NovelToon NovelToon
Membalas Pengkhianatan Mu Di Dunia Kiamat

Membalas Pengkhianatan Mu Di Dunia Kiamat

Status: sedang berlangsung
Genre:Hari Kiamat / Transmigrasi ke Dalam Novel / Sistem
Popularitas:27.6k
Nilai: 5
Nama Author: KOHAPU

AK 47, senjata laras panjang yang kini diarahkannya pada leher suaminya.

"Tambah satu wanita lagi, bangunlah Harem hingga kamu kenyang oleh darah." Sebuah sindiran dari wanita yang tersenyum menyeringai.

Dirinya bereinkarnasi sebagai istri jahat dalam novel pria bertema sistem dan kiamat. Dengan ending kematian tragis.

Sedangkan suaminya hidup bahagia dengan 9 wanita cantik di haremnya.

Berusaha bersikap baik, tidak seperti dalam alur cerita novel. Berharap suaminya tidak akan membangun harem seperti dalam cerita novel.

Tapi tetap saja susu besar membuat pria ini tertarik, paha mulus menggetarkan hatinya.

Daripada menunggu kematian, lebih baik, dirinya menggunakan rudal balistik untuk menghancurkan suaminya.

Dalam dunia kiamat diantara hidup dan mati, dimana makanan adalah lebih berharga daripada emas. Hukum tidak berlaku lagi.

Dunia dimana dirinya dapat membantai pria ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34

Berbeda dengan wanita lainnya, inilah sosok Sarah. Dari dulu memang seperti ini, terlihat berbahaya dan sulit didekati. Hingga dirinya dulu selalu merasa rendah dibawahnya. Dari segi kepintaran maupun karier.

Tapi jika dibandingkan dengan wanita-wanita lainnya. Tentu saja Sarah berbeda kelas, apa dirinya berbuat kesalahan dengan meninggalkan Sarah? Tentu saja tidak, karena walau bagaimanapun Sarah akan tetap kembali padanya.

Dua orang yang kini saling memunggungi lebih tepatnya Kelvin dan Sarah. Monster-monster ini bagaikan tidak ada habisnya. Sarah melirik ke arah Zero, yang berdiri di depan Ren, melindungi sekaligus mengamati pertarungan.

Sedangkan Louis dan Fred, bekerja sama dengan baik meskipun memiliki kemampuan yang bertentangan. Mungkin karena mereka memang sudah biasa bekerja sama dalam kelompok.

Semuanya memang bergerak sesuai arahan Zero. Gilbert dan Tony dilarang untuk bertarung jarak dekat.

Dhuar!

Peluncur roket dipergunakan untuk meledakkan belasan monster oleh kedua orang tentara tersebut.

Zero memang benar-benar ahli strategi yang dapat diandalkan, pria yang begitu perhitungan dapat meminimalisir kerugian dalam tim. Pantas saja dianggap sebagai pemimpin. Yang terpenting saat ini adalah Ren berada dalam posisi yang paling aman.

Dirinya kembali bergerak cepat, menebas puluhan monster berbentuk domba.

Sedangkan, Kelvin yang benar-benar ingin mengakhiri pertarungan ini dengan cepat. Pada akhirnya membuka jendela sistemnya.

Nama: Kelvin Anggra

Power: 1.465.690 poin

Speed : 348.845 poin

Shield: 725.132 poin

Technical: Ahli dalam serangan jarak dekat dan jauh

Kemampuan Khusus: Serangan Api, pedang kilat, pengendalian petir

"Tukarkan poin 100 dengan Shield!" Pada akhirnya itulah yang dilakukan olehnya.

"Penukaran berhasil, Shield bertambah 1000 poin."

Notifikasi dari sistem terdengar, itu artinya ketahanan tubuhnya juga bertahan. Dengan begini, dirinya dapat bebas melakukan serangan tanpa takut terluka.

Kelvin segera bergerak dengan cepat, kemampuan protagonis pria memang berbeda. Bergerak tanpa peduli pada apapun, gerakannya kasar tapi membunuh dengan cepat, bagaikan tidak peduli dengan nyawanya sendiri.

Sarah hanya konsentrasi pada pertarungannya saja. Dulu dirinya memang kagum. Tapi sekarang tidak sama sekali, apa yang dapat dikagumkan dari seseorang yang bahkan tidak berlatih sama sekali, hanya mengandalkan sistemnya saja.

