NovelToon NovelToon
Kehilangan Di Hari Pelantikan

Kehilangan Di Hari Pelantikan

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Dark Romance / Balas Dendam
Popularitas:11.8k
Nilai: 5
Nama Author: linda huang

Nathan Han yang mengejar ambisinya sehingga mengabaikan tunangannya. Pada hari ia terpilih sebagai pemimpin organisasi terbesar di kota itu, tunangannya, Calista Li, ditemukan terjun ke laut dan dinyatakan meninggal. Tanpa pesan. Tanpa alasan.

Lima tahun kemudian, Nathan Han menjadi pemimpin yang ditakuti. Dingin dan tanpa belas kasihan. Suatu malam, saat ia diburu musuh, ia bertemu dengan seorang gadis. Wajah gadis itu sangat mirip dengan Calista yang telah mati.

Siapakah gadis itu sebenarnya? Dan apakah Nathan akan mencintai gadis yang begitu mirip dengan tunangannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34

Nathan dan Liora akhirnya tiba di kediamannya.

Mobil berhenti tepat di depan pintu utama mansion besar bernuansa gelap itu. Mesin baru saja mati ketika Marcus langsung turun dari kursi depan.

Ia membuka pintu belakang dengan cepat.

“Tuan.”

Nathan masih sadar, tetapi wajahnya pucat. Tangannya menekan luka di perut yang terus mengeluarkan darah.

Saat mencoba turun sendiri—

tubuhnya sedikit goyah.

Marcus segera memapahnya. Di sisi lain, Liora refleks membantu menopang lengan Nathan.

“Pelan-pelan,” ucap Liora khawatir.

Nathan tidak menjawab. Rahangnya mengeras menahan sakit yang menusuk setiap kali bergerak.

Mereka bertiga berjalan masuk ke dalam rumah.

Begitu melihat kondisi Nathan, beberapa pelayan langsung panik.

“Tuan Han!”

“Bawa kotak medis sekarang!” perintah Marcus tegas.

“Baik!”

Nathan dibawa naik ke lantai atas menuju kamarnya.

Langkahnya semakin berat. Beberapa kali napasnya terdengar kasar.

Sesampainya di kamar, Marcus membantu Nathan duduk di tepi ranjang.

Nathan langsung menyandarkan dirinya sambil menekan lukanya lebih kuat.

Darah kembali merembes dari sela jemarinya.

Pelayan langsung membawa kotak medis dan memberikan kepada Marcus.

Marcus segera meletakkan kotak medis di meja samping ranjang. Lalu ia menoleh ke arah Liora.

“Nona, saya bantu siapkan alatnya.”

Liora mengangguk singkat.

Sebagai seorang perawat, tangannya tetap tenang meski melihat luka Nathan cukup serius.

Ia mendekat lalu mulai membuka kancing kemeja Nathan satu per satu.

Nathan menatapnya diam.

Begitu kemeja itu terbuka, luka di sisi perut Nathan terlihat jelas. Darah masih terus merembes dari luka bekas jahitan sebelumnya.

Liora langsung memakai sarung tangan medis.

“Kasa,” ucapnya singkat.

Marcus segera menyerahkan.

Liora membersihkan darah di sekitar luka dengan gerakan hati-hati dan terlatih. Tatapannya fokus penuh pada luka Nathan.

Nathan sedikit mengernyit saat antiseptik menyentuh lukanya.

“Perih?” tanya Liora tanpa menghentikan pekerjaannya.

“Sedikit,” jawab Nathan pelan.

“Lukanya cukup dalam.”

Marcus berdiri di samping sambil membantu membuka beberapa alat medis.

Ia menekan kasa bersih di sisi luka untuk menghentikan pendarahan, lalu menyuntik obat bius dan mulai menjahit ulang luka tersebut.

Satu jam kemudian…

Liora akhirnya selesai merapikan semua peralatan medis di kamar Nathan.

Perban di perut pria itu sudah diganti dengan yang baru. Pendarahannya mulai berhenti.

Obat penenang yang diberikan Liora juga mulai bekerja.

Kini Nathan tertidur lelap di atas ranjang besar itu. Napasnya perlahan mulai stabil.

Suasana kamar menjadi jauh lebih tenang dibanding sebelumnya.

Hanya suara hujan kecil di luar jendela yang terdengar samar.

Liora berdiri di samping ranjang sambil memperhatikan Nathan beberapa saat.

Wajah pria itu terlihat jauh lebih tenang saat tidur. Tidak sedingin biasanya. Tidak menakutkan.

“Untuk sementara kondisinya stabil,” ucap Liora. “Tapi Tuan Han harus banyak istirahat dan tidak boleh bergerak terlalu banyak selama beberapa hari.”

Marcus mengangguk mengerti dan akhirnya sedikit menghela napas lega.

“Terima kasih, Nona."

Marcus menatap Nathan sejenak sebelum berbicara pelan, “Sudah lama saya tidak melihat Tuan setenang ini saat terluka.”

Liora menoleh. “Maksudmu?”

“Biasanya Tuan sangat sulit ditangani kalau terluka. Bahkan dokter pribadi pun sering dibuat kewalahan.”

Tatapan Marcus lalu beralih pada Nathan yang tertidur.

“Tapi malam ini berbeda.”

Liora terdiam sebentar. Tatapannya kembali jatuh pada pria di atas ranjang itu.

Marcus melangkah mendekati meja lalu mengambil selimut tipis.

“Nona juga sebaiknya istirahat. Anda terlihat lelah.”

