Su Qingran buru-buru berguling menghindar.
Swish!
Cakar tajam menyapu udara tepat di atas kepalanya, memotong beberapa helai rambutnya.
Belum sempat bangkit— makhluk itu kembali muncul di depannya. Cepat sekali sampai nyaris tidak terlihat.
Clang! Clang! Clang!
Su Qingran menahan serangan bertubi-tubi menggunakan pisau dapur. Tangannya terus bergetar setiap benturan terjadi.
Jika dia sedikit saja lengah, lehernya pasti sudah tercabik.
Di sisi lain Jiang Shengyan mengangkat tangannya dingin. "Berhenti."
Boom!
Gravitasi meningkat, memberatkan tubuh kucing mutan.
Tubuh kucing mutan itu langsung jatuh menghantam lantai, namun hanya sesaat sebelum kembali melompat paksa dengan raungan marah.
Sial, dia tidak bisa terus mengeluarkan kekuatan. Energi habis dengan cepat, jurus penekanan yang secara alami dia pelajari kini tak bisa di lakukan lagi karena energi nya tidak cukup.
Namun saat itu—
"Eh...? Ada suara dari belakang!" suara Weyi terdengar samar.
Langkah kaki mendekat cepat.
Tiga wanita itu ternyata mengikuti suara pertarungan hingga ke area belakang minimarket.
Saat mereka membuka pintu, mereka membeku. Ruangan gelap penuh tulang manusia. Tiga kucing yang sebesar anjing, dan dua orang sedang bertarung mati-matian di tengah ruangan.
Su Qingran juga melihat mereka masuk dan hampir ingin memaki. Kenapa mereka datang ke sini?! Salah satu kucing langsung mengubah target.
Mungkin merasa jumlah mangsa bertambah. Makhluk itu melesat menuju Weyi.
"Tiarap!" teriak Su Qingran.
Namun semuanya terjadi terlalu cepat. Weyi pucat melihat bayangan hitam itu mendekat. Detik berikutnya...
Boom!
Api merah menyala meledak di udara. Sheng Qinglan berdiri di depan Weyi dengan tangan menyala api. Ledakan kecil api menghantam tubuh kucing hingga terpental.
"Miaaauugh!!"
Bulu makhluk itu terbakar sebagian. Wu Wendy langsung mengangkat pipa besi yang dia temukan secara tidak sengaja di lantai.
Logam di sekitarnya bergetar.Beberapa batang besi dan paku melayang ke udara. "Kita bantu mereka!" katanya tegas.
Weyi yang sempat ketakutan buru-buru mengangkat kedua tangan dengan gemetar. Air mulai berkumpul dari udara sekitar membentuk beberapa bola air.
Mereka bertiga langsung bergabung dalam pertarungan. Meskipun terlihat penuh ketakutan dan awam, namun kerjasama mereka cukup baik. Kini masing-masing menghadapi satu mutan.
Namun meski jumlah mereka seimbang, situasinya tetap buruk. Kecepatan mutan kucing terlalu mengerikan. Kucing yang menghadapi tiga wanita bergerak seperti bayangan hitam. Sheng Qinglan terus menembakkan api namun hanya beberapa yang mengenai sasaran dan beberapa padam di udara dengan cepat.
Weyi berkeringat menahan air agar membentuk cambuk, meskipun air tidak memiliki serangan yang tinggi. Namun dia memiliki imajinasi yang beragam dengan manifestasi kekuatan air nya, Wu Wendy mengendalikan logam untuk menghalangi pergerakan makhluk itu.
Clang!
Batang besi berhasil menghantam tubuh mutan. Namun detik berikutnya, kucing itu melompat ke dinding lalu menerkam Wu Wendy.
"Wendy!!" Sheng Qinglan melempar bola api panik.
Boom! Ledakan api membuat makhluk itu menyimpang sedikit.
Di sisi lain, Jiang Shengyan juga tidak santai.
Kucing mutan yang sedang di lawannya terus menerjang meski tubuhnya beberapa kali dihantam gravitasi. Makhluk itu bahkan mulai belajar menghindari area tekanan gravitasi.
Sret!
Seekor kucing tiba-tiba muncul di belakang Jiang Shengyan. Su Qingran yang melihat itu langsung berteriak.
"Belakang!"
Tanpa ragu dia melempar pisau dapurnya.
Clang!
Pisau menghantam kepala mutan hingga serangannya meleset. Namun kucing yang ia lawan sendiri kini menghilang dari pandangannya.
Bahaya.
Su Qingran langsung merasakan bulu kuduknya berdiri. Dia menunduk refleks.
Swish!
Cakar tajam lewat di atas kepalanya. Sebelum makhluk itu sempat mendarat, Su Qingran tiba-tiba maju. Tangannya mencengkeram gagang pisau yang tadi terlempar. Lalu...
Slash!
Pisau memotong salah satu kaki depan mutan. Darah hitam menyembur.
"Miaaaaauuuugh!!!"
Makhluk itu mengamuk kesakitan. Namun Su Qingran tidak memberi kesempatan.
Matanya dingin. Tubuhnya melesat maju lagi. Dia menghindari cakaran dengan terlihat pro, lalu menusukkan pisau tepat ke mata mutan.
Crack!
Pisau menembus kepala. Tubuh kucing mutan bergetar keras sebelum akhirnya jatuh tak bergerak.
[Ding!]
[Berhasil membunuh mutan kucing tingkat 1]
Namun Su Qingran belum sempat bernapas lega. Karena di sisi lain, tiga wanita itu dan Jiang Shengyan mulai kewalahan.
Su Qingran langsung berlari membantu. "Tekan gerakannya!" teriaknya pada suaminya.
Jiang Shengyan segera mengangkat tangan.
Boom!
Tekanan gravitasi tiba-tiba menghantam area mutan. Meski hanya sesaat namun Su Qingran memanfaatkan kesempatan itu dengan baik. Dengan gerakan gesit dan tenaga yang di kumpulkan pada bagian tangan, dia berhasil menusuk kepala kucing itu sampai hancur.
"Bantu mereka!" Dia tidak membuang banyak waktu, langsung berlari ke arah mereka.
Jiang Shengyan langsung melakukan penekanan gravitasi dengan tenaga terakhir nya.
Saat melihat mutan kucing itu tertahan di lantai, "Sekarang!" teriak Sheng Qinglan dan api merah meledak dari tangannya.
Weyi langsung membentuk air menjadi rantai yang melilit kaki mutan.
Wu Wendy menggertakkan gigi. Puluhan paku besi melesat.
Clang! Clang! Clang!
Tubuh mutan tertahan. Dan detik berikutnya... Slash!
Su Qingran muncul dari belakang. Pisau dapurnya langsung memotong leher mutan hingga hampir putus. Kepala makhluk itu jatuh berguling di lantai.
Ruangan akhirnya sunyi. Hanya suara napas berat yang tersisa. Tiga wanita itu menatap Su Qingran dengan sedikit linglung tak percaya. Tanpa kekuatan yang terlihat nyata, dia menggunakan pisau daging membunuh ketiga mutan. Benar-benar luar biasa!
***
Like dan komentar!!!
Guys, jangan nabung bab ya!
Nanti retensi nya jadi jelek ☺️🙏
semangat terus~~~/Kiss//Kiss//Kiss/
semangat terus woke~~~~💃🏻💃🏻💃🏻
di tunggu double up nya yaw..
semangat~~~🏃🏻♀️➡️🏃🏻♀️➡️🏃🏻♀️➡️🏃🏻♀️➡️