Brak!

Kelvin mengayunkan pedangnya, yang berselimutkan oleh aliran listrik.

Srash!

Tubuh seekor monster raksasa terbelah menjadi dua oleh Kelvin. Pria yang kembali menyerang membabi buta dengan begitu brutal. Cipratan darah terlihat di pipinya, wajahnya tersenyum seakan tidak ada yang dapat menghentikannya.

"Kalian akan mati!" teriak Kelvin bergerak dengan bebas kali ini.

Sedangkan Zero mengamati setiap pergerakannya. Merapikan letak kacamatanya sendiri. Orang ini memang lebih kuat darinya, tapi gerakannya begitu kasar, sama sekali tidak efektif dan menghemat energi. Ya memang... jika memiliki kekuatan yang tidak ada habisnya itu akan sangat bagus. Tapi dalam pertarungan keseimbangan juga penting.

Apalagi menghadapi lawan yang tidak akan habis dalam sekali bunuh. Cara terbaik untuk menghadapi orang seperti Kelvin adalah... menyerangnya terus-menerus secara bergiliran, hingga tenaganya berkurang secara teratur kemudian habis.

Tapi.

Zero mengubah sedikit perhitungannya, orang ini memiliki kekuatan yang aneh yang dapat menambah energinya. Pertanyaannya saat ini... bagaimana menghentikan pasokan kekuatan tersebut?

Seekor monster berlari ke arah Zero dan Ren. Monster yang memiliki pemikiran seperti manusia, walaupun kecerdasannya bagaikan anak berusia 4 tahun.

Tentu akan menyisakan beberapa makhluk yang akan menyerang dari belakang.

Ren masih duduk dengan tenang bagaikan orang yang tidak berguna.

Sedangkan Zero...makhluk berukuran raksasa itu menyerang dengan cepat, hendak memakan Ren.

Srash!

Brak!

Makhluk itu roboh, hanya dengan Zero yang menggerakkan jarinya, lebih tepatnya mengepalkan tangannya. Sebuah katana yang melayang tepat menembus jantung sang monster. Itulah yang membuat monster raksasa itu roboh. Pengendalian, itulah kemampuan khusus Zero, dapat mengendalikan sebuah benda dalam jarak tertentu.

Zero merapikan letak kacamatanya."Inti dari kami mengikuti kelompok ini adalah Ren. Karena itu aku tidak bertarung di garis depan. Tapi melindungimu. Berburu bukanlah hal yang sulit. Tapi apa gunanya berburu jika tidak dapat dimakan." gumam Zero, memasukkan catatan ke dalam sakunya. kali ini serius bertarung untuk melindungi Ren.

Dalam artian... jika ini perang maka Ren adalah pasokan bahan makanan. Tanpa makanan cepat atau lambat tentara akan mati walaupun meraih kemenangan.

Puluhan monster mulai mendekati Zero lagi. Pemuda yang kali ini bergerak cepat menghabisi segalanya dengan efektif. Tidak begitu banyak membuang energinya hanya menggunakan beberapa katana yang melayang.

Salah satunya ada di tangannya.

Kecepatan, kecerdasan, ketepatan serangan, segalanya begitu efektif. Pria yang menebas, belasan monster domba yang mendekat dengan begitu mudah.

Kala sudah tidak ada monster lomba yang mendekat lagi. Dirinya menghempaskan pedang yang ada di tangannya. Tidak ingin pedang kesayangannya kotor oleh darah.

Tugasnya adalah berada di garis belakang, dirinya benar-benar tidak akan membantu pertarungan.

Tapi.

Ada hal yang begitu aneh tentang Ren, itulah yang kali ini disadari olehnya. biasanya dirinya tidak akan melindungi orang ini, lebih fokus membantu Gilbert, Tony, Fred dan Louis. Tapi karena dalam pertarungan ini tugasnya adalah mengamati dan menjaga Ren, dirinya baru menyadari saat diserang pun, Ren sama sekali tidak berteriak ketakutan. Atau melarikan diri sebagai reflek seorang manusia biasa. Pria ini hanya diam.