“Aku masih tidak mengerti,” gumam Liora pelan.

Marcus mengernyit. “Apa?”

“Kenapa mereka sampai ingin membunuh Tuan?"

Beberapa saat kemudian, Marcus dan Liora keluar dari kamar Nathan.

Mereka turun ke lantai bawah menuju ruang makan yang luas dan sunyi.

Seorang pelayan sudah menyiapkan minuman hangat di atas meja.

Marcus duduk di salah satu kursi sambil memegang cangkir kopi hitamnya. Sedangkan Liora duduk di hadapannya dengan segelas teh hangat.

Suasana sempat hening beberapa detik.

Lalu Marcus akhirnya berbicara pelan. “Tuan adalah ketua organisasi yang terpilih lima tahun lalu.”

Liora mengangkat pandangannya.

“Sejak menjadi ketua, tanggung jawab Tuan semakin besar. Musuhnya juga semakin banyak.”

Marcus tersenyum tipis pahit.

“Hampir tidak ada hari yang benar-benar tenang untuk beliau. Ke mana pun pergi selalu ada ancaman.”

Tatapan Marcus berubah dingin mengingat kejadian tadi malam.

“Diserang, dikejar, bahkan ditembak seperti tadi… itu bukan pertama kalinya.”

Liora perlahan menggenggam cangkirnya lebih erat.

“Lalu…” Liora ragu sejenak sebelum bertanya. “Di mana keluarganya? Apa dia belum menikah?”

Marcus yang sedang hendak meminum kopinya langsung berhenti.

Pria itu menatap Liora beberapa detik sebelum tersenyum kecil.

“Di hati Tuan hanya ada satu wanita.”

Deg.

Liora langsung terdiam.

Marcus melanjutkan pelan, “Dan sampai sekarang… beliau masih menunggunya.”

“Wanita itu…” Liora mencoba terdengar biasa saja. “Di mana sekarang?”

Marcus lalu menatap Liora serius.

“Nona… bolehkah saya meminta sesuatu?”

Liora sedikit bingung. “Meminta apa?”

Marcus meletakkan cangkirnya perlahan. “Setelah melihat kejadian malam ini… apa anda takut?”

Liora terdiam sejenak.

Ia masih bisa mengingat suara tembakan, benturan mobil, dan darah Nathan yang terus mengalir.

“Tentu aku takut,” jawabnya jujur. “Dikejar penjahat seperti itu bukan hal biasa bagiku.”

Marcus mengangguk pelan.

“Kalau begitu… mungkin anda juga sadar kalau berada di sisi Tuan bukan hal yang aman.”Tatapannya berubah serius.

“Orang-orang di dekat beliau bisa ikut menjadi target. Bahkan bisa kehilangan nyawa kapan saja.”

Liora menunduk sebentar menatap teh hangatnya.

“Aku seorang perawat,” ucapnya pelan. “Aku sudah terbiasa melihat pasien terluka parah… bahkan meninggal.”

Ia mengangkat pandangannya lagi.

“Memang, dikejar orang bersenjata seperti tadi baru pertama kali buatku. Tapi bukan berarti aku akan langsung lari.”

Marcus menatap Liora diam-diam.

Liora melanjutkan, “Lagipula aku sudah menandatangani kontrak kerja dengan Tuan Han.”

Mendengar itu, Marcus akhirnya menghela napas lega kecil.

“Kalau begitu…” ucapnya pelan. “Tolong jangan tinggalkan beliau sendirian.”

Deg.

Liora mengernyit bingung. “Aku hanya seorang perawat. Apa yang sebenarnya bisa kulakukan?”

Marcus tersenyum tipis.

“Mungkin bagi orang lain anda hanya perawat.Tapi bagi Tuan Han…”

Marcus terdiam sebentar sebelum melanjutkan, “…keberadaan anda jauh lebih penting dari itu.”

Liora langsung terdiam.

1
Kinara Widya
semoga Liora baik2 saja
Kinara Widya
apakah Liora sudah sadar...
Dian Fitriana
update
Kinara Widya
di suruh siapa Ruby...apa jangan2 Ruby menyukai nathan
Kinara Widya
aduh ada penghianat kah...atau pelayan itu menyukai Nathan...
Kinara Widya
jadi perawat Nathan selamanya..liora
Fortu
Tanda tanda ingatan mulai pulih ini
Fortu
semoga musuh Nathan tidak menyakiti Liora lagi
Fortu
syukurlah kalau tes DNA
dan semoga tidak menjadi korban lagi sebab musuh Nathan banyak
Fortu
ketemu ehh
Fortu
Ternyata hilang ingatan
Fortu
lalu ceritanya gimana identitas Calista bisa ada dimayat satunya, apakah ada orang yang memindahkan??
trus yang nolong Calista kerumah sakit itu siapa??
Fortu
bener kan si pak Tua ini
ckckck
Fortu
wahhhh tragedi berdarah
apakah Calista korban juga dari james
Fortu
licik juga Tuan James

btw apakah jims pelaku utama kekerasan terhadap Calista???

wah Nathan main halus ini
Fortu
Apakah james ayahnya jims yang melakukan itu🤔🤔
Fortu
Pasti diperkosa oleh Jims🤔🤔🤔
Fortu
Apa dia dapat kekerasan dari jim??
Fortu
Masalah Calista Li apa ya sampai buruh diri
Fortu
Yang ditemukan dilaut itu ada dua ya🤔
yang pertama ditemukan nelayan masih hidup
terus yang ditemukan polisi Calista Li
Apa identitas tertukar???
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!