Aneh, manusia yang memiliki insting bertahan hidup, sudah pasti akan melarikan diri jika ada kejadian seperti tadi. Tadi, monster raksasa itu hampir saja memakan Ren.

Apa orang ini tidak memiliki insting bertahan hidup?

"Ren kamu tidak ketakutan?" pertanyaan yang pada akhirnya dilontarkan oleh Zero.

"Tentu aku ketakutan..." pemuda yang hanya tersenyum tenang.

Apa orang ini gila? Atau memang benar-benar aneh? Sudahlah... dirinya hanya perlu fokus untuk melindungi orang ini.

***

Kelelahan fisik yang begitu hebat, monster ini bagaikan tidak ada habisnya. Tangan Sarah yang memegang pedang telah gemetar. Pertarungan ini sudah berlangsung lebih dari 3 jam.

Matanya melirik ke arah Kelvin yang juga telah kelelahan. tentu saja, Selama 3 jam menggunakan tenaga penuh menyerang monster-monster ini.

Sedangkan dirinya, lebih fokus untuk menusuk bagian jantung, dan menebas leher. Tidak ingin menghabiskan tenaga banyak hanya untuk membunuh satu monster.

"Sial! Sial! Sial!" Kelvin berlari dengan sisa tenaganya membantai para monster.

Kali ini pria itu menggunakan tekniknya, menggunakan kemampuan petir, yang menyebar menyengat belasan domba. Hingga mati dalam keadaan hangus.

"Bodoh..." gumam Sarah, jika itu dirinya yang memiliki kemampuan petir, sudah pasti akan belajar mengendalikannya, untuk menyengat bagian otak lawan saja.

Tapi.

Setelahnya Kelvin roboh, hanya berlutut, berpegangan pada senjatanya yang menancap ke tanah. Dirinya benar-benar kelelahan.

Matanya melirik ke arah sekitar. Tim yang dipimpin oleh Zero, hanya Ren yang mungkin tidak berguna.

Lainnya? 3 jam pertarungan, mereka terlihat tidak kelelahan. Masih bertarung menghadapi monster domba yang tidak ada habisnya ini.

Hingga.

Tanpa disadari beberapa ekor domba, berlari menghampirinya.

Srash!

Sarah menebas 3 ekor domba yang mendekat."Aku tidak menyangka kekuatanmu melemah... kamu memang pecundang." Gumam Sarah tersenyum padanya. Terlihat begitu seksi dan menggoda. Itulah pesona wanita ini.

1
yesi yuniar
siap kak 😍😍😍😍
yesi yuniar
apa ren akhirnya akan meninggalkan sarah ?
vj'z tri
hust miau tutup mata jangan lihat /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
vj'z tri
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Ufiyyyy
tebakn zero sllu tpatt
Biyan Narendra
Iya dong,Zero..
Tanpa rencana cadangan,semua udah berantakan dari awal
Ufiyyyy
ren bkl ktagihan nih...
Biyan Narendra
Sabar ya,Miau...
Majikanmu aslinya ngebet sama betina musim kawin itu,tapi pura2 cuek
Nur Wahyuni
zero ini bener2 pengamat yang baik... semua langsung bisa dicernanya...
Nur Wahyuni
😄😄😄😄😄enak ya ren.. lanjut ah..
Nureliya Yajid
Terbaik lanjut thor 😄
Nureliya Yajid
Semangat lanjut thor 🤣
Indar
Zero benar2 pengamat yg handal 👍 dia tahu bahwa Sarah pasti punya rencana cadangan tdk akan membiarkan org tuanya meninggal dgn sia2
nur
,ah suka aq sma zero, bner2 tepat sasarn omongnnya😄
Biyan Narendra
Sarah itu betinanya Ren,Miau miau.
Ren cuma pura pura cuek
Aslinya mah ngebet pengen jadian ma Sarah
😁😁😁😁
Biyan Narendra
Ren adalah segalanya.
Bisa bodoh,lugusadis dan pintar,sesuai kondisi yg sedang di hadapi
Biyan Narendra
Makin terpesona ga tuh sih Kelvin..
Sarah gitu loh
yesi yuniar
betina musim kawin kesayangan ren 🤗🤗
yesi yuniar
akankah mereka pada akhirnya berjodoh ??
nur
aq lbih suka klo ada miau2
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!